Tidak Ada Istilah WAHABI di Negeri Nabi Ini & Wahabi adalah Golongan Musyabbihah dan Mujassimah?

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1. Penipuan dan Kecurangan Wahabi ?.[Kisah Klaim Ta’wil Al-Imaam Ahmad.bin Hanbal terhadap QS. Al-Fajr : 22]

2. Paranoid Aswaja Indon MenghadapiWahabi

3.Tidak Ada Istilah WAHABI di Negeri Nabi Ini(1)& Ahlussunnah Wajib.Meyakini Tingginy Dzat Allah

4.Tuduhan Dengan Istilah “Wahabi”

Benarkah Wahabi Ganti Nama Salafi dan Suka Mengkafirkan? – Ust Sofyan Chalid Ruray, 

SIAPA ITU WAHABI? – Ustadz Sofyan Chalid Ruray

Mengenal Wahhabi Sebenarnya (Abu Thohir Jones Vendra, Lc)

Wahabi, Antara Tuduhan dan Realita (DR. Muhammad Arifin Baderi, MA)

Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja · Istiwanya Allah, Hakikat & Syubhat-syubhat Penentangnya (1) 15Mb

Istiwanya Allah, Hakikat & Syubhat-syubhat Penentangnya (2) 12Mb

Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja · SyubhatTentang Istiwanya Allah 14Mb

Dasar Islam Adalah Al Qur’an dan As Sunnah Yang Shahih Menurut Pemahaman As Salafush Shalih Bab, dari buku Prinsip Dasar Islam, Ustadz.Fachrudin Nu’man, Lc), 25Mb

Ust Mizan · CERAMAH SINGKAT · MalaikatPemikul Arsy

I’tiqad(Kepercyaan) Tentang Sifat Allah – Ustadz Abdurrahman Mubarak

Nama dan Sifat Allah Tidak Sama Dengan Namadan Sifat MakhlukNya(1) – Ustadz Qomar Suaidi

Nama dan Sifat Allah Tidak Sama Dengan Namadan Sifat MakhlukNya (2)

Mengingkari Sesuatudari Nama dan Sifat Allah -Ustadz Qomar Suaidi

Nama eBook: Kaidah-kaidah Memahami Sifat AllahPenulis: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MAﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ chm file 

Nama eBook: Kaidah Memahami Sifat AllahPenulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA Chm File

Ebook Salafi,Antara Tuduhan dan Kenyataan (Bantahan Ilmiah terhadap Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi karya ‘Syaikh’ Idahram) Oleh Ust. Sofyan Chalid Ruray 2Mb

SIAPA ITU WAHABI? – Ustadz Sofyan Chalid Ruray, Lc hafizhahullah

Benarkah Wahabi Ganti Nama Salafi dan Suka Mengkafirkan? – Ust Sofyan Chalid Ruray, Lc

hafizhahullah

===

TIDAK ADA ISTILAH WAHABI DI NEGRI NABI YANG MULIA INI

( boleh benci; tapi tetap adil dan hati-hati )

Kita tidak boleh bertanya tentang di mana Allah azza wa jalla … ???

Ini juga merupakan kalimat yang sering mondar Mandir di telinga kita.

Kalau kita lihat; kalimat ini ada benar nya, karena kita tidak mungkin bertanya tentang sesuatu yang sudah jelas dan merupakan fitrah manusia.

Mengapa demikian ?

Karena seluruh agama dan seluruh makhluk, mereka mengetahui bahwa Allah di ATAS bukan di mana-mana..Sehingga ketika imam AL-JUWAINY mengatakan bahwa Allah itu ada tanpa ‘aras, maka salah seorang darimpendengar mengatakan : ” Hai imam, kita tidak usah berbicara tentang ‘aras Allah, tapi kata kan kepada kami apa solusi nya seseorang yang ketika berdo’a pasti menghadap dan mengangkat tangan ke atas ? Sehingga imam AL-JUWAINY tidak bisa menjawab dan menepuk dahi nya serta kembali meyakini Allah ber- istiwa’ di atas ‘aras.

Karena sampai sekarang belum ada orang yang berdo’a atau berharap kecuali dia menengadah kan dan mengangkat tangan ke atas, bukan ke kiri bukan ke kanan apalagi ke bawah.

Kecuali…ya, ada kecuali nya.

Kecuali BISYIR AL MIRRISY dan ‘AMR BIN ‘UBAID serta IBNU ‘ARABY, yang bahkan ketika sujud mereka merubah do’a menjadi ” SUBHANA RABBIAL ASFAL” , Maha suci Allah yang maha di bawah. Subhanallah…!!!

Karena mereka tidak percaya bahwa Allah ber-istiwa’ di atas ‘aras sehingga mereka merubah lafaz do’a sujud tersebut.

Ini lah yang nama nya fitrah yang tidak bisa dipungkiri bahwa Allah itu di atas.

Allah tidak di dalam alam dan tidak di luar, ada tidak bertempat, tidak di atas tidak di bawah, tidak di depan tidak di belakang, tidak di kiri tidak di kanan…BER-ARTI INI TIDAK ADA.

Dan ini semua adalah perkataan filsafat yunani kuno yang masuk ke dalam Islam ketika kitab-kitab filsafat tersebut di terjemah kan kedalam bahasa arab di zaman AL-MA’MUN.

Perkataan seperti ini bukan lah dari ahlus sunnah, bahkan imam ABU HANIFAH dan imam AD-DARIMY sangat keras membantah orang yang tidak tau di mana RAB nya.

Contoh 1 : Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam mi’raj ke atas mengambil kewajiban sholat, karena Allah azza wa jalla di atas.

Contoh 2 : Allah menurun kan alqur’an di malam lailatul qodr, dan.arti turun itu dari atas ke bawah.

Contoh 3 : Setiap kita ketika ada sesuatu permasalah maka dengan.spontan kita mengatakan : “kita serahkan kepada yang di atas”. Tidak pernah kita mendengar ” kita serahkan kepada.yang di mana-mana”, atau ” kita serahkan kepada yang tidak di depan tidak di belakang” dan yang semisal nya. Ratusan bahkan ribuan ayat-ayat dan hadits yang mengatakan Allah di atas, dan kita selalu mengangkat tangan ke atas untuk berdo’a kepada Allah azza wajalla.

Ini kalau sisi benar nya, kalau dari sisi kurang benar nya perkataan tidak boleh bertanya tentang Allah di mana, karena perkataan ini bukan dari orang Islam. Tidak boleh menanyakan hal tersebut dengan anggapan bahwa Allah sudah bersatu dengan makhluk, sehingga tidak boleh bertanya lagi.

Ini lah yang di yakini oleh salah seorang yang pernah mengukir tinta hitam di masjidil harom makkah, tahun 317 H dia membunuh seluruh jama’ah haji dan melempar kan mayat-mayat tersebut ke dalam sumur zam zam serta mengambil hajar aswad, 20 tahun lamanya ka’bah tidak memiliki hajar aswad. Dia duduk di pintu ka’bah sambil mengatakan ” sayalla  Allah dan Allah saya” Na’uzubillah min dzalik.

Pembahasan yang panjang dan menarik, tetapi butuh waktu untuk membahas nya. Karena tujuan kita semua adalah mensucikan Allah azza.wa jalla dari ketidak samaan dengan makhluk. Tapi tujuan baik saja tidak cukup, kita harus memahami sesuai dengan nash-nash serta bimbingan para ulama. Semoga Allah membalas niat baik kita dan melurus kan.ke-silapan kita semua.

Ariful Bahri

,==

➡ Status khusus dewasa.. semoga berkenan.. Tanyakan kepadanya tentang tauhid “Asma Wassifat”.. kita akan tahu; dia bermanhaj salaf atau tidak.

=====

Diantara perbedaan yang sangat mencolok antara manhaj salaf dengan yang lainnya, adalah pembahasan mengenai tauhid Asma’ Wassifat.. dan ini merupakan.masalah ushul (pokok/inti) dalam manhaj salaf. Ini diantara pembeda antara Ahlussunnah yang bermanhaj salaf, dengan kelompok Jahmiyah, Mu’tazilah, Asya’iroh, dan yang lainnya

Seorang yang bermanhaj salaf harus menetapkan seluruh Nama dan Sifat Allah -subhanahu wata’ala- sebagaimana disebutkan oleh nash-nash syariat yangnshahih *dengan apa adanya*; tanpa takwil, tasybih,.ataupun ta’thil, dengan tetap menjaga kemuliaan Allahdda  mensucikan-Nya dari kekurangan dan kecacatan.mSiapapun yang menyelisihi kaidah pokok ini, berarti diamtidak bermanhaj salaf, walaupun dia mengaku bermanhaj salaf… karena dia telah menyelisihi *Ijma’mulama salaf* dalam bab ini

Misalnya, kita bisa tanyakan kepadanya:

✅ 1. Apa makna “Allah ber-istiwa’ di atas Arsy-Nya”, sebagaimana ditegaskan dalam beberapa ayat Alquran,.diantaranya di dalam surat Thaha:5.. benarkah itu menunjukkan bahwa Allah *berada di atas* Arsy

✅ 2. Mohon penjelasan tentang makna firman Allah ta’ala, di surat Shad, ayat 75, ketika Allah mengatakan kepada Iblis: “Wahai Iblis, apa yg menghalangimu untuk bersujud kepada makhluk yg aku ciptakan dg *kedua tanganku*?!”.

✅ 3. Benarkah Allah *turun ke langit dunia*, di setiapnsepertiga malam terakhir, sebagaimana ditegaskanndalam hadits yg shahih.. bagaimana penjelasan yg.benar tentang hadits tersebut?

✅ 4. Bagaimana penafsiran firman Allah dalam surat Annisa’:164, “Allah berbicara kepada Musa dg sebenar-.benarnya”? Apakah yg didengar oleh Nabi Musa -.alaihissalam- pada saat itu benar-benar suara Allah?

✅ 5. Bagaimana penjelasan yg benar tentang firman Allah, dalam surat Arrahman, ayat 27, “Akan tetap kekal wajah Tuhanmu yg mempunyai kebesaran dan kemuliaan”..

benarkah pendapat yg menetapkan sifat wajah yg mulia bagi Allah berdasarkan ayat ini?

Silahkan menambah sendiri pertanyaan dalam masalah ini, karena bab tauhid asma wassifat itu yg sangat luas.sekali

Tidak ada salahnya cara ini dicoba, dg tetap menjaganadab dan tata krama dalam bersikap dan berkata.. krn.tujuan kita adalah untuk mengetahui sumber ilmu.agama kita.. bukan utk merendahkannya.. semoga bermanfaat.

Ad Dariny

==

Hakekat sebenarnya WAHABI

=======

Wahabi adalah julukan yg disematkan oleh para musuh…Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rohimahulloh- karena dakwah beliau utk memurnikan tauhid dari nilai- nilai kesyirikan, dan utk menyisihkan semua cara beragama kecuali caranya (Nabi) Muhammad bin Abdullah shollallohu alaihi wasallam.

Maksud mereka adalah utk menjauhkan manusia dari dakwah beliau, dan menghalangi mereka dari apa yg didakwahkan beliau. Namun tindakan mereka itu tidak akan berpengaruh buruk pada dakwahnya, bahkan tindakan mereka itu akan menjadikannya semakin menyebar di segala penjuru dunia,.dan akan semakin dirindukan oleh orang yg diberikan taufiq oleh Allah utk meneliti hakekat dan tujuandakwah tersebut, serta meneliti dalil-dalil dari Quran dan Sunnah Shohihah yg menjadi sandarannya,.sehingga mereka menjadi semakin teguh dengannya dan.”menggigit dg gigi gerahamnya”, bahkan mereka akan.mendakwahkan manusia kepadanya, walhamdulillah.

Semoga sholawat dan salam selalu terlimpahkan kepada.Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya.

[Oleh: Allajnah Adda’imah]

==

BAHAYA MENOLAK SIFAT ALLAH

Orang yang menolak sifat Allah secara umum berada dalam bahaya besar. Karena Allah Jalla wa ‘Ala akan ada dalam suatu keadaan di hari Kiamat, Allah menampakkan diri di hadapan para makhluk-Nya dengan sifat-sifat yang tidak ada dalam Kitab-Nya juga tidak disebutkan oleh lisan Nabi-Nya ‘alaihis shalatu was salaam

Maka kaum Muslimin yang melihat akan berkata: “Engkau bukan Rabb kami”. Lalu Allah menampakkan diri di hadapan para makhluk-NNy dengan sifat-sifat yang mereka kenali (dari Al Qur’an dan Sunnah). Maka kaum Muslimin berkata: “Engkau Rabb kami” dan mereka pun bersujud (HR. Muslim no. 183).

Maka orang-orang yang mengingkari sifat-sifat Allah,.apa yang akan mereka lakukan dalam kondisi ini? Bagaimana mungkin mereka mengenali Rabb-Nya Padahal mereka tidak mau mengakui sifat-sifat Allah?

– Syaikh Dr. Abdul Karim Al Khudhair

===

USTADZ ABDUS SHOMAD MENGARTIKAN ISTIWA’ DENGAN BATIL

Oleh : Al Ustadz Ja’far Umar Thalib hafidhahullah wasadda khuthahu

Dalam beberapa ceramahnya Ustadz Abdus Shamad (UAS) membaca ayat ﺍﻟﺮﺣﻤﺎﻥ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﺮﺵ ﺍﺳﺘﻮﻯ dan mengartikannya dengan batil “ALLAH DUDUK DI ATAS ARSYNYA”. Ini adalah arti batil, karena arti kataﺍﺳﺘﻮﻯ di ayat ini bukan “DUDUK“, tetapi sebagaimana.yang diterangkan oleh Al Imam Abdul Qadir Al Jailani.rahimahullah dalam kitab AL GHUNIYAH, arti dari kataﺍﺳﺘﻮﻯ di ayat ini ialah :

ﻋﻠﻰ ﻭﺍﺭﺗﻔﻊ

(YAKNI BERADA DIATAS DAN NAIK) dan bukan duduk. Para Ulama’ Salaf tidak ada yang mengartikannya.”DUDUK”, jadi ayat ini artinya menurut Salafus Shaleh.adalah : “ALLAH BERADA DIATAS DAN NAIK.MENGATASI ARSYNYA“, bukan diartikan : “ALLAH DUDUK DI ATAS ARSYNYA” !!

===lanjut ke halaman 2