Dengan Agama & Akal Siapa Bom Bunuh Diri Dianggap Sebagai Jihad

Alhamdulillah

1.Shalat Sunnah 2 Rakaat Sebelum dan Sesudah Keluar Rumah

BULAN RAMADHAN PINTU-PINTU SURGADIBUKA TAPI TERORIS TIDAK AKAN MENCIUM BAU SURGA, Ustadz Sofyan Chalid Ruray),
(PENYIMPANGAN TAUHID TERORIS KHAWARIJ & BANTAHAN SYUBHAT-SYUBHATPENENTANGTAUHID, Ustadz Sofyan Chalid Ruray),

Islam Bukan Agama Teroris (Abu Haidar As-Sundawy)
Terorisme Bukan Islam, Islam Bukan Teroris(Abdullah Zaen, MA)
Terorisme dalam Pandangan Islam.(DR. Firanda Andirja, MA)
Mengapa Teroris Dikecam?(DR. Ali Musri Semjan Putra, MA)
Menangkal Pemikiran Terorisme(Abu Yahya Badrussalam, Lc)
Menangkal Paham Radikal Terorisme (Abu Yahya Badrussalam, Lc)
Kacamata Islam – Terorisme(Abu Yahya Badrussalam, Lc)
Bahaya Terorisme (Abu Yahya Badrussalam, Lc)
Ebook Dengan Agama & Akal Siapa Bom Bunuh Diri Dianggap Sebagai JihadSyaikh ‘AbdAbdul alul Muhsin Muhsin al- -Abbad alAbbad al- -BadrBadr
•••••••••••••••••

Masuk surga atau neraka wahai para pembom?

Kejadian pengeboman yang akhir-akhir ini kembali marak terjadi tentu sangat buruk dan menyedihkan…tidak perlu dilihat dari kacamata Islam, bahkan dari kacamata kemanusiaan, apalagi dari kacamata Islam agama yang penuh rahmat….

Mengapa dahulu banyak orang tetap masuk Islam meski Nabi ﷺ dan para sahabat berjihad? Karena jihad mereka bukan dengan hawa nafsu, akan tetapi sesuai dengan syariat Islam yang penuh rahmat.

Dahulu tidak ada yang mencela Islam dengan menuduh bahwa Islam sadis, islam agama teror….kenapa? Karena mereka tahu Islam -bahkan dalam kondisi perang pun- tetap penuh rahmat.

Dalam kondisi perang Nabi ﷺ melarang membunuh anak-anak, orang tua, orang yang sedang beribadah di tempat ibadahnya…kenapa? Karena mereka tidak ikut berperang.

Dalam kondisi perang Nabi ﷺ melarang merusak tempat ibadah, apalagi dalam kondisi damai?

Mereka -para pengebom- menganggap bahwa seluruh orang kafir boleh dibunuh, bahkan boleh disiksa dan dicincang?

Tidaklah demikian…

Tidakkah mereka mendengar hadits Nabi ﷺ :

 

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

Siapa yang membunuh kafir mu’ahad (Orang kafir yang punya perjanjian damai dengan orang islam) ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari no. 3166)

Tidakkah mereka mendengar sabda Nabi ﷺ :

ألا من ظلم معاهدا، أو انتقصه، أو كلفه فوق طاقته، أو أخذ منه شيئا بغير طيب نفس فأنا حجيجه يوم القيامة

“Ingatlah, siapa yang mendzalimi seorang kafir mu’ahad, merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat” (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’).

Apakah mereka tidak pernah mengetahui bahwa Nabi ﷺ pernah punya pembantu seorang yahudi?

Bayangkan seorang Nabi Muhammad ﷺ punya pembantu yahudi… bahkan Nabi ﷺ menjenguknya tatkala sakit.

١٣٩٧٧ – حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ غُلَامًا يَهُودِيًّا كَانَ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَقَالَ لَهُ: ” أَسْلِمْ “، فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَقَالَ: أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ، فَأَسْلَمَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ عِنْدِهِ(٣) وَهُوَ يَقُولُ: ” الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ بِي (٤) مِنَ النَّارِ “(٥)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu: “Sesungguhnya, seorang anak Yahudi yang biasa melayani Nabi shallallahu alaihi wa sallam menderita sakit. Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam membesuknya, kemudian dia duduk di sisi kepalanya. Lalu berkata, ‘Masuk Islamlah.” Sang anak memandangi bapaknya yang ada di sisi kepalanya. Maka sang bapak berkata kepadanya, “Taatilah Abal Qasim shallallahu alaihi wa sallam.” Maka anak tersebut masuk Islam. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar seraya berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.” (HR. Bukhari, no. 1356)

Bayangkan seorang kepala negara Islam menjenguk pembantunya Yahudi?

Apakah mereka tidak pernah tahu bahwa Nabi ﷺ dahulu tinggal bersama kaum Yahudi dalam kota Madinah dan Nabi ﷺ sama sekali tidak mendzalimi mereka? Nabi ﷺ membiarkan mereka tetap beribadah dalam keyakinan mereka

Apakah mereka tidak pernah dengar bahkan Nabi ﷺ ketika meninggal masih punya hutang sama seorang yahudi?

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنها، قَالَتْ: «تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ يَهُودِيٍّ، بِثَلاَثِينَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ»

Dari Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata:“Rasulullah wafat, sedangkan baju perang beliau masih digadaikan kepada seorang Yahudi dengan nilai tiga puluh sha’ gandum. ” (HR Bukhari)

Tidakkah mereka pernah dengar bahwa Nabi ﷺ pernah memerintahkan para sahabatnya untuk bernaung di Habasyah sebuah negeri Nashrani?

Wahai para pembom anda ingin surga dengan membunuh? Dengan menteror?

– Sementara Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ قَتَلَ مُعَاهَدًا لَمْ يَرِحْ رَائِحَةَ الجَنَّةِ، وَإِنَّ رِيحَهَا تُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ أَرْبَعِينَ عَامًا

Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga. Padahal sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Bukhari no. 3166)

Sementara seorang wanita divonis masuk neraka hanya karena tidak memberi makan kepada seekor kucing hingga mati?

«عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ جُوعًا، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ»

Seorang perempuan disiksa gara-gara seekor kucing. Dia mengurung kucing itu sampai mati kelaparan. Karena itulah dia masuk neraka. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara sebagian polisi yang anda bunuh dan anda anggap thogut itu juga seorang muslim yang mengucapkan Laa ilaaha illallah.

Tahukah anda bahwa Nabi ﷺ pernah murka kepada Usamah bin Zaid yang membunuh seorang musyrik dalam keadaan perang setelah dia mengucapkan Laa ilaaha illallahu, beliau berkata :

يَا أُسَامَةُ، أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ؟

Apakah engkau membunuhnya setelah ia mengucapkan Laa ilaaha illallah?” (HR Muslim)

Ini orang musyrik yang hanya sekali mengucapkan Laa ilaaha illallah dan dibunuh dalam kondisi perang.

Lantas bagaimana pembunuhan para polisi atau pun tentara dalam kondisi damai bukan sedang berperang dan mereka sejak kecil selalu mengucapkan Laa ilaaha illallah? yang sholat dan berpuasa karena Allah?

Sementara anda telah menjadikan sebagian anak menjadi yatim, sebagian wanita menjadi janda, sebagian orang tua kehilangan anaknya. 

– Sementara anda telah mencoreng citra Islam, betapa banyak orang tidak jadi masuk Islam karena menyangka Islam agama teror? Betapa banyak orang yang mencela Islam karena perbuatan anda?

– Sementara anda telah membunuh diri sendiri

Padahal Nabi ﷺ bersabda:

 ( مَن قتل نفسه بشيء في الدنيا عذب به يوم القيامة)

 رواه البخاري ( 5700 ) ومسلم ( 110 )

Barang siapa membunuh dirinya dengan sesuatu, dia akan disiksa dengan sesuatu itu dalam neraka Jahannam (HR. Bukhari dan Muslim)

Islam sampai kepada anda dan orang tua anda di tanah air tercinta ini adalah dengan rahmat dan akhlak mulia para pendakwah di tengah-tengah nenek moyang anda yang notabene beragama non muslim.

Apakah anda mau merusaknya dengan kegiatan teror ?

Betapa banyak non muslim di negeri-negeri Eropa masuk Islam karena melihat akhlak yang indah dari kaum muslimin, apakah anda ingin mencoreng dakwah mereka?

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayahnya dan membimbing kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari kesesatan.

DR Firanda Andirja Lc., MA

Ketua Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad

*****

MEMAHAMI AKAR TERORISME

Hizbiyun, fanatikus golongan dari kalangan kelompok-kelompok sesat kontemporer menafsirkan kalimat Laa Ilaaha Illallah (لا إله إلا الله) dengan makna: Tiada Penentu Hukum Kecuali Allah (لا حاكم إلا الله) atau Tiada Hukum yang Berhak Ditegakkan Kecuali Hukum Allah (لا حاكمية إلا لله).

Asy-Syaikh Al-‘Allamah Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,

تفسير الحزبيين والإخوانيين اليوم يقولون: (لا إله إلا الله) أي: لا حاكمية إلا لله، والحاكمية كما يسمونها جزء من معنى لا إله إلا الله؛ لأن معناها شامل لكل أنواع العبادات فنقول لهم: وأين بقية العبادات، أين الركوع والسجود والذبح والنذر وبقية العبادات؟!

Tafsir Hizbiyyin dan Ikhwaaniyin (Pengikut Ikhwanul Muslimin) di masa ini mereka berkata: Laa ilaaha illallaah adalah, ‘Tidak ada haakimiyyah kecuali milik Allah’. Padahal Al-Haakimiyyah –sebagaimana yang mereka namakan- adalah bagian dari makna laa ilaaha illallaah, karena maknanya mencakup seluruh bentuk ibadah, maka kita katakan kepada mereka: Ke mana ibadah-ibadah yang lain, di mana rukuk, sujud, menyembelih, nazar dan seluruh bentuk ibadah?!” [Tafsir Kalimah At-Tauhid, dicetak bersama Silsilah Syarhi Ar-Rosail, hal. 148]

Maka benar bahwa tidak ada yang berhak menentukan hukum selain Allah ta’ala dan hanya hukum Allah ‘azza wa jalla yang berhak ditegakkan, akan tetapi ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah sepakat bahwa itu bukan makna Laa ilaaha illallaah, karena tafsir tersebut tidak mengandung maknanya secara menyeluruh, yaitu memurnikan seluruh bentuk ibadah hanya kepada Allah ta’ala.

➡ 🗒 DAMPAK BURUK PEMAHAMAN KALIMAT TAUHID YANG MENYIMPANG

Diantara dampak buruk dari penafsiran yang menyimpang ini adalah munculnya pemahaman takfir (pengkafiran) terhadap kaum muslimin yang tidak menerapkan hukum Allah secara menyeluruh, atau melakukan dosa-dosa besar yang tidak sampai pada kekafiran, atau yang tidak bergabung dengan golongan sesat mereka.

Setelah pengkafiran barulah penghalalan darah kaum muslimin, setelah itu pembunuhan dan pengeboman.

Padahal menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah seorang muslim yang berhukum dengan selain hukum Allah ta’ala adalah pelaku kufur kecil, yaitu dosa sangat besar namun tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Kecuali apabila pelakunya memiliki salah satu dari tiga keyakinan kufur maka menjadi kufur besar, yaitu:

1. Meyakini hukum manusia sama kedudukannya dengan hukum Allah ‘azza wa jalla.

2. Meyakini hukum manusia lebih baik dari hukum Allah ‘azza wa jalla.

3. Menghalalkan (meyakini halal) hukum yang bertentangan dengan hukum Allah ‘azza wa jalla.

Akan tetapi seorang muslim yang melakukan kekafiran tidaklah otomatis dikafirkan sampai terpenuhi syarat-syarat pengkafiran dan hilangnya penghalang-penghalang.

Dan apabila sudah pantas dikafirkan sekali pun, maka tidak otomatis dibunuh, melainkan ada proses hukum dan dakwah terlebih dahulu. Karena Islam agama kasih sayang, mengajak setiap manusia untuk bertaubat kepada Allah dari dosa kekafiran demi meraih kasih sayang Allah ‘azza wa jalla, masuk surga dan selamat dari neraka.

Dampak buruk lain adalah muncul pemahaman sesat bahwa merebut kekuasaan adalah tujuan dakwah, sehingga yang mereka dengung-dengungkan selalu hanyalah bagaimana agar dapat berkuasa secepatnya tanpa memperhatikan penegakkan tauhid dan sunnah.

➡ 🗒 MAKNA LAA ILAAHA ILLALLAAH MENURUT AGAMA ISLAM

Seluruh dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta keterangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjelaskan bahwa makna laa ilaaha illallaah adalah,

لا معبودَ حقٌّ إلا الله

Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.

Artinya, segala sesuatu yang disembah oleh manusia selain Allah ta’ala adalah sesembahan yang salah (batil), karena tidak ada sesembahan yang benar (haq) kecuali Allah tabaraka wa ta’ala.

(Lanjut ke halaman 2)