Tajassus & Larangan Seorang Istri Memeriksa HP Suami Tanpa Izin
atau Sebaliknya



Alhamdulillah..

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
1. Larangan Tajassus, Mencari-Cari Kesalahan orang lain

2.Tajassus, Mencari Kesalahan Orang Beriman

3.Hukum Mematai-matai Pasangan

===

Larangan Tajassus -Ustadz Qomar Suaidi

Tajassus (Mencari Kesalahan Orang Lain)-Ust. Abu IhsanAl-Atsary(Al Kaba’ir)(Dosa-dosa Besar)12Mb

Bahaya Fitnah Wanita – Ustadz Abu HafiyAbdullah 48mnit 5mb

Ust. Firanda Andirja-Khalwat

Ust. Yazid Jawas · Tujuh Larangan SyariatBagi Wanita 10Mb

UstArmen Halim Naro · Masalah Haid dan Istihadhoh Sesi1 10Mb

Masalah Haid dan Istihadhoh Sesi2 5Mb

Ust Abdul Barr · Fiqih Menstruasi6Mb

Ust.Ibrahim Said-Darah Kebiasaan Wanita 16mb

Ust. Fadlan Fahamsyah · Mutiara yangTerjaga Yaitu Wanita Sholihah

==

Tajassus

Bolehkah istri memeriksa HP suami tanpa sepengetahuannya, karena dorongan cemburu? Aku menduga (sesuatu yg tidak baik) padanya dan aku ingin.mencari kepastian akan hal itu?

=====

➡ Pertanyaan ini pernah diajukan kepada Syeikh Walid bin Rosyid As-Sa’iidan -hafizhahullah-, dan beliau memberikan jawaban sebagai berikut: Segala puji bagi Allah.

Telah ditetapkan oleh para ulama, bahwa sesuatu yang masuk dalam hak milik pribadi seseorang, maka tidak boleh bagi orang lain untuk mengambilnya, kecuali dengan izinnya.

Dan HP suamimu itu masuk dalam hak milik pribadinya, makanya di sana ada urusan-urusan pribadinya, ada.rahasia-rahasia dia, dan juga hal-hal yang dia tidak ingin ada orang lain mengetahuinya. Oleh karena itu, aku melihat -wallohu a’lam- termasuk perkara yang diharamkan, jika kamu berusaha melihat isi HP nya, kecuali dengan izinnya.Tindakan (memeriksa HP suami tanpa sepengetahuannya) itu merupakan tindakan tahassus dan tajassus yang.diharamkan oleh syariat, terutama bila hal itu dilakukan.tanpa alasan kecurigaan dan indikasi yang kuat, sungguh Nabi -shollallohu alaihi wasallam- telah melarang kita dari tindakan itu.

Allah berfirman di dalam kitab-Nya (yang artinya): “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak hal dari prasangka, karena sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kalian melakukan tajassus!”. [Al-Hujurot:12].

Di dalam hadits shahih, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- juga menyabdakan: “Janganlah kalian melakukan tajassuss, jangan pula melakukan tahassus”. [HR. Bukhori:5143, Muslim:2563]

Dan hendaknya jangan sampai setan mempermainkan dirimu, sehingga dia memasukkan dalam hatimu ilusi-ilusi, khayalan-khayalan, dan bisikan-bisikan buruk, yang setan tidak menginginkan darinya melainkan rusaknya hubunganmu dengan suamimu.

Jangan sampai engkau menurutinya, dan berusahalah untuk meminta perlindungan kepada Allah dari setan itu. Harusnya kamu berbaik sangka kepada suami, kecuali.bila kamu telah melihat perkara (buruk) itu nyata di depan mata, jelas, dan terang, tanpa ada keraguan sama sekali.

Ketika suamimu tahu bahwa engkau mengorek-ngorekHP nya; aku khawatir dia malah menjatuhkan talak kepadamu karena kemarahan yang dilampiaskannya, maka agar masalahnya tidak sampai pada apa yang diinginkan oleh setan, yaitu talak; harusnya engkau menahan diri dari tindakan ini, harusnya engkau berbaik sangka kepada suami, dan jangan sampai memberanikan diri mengorek-ngorek HP nya atau mengambilnya secara sembunyi-sembunyi.

Relakah engkau diperlakukan oleh suami seperti apa yang ingin engkau lakukan kepadanya, tentu jawabannya tidak.

Bagaimana bila engkau tahu bahwa suamimu curiga pada dirimu tanpa sebab (yang jelas), lalu dia mengambil HP mu, memeriksa apapun yang ada di dalamnya? Tentu Anda akan marah karena tindakan ini, dan apa yang menjadikanmu marah, itu juga akan menjadikan orang lain marah.

Dan termasuk diantara konsekuensi keimanan seseorang, adalah berusaha memperlakukan orang lain dengan sesuatu yang dia senang diperlakukan dengannya. Oleh karena itu, jika Anda mau menerima nasehatku -semoga engkau mendapatkan taufiqNya-, harusnya engkau meninggalkan tindakan itu, dan bersihkan hati dari dugaan (yg tdk baik) itu, harusnya engkau berbaik sangka kepada suami, dan tinggalkan dugaan-dugaan dan ilusi-ilusi itu, karena menyibukkan diri dengannya bisa menyebabkan rusaknya hubungan kalian berdua, lalu engkau nantinya akan menyesal di saat penyesalan tidak ada gunanya lagi, wallohu a’lam.

Sumber: https://youtu.be/aBCFu32aLsA

==

Tajassus dan tahassus, pada intinya sama, yaitu usaha memata-matai orang lain, dengan tanpa sepengetahuan orangnya. Ada yg mengatakan: perbedaan keduanya, bahwa tajassus itu dilakukan langsung oleh pelaku kepada sasaran korbannya.. sedangkan tahassus dilakukan dengan mencari-cari info dari orang lain.. perbedaan ini disebutkan oleh Syeikh Utsaimin -rohimahulloh-,wallohu a’lam.

===

Bolehkah seorang istri memeriksa barang pribadi suami, seperti HP nya?

=====

Syeikh Musthofa Al-Adawi -hafizhohulloh– pernah ditanya seorang istri yang curiga terhadap suaminya hingga dia ingin memeriksa HP suaminya... beliau.menjawab:

Anda tidak diperintahkan untuk melakukan tajassus….Anda dilarang melakukan tajassus, Allah telah berfirman (yang artinya): “Janganlah kalian melakukan tajassus” [Al-Hujurot:12].

Istri yang selalu menguntit suaminya, memeriksa HP nya, dan mencari-cari sesuatu yang bila tampak.padanya akan berpengaruh buruk pada dirinya; dia tidak bisa dibenarkan dalam tindakannya, wallohu a’lam.

Sumber: https://youtu.be/rx1AMxuwfgY

=====

➡ Hal senada juga dikatakan oleh Syeikh Abdul Aziz Al- Fauzan -hafizhohulloh- yang pernah ditanya tentang masalah ini, dan beliau menjawab: “Tidak boleh, dan ini merupakan tindakan tajassus yang dilarang oleh Allah ta’ala dalam firman-Nya (yang artinya): “Janganlah kalian melakukan tajassus!” [Al-Hujurot:12].

Hak seorang suami atas istrinya adalah hak yang paling agung setelah haknya Allah ta’ala atas diri seorang istri..(Oleh karenanya), hak suami atas istrinya lebih agung daripada hak kedua orang tua istri tersebut atas dirinya, padahal hak kedua orang tua atas dirinya juga sangat besar.

Ketika seorang istri mengorek-ngorek rahasia-rahasia suami, dan mulai mencari-cari di dokumen-dokumen miliknya, atau di HP nya, dengan harapan mendapatkan bukti untuk dipertanggung-jawabkan, sehingga istri bisa mempertanyakannya dan menyudutkannya. Bisa juga (karena itu) dia berburuk-sangka kepada suaminya. Setiap yang dia lihat, dia bawa kepada kemungkinan terburuk.

Maka, ini tidak boleh, dan tindakan seperti ini – sebagaimana diketahui oleh semua- tidak boleh dilakukan terhadap semua orang, lalu bagaimana dilakukan terhadap seorang suami yang haknya atas isteri tersebut merupakan hak yang paling besar setelah haknya Allah atas dirinya?! Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan”.

Sumber: https://youtu.be/-cNKaVQMIQs

NB:

✅ # Tajassus adalah usaha mengorek-ngorek sesuatu yang tidak tampak pada orang lain tanpa sepengetahuan orangnya.

✅ # Tajassus dilarang oleh Syariat Islam yang mulia ini, karena itu merupakan pintu keburukan yang biasanya mengantarkan kepada pertengkaran dan perpecahan.

Karena sudah menjadi fitrah manusia; suka menyembunyikan keburukannya dan menampakkan kebaikannya.. Sehingga, biasanya tindakan tajassus ini tidaklah dilakukan, melainkan untuk mencari keburukan orang lain.. dan seseorang biasanya akan menjauh dari orang yang mengetahui aibnya.

✅ # Sebagaimana seorang istri tidak boleh melakukan tajassus terhadap suaminya, begitu pula *seorang suami tidak boleh melakukan tajassus terhadap istrinya*, karena redaksi larangan tajassus itu umum, maka harus diberlakukan secara umum, mencakup laki- laki dan perempuan.

✅ # Harusnya suami istri menjunjung tinggi sikap saling.husnuzhon (berbaik sangka).. dan sikap saling percaya di antara keduanya.. Ingatkan diri masing-masing bahwa setiap orang akan mempertanggungjawabkan amalnya masing-masing.. siapa yang bersalah, maka dia tidak akan luput dari ancaman hukuman Allah.

✅ # Kepada orang lain saja, Islam memerintahkan kita untuk saling menutupi aib, pantaskah sebagai suami istri malah ingin mengorek-ngorek kesalahan dan aib pasangan hidupnya?!

Silahkan dishare.. semoga bermanfaaf

Oleh Ad Dariny

===(lanjut ke hal…2)