Kekuatan Manhaj Salafus Shaleh Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Menghadang Kebatilan Manhaj Sesat Asy’ariyah-Maturidiyah

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1. Salafi Bukan Aliran Tertentu Tetapi Penisbatan Kepada Salaf,

2. Umat Islam Akan Terpecah.Menjadi 73 Firqoh Semuanya Dalam.Neraka Kecuali Satu & Ia Adalah Al-Jama’ah( Manhaj Salaf) Bag 1

3. Umat Islam Akan Terpecah.Menjadi 73 Firqoh Semuanya Dalam.Neraka Kecuali Satu & Ia Adalah Al-Jama’ah( Manhaj Salaf) Bag 2

4. Kewajiban Mengikuti Cara Beragamanya Sahabat (Manhaj Salaf)

Mulia Dengan Manhaj Salaf (Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Mereka Bertanya Tentang Manhaj Salaf(Abdul Hakim bin Amir Abdat)

Kewajiban Mengikuti Manhaj Para Sahabat(Abdul Hakim bin Amir Abdat)

Keutamaan Para Sahabat Nabi (Abdul Hakim bin Amir Abdat)

Kemuliaan dan Keutamaan Para Sahabat (Abdul Hakim bin Amir Abdat)

Ibadahnya Para Sahabat Nabi (Abdul Hakim bin Amir Abdat)

Mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah Sesuai Pemahaman Salaful Shalih-Ustadz Fadlan Fahamsyah,Lc.M.HI-Hafizhahulla

Pentingnya Manhaj Salaf dalam Beragama(Anas Burhanuddin, MA)

Manhaj Salaf (Abdurrahman Thayyib)

Al-Qur’an dan As Sunnah Dengan Pemahaman Yang Benar-Ust. Mizan Qudsiyah, Lc

Sifat Sahabat Nabi.(Mizan Qudsiyah, Lc)

Manhaj dan Aqidah SALAF(1) (Sofyan Chalid Ruray)

Manhaj dan Aqidah SALAF(2) (Sofyan Chalid Ruray)

Hanya dengan pemahaman Generasi Salaf(Rizal Yuliar Putrananda, Lc)

Pemahaman yang Benar tentang Manhaj Salaf (Ahmad Zainuddin, Lc

Meniti Ilmu Diatas Manhaj Salaf (Abdullah Taslim, MA)

Manhaj Salaf Imam Asy-Syafi’i.(Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi)

===

➡ KEKUATAN MANHAJ SALAFUS SHALEH AHLUS SUNNAH.WAL JAMA’AH MENGHADANG KEBATILAN MANHAJ.ASY’ARIYAH – MATURIDIYAH (BAGIAN KETIGA)

Oleh : Al Ustadz Ja’far Umar Thalib

Manhaj itu artinya thoriqah atau cara memahami dan.cara beramal dan cara berda’wah serta cara memperjuangkannya. Kekuatan manhaj Salafus Shaleh Ahlus Sunnah Wal Jama”ah itu tidak tergoyahkan oleh.guncangan kemaksiyatan, bid’ah, syirik, dan kufur yang.dikampanyekan ditengah ummat manusia, khususnya di.tengah ummat Islam. Alhamdulillah manhaj Salafus shaleh Ahlus Sunnah Wal Jama’ah ini tidak pernah luntur apalagi berubah dari format aslinya.sebagaimana yang.diwariskan oleh para Salafus Shaleh. Adapun pengertian.Salafus Shaleh itu, secara bahasa artinya : Para pendahulu yang shaleh. Dan ini adalah istilah yang menjadi gelar kemuliaan bagi generasi yang dimuliakan oleh Allah dan RasulNya. Yaitu generasi kaum Mu’minin yang sezaman dengan Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam, yang mereka ini dinamakan “Shahabat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam”. Kemudian generasi sesudahnya , yaitu generasi Tabi’in, yang mereka ini adalah kaum Mu’minin yang belajar agama dari Shahabat Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa aalihi wasallam. Kemudian generasi Tabi’it Tabi’in, yaitu generasi kaum Mu’minin yang belajar agama dari para Tabi’in. Mereka itu adalah tiga generasi kaum Muslimin yang pertama dan utama dan mereka dipuji oleh Allah dan RasulNya dalam Al Qur’an dan As Sunnah.

ﻟﻠﻔﻘﺎﺭﺍﺀ ﺍﻟﻤﻬﺎﺟﺮﻳﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺃﺧﺮﺟﻮﺍ ﻣﻦ ﺩﻳﺎﺭﻫﻢ ﻭﺃﻣﻮﺍﻟﻬﻢ ﻳﺒﺘﻐﻮﻥﻓﻀﻼ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺭﺿﻮﺍﻧﺎ ﻭﻳﻨﺼﺮﻭﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺃﻭﻟﺌﻚ ﻫﻢﺍﻟﺼﺎﺩﻗﻮﻥ – ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺗﺒﻮﺀ ﺍﻟﺪﺍﺭ ﻭﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻬﻢ ﻳﺤﺒﻮﻥ ﻣﻦﻫﺎﺟﺮ ﺇﻟﻴﻬﻢ ﻭﻻ ﻳﺠﺪﻭﻥ ﻓﻲ ﺻﺪﻭﺭﻫﻢ ﺣﺎﺟﺔ ﻣﻤﺎ ﺃﻭﺗﻮﺍ ﻭﻳﺆﺛﺮﻭﻥﻋﻠﻰ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺑﻬﻢ ﺧﺼﺎﺻﺔ ﻭﻣﻦ ﻳﻮﻕ ﺷﺢ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﺄﻭﻟﺌﻚﻫﻢ ﺍﻟﻤﻔﻠﺤﻮﻥ – ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺟﺎﺀﻭ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻫﻢ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﺭﺑﻨﺎ ﺍﻏﻔﺮ ﻟﻨﺎﻭﻹﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺳﺒﻘﻮﻧﺎ ﺑﺎﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭﻻ ﺗﺠﻌﻞ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ ﻏﻼ ﻟﻠﺬﻳﻦ

ﺀﺍﻣﻨﻮﺍ ﺭﺑﻨﺎ ﺍﻧﻚ ﺭﺀﻭﻑ ﺭﺣﻴﻢ. – ﺍﻟﺤﺸﺮ 8 – 10 .

“Fai’ (yakni harta yang dirampas dari orang-orang kafir).itu dibagikan untuk orang-orang faqir dari kalangan.muhajirin yang diusir dari negeri mereka, dan dirampas harta mereka karena hijrah ke Al Madinah, mereka rela mengorbankan semua itu karena mengharapkan keutamaan dari Allah dan RidhoNya dan karena mereka.ingin membela agama Allah dan RasulNya, mereka itu adalah orang-orang yang jujur dalam menyatakan keimanannya. Dan juga fai’ itu untuk orang-orang Mu’min yang tinggal di Al Madinah (yakni orang Anshar) yang mereka itu telah beriman sebelum kedatangan para Muhajirin, mereka itu mencintai orang-orang yang hijrah ke negeri mereka dan mereka itu tidak mendapati di hati mereka kepentingan dunia pada apa yang mereka berikan kepada para Muhajirin dan mereka lebih mengutamakan saudaranya seiman dari kalangan Muhajirin daripada diri dan keluarga mereka, walaupun sesungguhnya mereka itu dalam keadaan sangat memerlukannya. Dan barangsiapa yang dilindungi dari kekikiran dirinya, maka ia adalah orang yang sukses hidupnya. Dan generasi yang datang sesudah mereka (yani para Tabi’in), mereka selalu memanjatkan do’a kepada Allah : Wahai Tuhan kami , ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami meninggal dunia dengan iman dan janganlah Engkau jadikan di hati kami kedengkian kepada orang-orang yang beriman, wahai Tuhan kami sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Penyayang”.[QS. Al Hasyr 8 – 10.]

Juga Allah Ta’ala berfirman :

ﻭﺍﻟﺴﺎﺑﻘﻮﻥ ﺍﻷﻭﻟﻮﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻬﺎﺟﺮﻳﻦ ﻭﺍﻷﻧﺼﺎﺭ ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﺍﺗﺒﻌﻮﻫﻢﺑﺈﺣﺴﺎﻥ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﺭﺿﻮﺍ ﻋﻨﻪ – ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ 100 .

“Dan orang-orang yang terdahulu masuk Islam dari.kalangan Muhajirin dan Anshar, dan orang-orang yang.mengikuti jejak mereka dengan baik, Allah Ridho terhadap mereka dan mereka akan ridho kepada Allah ketika melihat balasan dariNya atas perbuatan mereka”.( QS. At Taubah 100.)

Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻗﺮﻧﻲ ﺛﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻠﻮﻧﻬﻢ ﺛﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻠﻮﻧﻬﻢ ﺛﻢ ﻳﺠﻲﺀﺃﻗﻮﺍﻡ ﺗﺴﺒﻖ ﺷﻬﺎﺩﺓ ﺃﺣﺪﻫﻢ ﻳﻤﻴﻨﻪ ﻭﻳﻤﻴﻨﻪ ﺷﻬﺎﺩﺗﻪ – ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ ‏( ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺭﻗﻢ 2652 ‏) ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ .

Sebaik-baik manusia ialah yang sezaman denganku (yakni generasi Shahabat Nabi), kemudian generasi yangmsesudahnya (yakni generasi Tabi’in), kemudian generasi.sesudahnya (yakni generasi Tabi’it Tabi’in), kemudian datang setelah itu kaum-kaum yang persaksian mereka mendahului sumpah mereka dan sumpah mereka.mendahului persaksian mereka”.[ HR. Al Bukhari dalam…shahihnya (hadits ke 2652) dari Abdullah bin Mas’ud…radhiyallahu anhu.]

Al Hafidh Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah menukil dalam Fat-hul bari jilid 5 hal. 261 keterangan dari Abul Faraj Ibnul Jauzi Al Baghdadi rahimahullah :

ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺃﻧﻬﻢ ﻻ ﻳﺘﻮﺭﻋﻮﻥ ﻭﻳﺴﺘﻬﻴﻨﻮﻥ ﺑﺄﻣﺮ ﺍﻟﺸﻬﺎﺩﺓ ﻭﺍﻟﻴﻤﻴﻦ

“Yang dimaksud di sini dengan kaum yang persaksiannya mendahului sumpahnya dan sumpah mereka mendahului persaksian mereka, ialah kaum yang (datang sesudah.generasi Tabi’t Tabi’in itu), mereka tidak punya wara’ (kehati-hatian) dan mengentengkan urusan persaksian dan sumpah

Al-Qur’an Tidak Akan Disusupi Kebatilan Dari Arah Apapun

Demikianlah pujian Allah dan RasulNya dalam Al Qur’an dan As Sunnah, sebagai jaminan kepastian kejujuran dan kebenaran agama yang diwariskan oleh mereka kepada kita. Bahkan Allah Ta’ala menjamin bahwa Al Qur’an dan As Sunnah itu tidak akan disusupi kebatilan dari arah manapun. Sehingga dengan pasti pula kita mengimani kebenaran Al Islam sebagai agama Allah Ta’ala dan agama RasulNya yang diridhoi olehNya.

ﻭﺇﻧﻪ ﻟﻜﺘﺎﺏ ﻋﺰﻳﺰ – ﻻ ﻳﺄﺗﻴﻪ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ ﻭﻻ ﻣﻦ ﺧﻠﻔﻪﺗﻨﺰﻳﻞ ﻣﻦ ﺣﻜﻴﻢ ﺣﻤﻴﺪ – ﻓﺼﻠﺖ 41 – 42 .

Dan sesungguhnya ia adalah Kitab yang Mulia. Tidak akan ia disusupi kebatilan dari depan dan tidak pula dari.belakang. Ia diturunkan dari Dzat Yang Maha Sempurna.HikmahNya dan Maha Terpuji”. (QS. Fussilat 41 – 42.)

ﻭﻟﻮ ﺗﻘﻮﻝ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﻌﺾ ﺍﻷﻗﺎﻭﻳﻞ ﻷﺧﺬﻧﺎ ﻣﻨﻪ ﺑﺎﻟﻴﻤﻴﻦ ﺛﻢ ﻟﻘﻄﻌﻨﺎ ﻣﻨﻪﺍﻟﻮﺗﻴﻦ ﻓﻤﺎ ﻣﻨﻜﻢ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻋﻨﻪ ﺣﺎﺟﺰﻳﻦ – ﺍﻟﺤﺎﻗﺔ 44 47-

Dan seandainya dia (yakni Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam) MEMALSUKAN sebagian omongan.Kami, niscaya Kami akan menyambarnya dengan Tangan Kanan Kami , kemudian Kami akan PUTUSKAN urat lehernya. Maka disaat itu, tidak akan ada lagi dari kalian yang mampu membelanya“. (QS. Al Haaqqah 44 – 47.)

As Sunnah Terjamin Kebenarannya

Dan adapun tentang As Sunnah dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam, Allah Ta’ala menjamin kebenarannya.

ﻣﺎ ﺿﻞ ﺻﺎﺣﺒﻜﻢ ﻭﻣﺎ ﻏﻮﻯ – ﻭﻣﺎ ﻳﻨﻄﻖ ﻋﻦ ﺍﻟﻬﻮﻯ – ﺇﻥ ﻫﻮ ﺇﻻﻭﺣﻲ ﻳﻮﺣﻰ – ﻋﻠﻤﻪ ﺷﺪﻳﺪ ﺍﻟﻘﻮﻯ – ﺫﻭ ﻣﺮﺓ ﻓﺎﺳﺘﻮﻯ

“Tidaklah orang ini (yakni Nabi Muhammad sallallahu.alaihi wa alihi wasallam) sesat ataupun menyimpang, dan tidaklah dia berbicara dari HAWA NAFSUNYA, dia berbicara tidak lain kecuali dari WAHYU yang diwahyukan kepadanya, dia diajari melafadlkan apa yang diwahyukan kepadanya itu oleh Malaikat Jibril yang sangat perkasa, yang bagus wajahnya dan tegap badannya”. (QS. An Najm2 – 6.)

Kemudian Allah Ta’ala memastikan penjagaanNya.terhadap Al Qur’an dan As Sunnah yang telah diwahyukannya itu :

ﺇﻧﺎ ﻧﺤﻦ ﻧﺰﻟﻨﺎ ﺍﻟﺬﻛﺮ ﻭﺇﻧﺎ ﻟﻪ ﻟﺤﺎﻓﻈﻮﻥ – ﺍﻟﺤﺠﺮ 9

“Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al Qur’an dan As Sunnah dan Kami yang MENJAGANYA”. (QS. Al Hijr 9.)

Hati Hati dan Waspada Intrik Kaum Munafik Jangan Sampai Kita Jadi Kawan Mereka dan Kekal Di Neraka Jahannam. Jauhilah Da’i Syubhat

Disamping Allah Ta’ala menjamin kebenaran agamaNya,.Allah Ta’ala juga menutup jalan kesesatan dengan.memperingatkan adanya intrik-intrik kaum munafiqin yang ingin menghalangi kaum Muslimin dan bahkan menghalangi manusia seluruhnya untuk beriman kepadamkebenaran Al Islam dan juga menghalangi mereka untuk beramal dengannya. Allahu Ta’ala berfirman :

ﻫﻮ ﺍﻟﺬﻯ ﺃﻧﺰﻝ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻣﻨﻪ ﺀﺍﻳﺎﺕ ﻣﺤﻜﻤﺎﺕ ﻫﻦ ﺃﻡ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏﻭﺃﺧﺮ ﻣﺘﺸﺎﺑﻬﺎﺕ ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻓﻰ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ﺯﻳﻎ ﻓﻴﺘﺒﻌﻮﻥ ﻣﺎ ﺗﺸﺎﺑﻪﻣﻨﻪ ﺍﺑﺘﻐﺎﺀ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻭﺍﺑﺘﻐﺎﺀ ﺗﺄﻭﻳﻠﻪ – ﺍﻝ ﻋﻤﺮﺍﻥ 7

Dia Allah yang telah menurunkan kepadamu Kitab itu,.daripadanya ada ayat-ayat yang muhkamat (yakni JELAS GAMBLANG artinya) dan ayat-ayat yang demikian itu yang dominan (sehingga seharusnya menjadi rujukan untuk memahami seluruh isi Al Qur-an) dan ayat-ayat yang lainnya mutasyabihat (yakni TERSAMAR maknanya)..Adapun orang yang didalam hatinya ada kecenderungan menyimpang dari kebenaran, maka dia akan mencari ayat-ayat yang mutasyabihat karena ingin membikin fitnah dan ingin menafsirkannya kepada HAWA NAFSUNYA”. (QS. Al Imran 7.)

Al Imam Al Bukhari dalam Shahihnya (hadits ke 4547) dari Ai’syah Ummul Mu’minin radhiyallahu anha, beliau.memberitakan : “Rasulullah membaca ayat ini, kemudian.beliau bersabda :

ﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺘﺒﻌﻮﻥ ﻣﺎ ﺗﺸﺎﺑﻪ ﻣﻨﻪ ﻓﺄﻭﻟﺌﻚ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺳﻤﻰ ﺍﻟﻠﻪﻓﺎﺣﺬﺭﻭﻫﻢ

Apabila engkau melihat orang-orang yang mencari ayat-.ayat yang mutasyabihat daripadanya, maka mereka itulah.orang-orang yang Allah sebut mereka di ayat ini, maka WASPADALAH kalian dari mereka”.

Ahlul Fitnah yang diperingatkan oleh Rasulullah di hadits ini adalah para munafiqin yang menjelma dalam bentuk ahlul bid’ah wal furqah. Tentang mereka ini telah.diberitakan oleh Rasuluah sallallahu alaihi wa alihi wasallam sebagaimana diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Shahihnya (hadits ke 3610) dari Abu Sa’id Al.Khudri radhiyallahu anhu. Beliau bersabda tentang si pembangkang Dzul Khuwaishirah :

ﺩﻋﻪ ﻓﺈﻥ ﻟﻪ ﺃﺻﺤﺎﺑﺎ ﻳﺤﻘﺮ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﺻﻼﺗﻪ ﻣﻊ ﺻﻼﺗﻬﻢ ﻭﺻﻴﺎﻣﻪ ﻣﻊﺻﻴﺎﻣﻬﻢ، ﻳﻘﺮﺀﻭﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻻ ﻳﺠﺎﻭﺯ ﺗﺮﺍﻗﻴﻬﻢ، ﻳﻤﺮﻗﻮﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦﻛﻤﺎ ﻳﻤﺮﻕ ﺍﻟﺴﻬﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﻣﻴﺔ

Biarkanlah dia, karena dia mempunyai teman-teman yang salah seorang dari kalian itu akan menganggap remeh shalatnya bila dibandingkan dengan shalat mereka, dan akan menganggap remeh puasanya bila dibanding dengan puasa mereka. Mereka membaca Al Qur’an , namun bacaannya tidak melewati kerongkongannya karena tidak turun ke hati, mereka terlepas dari agama sebagaimana anak panah tembus terlepas dari sasarannya”.

➡Bahaya Bid’ah dan Mempertentangkan Ayat Al-Qur’an

Disamping kita diperingatkan oleh Allah Ta’ala dan RasulNya dari bahaya fitnahnya ahlul bid’ah wal furqah, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihi wasallam juga.memperingatkan kita semua dari bahaya bid’ah itu sendiri.

ﻭﺇﻳﺎﻛﻢ ﻭﻣﺤﺪﺛﺎﺕ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﻓﺈﻥ ﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﻭﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ- ﺭﻭﺍﻩ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ ﻓﻲ ﺳﻨﻨﻪ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺭﻗﻢ 4607 ، ﻭﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱﻓﻲ ﺳﻨﻨﻪ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺭﻗﻢ 2676 ، ﻭﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﻄﺒﺮﺍﻧﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻌﺠﻢﺍﻟﻜﺒﻴﺮ 18/248/623 .

“Dan hati-hati kalian dari perkara-perkara yang baru dalam AGAMA, karena segala perkara yang baru dalam.AGAMA itu adalah bid’ah dan SEMUA BID’AH itu adalah SESAT“. Hr. Abu Dawud (hadits no : 4607) dan At Tirmidzi (hadits no : 2676) dan At Tabrani dalam Al Mu’jamul Kabir jilid 18 hal. 248 hadits ke 623. dari Al Irbadl bin Sariyah radhiyallahu anhu.

Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam mengingatkan kita semua dari kebiasaan buruk Ahlul Bid’ah, yaitu mempertentangkan satu ayat Al Qur’an dengan ayat Al Qur’an lainnya. Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dalam Musnadnya (hadits ke 6845) dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya (yakni Abdullah bin Amr bin Al Ash) bahwa beliau meriwayatkan.: Bahwa sekelompok orang sedang duduk di depan pintukamar Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa alihiwasallam, maka sebagian mereka mengatakan :

Bukankah Allah Ta’ala menyatakan di satu ayat demikian.dan demikian? Yang lainnya lagi menyatakan : Tapi.bukankah Allah menyatakan di ayat lain demikian dan demikian? Rupanya semua pembicaraan mereka didengar oleh Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam, sehingga beliaupun keluar dari kamar beliau dalam keadaan wajah beliau MERAH PADAM seperti anggur yang telah merah siap dipetik (karena MARAH). Kemudian beliau menyatakan kepada mereka :

ﺑﻬﺬﺍ ﺃﻣﺮﺗﻢ !! ﺃﻭ ﺑﻬﺬﺍ ﺑﻌﺜﺘﻢ !! ﺃﻥ ﺗﻀﺮﺑﻮﺍ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻌﻀﻪ ﺑﺒﻌﺾ !!ﺇﻧﻤﺎ ﺿﻠﺖ ﺍﻷﻣﻢ ﻗﺒﻠﻜﻢ ﻓﻲ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﺍ، ﺇﻧﻜﻢ ﻟﺴﺘﻢ ﻣﻤﺎ ﻫﻬﻨﺎ ﻓﻲﺷﻲﺀ، ﺃﻧﻈﺮﻭﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻣﺮﺗﻢ ﺑﻪ ﻓﺎﻋﻤﻠﻮﺍ ﺑﻪ، ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻧﻬﻴﺘﻢ ﻋﻨﻪﻓﺎﻧﺘﻬﻮﺍ

Dengan inikah kalian DIPERINTAH, apakah untuk yang begini kalian DIUTUS, yaitu kalian MEMPERTENTANGKAN isi Kitabullah sebagiannya dengan sebagian yang lain.

Hanyalah yang menjadikan ummat terdahulu sebelum kalian itu SESAT, ialah karena memperlakukan Kitabullah seperti ini. Sesungguhnya kalian tidak pantas membicarakan hal ini sedikitpun, mestinya kalian melihat apa yang tertera dalam Kitabullah itu, apa saja yang kalian diperintah padanya, maka KERJAKANLAH, dan apa saja yang kalian dilarang, maka TINGGALKANLAH”. Demikian Rasulullah memperingatkan.

Pintu Kesesatan Adalah Permusuhan dan Perpecahan

Allah Ta’ala mengingatkan pintu kesesatan yang lainnya yang harus ditutup rapat-rapat oleh kaum Muslimin, yaitu perpecahan dan permusuhan di kalangan mereka.

ﻭﻻ ﺗﻜﻮﻧﻮﺍ ﻛﺎﻟﺬﻳﻦ ﺗﻔﺮﻗﻮﺍ ﻭﺍﺧﺘﻠﻔﻮﺍ ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﻣﺎ ﺟﺎﺀ ﻫﻢ ﺍﻟﺒﻴﻨﺎﺕﻭﺃﻭﻟﺌﻚ ﻟﻬﻢ ﻋﺬﺍﺏ ﻋﻈﻴﻢ – ﻳﻮﻡ ﺗﺒﻴﺾ ﻭﺟﻮﻩ ﻭﺗﺴﻮﺩ ﻭﺟﻮﻩ – ﺍﻝﻋﻤﺮﺍﻥ 105 – 106 .

Dan jangan kalian menjadi seperti orang-orang yang telah bercerai-berai dan BERTIKAI setelah datang kepada mereka KETERANGAN AGAMA dan bagi orang-orang yang bertikai itu adzab yang besar. Pada hari kiamat itu menjadi putih wajah orang-orang dan menjadi hitam wajah orang-orang yang lainnya”. (QS. Al Imran 105 – 106)

Diriwayatkan oleh As Suyuthi dalam Ad Durrul Mantsur dan juga Ibnu Abi Hatim dan Al Lalika’ie dalam As Sunnah nya serta Al Khatib Al Baghdadi dalam kitab Tarikhnya, bahwa Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma menerangkan : ﺗﺒﻴﺾ ﻭﺟﻮﻩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﺍﻟﺠﻤﺎﻋﺔ ﻭﺗﺴﻮﺩﻭﺟﻮﻩ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ ﻭﺍﻟﻔﺮﻗﺔ

Akan menjadi putih wajah-wajahnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan akan menjadi hitam wajah-wajahnya Ahlul Bid’ah Wal Furqah”.

✅ Rasulullah sallallahu alaihi wa alihi wasallam bersabda :

ﺇﻥ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﻳﺲ ﺃﻥ ﻳﻌﺒﺪﻩ ﺍﻟﻤﺼﻠﻮﻥ ﻭﻟﻜﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﺶﺑﻴﻨﻬﻢ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ‏(ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ 1937 ‏) ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ

“Sesungguhnya syaithan telah berputus asa untuk DIIBADAHI oleh orang-orang yang telah shalat, akan tetapi syaithan TIDAK PUTUS ASA untuk membikin orang-orang.yang shalat itu BERCERAI-BERAI diantara mereka”.( HR. At Tirmidzi dalam Sunannya (hadits nomer 1937) dari Jabirbin Abdullah radhiyallahu anhuma.)

Karena itu Ahlus Sunnah sangat kuat menjaga persatuan Ummat Islam dan tidak mau menjadi penghasut atau agitator perpecahan Ummat atau bangsa. Ahlus Sunnah sangat keras mengharamkan adanya pembangkangan ataupun PEMBERONTAKAN terhadap pemerintah yang dzalim dan bahkan terhadap pemerintah yang kafir, bila pemberontakan itu beresiko terjadinya PERTUMPAHAN DARAH kaum Muslimin yang meluas dan berkepanjangan serta ambruknya pemerintah yang menaungi kehidupan kaum Muslimin. Suasana perpecahan Muslimin ataupun suasana kacaunya masyarakat Muslimin, adalah PELUANG BESAR bagi syaithan untuk menebar kesesatan di kalangan Muslimin. Karena ketika kaum Muslimin dalam suasana demikian itu, mereka jauh dari bimbingan ilmu, sehingga mereka mengangkat para pemimpin yang BODOH tentang agamanya. Sehingga para pemimpin itu SESAT dan MENYESATKAN.

(Lanjut ke halaman 2)