Sesatnya Firqah Asy’ariyah(ASWAJA) Menurut Pandangan Ulama Besar Dari Berbagai Madzhab & Menjawab Syubhat “Asy’ariyyah Itu Tidak Sesat, Buktinya Ibnu Hajar dan An-Nawawi Asy’ariyyah”(1)

•••

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••

1.Memahami Asal Usul Firqoh Asy’ariyah

2.Hubungan Antara Firqoh Sesat ASY’ARIYAH Dengan MATURIDIYAH

3. Kekuatan Manhaj Salafus Shaleh Ahlu Sunnah Wal Jama’ah Menghadang Kebatilan Manhaj Sesat Asy’ariyah-Maturidiyah

••

Firqah-Firqah Sesat (Abdul Hakim bin Amir Abdat)

HIJRAHNYA PENDIRI PAHAM.ASY’ARY – Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc

Mengenal Lebih Dekat Aqidah AsyAriyah-Ust. Firanda Andirja 27Mb

Ust Zainal Abidin Syamsudin · Mengenal Abul Hasan Al-Asy’ari dan Asy’ariyah 14Mb

Biografi Singkat Imam Ibnu Hajar Al Asqalani-Ust. Abdullah Zaen

Kenalilah Aqidah yang Sesat (Ust. Mahfudz Umri)

Biografi Imam.Abul Hasan Al-Asy’ari”.Ust. Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.

Kumpulan Kajian Kitab Al Inabah-Ust Muhammad Nur Ihsan, M.A.

••

Ebook Aliran dan Paham Sesat Di Indonesia-Hartono Ahmad Jaiz

Ebook Madzhab Asy’ariyah AHLUS SUNNAH-kah? Penulis: Ustadz Armen Halim Naro

Ebook Pokol Aqidah Salafiyah Ringkas

Ebook 15 Faktor Penunjang Kokohnya Aqidah-Syaikh Abdurrazaq Al Badr

ll•••

SESATNYA FIRQAH ASY’ARIYYAH MENURUT PANDANGAN ULAMA BESAR DARI BERBAGAI MADZHAB

[Menjawab Syubhat “Asy’ariyyah Itu Tidak Sesat, Buktinya Ibnu Hajar dan An-Nawawi Asy’ariyyah”, bagian 1]

بسم الله الرحمن الرحيم.

Sesungguhnya Nabi kita yang mulia shallallahu alaihi wa sallam telah mengabarkan dan mempersaksikan bahwa sebaik-baik generasi adalah tiga generasi pertama dari umat ini.

Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُم

Sebaik-baik manusia adalah orang-orang yang hidup pada zamanku (generasi Sahabat), kemudian orang-orang setelah mereka (generasi Tabiin), kemudian orang-orang setelah mereka (Tabiut-Tabi’in).(HR.Al-Bukhari dan Muslim)

Sekalipun di zaman tersebut telah muncul firqah-firqah sesat seperti Khawarij, Qadariyyah, Murjiah dan lainnya, namun tersebarnya paham-paham sesat tersebut tidak seperti zaman setelah mereka yang semakin banyak dan bermacam-macam, yang semuanya di bangun di atas ilmu kalam. Diantara firqah sesat yang muncul setelah generasi terbaik adalah sekte Asy’Ariyyah yang diusung oleh Al-Imam Abul-Hasan Al-Asy’ari rahimahullah (sebelum beliau rujuk ke aqidah Salaf) yang wafat tahun 324 H.

Berkata Al-Imam As-Sijzi rahimahullah (wafat:444 H):

Ketahuilah -semoga Allah memberikan petunjuk kepada kami dan kepada kalian- bahwasanya tidak ada perselisihan diantara manusia dengan perbedaan pemahaman mereka sejak awal zaman (islam) sampai waktu munculnya Ibnu Kullab, Al-Qalanisi, Ash-Shalihi, Al-Asy’ari, dan kawan-kawan mereka yang menampakan bantahan terhadap Mu’tazilah, padahal mereka bersama mereka (mu’tazilah), bahkan mereka lebih jelek keadaan batinnya dari mu’tazilah.”(Risalah As-Sijzi Ila Ahli Zubaid:115-117)

Sekalipun demikian, tetap ada sebagian kalangan yang tidak mengakui sesatnya firqah Asy’ariyyah ini. Kata mereka: hukum sesat terhadap firqah Asy’ariyyah hanyalah dari kaum “Wahhabiyyah”. Asy’ariyyah itu adalah Ahlussunnah, kenyataannya banyak dari para ulama itu beraqidah Asy’ariyyah, diantaranya adalah dua imam besar Al-Hafidz An-Nawawi dan Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahumallah, dan tidak ada yang menyesatkannya kecuali Wahhabiyyah.

Untuk menjawab syubhat tersebut, penulis membawakan dua muqaddimah yang harus diketahui oleh setiap muslim yaitu:

1-Hukum Sesat Terhadap Firqah Asy’Ariyyah bukanlah Produk Ahlussunnah Salafiyyin yang mereka gelari dengan Wahhabiyyah. (ini tema pembahasan dalam artikel ini)

2-Sebab Kenapa Sebagian Ulama Terjatuh Kepada Aqidah Asy’ariyyah. (In syaa Allah akan dibahas pada artikel selanjutnya)

Merupakan suatu tuduhan tak berdasar mengatakan bahwa hukum sesat terhadap Asy’ariyyah adalah berasal dari Ahlussunnah Salafiyyin “Wahhabiyyah“, tuduhan ini dibangun di atas fanatik madzhab dan kebencian terhadap dakwah Salaf yang mulia ini.

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa yang menghukumi Asy’ariyyah itu sesat adalah para ulama dari berbagai madzhab yang empat (Hanafiyah, Malikiyyah, Syafiiyyah, Hanbali) dan Zhahiriyyah. Oleh karena itu, penulis akan bawakan ucapan mereka dengan izin Allah. Dan penulis tidak akan membawakan ucapan para ulama semisal Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah, Ibnul-Qayyim, Muhammad ibn Abdil-Wahhab, dan para ulama di zaman ini yang mereka sebut dengan ulama Wahhabi. Tapi penulis akan bawakan ucapan para ulama dari berbagai madzhab yang hidup sezaman dengan ulama Asy’ariyyah; baik yang sezaman dengan penggagasnya Abul-Hasan Asy’ariy atau setelahnya.

✅Berikut ini adalah ucapan-ucapan mereka tentang sekte Asy-ariyyah, penulis bawakan sesuai urutan tahun wafatnya:

✅1-Al-Imam Abul-Abbas Ahmad ibn Umar ibn Suraij Al-Bagdadi Asy-Syafi’i (wafat:306 H)

Beliau berkata:

( ﻻ ﻧﻘﻮﻝ ﺑﺘﺄﻭﻳﻞ اﻟﻤﻌﺘﺰﻟﺔ، ﻭاﻷﺷﻌﺮﻳﺔ، ﻭاﻟﺠﻬﻤﻴﺔ، ﻭاﻟﻤﻠﺤﺪﺓ، ﻭاﻟﻤﺠﺴﻤﺔ، ﻭاﻟﻤﺸﺒﻬﺔ، ﻭاﻟﻜﺮاﻣﻴﺔ، ﻭاﻟﻤﻜﻴﻔﺔ، ﺑﻞ ﻧﻘﺒﻠﻬﺎ ﺑﻼ ﺗﺄﻭﻳﻞ، ﻭﻧﺆﻣﻦ ﺑﻬﺎ ﺑﻼ ﺗﻤﺜﻴﻞ، ﻭﻧﻘﻮﻝ اﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﻬﺎ ﻭاﺟﺐ، ﻭاﻟﻘﻮﻝ ﺑﻬﺎ ﺳﻨﺔ، ﻭاﺑﺘﻐﺎء ﺗﺄﻭﻳﻠﻬﺎ ﺑﺪﻋﺔ)

Kami tidak berpendapat (dalam ayat-ayat dan hadits-hadits tentang sifat Allah) dengan ta’wilnya Mu’tazilah, Asy’ariyyah, Jahmiyyah, Mulhidah, Mujassimah, Musyabbihah, Karramiyyah, dan Mukayyifah. Bahkan kami menerimanya tanpa menta’wil, beriman kepadanya tanpa tamtsil, dan kami berpendapat: beriman kepadanya adalah wajib dan berpendapat dengannya adalah sunnah, dan mencari ta’wilnya adalah bid’ah.(Ijtimã’ Al-Juyûsy Al-Islãmiyyah:119)

Beliau bergelar Imam Asy-Syafi’i Kedua.

✅2.Al-Imam Abu Abdillah Muhammad ibn Shalih Al-Qahthani Al-Andulisi Al-Maliki rahimahullah (wafat: 378 H)

Beliau berkata dalam Nuniahnya:

والآن أهجو الأشعري وحزبه … .وأذيع ما كتموا من البهتان

Dan sekarang saya mengecam Asy’ari dan kelompoknya,

Saya akan membeberkan apa yang mereka tutupi berupa kedustaan.(Nuniah Al-Qahthani)

✅3-Al-Imam Muhammad Ibn Ahmad ibn ishaq Mindad Al-Mishri Al-Maliki rahimahullah (wafat: 390 H)

Beliau berkata:

ﺃﻫﻞ اﻷﻫﻮاء ﻋﻨﺪ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻫﻢ ﺃﻫﻞ اﻟﻜﻼﻡ، ﻓﻜﻞ ﻣﺘﻜﻠﻢ ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻷﻫﻮاء ﻭاﻟﺒﺪﻉ ﺃﺷﻌﺮﻳﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﺃﺷﻌﺮﻱ، ﻭﻻ ﺗﻘﺒﻞ ﻟﻪ ﺷﻬﺎﺩﺓ ﻓﻲ اﻹﺳﻼﻡ، ﻭﻳﻬﺠﺮ ﻭﻳﺆﺩﺏ ﻋﻠﻰ ﺑﺪﻋﺘﻪ، ﻓﺈﻥ ﺗﻤﺎﺩﻯ ﻋﻠﻴﻬﺎ اﺳﺘﺘﻴﺐ ﻣﻨﻬﺎ

Ahlul-Ahwa menurut Imam Malik dam semua sahabat kami (ulama Malikiyyah) adalah Ahli Kalam. Setiap mutakallim maka dia adalah seorang ahli hawa dan bid’ah, baik itu dia seorang asy’ari atau bukan asy’ari. Tidak diterima persaksiannya dalam Islam, diboikot dan diberi pelajaran karena bid’ahnya, jika dia tetap pada pendiriannya maka diminta untuk bertobat.(Jami Bayãnil-Ilmi wa Fadhlih:2/943)

✅4.Imam Besar Madzhab Syafi’iyyah Abu Hamid Ahmad ibn Abi Thahir Al-Isfirãini rahimahullah (wafat:406 H)

Berkata Abul-Hasan Al-Karkhi Asy-Syafii:

ﻭﻛﺎﻥ اﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻮ ﺣﺎﻣﺪ اﻹﺳﻔﺮاﺋﻴﻨﻲ ﺷﺪﻳﺪ اﻹﻧﻜﺎﺭ ﻋﻠﻰ اﻟﺒﺎﻗﻼﻧﻲ ﻭﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﻜﻼﻡ

Asy-Syaikh Abu Hamid Al-Isfirãini adalah seorang yang sangat keras pengingkarannya terhadap Al-Baqillani dan orang-orang ahli kalam…

Dan (Dar’u Ta’ãrudh Al-‘Aql wan-Naql:2/96, Al-Fatawa Al-Kubra:6/600

✅5.Al-Imam Abu Umar Muhammad ibn Al-Husain Al-Bisthãmi Asy-Syafi’i Al-Wa’izh rahimahullah (wafat: 408 H)

Beliau berkata:

ﻛﺎﻥ ﺃﺑﻮ اﻟﺤﺴﻦ اﻷﺷﻌﺮﻱ ﺃﻭﻻ ﻳﻨﺘﺤﻞ اﻻﻋﺘﺰاﻝ، ﺛﻢ ﺭﺟﻊ ﻓﺘﻜﻠﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻣﺬﻫﺒﻪ اﻟﺘﻌﻄﻴﻞ، ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﺭﺟﻊ ﻣﻦ اﻟﺘﺼﺮﻳﺢ ﺇﻟﻰ اﻟﺘﻤﻮﻳﻪ

Awalnya Abul-Hasan Al-Asy’ari menyatakan pemikiran mu’tazilah, kemudian dia rujuk lalu membantah mereka. Sesungguhnya madzhabnya adalah ta’thil (menafikan Sifat), akan tetapi dia hanyalah berpindah dari sikap terang-terangan ke sikap menyamarkan (Dzammul-Kalãm wa Ahlih:4/408)

✅6.Al-Hafidz Abu Hatim Ahmad ibn Al-Hasan ibn Muhammad Ar-Razi yang dikenal dengan Khamusy (wafat: antara 430-440 H)

Berkata Syaikhul-Islam Al-Harawi rahimahullah:

(ﺳﻤﻌﺖ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ اﻟﺤﺴﻦ اﻟﺨﺎﻣﻮﺷﻲ اﻟﻔﻘﻴﻪ اﻟﺮاﺯﻱ ﻓﻲ ﺩاﺭﻩ ﺑﺎﻟﺮﻱ ﻓﻲ ﻣﺤﻔﻞ ﻳﻠﻌﻦ اﻷﺷﻌﺮﻳﺔ، ﻭﻳﻄﺮﻱ اﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ)

Saya mendengar Ahmad ibn Al-Hasan Al-Khamusyi Al-Faqih Ar-Razi di rumahnya di kota Ray dalam suatu majlis dia melaknat Asy’ariyyah dan memuji Hanabilah.(Dzammul-Kalam:4/420

✅7.Al-Imam Al-Hafidz Abu Nashr Ubaidillah ibn Sa’id As-Sijzi Al-Hanafi rahimahullah (wafat: 444 H)

Setelah menyebutkan tokoh-tokoh Mu’tazilah, beliau berkata:

ﺛﻢ ﺑﻠﻲ ﺃﻫﻞ اﻟﺴﻨﺔ ﺑﻌﺪ ﻫﺆﻻء -ﺃﻱ اﻟﻤﻌﺘﺰﻟﺔ – ﺑﻘﻮﻡ ﻳﺪﻋﻮﻥ ﺃﻧﻬﻢ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻻﺗﺒﺎﻉ. ﻭﺿﺮﺭﻫﻢ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺿﺮﺭ اﻟﻤﻌﺘﺰﻟﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ، ﻭﻫﻢ ﺃﺑﻮ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻛﻼﺏ، ﻭﺃﺑﻮ اﻟﻌﺒﺎﺱ اﻟﻘﻼﻧﺴﻲ، ﻭﺃﺑﻮ اﻟﺤﺴﻦ اﻷﺷﻌﺮﻱ…

ﻭﻛﻠﻬﻢ ﺃﺋﻤﺔ ﺿﻼﻝ ﻳﺪﻋﻮﻥ اﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻰ ﻣﺨﺎﻟﻔﺔ اﻟﺴﻨﺔ ﻭﺗﺮﻙ اﻟﺤﺪﻳﺚ

Kemudian setelah mereka (Mu’tazilah), Ahlussunnah diuji dengan suatu kaum yang mengaku bahwa mereka adalah ahlu Ittiba’, (padahal) bahaya mereka lebih berbahaya dari Mu’tazilah dan selainnya. Mereka itu adalah: Abu Muhammad ibn Kilab, Abul-Abbas Al-Qalanisi, ABUL-HASAN AL-ASY’ARI… (Lalu beliau meyebutkan tokoh-tokoh setelahnya).

(Lanjut ke halaman 2)