Antara Yahya Staqub, Al Quran dan Hadits Dokumen Sejarah, Yahudi, Islam NusantaraSerta Liberalisme

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1.Palestina Kutuk Delegasi Ulama NU AJC di Forum Zionis Yahudi

2. Islam Original (arab) Vs Islam Liberal(Nusantara)

3. Islam Nusantara Merusak Islam Dari Dalam Hasil Pemikiran Liberal

Ebook Hal yang Merusak Akidah

Ebook Permainan Syetan Terhadap Akal Yahudi

Ebook Kekejian Yahudi

Ebook Berdamai Dengan Yahudi-Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Ebook Kesyirikan Kaumnya Nabi Musa(Yahudi)
*

Sejarah dan Akidah Yahudi-Ust Firanda Andirja

Panggil Mereka Yahudi , Bukan Israel Ceramah / Abu Zubeir al-Hawaary /

Sejarah Kehinaan Yahudi 01-Zainal Abidin Syamsudin /

Sejarah Kehinaan Yahudi 02-Zainal Abidin Syamsudin /

Sejqrah Hitam Makar Yahudi-Ust Ali Salman

Conversation with Yahya Cholil Staquf

Video Yahya Cholil Staquf Alqur’an dan Hadist Dokumen Sejarah Membela Yahudi

••••


Cara Orang Liberal Menyudutkan Syariat Islam 

Islam yg benar, dikatakan Islam Arab

Syariat jenggot, dikatakan budaya Arab

Syariat jilbab dan cadar, dikatakan budaya Arab

Merapatkan shaff dlm shalat, dikatakan budaya Arab

Alquran, dikatakan produk budaya Arab

—–

Sudah tahu kan cara mereka menyudutkan syariat Islam !!

Jadi, karena mereka tidak gentle menyerang Islam .. akhirnya mereka mengklaim, bahwa itu budaya Arab .. baru setelah itu mereka berani menyerangnya.

Sehingga kl ditanya, kenapa kalian menyerang Islam .. mereka akan menjawab, kami tidak menyerang Islam, yg kami lawan adalah budaya arabnya.

Itulah mereka, sangat pengecut dan munafik .. jangan sekali kali kita terkecoh dg tipuan mereka !!

Katakan dg tegas bahwa itu semua syariat Islam .. tentang apakah itu diserap oleh bangsa Arab menjadi budaya mereka atau tidak, maka itu tdk mempengaruhi hukum dan statusnya sebagai bagian dari syariat Islam.

Mari cerdas menghadapi musuh Islam .. meski mereka dari bangsa kita sendiri.

Tolonglah agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian.

**

Fenomena ‘ndompleng’ nama bangsa atau simbol negara utk memuluskan langkah memerangi Islam

=====

Ini strategi lain yg digunakan oleh barisan pengecut dan munafiqun dalam merongrong Islam dari dalam.

Makanya,

Yg tadinya namanya Islam Liberal, sekarang berganti menjadi Islam Nusantara.

– Yg tadinya kesyirikan dan kemaksiatan, sekarang berganti nama menjadi bagian dari ‘kearifan lokal’.

– Ada yg membaca Alquran dg langgam jawa.

– Ada yg ibadah sai dg membaca dzikir pancasila.

– Ada yg bershalawat untuk pancasila.

Dan masih banyak lagi, dan mereka akan mengembangkan varian² lain dari langkah ini.

Mereka mengambil langkah ini, agar orang² yg melawan mereka bisa dituduh sebagai oknum yg tidak pancasilais .. tidak setia kepada negara .. tidak menghargai kekayaan budaya bangsa!!

Paham kan .. bagaimana liciknya mereka?!

Mereka kira Allah tidak tahu apa isi hati mereka .. mereka kira Allah membiarkan agamaNya .. mereka kira Allah akan diam saja.

Ingatlah bahwa Allah adalah sebaik baik pembuat makar, silahkan kalian berbuat makar terhadap agama Allah .. Allah pasti akan membalas makar kalian.

Katakan kepada mereka: bahwa taat kepada pemerintah yg sah selama bukan maksiat adalah akidah kita .. pancasila sebagai dasar negara, kita hormati dan junjung tinggi, karena tidak bertentangan dg nilai² Islam .. dan kita akan membela negara RI, sebagai bentuk pembelaan kita terhadap darah kaum muslimin sebagai mayoritas penduduknya.

Tapi tetap saja kami akan memerangi kesyirikan dan kemaksiatan .. meski kalian berusaha menempelkannya dg bangsa kami dan simbol negara.

Karena setiap kesyirikan dan kemaksiatan akan menjadikan negara ini tdk aman, tidak berkah, bahkan runtuh, sebagaimana umat² terdahulu menjadi hancur dan binasa krn kesyirikan dan kemaksiatan yg mereka lakukan.

Ingatlah membela Islam, berarti menjaga keutuhan bangsa dan negara ini.

***
Islam Nusantara ?

Ya…kita sudah paham kok ujung-ujungnya. Dahulu Ziya Gokalp bersuara lantang tentang ini, ingin menasionalisasikan Islam di Turki, lepas dari pengaruh Islam Arab. Qadarullah akhirnya diterapkan oleh Musthafa Kemal dengan melarang penggunaan hijab (apalagi cadar), melarang kopiah merah khas Turki dan menggantinya dengan topi ala barat, melarang adzan dikumandangkan dalam bahasa Arab, mempersempit ruang madrasah dan masjid, dan membuang semua undang-undang yang terkait Islam dsb.

Jadi tidak usah heran dengan kampanya Staquf, Sas, Gus Mus dll yang terus menyeruakan Islam Nusantara dengan mengangkat isu hijab budaya Arab, jenggot celana cingkrang apalagi, jubah sorban. Ending dari harapan dan mimpi mereka pun kita sudah paham kemana arahnya, benar-benar akan membuang Islam dari kaum muslimin.

Bagaimana mungkin Arab dipisahkan dari Islam ? Kecuali mereka akan membuat kitab suci dengan Bahasa Sangsakerta, Adzan dengan bahasa ngapak, shalat menghadap Monas, haji umroh tidak ke Arab tapi ke Pelabuhan Ratu, dst.

Perkuat aqidah kita, keluarga kita dan seluruh ummat !!!!

•••

Syarat Pengkafiran


Kemarin dosen UI adyang sudah terlewat batasmenghina Islam dan Syariat. Kemudian sas yang tidak hanya menghina syari’at, namun juga membenarkan berhala Dewi Sri. Kemudian si ini itu yang luar biasa hinaannya kepada agama kita.

Namun semua menjadi ambigu tatkala kamu hanya mengingkari, namun masih menganggap mereka sebagai saudara muslim-mu (tidak kafir). Benar tidak boleh serampangan dalam takfir, namun agama kita pun juga menerapkan takfir bagi siapa saja yang sudah memenuhi syarat dikafirkan kemudian tiada penghalang atasnya. Inilah puncak pengingkaran terhadap mereka, yang natijahnya sebagai tahdzir bagi ummat untuk ikut mengingkari mereka. Karena tauhid adalah nafyu dan itsbat.

***

Apa-apaan ini ?

Sudah ada terjemahannya kuliah Gus Yahya sang sekjen PBNU di salah satu kampus Israel. Boro² mau mengingkari agama Yahudi, penjajahan, penindasan serta perampasan mereka terhadap Palestina, si Gus malah mesra sekali dengan Yahudi.

Dahulu Gus Dur sang ketua PBNU yang mendahului Yahya Staquf dan paling ngotot ingin menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, jadi siapakah yang lebih layak untuk di cap sebagai agen Yahudi ?

Jangan provokasi lah ?” Katamu

Ya, saya sedang mengabarkan kepadamu hakikat sebenarnya yang kamu sudah ketahui tapi kamu ingkari berkali-kali dan kali ini kamu tidak bisa berkelit lagi. Bahwa kamu pro agen Yahudi !!!!

Wahai para kiai yang terhormat, sudikah pak kyiai kalau NU sudah di ubek-ubek sedemikian dahsyatnya sehingga sudah seperti ini ?
Abu Hanifah Jandriadi Yasin

***

Islam Yang Mana ?

Pada hari Arafah, Allah turunkan kepada Nabi-Nya :

ﺍﻟﻴﻮﻡَ ﺃَﻛْﻤَﻠْﺖُ ﻟَﻜُﻢْ ﺩِﻳْﻨَﻜُﻢْ …

Pada hari telah Ku sempurnakan bagi kalian agama kalian(QS Al-Maidah )… Yang tentu saja itu adalah Islam nya Rasulullah ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ di saat ayat itu turun, yang ini dipahami oleh semua orang yang paling.bodoh dalam Bahasa Arab dang mengetahui makna ﺍﻟﻴَﻮْﻡَ dan kemudian itu diamalkan oleh para Sahabat dst …

Dari satu ayat di atas saja sudah cukup membuktikan bahwa dakwaan Islam Nusantara sebagai Islam Sejati adalah ‘such a bullsh*t …’

Mata air yang mengalir makin jauh dari sumbernya memang akan dikotori oleh berbagai macam hal, seperti sempak, eo dan semacamnya

***

2 Wajah

Imam An-Nawawi dalam Riyadhusshalihin membuat judulbab :

ﺑﺎﺏ ﺫﻡّ ﺫﻱ ﺍﻟﻮﺟﻬﻴﻦ

Bab Celaan Memiliki 2 wajah, lalu membawakan 2 hadits:

 ✅1. Hadits Abu Hurairah ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :

ﻭﺗﺠﺪﻭﻥ ﺷﺮّ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺫﺍ ﺍﻟﻮﺟﻬﻴﻦ، ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺄﺗﻲ ﻫﺆﻻﺀ ﺑﻮﺟﻪ، ﻭﻫﺆﻻﺀﺑﻮﺟﻪ

“… Dan kalian akan dapati seburuk-buruk manusia adalah orang yang memiliki 2 wajah, datang kepada manusia dengan satu wajah dan datang kepada manusia (yang lain) dengan wajah yang lain” Muttafaq alaihi.

 ✅2. Atsar Ibnu Umar ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ bahwa ada orang- orang yang bertanya kepada beliau :

ﺇﻧﺎ ﻧﺪﺧﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻼﻃﻴﻨﻨﺎ ﻓﻨﻘﻮﻝ ﻟﻬﻢ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﻧﺘﻜﻠﻢ ﺇﺫﺍ ﺧﺮﺟﻨﺎﻣﻦ ﻋﻨﺪﻫﻢ، ﻗﺎﻝ : ﻛﻨﺎ ﻧﻌﺪّ ﻫﺬﺍ ﻧﻔﺎﻗًﺎ ﻋﻠﻰ ﻋﻬﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ

Sesungguhnya kami masuk menemui para penguasa lalu ketika keluar kami mengatakan hal yang berbeda dari yang kami katakan kepada mereka (ketika bertemu mereka), Ibnu Umar berkata : Dahulu di zaman Nabi ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ kami menganggapnya sebagai kemunafikan” (HR Al-Bukhary).

Kiranya seburuk-buruk THR adalah THR dari negeri pembantai kaum muslimin sesaat setelah membantai kaum muslimin di bulan Ramadhan…

ﻓﺎﺭﻳﺎﻥ ﻏﻨﻲ ﻫﻴﺮﻣﺎ

**

➡Mengejek Nabi Pembatal Iman
ﺃَﻭْ ﻳَﻌِﻴﺐُ ﻧَﺒِﻴَّﻨَﺎ – ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ .- ﻭَﻣِﺜْﻠُﻪُ ﻏَﻴْﺮُﻩُ ﻣِﻦْﺍﻟْﺄَﻧْﺒِﻴَﺎﺀِ ﺑَﻞْ ﻭَﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔ.ِﺃَﻭْ ﻳَﻠْﻌَﻨُﻪُ ﺃَﻭْ ﻳَﺴُﺒُّﻪُ ﺃَﻭْ ﻳَﺴْﺘَﺨِﻒُّ ﺃَﻭْ ﻳَﺴْﺘَﻬْﺰِﺉُ ﺑِﻪِ ﺃَﻭْ ﺑِﺸَﻲْﺀٍ ﻣِﻦْ ﺃَﻓْﻌَﺎﻟِﻪِﻛَﻠَﺤْﺲِ ﺍﻟْﺄَﺻَﺎﺑِﻊِ

Ibnu Hajar al-Haitamy asy-Syafii mengatakan bahwa diantara pembatal iman adalah “mencela nabi kita Muhammad. Demikian pula para nabi yang lain serta para malaikat. Demikian pula melakna nabi kita Muhammad, mencaci, meremehkan dan mengejek Nabi atau salah satu perbuatan Nabi semisal menjilati jari (setelah selesai makan)” [az-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kabair 1/105, cetakan al-Maktabah at-Taufiqiyyah
➡Pembatal Islam

 

ﺃَﻭْ ﻧَﺴَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺇﻟَﻰ ﺟَﻮْﺭٍ ﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﺤْﺮِﻳﻢِ، ﺃَﻭْ ﻟَﺒِﺲَ ﺯِﻱَّ ﻛَﺎﻓِﺮٍ ﻣَﻴْﻠًﺎﻟِﺪِﻳﻨِﻪِ.ﺃَﻭْ ﻗَﺎﻝَ : ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩُ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ

Ibnu Hajar al-Haitami asy-Syafii mengataka bahwa diantara hal yang membatalkan keislaman adalah “mengatakan bahwa Allah itu zalim dalam pengharaman sejumlah hal yang Allah tetapkan. Demikian pula memakai pakaian khas non muslim karena suka dengan agamanya. Demikian pula ucapan orang Yahudi itu lebih baik dari pada orang Islam” [az-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kabair 1/10, cetakan al-Maktabah at-Taufiqiyya

Aris Munandar

***
GUS YAHYA AKHINYA BERBICARA DI ISRAEL

Oleh: Ikhsan Kurnia

(Penulis dan Pengamat Ipoleksosbud)

Sebelumnya saya sudah menulis artikel berjudul “Gus Yahya Dan Manuver Israel” (https://www.kanigoro.com/artikel/gus-yahya-dan-manuver-israel/), yang menjelaskan tentang siapa (apa) AJC (American Jewish Committee) sebagai pihak pengundang Gus Yahya dalam AJC Global Forum 2018 di Israel.
Tadinya saya sudah senang mendengar bahwa Gus Yahya akan membatalkan kuliah umumnya (https://kumparan.com/@kumparannews/gus-yahya-batalkan-kuliah-umumnya-di-israel). Berikut ini adalah surat Gus Yahya kepada Menteri Luar Negeri sebagaimana dikutip dari Kumparan (9/6/2018):
Bu Menteri Yth.,

Mohon ijin untuk memberi penjelasan tentang ini:

1. Sebagaimana panjenengan tahu, saya menerima undangan ini sudah lama, dan ini menyangkut kredibilitas semua upaya yang telah saya lakukan bertahun-tahun;

2. Saya punya pesan untuk saya sampaikan seluas-luasnya secara global, dan ini platform yang akan memberi saya kesempatan untuk itu;

3. Saya punya pemikiran tentang Yahudi yang ingin saya sampaikan sejujur-jujurnya tanpa eufimisme ataupun polesan diplomasi, dan ini satu-satunya kesempatan untuk melakukannya tanpa di-frame atau distigma sebagai “anti-semitis”;

4. Rencana pidato saya di AJC forum sudah dibatalkan, tapi saya tetap dijadwalkan bertemu sejumlah tokoh dengan liputan media, antara lain: Dr. Ali Al Awar, pimpinan Badan Waqaf Masjid Al Aqsha; Mohammed Dajani Daoudi, ulama; para patriarch Katolik, Kristen Ortodoks Yunani dan Lutheran; H. E. Hazem Khairat, Duta Besar Mesir; kalangan intelektual di Universitas Hebrew; dan lain-lain;

5. Saya akan disiplin menjaga posisi “deniable”; kalau tindakan saya merugikan kepentingan Negara atau sekedar tidak ada manfaatnya, dapat dilakukan tindakan apa pun yang diperlukan untuk mengingkari atau menegaskan terlepasnya tindakan saya ini dari Negara; kalau ada benefit, mari di-follow up agar menjadi keuntungan nyata.

Demikian, Bu Menteri. Mohon maaf bahwa saya telah membuat kesulitan.
Namun, saya sungguh kaget, setelah mengecek di website AJC, rupanya Gus Yahya tetap memberikan kuliah umum sesuai yang direncanakan. Silahkan buka https://www.ajc.org/news/conversation-with-yahya-cholil-staquf. Di sana dijelaskan sebagai berikut:

“At AJC Global Forum 2018 in Israel, Yahya Cholil Staquf, who, as General Secretary of the Nahdlatul Ulama Supreme Council and Director of Religious Affairs of Bayt ar-Rahmah, heads the world’s largest Muslim organization, discusses the importance of interreligious dialogue and the quest for improving Muslim-Jewish ties in a conversation with Rabbi David Rosen, AJC International Director of Interreligious Affairs.”

(Lanjut ke hal…2)