Muslimah Jangan Tinggalkan Hijabmu Dijalanan Karena Bukan Metode Dakwah yang Benar(Menyorot Eksperimen “Peluk Aku)




Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1. Cadar Bukan Ciri Radikal,Kriminal atau Pakaian Bangsa Arab.

2. Renungan #26, Dalam Khamar dan JudiJuga Ada Manfaatnya, Namun …

3. Boleh Jadi Apa yang Engkau Benci, ItuBaik Bagimu

4. Heboh Sandal Bertuliskan Arab

5. Mintalah Kepada Allah Sampai PerkaraRemeh Sekalipun

Berniqab Tapi Suka Selfie-Ust Sufyan Baswedan

Cadar Bagian Islam-Ust M.Abduh Tuasikal

Masalah Cadar-Ust M.Abduh Tuasikal

Pesona Cadar Selfie-Ust Najmi Umar Bakar 16mb

Wanita Bercadar Cadar Syariat Islam atau Budaya Arab-Yufid Dokumenter 6Mb

Wanita Bercadar: Cadar Syariat Islam atau Budaya Arab? – Kisah Wanita Bercadar – Yufid Documentary

Berniqab Tapi Suka Selfie – Ustadz Dr. Sufyan Fuad Basweidan, MA

Ustadz Najmi Umar Bakkar ~ Pesona Cadar Selfie

Pesan Wanita Palestina Tentang Wanita Muslimah Indonesia Perihal Drama Korea



••••••

MUSLIMAH ‘BERAKSI’ DI JALAN BUKAN METODE DAKWAH YANG BENAR

Allah tabaroka wa ta’ala berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى

Dan hendaklah kalian wahai para wanita tetap di rumahmu. Dan janganlah berhias dan bertingkah laku seperti wanita-wanita Jahiliyah dahulu.” [Al-Ahzab: 33]

✅ Sahabat yang Mulia Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,

ما تعبدت الله امرأة ، بمثل تقوى الله ، وجلوسها في بيتها

Tidaklah seorang wanita beribadah kepada Allah dengan suatu ibadah yang melebihi ketakwaan kepada Allah dan diam di rumah.” [Tafsir As-Sam’ani, 4/279]

Al-Imam Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah berkata,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ أي: اقررن فيها، لأنه أسلم وأحفظ لَكُنَّ، {وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى} أي: لا تكثرن الخروج متجملات أو متطيبات، كعادة أهل الجاهلية الأولى، الذين لا علم عندهم ولا دين، فكل هذا دفع للشر وأسبابه

“Firman Allah ta’ala, “Dan hendaklah kalian wahai para wanita tetap di rumahmu.” Maknanya: Tinggallah di dalam rumah karena itu lebih menyelamatkan dan menjaga kalian. Dan firman Allah ta’ala (pada lanjutan ayat), “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” Maknanya: Wahai para wanita, janganlah kalian sering keluar rumah dengan mempercantik diri atau mengenakan wewangian seperti kebiasaan wanita-wanita Jahiliyah dahulu yang tidak memiliki ilmu dan ketakwaan. Maka semua larangan ini demi mencegah kejelekan dan sebab-sebabnya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 663]
SAUDARIKU MUSLIMAH JANGAN JADIKAN DIRIMU SENJATA SETAN

✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ، وَإِنَّهَا أَقْرَبُ مَا يَكُونُ إِلَى اللَّهِ وَهِيَ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا

Wanita adalah aurat, apabila ia keluar dari rumahnya maka setan akan memperindahnya, dan sungguh seorang wanita lebih dekat kepada Allah ta’ala ketika ia berada di dalam rumahnya.” [HR. At-Tirmidzi dan Ath-Thabarani, dan lafaz ini milik beliau, dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2688]

✅ Al-Imam Al-Mubarakfuri rahimahullah berkata,

أَيْ زَيَّنَهَا فِي نَظَرِ الرِّجَالِ وَقِيلَ أَيْ نَظَرَ إِلَيْهَا لِيُغْوِيَهَا وَيُغْوِيَ بِهَا

Maknanya adalah setan menghiasi wanita di mata laki-laki. Juga dikatakan maknanya adalah setan melihat wanita tersebut untuk menyesatkannya dan menyesatkan laki-laki dengannya.” [Tuhfatul Ahwadzi, 4/283]

Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,

ولا ينبغي أن يغرنا ما يدعو إليه أهل الشر والفساد من المقلدين للكفار، من الدعوة إلى اختلاط المرأة بالرجال؛ فإن ذلك من وحي الشيطان

Tidaklah patut kita tertipu dengan ajakan orang-orang yang jelek dan rusak dari kalangan pengikut orang-orang kafir, yaitu ajakan untuk campur baur antara laki-laki dan wanita, karena sesungguhnya itu berasal dari ‘wahyu’ setan.” [Syarhu Riyadhis Shaalihin, 3/152]

~Sofyan Chalid Ruray

***

Semakin Tersembunyi Semakin Terhormat

Wanita Muslimah itu, baik bercadar atau tidak bercadar, semakin ia tersembunyi dari pandangan lelaki itu semakin baik dan semakin terhormat.

Semakin terlihat, semakin kurang baik.

Inilah yang diyakini oleh para shahabiyat diantaranya Fathimah radhiallahu’aha, dan disetujui oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Dalam sebuah hadits disebutkan,

أَنَّ عَلِيًّا ، قَالَ : سَأَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ قَالَ : ” أَيُّ شَيْءٍ خَيْرٌ لِلنِّسَاءِ ؟ ” فَلَمْ أَدْرِ مَا أَقُولُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِفَاطِمَةَ ، فَقَالَتْ : أَلا قُلْتَ لَهُ : خَيْرٌ لِلنِّسَاءِ أَنْ لا يَرَيْنَ الرِّجَالَ وَلا يَرَوْنَهُنَّ ، قَالَ : فَذَكَرْتُ قَوْلَ فَاطِمَةَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ” إِنَّهَا بِضْعَةٌ مِنِّي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا “

“Ali bin Abi Thalib berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘apa yang paling baik bagi wanita?’. Lalu Ali tidak tahu harus menjawab apa. Ia pun menceritakannya kepada Fathimah. Fathimah pun berkata: ‘katakanlah kepada beliau, yang paling baik bagi wanita adalah mereka tidak melihat para lelaki dan para lelaki tidak melihat mereka‘. Maka aku (Ali) sampaikan hal tersebut kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Lalu beliau bersabda: ‘sungguh Fathimah adalah bagian dari diriku, semoga Allah meridhainya‘” (HR. Ibnu Abid Dunya dalam Al ‘Iyal no. 409, semua perawinya tsiqah).

Maka, saudariku, jangan mau jadi model film atau video medsos.

V.I.R.A.L

Sebelum membuat sesuatu atau nge-share sesuatu yang kayaknya akan viral, sebaiknya timbang-timbang, cek n ricek, apakah itu baik atau tidak baik. Jangan asal keren, asik, kayaknya bagus, langsung share.

Karena kalau sudah viral, dan ternyata itu tidak baik, ngerinya kita bisa kena dosa jariyah. Dosa sendiri aja masih banyak dan susah taubatnya, apalagi kalau dosanya ngalir terus. Allahul musta’an…

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من سنَّ في الإسلامِ سُنَّةً حسنةً ، فله أجرُها ، وأجرُ مَن عمل بها بعدَه . من غير أن ينقص من أجورِهم شيءٌ . ومن سنَّ في الإسلامِ سُنَّةً سيئةً ، كان عليه وزرُها ووزرُ مَن عمل بها من بعده . من غير أن يَنقصَ من أوزارهم شيءٌ

Barangsiapa mengajarkan sunnah yang baik dalam Islam, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang melakukannya setelahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa yang membuat sebuah sunnah yang buruk dalam Islam, maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR. Muslim no. 1017).

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

من دعا إلى هدًى ، كان له من الأجرِ مثلُ أجورِ من تبِعه ، لا يُنقِصُ ذلك من أجورِهم شيئًا . ومن دعا إلى ضلالةٍ ، كان عليه من الإثمِ مثلُ آثامِ من تبِعه ، لا يُنقِصُ ذلك من آثامِهم شيئا

Barangsiapa yang mendakwahkan kebenaran, maka ia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa mendakwahkan kesesatan, maka ia akan mendapatkan dosanya dan dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim no. 2674).

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّهُ مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِي قَدْ أُمِيتَتْ بَعْدِي فَإِنَّ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلَ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا ، وَمَنِ ابْتَدَعَ بِدْعَةَ ضَلَالَةٍ لَا يَرْضَاهَا اللَّهَ وَرَسُولَهُ كَانَ عَلَيْهِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَوْزَارِ النَّاسِ شَيْئًا

Barangsiapa yang sepeninggalku menghidupkan sebuah sunnah yang aku ajarkan, maka ia akan mendapatkan pahala semisal dengan pahala orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa yang membuat sebuah bid’ah dhalalah yang tidak diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka ia akan mendapatkan dosa semisal dengan dosa orang-orang yang melakukannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR. Tirmidzi no.2677, ia berkata: “Hadits ini hasan”). ~Yulian Purnama

***

JANGAN TANGGALKAN HIJAB-MU DI JALANAN…!!*(Menyorot Eksperimen “Peluk Aku”)

بسم الله الرحمن الرحيم

Adalah suatu nikmat yang sangat disyukuri di negeri kita Indonesia dengan mulai banyaknya wanita muslimah yang kembali memakai hijab syar’i. Ketika akhir-akhir ini dihebohkan dengan ulah para Teroris Khawarij dan citra hijab syar’i (cadar) menjadi tercoreng dan dinilai negatif oleh sebagian masyarakat maka muncul sebagian ide dari sekelompok orang untuk menghilangkan citra buruk tersebut. Ide tersebut mereka tuangkan dengan bentuk eksperimen “PELUK AKU”. Tentu maksud mereka adalah baik (kita berprasangka baik kepada mereka). Akan tetapi, perlu diketahui bahwa niat dan maksud yang baik bukan berarti kita melakukan hal yang menyelisihi syariat. Niat yang baik seharusnya dibangun diatasnya amalan yang baik pula.

Ketahuilah wahai saudariku -semoga Allah memberimu petunjuk- bahwa apa yang engkau lakukan berupa Eksperimen “PELUK AKU” adalah suatu kemungkaran di dalam syariat. Sungguh engkau tidak sedang menolong syariat hijab, tapi justru engkau meremehkannya dan merendahkannya. Kenapa.? Karena hakikatnya engkaulah yang pertama kali melepas hijab sebelum orang lain. Yang kalian lakukan sangat bertentangan dengan makna hijab itu sendiri.

➡Ketika Allah memerintahkan agar kaum lelaki menundukkan pandangan dari kalian:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah kepada kaum laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

(QS.An-Nur: 30)

Engkau justru malah berkata (dengan lisan hal): pandangilah kami wahai lelaki, hijab kami maa syaa Allah, kami adalah para wanita muslimah yang ini dan itu.

➡Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menggambarkan keadaan wanita:

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ

Sesungguhnya wanita itu datang dalam rupa setan dan pergi dalam rupa setan.”

(HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu)
(Lanjut ke halaman 2)