25 Keutamaan Ilmu Syar’i Dan Orang Yang Berilmu



Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in 

1.Keutamaan-Orang-Yang-Berilmu-dan-Mengajarkannya.

2. Keutamaan Ilmu Agama

3.Keutamaan Ilmu Syar’i Dan Mempelajarinya |

Bab Keutamaan Orang yang Berilmu dan Mengajarkan Ilmu-Ust Badrussalam

Jadilah Muslim yang Berilmu-Ust AliMusri MA

Sampai Manakah Ilmuku? (DR. Syafiq Reza Basalamah, MA)

Keutamaan dan Metode Menuntut Ilmu (Bag-3)(Mizan Qudsiyah, Lc)

Keutamaan dan Metode Menuntut Ilmu (Bag-2)(Mizan Qudsiyah, Lc)

Keutamaan dan Metode Menuntut Ilmu (Bag-1)(Mizan Qudsiyah, Lc)

Keutamaan Ilmu dan Penuntut Ilmu (Fachruddin Nu’man, Lc)

Skala Prioritas dalam Menuntut Ilmu Agama(Anas Burhanuddin, MA)

Pentingnya Ilmu dalam Agama (DR. Firanda Andirja, MA)

Ilmu yang Sejati (Anas Burhanuddin, MA)

Berilmu Dulu Baru Menyampai-Ust AliNur

Mizan Qudsyiah · Malas menuntut ilmu

Mizan Qudsyiah · Keutamaan Ilmu dan Ahli Ilmu

Mizan Qudsyiah · Ilmu di Akhir Zaman

Mizan Qudsyiah · Ilmu yang Dipuji Dalam Al-Quran

Ebook Keutamaan Ilmu Agama Atas Ibadah

Ebook Syarat Sempurnanya Ilmu dan Amal

•••••••

Ilmu syar’i adalah perkara yang agung, mempelajarinya adalah ibadah dan memiliki banyak keutamaan. Simak tulisan ringkas ini untuk mengenal apa saja keutamaan ilmu syar’i dan mempelajarinya.

Definisi ilmu syar’i

Ilmu syar’i adalah ilmu yang mempelajari tentang syariat yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan:

علم ما أنزل الله على رسوله من البينات والهدى

“(Ilmu syar’i) adalah ilmu tentang apa yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya berupa penjelasan-penjelasan dan petunjuk” (Kitabul Ilmi, 9).

Maka semua ilmu yang mengantarkan kita untuk memahami agama, itulah ilmu syar’i. Adapun yang selain itu maka bukan ilmu syar’i walaupun dikemas dengan “islami”. Oleh karena itu Imam Asy Syafi’i mengatakan:

كل العلـوم سـوى القرآن مشغلة

إلا الحـديث وإلا الفقه في الـدين

العلـم مـا كـان فيـه قال حدثنا

وما سوى ذاك وسواس الشـياطين

setiap ilmu selain Al Qur’an itu menyibukkan, kecuali ilmu hadits, dan ilmu fiqih. Ilmu adalah yang di dalamnya terdapat perkataan haddatsana, dan yang selain itu hanyalah was-was setan” (Thabaqat Asy Syafi’iyah Kubra, 1/297).

Keutamaan ilmu

➡ 1. Allah memuji orang yang berilmu

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”” (QS. Az Zumar: 9).

➡ 2. Orang berilmu diangkat derajatnya oleh Allah

Allah Ta’ala juga berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al Mujadalah: 11).

➡ 3. Ilmu pada diri seseorang adalah tanda kebaikan

Rasulullah Shalallahu’alaihi Wasallam bersabda,

مَن يُرِدِ اللهُ به خيرًا يُفقِّهْهُ في الدِّينِ

Orang yang dikehendaki oleh Allah untuk mendapatkan kebaikan, akan dimudahkan untuk memahami ilmu agama” (HR. Bukhari no. 71, Muslim no. 1037).

➡ 4. Diridhai dan didoakan oleh para Malaikat

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ الملائكةَ تضَعُ أجنحتَها لطالبِ العِلمِ رضًا بما يصنَعُ

Sesungguhnya para Malaikat mereka melebarkan sayap-sayap mereka kepada para penuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan” (HR. Ibnu Hibban no. 1321, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6297).

➡ 5. Mengalirkan pahala ketika sudah meninggal

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا مات الإنسانُ انقطع عنه عملُه إلا من ثلاثةٍ : إلا من صدقةٍ جاريةٍ . أو علمٍ ينتفعُ به . أو ولدٍ صالحٍ يدعو له

Jika seseorang mati, maka terputuslah amalannya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah (yang terus mengalirkan pahala), ilmu yang bermanfaat (yang ia tinggalkan), anak shalih yang senantiasa mendoakannya” (HR. Muslim no. 1631).

➡ 6. Karena keutamaannya, dibolehkan iri orang yang berilmu 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا حسدَ إلا في اثنتين : رجلٌ آتاه اللهُ مالًا؛ فسلَّطَ على هَلَكَتِه في الحقِّ ، ورجلٌ آتاه اللهُ الحكمةَ؛ فهو يَقضي بها ويُعلمُها

tidak boleh hasad kecuali pada dua orang: seseorang yang diberikan harta oleh Allah, kemudian ia habiskan harta tersebut di jalan yang haq, dan seseorang yang diberikan oleh Allah ilmu dan ia memutuskan perkara dengan ilmu tersebut dan juga mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 73, Muslim 816).

➡ 7. Hamba yang terbaik adalah yang memiliki harta dan berilmu

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda:

إنما الدنيا لأربعةِ نفرٍ ؛ عبدٌ رزقَه اللهُ مالًا و علمًا فهو يتَّقي فيه ربَّه ، و يصِلُ فيه رَحِمَه ، و يعلمُ للهِ فيه حقًّا ، فهذا بأفضلِ المنازلِ ، و عبدٌ رزقَه اللهُ علمًا ، و لم يرزقْه مالًا ، فهو صادقُ النَّيَّةِ ، يقولُ : لو أنَّ لي مالًا لعملتُ بعملِ فلانٍ ، فهو بنِيَّتِه ، فأجرُهما سواءٌ و عبدٌ رزقَه اللهُ مالًا ، و لم يرزقْه عِلمًا يخبِطُ في مالِه بغيرِ علمٍ ، و لا يتَّقي فيه ربَّه ، و لا يصِلُ فيه رَحِمَه ، و لا يعلمُ للهِ فيه حقًّا ، فهذا بأخبثِ المنازلِ ، و عبدٌ لم يرزقْه اللهُ مالًا و لا علمًا فهو يقولُ : لو أنَّ لي مالًا لعملتُ فيه بعملِ فلانٍ ، فهو بنيَّتِه ، فوزرُهما سواءٌ

Dunia itu untuk 4 orang:

✅ 1. Hamba yang diberi rizki oleh Allah berupa harta dan ilmu (agama), ia bertaqwa kepada kepada Allah dengan ilmu dan hartanya, ia gunakan untuk menyambung silaturahim, ia mengetahui di dalamnya terdapat hak Allah, inilah kedudukan yang paling utama

✅ 2. Hamba yang diberi rizki oleh Allah berupa ilmu (agama), namun tidak diberi harta. Namun niatnya tulus. Ia berkata: andai aku memiliki harta aku akan beramal sepert Fulan (nomor 1), dan ia sungguh-sungguh dengan niatnya tersebut. Maka antara mereka berdua (nomor 1 dan 2) pahalanya sama

✅ 3. Hamba yang diberi rizki oleh Allah berupa harta, namun tidak diberi ilmu (agama). Ia membelanjakan hartanya tanpa ilmu, ia juga tidak bertaqwa dalam menggunakan hartanya, dan tidak menyambung silaturahmi dengannya, ia juga tidak mengetahui hak Allah di dalamnya. Ini adalah seburuk-buruk kedudukan.

✅ 4. Hamba yang tidak diberi rizki dan juga tidak diberi ilmu (agama). Ia pun berkata: Andai saya memiliki harta maka saya akan beramal seperti si Fulan (yang ke-3), dan ia sungguh-sungguh dengan niatnya itu, maka mereka berdua (nomor 3 dan 4) dosanya sama”

(HR. At Tirmidzi no. 2325, ia berkata: “hasan shahih”).

➡ 8. Terhindar dari laknat di dunia

✅ Nabi Shallallahu’alaihi Wasallambersabda:

ألا إنَّ الدُّنيا ملعونةٌ ملعونٌ ما فيها ، إلَّا ذِكرُ اللَّهِ وما والاهُ ، وعالِمٌ ، أو متعلِّمٌ

Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama” (HR. At Tirmidzi 2322, dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

➡ 9. Diberi cahaya di wajah di dunia dan akhirat

✅ Nabi Shallallahu’alaihi Wasallambersabda:

نضَّرَ اللَّهُ امرأً سمِعَ مَقالتي فبلَّغَها فربَّ حاملِ فقهٍ غيرِ فقيهٍ وربَّ حاملِ فقهٍ إلى من هوَ أفقَهُ مِنهُ

Allah akan mencerahkan wajah seseorang (di dunia dan di akhirat) yang mendengarkan sabda-sabdaku, lalu menyampaikannya (kepada orang lain). Karena betapa banyak orang yang membawa ilmu itu sebenarnya tidak memahaminya. Dan betapa banyak orang disampaikan ilmu itu lebih memahami dari pada yang membawakan ilmu kepadanya” (HR. Ibnu Majah no. 2498, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

➡ 10. Akan dimudahkan jalannya menuju surga

➡ 11. Dimintakan ampunan oleh penduduk langit dan bumi

➡ 12. Lebih utama dari ahli ibadah

Lanjut ke hal…2