Bismillah Majreha Wamursaha” Adalah Hadist Palsu dan Doa Berkendara Yang Shahih

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1.Doa Agar Dijamin Aman ketika Keluar Rumah

2. Berbagai Doa Ketika Safar

3.Tidak Sholat Bertahun2 Apakah Harus Mengganti

4.Pulang Kampung Berdakwah dan Berbakti

5. Bolehkah Lelaki Mmakai Gelang

6.Nikmatnya Berkendaraan

••

Keutamaan Dzikir-Ust Hasan Al Jaizy

Doa Naik Kendaraan-Ust M.Abduh Tuasikal

Doa Naik Kendaraan-Syaikh Prof.DR Abdurrazaq Al Badr

Doa Naik Kendaraan/Bepergian-Sa’ad Al Ghomidi

••

Ebook Kumpulan Doa dan Dzikir Nabawi Karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 297 Halaman

Ebook Kumpulan Doa dan Dzikir Dalam Al-Quran dan Sunnah karya Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr 287 Halaman

Ebook Hisnul Muslim Doa dan Dzikir Shahih dari Al-Quran dan Sunnah Karya Syaikh Sa’id bin Ali al-Qohtoni

Ebook Fiqih Bersuci dan Sholat Sesuai Tuntunan Nabi karya Abu Utsman Kharisman 516 Halaman

•••

Apakah “Bismillah Majreha Wamursaha” Adalah Doa Berkendara?

Kalimat tersebut merupakan bagian dari ayat:

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Huud: 41).

✅Pertanyaannya, apakah “Bismillah majreha wamursaha” ini merupakan dzikir atau doa berkendaraan?

Terdapat hadits dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

أَمانٌ لأمَّتِي منَ الغرَقِ إذا رَكِبُوا البَحرَ أن يقولُوا : ( بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا ) الآية ( وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ )

Umatku akan aman dari tenggelam jika mereka ketika berlayar di laut mengucapkan: ‘Bismillahi majreha wamursaha’ dan ‘Wa maa qadarullaha haqqa qadrih‘” (HR. Ath Thabrani dalam Mu’jam Al Kabir[12/124], Ad Dailami dalam Musnad Al Firdaus [1667]).

Namun riwayat ini maudhu‘ (palsu) karena terdapat perawi Nahsyal bin Sa’id. Ishaq bin Rahuwaih mengatakan, “ia kadzab (pendusta)”.

Terdapat jalan lain, dari Al Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

أَمَانُ أُمَّتِي مِنَ الْغَرَقِ إِذَا رَكِبُوا أَنْ يَقُولُوا : بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ

Umatku akan aman dari tenggelam jika mereka ketika berlayar, mereka membaca: ‘Bismillahi majreha wamursaha’ dan ‘Wa maa qadarullaha haqqa qadrih’” (HR. Abu Ya’la dalam Al Musnad[12/152]).

Namun riwayat ini juga sangat lemah bahkan maudhu’, karena terdapat perawi Jubarah bin Mighlas, ia disepakati lemahnya. Bahkan Yahya bin Ma’in, Imam Ahmad, Ibnu Numair mengatakan ia perawi yang kadzab (pendusta). Juga terdapat Yahya bin Al ‘Ala, Ibnu Hajar dan Imam Ahmad mengatakan ia perawi yang kadzab (pendusta).

✅Maka kesimpulannya, hadits ini maudhu‘ (palsu) sebagaimana dijelaskan Al Albani dalam Silsilah Adh Dha’ifah (2932).

Ketika Mulai Berlayar/Berlabuh Ucapkan Bismillah

Sehingga kami belum tahu dalil shahih yang menganjurkan potongan kalimat ini sebagai doa atau dzikir berkendaraan. Adapun ayat di atas tidak menunjukkan hal itu. Kita lihat penjelasan para ulama. Ibnu Katsir menjelaskan:

أَيْ: بِسْمِ اللَّهِ يَكُونُ جَرْيُها عَلَى وَجْهِ الْمَاءِ، وَبِسْمِ اللَّهِ يَكُونُ مُنْتَهَى سَيْرِهَا، وَهُوَ رُسُوها

“Maksudnya, ucapkanlah ‘bismillah‘ ketika mulai berlayar dan ucapkanlah ‘bismillah‘ ketika mengakhiri berlayar, yaitu ketika berlabuh” (Tafsir Ibnu Katsir, 4/322).

Jadi Nabi Nuh menasehatkan kaumnya untuk membaca “bismillah” ketika mulai berlayar dan ketika berlabuh. Ath Thabari menjelaskan:

بمعنى: بسم الله عند إجرائها وإرسائها، أو وقت إجرائها وإرسائها = فيكون قوله: (بسم الله) ، كلامًا مكتفيًا بنفسه، كقول القائل عند ابتدائه في عمل يعمله: “بسم الله”

Maknanya, ucapkanlah ‘bismillah‘ ketika berlayar dan ketika berlabuh. Atau sewaktu berlayar atau sewaktu berlabuh. Maka ucapan ‘bismillah‘ saja sudah mencukupi. Sebagaimana perkataan seseorang ketika memulai suatu amalan ia mengucapkan: bismillah” (Tafsir Ath Thabari, 15/328).

Jadi ayat ini hanya menganjurkan membaca “bismillah” ketika berlayar dan berlabuh atau berkendaraan secara umum.

➡Adapun doa ketika berkendaraan yang shahih adalah:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ . وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

/Subhaanalladzi sakhkhoro lanaa hadza wa maa kunna lahu muqrinin. Wa innaa ila robbinaa lamunqolibuun/

“Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami”.

(Lanjut ke halaman 2)

Iklan