Metode Belajar Para Ulama Salaf&Referensi Kitab Dasar dalam Belajar Fiqih Syafi’i



Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••

1. Manfaat dan Keutamaan Mengikuti Manhaj Metode Pemahaman Salaf

2.Garis Besar Pendidikan Pada Masa Salaf

3.Tahapan Dalam Menuntut Ilmu

4. KAIDAH-KAIDAH MENUNTUT ILMU 

5. Buku Referensi Belajar Islam.dari Dasar

•••

Ma’alim fi Thariq Thalab al Ilmi(Adab penuntut ilmu & Kiat sukses belajar agama) Karya Syaikh Abdul Aziz as SadhanPemateri: Ustadz Aris Munandar, M.

Kajian Kitab Kasyf asy-Syubuhat (MenyingkapSyubhat Kaum Musyrikin) by al-Ustadz Jafar Salih

Kajian Syarah Aqidah Wasithiyah Ustadz Abu Fairuz, Lc

Kumpulan Kajiab Kitab Qowa’idul Arba’ Ustadz Abu Syihab Amin

Kajian Empat Kaidah Mengenal Tauhid dan Syirik (Kitab Al-Qowa’idul Arba’)-Ust Sofyan Chalid Ruray

Syarah Bulugh Al Maram-UstHasan Al-Jaizy

Kajian Arbain Nawawy-UstHasan Al-Jaizy

Kajian Tsalasah Utsul-Ust Hasan Al Jaizy

Kajian kitab Syarh al-Ushul ats-Tsalatsah karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin -rahimahullah-Ust Hasan al-Jaizy

Rekaman kajian rutin bersama Ustadz Mizan, Lc. yang mensyarah Kitab Arba’in An Nawawi.

Kajian Kitab Tauhid-Mizan Qudsiyah

Kajian Kitab Umdatul Ahkam-Ust Firanda Andirja

•••

Ebook Bulughul Maram karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani

[Ibnu Daqiqil ‘Ied] Syarah Hadits Arba’in an-Nawawi

Kitab at Ta’liqat ‘ala ‘Umdatil Ahkam-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as 795 halaman

Kitab Kun Salafiyyan ‘Alal Jaddah (Jadilah Salafy Sejati)

Kitab Tauhid, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (matan & terjemahan

Kitab Tsalatsatul Ushul, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (matan & terjemahan)

Matan Al-Qawaa’idul Arba’, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab

Syarah Al-Qawaa-‘id Al-Arba’, karya Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan

Mengenal Manhaj Salafi, karya Syaikh Salim bin ‘Id Al-Hilali

Aqidah Wasithiyyah (Matan & Terjemah)

Perselisihan Ulama, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin

Syarah Ushuulus Sunnah Imam Ahmad bin Hanbal, karya Ahmad Hendrix

Ebook Kasyfu SyubuhatPenulis : al Imam al Mujaddid Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullah 60Halaman 3Mb PDF

Ebook Fikih Dakwah Syaikh Rabi’ bin Hadi.

Ebook Al-Albani dan Manhaj Salaf

Ebook Fatwa Ulama Seputar Penguasa di EraKontemporer Bantahan Kepada Khawarij
••••

Metode Belajar Para Ulama Salaf

Tidak sedikit orang merasa sudah lama belajarnamun ilmu yang ia peroleh belum mengurangidahaganya. Masih banyak masalah-masalah pokok yang belum ia mengerti. Terkadang ada yang tertipu dengan sebuah ungkapan Imam Asy-Syafii bahwa menuntut ilmu diperlukan waktu yang cukup lama.

Padahal problem yang ia hadapi bukan terletak pada permasalahan waktu. Betapa kita menyadari bahwa sekedar mengerti Bahasa Arab saja belumlah memadai untuk menguasai ilmu syar’i. Ia baru merupakan salah satu pokok mengerti syariat Allah Ta’ala. Sudah demikian, malakah (baca: kecakapan) berbahasa Arab pun tak seberapa mencukupi. Terbukti dengan adanya sejumlah materi Bahasa Arab yang masih jauh dari gambaran, atau malah namanya saja tidak tahu. Dari dua belas disiplin itu, paling tidak sharaf dan nahwu harus betul-betul dikuasai oleh seorang pembelajar sehingga dalam membaca dan menulis tidak lagi keliru.

Ketahuilah bahwa ketika Anda sudah merasa mampu membaca kitab-kitab fatwa untuk memecahkan problem kemasyarakat, bukan maknanya Anda sudah menjadi ustadz. Sebab orang yang rujukannya fatwa-fatwa praktis atau pendapat rajah dalam setiap permasalahan yangndihadapi atau ditanyakan padanya, menunjukkan ia tidak memiliki malakah fiqih. Seharusnya ia bisa mencari sendiri dalam kitab-kitab fuqaha, mengumpulkan komentar para ulama, serta dalil-dalil mereka lalu kemudian menganalisis masing- masing pendapat itu.

Sayangnya kawan-kawan penuntut ilmu terlalupuas dengan sebuah produk instan daripada menghasilkan produk sendiri. Sudah begitu ia sudah berani mengelilingi mimbar-mimbar masjid serta mengobral fatwa secara serampangan. Padahal ia tak lebih dari predikat orang awam. Kalau sekedar membaca fatwa berbahasa Arab, apa bedanya ia dengan orang awam yang membaca buku-buku fatwa versi terjemah?! Toh hasilnya sama. Sehingga orang model di atas masih dikategorikan sebagai muqallid meski orang yang dia taqlid kepadanya membawakan dalil-dalil dari Al-Quran dan As-Sunnah Ash-Shahihah. Kenapa demikan?

Sebab boleh jadi ia tidak mengerti cara pendalilan ulama yang diikutinya. Sedangkan segi pendalilan ini tidak kalah penting dari membaca dalil itu sendiri

Dan pintar membaca dalil bukan berarti benar.

Masih diperlukan ilmu pengambilan hukum dari dalil itu. Kalau sekedar membaca dalil sudahdikategorikan orang hebat, tentu tidak ada orang di muka bumi ini yang sesat. Sebab baik Muktazilah, Khawarij, Murji’ah, dan bahkan Liberal pun masing- masing pandai membaca dalil. Oleh sebab itu jangan berbangga dahulu apabila baru sekadar bisa membaca kitab walaupun inipun sangat perlu disyukuri.

Jika demikian, bagaimanakah metode belajar para ulama salaf?

Secara ringkas, metode belajar yang benar dapat ditempuh dengan cara tadarruj. Ini adalah metode belajar yang disepakati oleh semua orang. Dalam pembahasan ini akan penulis contohkan belajar fiqih.

Metode Belajar Fiqih Para Ulama

✅[1] Dimulai dengan kitab ringkas (matan) tanpa dalil

Para ulama menyebutan, sebagaimana yang disinggung oleh Syaikh Muhammad Al-MukhtarAsy-Syinqithi dan Syaikh Abdussalam Asy-Syuwai’ir, bahwa pembelajar harus memulai darikitab ringkas (matan) tanpa dalil. Kewajibannyahanyalah membacanya berulang kali dan jikamemungkinkan menghafalnya.

✅[2] Memahami dalil dari tiap bagian dalam kitab matan

Langkah berikutnya setelah berulang kali membaca dan mengerti maksud matan tersebut, membaca dalil-dalil dari setiap masalah yang terkadung dalam matan tersebut. Sangat tidak disarankan dalam jenjang ini masuk dalam area khilaf ulama

Problem sebagian orang pelajar pemula,membandingkan fatwa ustadz-ustadz yang ia jumpai. Sesekali bertanya ulama A, esoknya bertanya kepada ustadz/ulama B dalam masalah yang sama. Inilah yang kemudian yangmenyebabkan keberkahan hilang.

✅[3] Bersabar dalam satu pendalilan terlebih dahulu

Kemudian seyogyanya seorang thalib membuang rasa terlalu percaya diri. Sehingga manakala ia masih pada jenjang matan, sekali-kali tidak pergi ke kitab-kitab perbandingan madzhab macam Al- Majmu’, Al-Mughni, atau mungkin Shahih Fiqh As- Sunnah.

✅[4] Memilih kitab matan yang umum diajarkan didaerah asal 

Berkaitan dengan kitab matan apa yang dipilih, Asy- Syuwa’ir menyarankan kitab matan yang terkenal di negeri tempat tinggal pelajar agar ulama setempat dapat menjelaskan kepadanya. Dalam kontek Indonesia, Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib karya Al- Qadhi Abu Syuja’ bisa dijadikan pilihan.

✅[5] Belajar mulai dari madzhab yang umum digunakan

Jika ada yang bertanya, apakah boleh konsistendengan satu madzhab tertentu? Syaikh Asy-Syinqithi menyatakan bahwa memegang satumadzhab adalah jalan salaf shalih. Oleh karena itu seyogyanya kita berjalan sebagaimana mereka berjalan. Kita mengambil dari mana mereka mengambil. Tidak ada seorang ulama hebat pun melainkan membaca satu madzhab tertentu.

Sementara orang-orang yang mempermasalahkan madzhabiyyah, kalau ditanya tentang madzhab-madzhab ulama pasti ia paling bodoh akan madzhab-madzhab itu. Pepatah mengatakan, orang yang tidak mengerti sesuatu, maka ia akan memusui sesuatu tersebut. Tidak menutup kemungkinan orang-orang yang melarang bermadzhab hanya ingin menutupi kejahilan dan kebodohannya dengan melarang orang-orang disekelilingnya dari belajar melalui satu madzhab.

Jangan disangka matan-matan ringkas ini tak bersandar Al-Quran dan As-Sunnah. Padahal siapa pun tahu matan-matan itu sudah berusia tua, sudah berabad-abad lamanya. Apa akan ada orang belakangan ini yang mengatakan kitab-kitab itu bagian dari kemungkaran sedangkan sudah sekian lama ulama-ulama sebelumnya diam dari kemungkaran tersebut?! Tidak pula mengingatkan umat?! Artinya kita lebih memiliki kesadaran daripada ulama-ulama sebelum kita?! Jika demikian, kita adalah bagian orang yang tidak mengerti kadar keulamaan salaf.

Kalau ada yang bertanya lagi, kenapa harus menempuh satu madzhab dalam manhaj belajarfiqih? Sebab masing-masing madzhab memilikisatu suara pendapat yang dikenal dengan pendapat muktamad. Ketika kita belajar dari kitab matan, kemudian ke kitab yang agak berbobot dalam lingkaran madzhab yang sama, maka apa yang kita peroleh pendapat sebelumnya akan dikuatkan dalam kitab berikutnya. Sementara orang yang belajar tidak melalui madzhab tertentu, maka apa yang ia pelajari dari kitab sebelumnya akan diruntuhkan oleh kitab yang ia pelajari sekarang. Karena masing-masing penulis kitab itu memiliki pendapat yang tidak sewarna. Akhirnya ia akan bingung karena dia seorang pemula.

Demikian, insyaAllah artikel selanjutnya akan disampaikan referensi kitab dalam belajar Aqida dan Fiqih. Aqidah sebagai ilmu dasar keyakinan seorang muslim dan Fiqih sebagai ilmu dasar dalam seorang muslim beramal sehari-hari. Wallahu a’lam.

••••(lanjut ke halaman 2)