Dosa Yang Terus Bertumpuk Bagi Penemu dan Trainer Amalan Bid’ah dan Maksiat

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1.Dosa Yang Terus Mengalir

2. Mengapa Dosa Bid’ah Lebih Besar dari Maksiat

3. Bahaya Bid’ah Menurut Al-Qur’an,As-Sunnah dan Salafush shalih

4. Syarah Hadits Arba’in An Nawawi- Hadist 5: Bid’ah

5. Salafush Shalih Menyesatkan Bid’ah Amaliyah & Pelakunya Divonis.Ahli Bid’ah Oleh Imam-Imam.Ahlussunnah

Rasulullah Telah Memberi Tahu Segala Sesuatu(Bahaya Bid’ah)-Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat 16Mb 

Makna Bid’ah Menurut Imam Syafi’i -Ustadz Mizan Qudsiyah Lc 8.5 MB
Sederhana Di Atas Sunnah Lebih Baik Dari Bid’ah– Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc., MA.
Bahaya Dosa dan Penyimpangan -Ustadz AbuHamzah Yusuf
Pengaruhdan Bahaya Maksiat – Syaikh Zakariya bin Syu’aib

Dosa-dosa yang Dianggap Remeh(Muhammad Nuzul Dzikri, Lc)

Dosa Jariyah-Ust. Aris Munandar

Ust· Ahmad Zainuddin-Dalil Diutusnya Rasul Untuk Diikuti Bukan Kita Membuat Perkara Bid’ah Dalam Agama

Ebook Al-I’tisham(Buku Pembahasan Rinci Bid’ah Dalam Agama) oleh Asy-Syathibi

Kitab Tsalatsatul Ushul, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (matan & terjemahan)

Syarah Al-Qawaa-‘id Al-Arba’, karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Matan Al-Qawaa’idul Arba’, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab


Sederhana Di Atas Sunnah Lebih Baik Dari Bid’ah– Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc., MA.

Makna Bid’ah Menurut Imam Syafi’i – Ustadz Mizan Qudsiyah Lc

===

Seputar Bid’ah


Imam Syatibi
berkata:
“Anda akan dapati, seringkali ahli bid’ah dan kesesatan berdalil dg Qur’an dan Sunnah dg ‘memelintir’ keduanya untuk menguatkan madzhab mereka, dan memburamkan (penjelasan dari keduanya) kepada orang-orang awam dg nash yg masih ngambang maksudnya, sehingga mereka mengira berada di atas
sesuatu (dasar yg kuat).Oleh karena itu, menjadi wajib bagi setiap orang yg berijtihad melihat dalil syari’at, utk mengedepankan apa yg dipahami oleh para ulama terdahulu, dan apa yg.diperaktekkan oleh mereka… Karena itu lebih pantas.benarnya, dan lebih lurus dalam ilmu dan amalnya”. (
Kitab: al-Muwafaqot 3/77)

Syeikh Abu Ishak al-Huwainy
: Termasuk diantara bentuk “hijrah” adalah dengan hijrahnya seseorang dari keyakinan yg salah, dan menggantinya dg keyakinan yg benar… dari kebiasaan yg buruk, dan menggantinya dg kebiasaan yg baik… meninggalkan yg bid’ah, dan menggantinya dg yg sesuai sunnah… meninggalkan kemaksiatan, dan menggantinya dg ketaatan…

Diterimanya dakwah seseorang itu turun dari langit bukan naik dari bumi. Dan Yang berada d langit itu.satu, sedang yg ada d bumi itu banyak, sesuatu yg menyenangkan seseorang bisa menjadikan benci yg lain.

Oleh karenanya, jadikanlah Yang Satu itu ridho (kepadamu), nanti Dia akan menjadikan makhlukNya ridho kepadamu.

Direndahkan tidak mungkin jadi sampah,disanjung tidak mungkin jadi rembulan

Maka jangan risaukan omongan orang,sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman dan pengalaman yg berbeda, Teruslah.melangkah selama engaku dijalan yang benar,meski terkadang kebaikanmu tidak dihargai,

Tidak usah repot” menjelaskan tentang dirimu,sebab yg.menyukaimu tidak butuh itu,dan yg membencimu tidak percaya itu,,,,

Hidup bukan tentang siapa yg terbaik,tapi tentang siapa yg mau berbuat baik,,,

Jika Didzalimi orang jangan berfikir untuk membalas dendam,tapi berfikirlah cara membalas dengan kebaikan,,,

Jangan mengeluh teruslah berdo’a dan ikhtiar,sibukkan diri dengan kebaikan sampai ajal tiba

==

Memang hidayah itu di tangan Allah

=======

Masih saja ada yang mengatakan, bahwa ada bid’ah hasanah dalam Syariat Islam, padahal Imam Malik – rohimahulloh– yg dijuluki sebagai ‘Imamnya Kota Nabi’ sudah sangat tegas dan lugas mengatakan: “Barangsiapa melakukan bid’ah APAPUN dalam Islam dan dia melihat bid’ah itu baik, maka dia telah menganggap bahwa (Nabi) Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- telah MENGKHIANATI risalah (ygdiembannya), karena Allah berfirman: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian”, sehingga apapun yg bukan agama pada hari itu, maka.dia juga bukan agama pada hari ini”. [Kitab: Ali’tishom1/64].

Bahkan Ibnu Umar -rodhiallohu anhuma– yang merupakan sahabat Nabi -shollallohu alaihi wasallam- juga telah menegaskan:

SEMUA bid’ah adalah sesat, meskipun orang-orang melihatnya BAIK“. [Sanadnya shohih, diriwayatkan oleh Ibnu Battoh: 205].

Bahkan Nabi tercinta -shollallohu alaihi wasallam- juga.telah menyabdakan:

SEMUA bid’ah itu sesat”. [Shohih Muslim: 867].

———-

Kalaupun ada perkataan ulama yang menyelisihi sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam- ini, bukankah seharusnya perkataan mereka yang ditakwil atau diselaraskan maknanya dg sabda Nabi di atas?!

Bukan malah sebaliknya, sabda Nabi yang dita’wil dan dipelintir maknanya sehingga seakan selaras dg perkataan ulama tersebut

Jika memang Nabi -shollallohu alaihi wasallam- dan sabdanya lebih agung kedudukannya di hati seseorang, harusnya langkah pertama yang dia ambil, yaitu mentakwil atau menyelaraskan perkataan ulama tersebut agar tidak bertentangan hadits Nabi – shollallohu alaihi wasallam-. Atau jika terpaksa harus memilih salah satu, maka harusnya dia memilih perkataan orang yang WAJIB dicintainya melebihi orang tuanya, anaknya, bahkan manusia semuanya, dialah Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam-.

Semoga Allah memberikan kaum muslimin hidayah untuk menghidupkan sunnahnya dan mematikan bid’ah yang disusupkan dalam agamanya, amin.

==

Jangan Ikuti KEBANYAKAN MANUSIA
Jika kamu menasehati seseorang untuk meninggalkan maksiat, ia akan mengatakan: “KEBANYAKAN orang melakukan itu… aku tidak sendirian”.
Padahal jika kamu mengamati kata-kata “Kebanyakan Manusia” dalam Alqur’an, pasti kamu akan dapati kata- kata setelahnya: “Tidak Tahu”,Tidak Bersyukur”, “Tidak Beriman”.



Jika kamu mengamati kata-kata “Kebanyakan Mereka” dalam Alqur’an, pasti kamu akan dapati kata-kata setelahnya: “Pelaku Kefasikan”, “Tidak Mengerti”, “Berpaling”, “Tidak Memahami”, “Tidak Mendengar”.
Maka jadilah kamu golongan minoritas, yang Allah katakan dalam firman-Nya (yang artinya):

SEDIKIT dari hambaku yang banyak bersyukur” (Surat Saba’: 13).

“Tidaklah beriman bersamanya, kecuali SEDIKIT saja” (Surat Hud: 40).

“Sungguh banyak dari orang-orang yang bersekutu itu berbuat zalim kepada yang lain, kecuali mereka yang beriman dan mengerjakan amal saleh, tapi mereka itu SEDIKIT” (Surat Shod: 24)

======

Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan: Berjalanlah di atas kebenaran… jangan takut dengan sedikitnya orang yg menjalaninya. Dan jauhilah jalannkebatilan… jangan teperdaya dengan banyaknya orang yg binasa!”.

==

Berbaik-sangkalah kepada saudaramu..

Ketika dia mengingatkanmu agar jangan melakukan.ritual yg tdk dituntunkan oleh Nabi tercinta -shollalohu alaihi wasallam-, itu BUKAN karena dia melarangmu beribadah.

Tapi agar Anda selamat dari kerugian, akibat ibadah yg tidak berpahala, krn Nabi -shollalohu alaihi wasallam- telah bersabda:

Barangsiapa yg melakukan amalan ibadah yg TIDAK SESUAI dg tuntunan Kami, maka amalan itu ditolak” (yakni: percuma, tanpa pahala). [HR. Muslim]

Ketika ada org lain mengingatkan Anda agar jangan membeli emas, karena itu sebenarnya emas palsu,pantaskah Anda membencinya?!

Seharusnya Anda sangat berterima kasih kepadanya,dan berusaha mencari dan membeli emas yg asli…

Begitu pula dlm masalah ibadah, harusnya Anda berterimakasih lalu mencari dan melakukan ibadah yg benar-benar ada tuntunannya dari Nabi -shollallohu ‘alaihi wasallam-.

Jika kita harus berhati-hati dlm masalah dunia, tentunya kita harus LEBIH berhati-hati dlm masalah akherat.

==(LANJUT KE HAL.2)