Kejujuran Salafi dan Kedustaan Hizbi, Manhaj Ahlu Sunnah Dalam Mengambil Ilmu Dari Ahli Bid’ah

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1.Manhaj Salafi Adalah Pilihan Allah dan Rasul-Nya Serta Jalan Menuju Ke Surga & Penyelamat Dari Neraka & Fitnah-Fitnah

2.Bagaimana Sikap Kita Terhadap Hizbiyyah ?

3.Garis Pemisah Antara Dakwah Salafiyyah Dan Dakwah Hizbiyyah

4. Hizbiyyah Bukan HizbullahMendeteksi Kelompok Sesat

Judul Kitab : Kun Salafiyan ‘Alal Jaddah(Jadilah Seorang Salafi Sejati)Karya Asy-Syaikh DR. Abdussalam binSalim as-Suhaimi hafizhahullahFormat : PDFJumlah halaman : 93Ukuran file : 2,48MB

Download PDF


Ust. Ahmad Zainuddin-Mendeteksi Kelompok Sesat

Bolehkah Bergabung dengan”KelompokIslam”?Ust Abdurrahman Thoyyib 16Mb 55Mnt

Bolehkah Mengingatkan Umat tentang Kelompok Sesat?-Ust Abdurrahman Thoyyib 15Mb 51Mnt

Bolehkah Menggunakan Istilah Salafi?-Ust Abdurrahman Thoyyib15mb 50mnit

MANHAJ SALAF DALAM MENGAMBIL ILMU AGAMA-Abdurrahman Thoyyib26Mb 1jm 56mnit

KEMBALI KEPADAPEMAHAMAN SAHABAT-UstAbdurrahman Thoyyib 19Mb 1jm 26mnit

Bolehkah Bergabung dengan “KelompokIslam”?

Bolehkah Mengingatkan Umat tentang Kelompok Sesat?

==

KEJUJURAN SALAFI & KEDUSTAAN HIZBI



Di antara karakteristik Salafiyyun para pengikut Manhaj Salafi adalah iltizamnya mereka terhadap kejujuran yang merupakan akhlak utama para sahabat yang Alloh perintahkan setiap mukmin agar menauladaninya, Alloh Taala berfirman:

✅ Alloh Taala berfirman:

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur ( At-Taubah : 119 ).

Syaikhuna Al-‘Allamah Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad berkata : ” Hendaklah kalian bersama para sahabat Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam yang merupakan orang-orang yang jujur, yang Alloh telah menyelamatkan mereka dengan sebab kejujuran mereka ” ( Syarah Sunan Abu Dawud 16/187 – Maktabah Syamilah – ).

✅ Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

Hendaklah kamu selalu jujur. Sesungguhnya kejujuran membawa kepada kebajikan dan kebajikan membawa ke surga. Tidak henti-hnetinya seorang jujur dan selalu berusaha jujur hingga dia tercatat di sisi Allah seorang yang jujur. Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Dan tidak henti-hentinya seorang berdusta dan selalu memilih dusta hingga dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta ( Shahih Bukhari 8/39 dan Shahih Muslim 8/29 ).

Kejujuran adalah ciri utama para pengikut Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam dan kedustaan adalah ciri utama musuh-musuh Islam dari kaum munafiqin, Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam bersabda :

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Tanda orang munafik ada tiga : jika bicara dia berdusta, jika dia berjanji maka dia menyelisihi, dan jika diberi amanah maka dia berkhianat ( Shahih Bukhari 1/15 dan Shahih Muslim 1/56 ).

✅ Syaikhuna Al-‘Allamah Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali berkata : ” Alangkah indahnya kejujuran dan alangkah mulianya orang-orang yang jujur, dan sungguh celakalah dan binasalah para pendusta di setiap zaman dan tempat, bagaimana tidak, kedustaan termasuk pilar-pilar yang paling besar dari kekufuran dan kenifakan ” ( Dari makalah berjudul Ahammiyatu Ash-Shidq wa Dharuratuhu Liqiyami Dunya wa Dien dari program Maktabah Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali oleh islamspirit.com ).

AHLU BID’AH MENYEBARKAN KEDUSTAAN UNTUK MEMBENDUNG DAKWAH SALAFIYYAH

Di antara anugerah Alloh yang wajib disyukuri oleh setiap muslim adalah tersebarnya Dakwah yang Haq Dakwah Salafiyyah di seluruh penjuru dunia yang begitu pesat pada dekade terakhir ini. Dakwah ini telah merambah di segenap lapisan kaum muslimin di seluruh penjuru dunia.

Menyebarnya dakwah yang haq ini menyejukkan mata dan membesarkan hati setiap muslim yang cinta kepada Islam yang haq, tetapi sebaliknya membuat geram dan panas orang-orang yang hatinya diselubungi oleh kebatilan dan kebidahan !

Maka tidak henti-hentinya musuh-musuh dakwah berusaha membendung Dakwah Salafiyyah dengan segala cara termasuk membuat kedustaan-kedustaan untuk mencemarkan dan merusak citra Dakwah Salafiyyah.

Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali berkata : ” Seandainya bukan karena halangan-halangan yang datang dari musuh-musuh Alloh dan ahli bid’ah maka sungguh kalian akan melihat dunia Islam sekarang bercahaya dengan dakwah Salafiyyah yang penuh berkah ini, karena sesungguhnya tatkala Dakwah Salafiyyah ini mulai menyebar dan merambah dunia maka ahli bid’ah dan ahli kufur berkonspirasi untuk membendung arus Dakwah Salafiyyah yang deras ini, mereka lakukan berbagai usaha untuk menghentikan dakwah ini, maka hendaknya kalian faham atas konspirasi ini dan makar-makar terhadap dakwah yang haq ini, tidak akan mungkin ahli bid’ah dan pengibar kesesatan tinggal diam dengan memancarnya cahaya dakwah yang haq ini, sama saja apakah kesesatan tersebut berupa kekufuran atau hizbiyyah atau Tashawwuf atau Rafidhah atau kesesatan-kesesatan yang lainnya…

Sesungguhnya kami melihat banyak dari manusia-manusia yang tidak merasa canggung untuk membuat kedustaan dan melanggar kehormatan para da’i Salafi mereka langgar kehormatan-kehormatan mereka dan mereka cemarkan dengan berbagai macam kedustaan dan kebohongan ” ( Dari muhadhoroh yang berjudul At-Tamassuk Bil Manhaj As-Salafi dari program Maktabah Syaikh Rabi’ Al-Madkhali oleh islamspirit.com ).
Di antara tuduhan-tuduhan dusta yang dialamatkan kepada dakwah Salafiyyah adalah bahwa dia adalah Dakwah Wahabi yang bid’ah, Khawarij yang memberontak kepada Khilafah Utsmaniyyah, agen-agen Zionis, dakwah yang ekstrim, dakwah yang memecah belah, dan beraqidah Murji’ah !.



Tuduhan-tuduhan dusta Ahli Bid’ah kepada Ahlil Haq bukanlah hal yang baru karena di antara karakteristik ahli bidah dari masa ke masa bahwasanya mereka selalu mencela dan mencoreng citra Ahli Sunnah wal Jamaah untuk menjauhkan umat dari al-haq, 

Al-Imam Abu Hatim Ar-Razi berkata : Ciri ahli bidah adalah mencela ahlil atsar ( Ashlu Sunnah hal. 24 )

✅ Al-Imam Abu Utsman Ash-Shabuni berkata : Tanda yang paling jelas dari ahli bidah adalah kerasnya permusuhan mereka kepada pembawa Sunnah Rasulullah Shollallohu Alaihi wa Sallam , mereka melecehkan dan menghina ahli sunnah dan menamakan ahli sunnah dengan Hasyawiyah, Jahalah, Dhahiriyyah, dan Musyabbihah ( Aqidah Salaf Ashabul Hadits hal. 116 ).

Al-Imam Ali bin Harb Al-Maushili berkata : Setiap ahli hawa ( pengekor hawa nafsu ) selalu berdusta dan tidak peduli dengan kedustaannya! ( Diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Al-Kifayah hal. 123 ).

Apakah seluruh ormas Islam yang ada sekarang ini termasuk hizbi? Adakah yang tidak termasuk hizbi? Jika ada, apa karateristiknya?

Pengertian Hizbi

Abul Husain Ahmad bin Faris ( wafat tahun 395 H ) berkata : ” Ha’, Za’, dan Ba’ adalah pokok yang satu, yaitu berkumpulnya sesuatu. Dari hal itu Al-Hizb : Sekelompok dari manusia ” ( Mu’jam Maqayis Lughah 2/55 – terbitan Darul Jail Beirut cetakan pertama 1411 H – ).

✅ Ibnul A’rabi ( wafat tahun 231 H ) berkata : ” Al-Hizb : Sekelompok manusia ” ( Tahdzibul Lughah oleh Al-Azhari 4/217 terbitan Daru Ihya’ Turats Al-‘Arabi cetakan pertama 2001 M – ).

Sedangkan dalam Al-Quran, lafadz al-hizbu mengandung beberapa makna:

✅ 1. Bermakna kumpulan orang yang masing-masing berbeda madzhab, ajaran, dan agamanya, Alloh ( berfirman :

(مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ)

Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka ” ( Ar-Ruum : 32 ).

✅ 2. Bermakna pasukan syaitan, Alloh ( berfirman :

(اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنْسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ)

Mereka itulah adalah pasukan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya pasukan syaitan itulah yang merugi ” ( Al-Mujadilah : 19 ).

✅ 3. Bermakna tentara Alloh, Alloh ( berfirman :

(لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ)

Mereka itulah tentara Alloh. Ketahuilah, bahwasesungguhnya tentara Alloh itu adalahgolongan yang beruntung ” ( Al-Mujadilah : 22 ) ( Lihat Bashair Dzawi Tamyiz Fi Lathaifil Kitabil ‘Aziz oleh Fairuz Abadi 1/664 Syamilah – ).
Syaikh Shofiyur Rohman Al-Mubarokfuri berkata : Al-Hizbu secara bahasa adalah sekelompok manusia yang berkumpul karena kesamaan sifat atau mashlahat ( keuntungan ) baik berupa ikatan keyakinan dan iman, atau kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan, atau ikatan daerah, tanah air, suku bangsa dan nasab, atau profesi dan bahasa, atau perkara-perkara yang semisalnya, yang biasanya menyebabkan manusia berkumpul atau berkelompok ” ( Al-Ahzab As-Siyasiyyah fil Islam hal.7 dengan perantaraan Ad-Da’wah Ilalah hal. 54 ).

Adapun hizbiyyah maka dia adalah fanatisme kelompok, b
erkata Darul Ifta’ Mishriyyah :

الحزب هو الجماعة من الناس ، والحزبية التعصب للحزب

Al-Hizb adalah kelompok manusia, sedangkan hizbiyyah adalah ta’ashub ( fanatisme ) terhadap kelompok ” ( Fatawa Darul Ifta’ Mishriyyah 10/220 – Syamilah – ).

Jika ada HIZBIYYAH tsb di dalam ormas maka termasuk hizbi

Merupakan rahmat Alloh yang agung kepada umat Islam bahwasanya Alloh tidak menghancurkan umat ini dengan sebab musuh dari luar mereka, meskipun seluruh penduduk di muka bumi bersatu padu untuk menghancurkan umat ini, tetapi tatkala terjadi perpecahan di dalam tubuh umat ini itulah saat kehancuran umat ini sebagaimana di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shahihnya .

Maka munculnya hizbiyyah yang memecah belah umat ini merupakan tanda dicabutnya rahmat Alloh dari mereka dan sekaligus tanda datangnya adzab yang menghancurkan mereka, Rasulullah bersabda:

وما لم تحكم أئمتهم بكتاب الله ويتخيروا مما أنزل الله إلا جعل الله بأسهم بينهم

Tidaklah para pemimpin mereka tidak berhukum dengan Kitabullah melainkan Alloh akan menimpakan permusuhan di antara mereka ( Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunannya : 4019, Al-Hakim dalam Mustadrak 4/540 dan yang lainnya dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Shahihah : 106 ).

Sejarah membuktikan begitu pedihnya musibah yang dialami oleh kaum muslimin dengan sebab penyakit-penyakit hizbiyyah ini, sejak munculnya kelompok Khawarij yang menyulut fitnah perpecahan di dalam tubuh kaum muslimin yang mengakibatkan tertumpahnya darah-darah kaum muslimin sejak zaman Khalifah Utsman bin ‘Affan hingga detik ini.

Hizbiyyah dalam tubuh umat ini semakin menjadi seiring dengan penjajahan orang-orang kafir Eropa terhadap negeri-negeri kaum muslimin baik secara politis maupun secara ideologis, ketika para penjajah ini angkat kaki dari negeri-negeri kaum muslimin mereka tinggalkan duri-duri hizbiyyah tertancap kuat di tubuh kaum muslimin ; hizbiyyah kesukuan, hizbiyyah kebangsaan, hizbiyyah peradaban nenek moyang, dan hizbiyyah-hizbiyyah jahiliyyah yang lainnya.

Keadaan menjadi semakin runyam di saat kaum muslimin mengadopsi sistem demokrasi barat yang menyuburkan segala bentuk hizbiyyah dalam wujud partai-partai yang saling berseteru. Partai-partai ini memiliki nama-nama, julukan-julukan, metode-metode, dan simbol-simbol yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya , setiap anggota partai memberikan loyalitas mutlak kepada setiap orang yang loyal kepada partai mereka, di sisi lain mereka menjauhi bahkan memusuhi setiap orang-orang yang menyelisihi partai mereka dan tidak bernaung di bawah panji-panji mereka !.

Hizbiyyah Kebangsaan “NKRI Harga Mati”

Kalau membela bangsa semata entah salah atau benar, kafir atau muslim maka termasuk hizbiyyah. Tapi kalau membela negara karena keislamannya maka bukan hizbiyyah. Demikian penjelasan Syaikh Utsaimin dlm Syarah Riyadhus Shalihin


==

MANHAJ AHLU SUNNAH DALAM MENGAMBIL ILMU DARI AHLI BID’AH

Sesungguhnya menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, agar bisa membenarkan aqidahnya, membenarkan ibadahnya, dan membenarkan amalan kesehariannya. Maka wajib atas seorang muslim selama hayatnya adalah hendaknya selalu dalam keadaan menuntut ilmu, dengan mendatangi majelis-majelis ilmu.



Tetapi ada hal penting yang wajib diperhatikan oleh setiap penuntut ilmu yaitu bahwa mencari ilmu yang haq harus memperhatikan dari siapa dia mengambil ilmu. Jangan sampai mengambil ilmu agama dari ahli bidah, karena mereka akan menyesatkan, baik disadari atau tanpa disadari. Sehingga hal ini akan mengantarkannya kepada jurang kehancuran.
✅ Al-Muhammad bin Sirin berkata : Dahulu para ulama tidak menanyakan tentang sanad, ketika terjadi fitnah ( kelompok-kelompok bidah ), maka mereka berkata : Sebutkanlah para perawi kalian kepada kami . Maka dilihatlah kepada Ahli Sunnah dan diambil dari mereka, dan dilihat para ahli bidah dan tidak diambil dari mereka ( Muqaddimah Shahih Muslim ).
Di antara ujian yang dialami oleh para penuntut ilmu pada hari ini adalah menyebarnya kebidahan pada saat ini yang terkadang seorang penuntut ilmu terpaksa belajar kepada sebagian ahli bidah.Demikian juga semakin merebaknya Lembaga-lembaga pendidikan Ahli Sunnah yang membutuhkan banyak tenaga pengajar sehingga terkadang terpaksa merekrut sebagian ahli bidah.

Untuk itulah kami memandang pentingnya pembahasan tentang kaidah-kaidah di dalam mengambil ilmu dari ahli bidah sebagaimana yang dijelaskan oleh Salaful Ummah agar kita bisa menempuh jalan yang benar di dalam masalah ini.

PERINGATAN RASULULLAH Shallallahu ‘alaihi wa sallam DARI MENGAMBIL ILMU DARI AHLI BIDAH

✅ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
Sesungguhnya di antara tanda hari Kiamat adalah, ilmu diambil dari al-Ashaghir ” ( Diriwayatkan oleh Abdullah Ibnul Mubarak dalam Kitab Az-Zuhd : 61, al-Lalikai dalam Syarah Ushul Itiqad 1/85, dan dishahihkan oleh Syaikh al Albani di dalam Silsilah Shahihah : 695).

Makna Al-Ashaghir di dalam hadits di atas adalah ahli bidah
, Al-Imam Ibnul Mubarak rahimahullah ditanya : Siapakah Al-Ashaghir ( orang-orang kecil ) itu? Beliau menjawab : Orang-orang yang berbicara dengan pemikiran mereka. Adapun ash-shaghir (orang yang muda atau kecil) yang meriwayatkan dari kabir (orang yang tua ), maka dia bukan ash-shaghir ( Lihat Jami Bayanil ilmi, hlm. 246 ).
Di dalam riwayat lain, Al-Imam Ibnul Mubarak juga mengatakan: Al-Ashaghir dari kalangan ahli bidah. ( Diriwayatkan oleh al-Lalikai dalam Syarah Ushul Itiqad 1/85).
Al-Imam Asy-Syathibi mengomentari perkataan Al-Imam Ibnul Mubarak ini dengan mengatakan : Ini adalah sesuai, karena ahli bidah adalah orang-orang yang kecil di dalam ilmu, dan karena itulah mereka menjadi ahli bidah ( Al-Itisham 2/174 ).
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin berkata : Ini adalah adalah sifat yang sesuai dengan yang disifati, maka ahli bidah adalah kecil meskipun mereka menganggap besar diri-diri mereka, dan setiap orang yang menyelisihi nash maka dia adalah kecil ( Syarah Hilyah Thalibil Ilmi hal. 136 ).

(Lanjut ke halaman 2)