Mensyukuri Nikmat Hidayah Sebab Hidayah Itu di Tangan Allah dan Mahal Kawan 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••••

1.Tanda Suul Khotimah dan Khusnul Khotimah

2.Bisakah Jadi Lebih Baik

3.Guru itu Bernama Ramadhan

4.Menyambung Kembali Yang TelahPutus….Memilin Kembali Yang Telah Terurai

5.Luasnya Rahmat Allah Bahkan Kepada PelakuMaksiat

6.Bacaan Shalat Malam

7. Umur Kedua Anda Bisa Jadi Ada di Sini

8.Bagaimana Seseorang Meniti Hidayah Sunnah

9.Sebab Datang dan HilangnyaHidayah Allah

10. Engkau Tidak Dapat Memberi Hidayah Pada Orang yang Engkau Cintai

••

Mansyukuri Nikmat Hidayah” Oleh UstadzAbdullah Taslim MA

Kajian Hidayah-Radiorodja 

Hidayah Merupakan Karunia dari Allah – Kitab Aqidah As-Salaf Ashabul Hadits (Ustadz Dr.Muhammad Nur Ihsan, M.A.

Kunci Menggapai Hidayah (Ustadz.Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Nikmat Hidayah (Rizal Yuliar Putrananda, Lc)

Indahnya Hidayah Islam.(DR. Ali Musri Semjan Putra, MA)

Hidayah Itu Mahal Kawan.. (Muhammad Elvi Syam, MA)

Andai Hidayah Dapat Kubeli.(DR. Firanda Andirja, MA)

Jagalah Hidayahmu.(Fachruddin Nu’man, Lc)

Memelihara Hidayah (Bag-2)(DR. Syafiq Reza Basalamah, MA)

Memelihara Hidayah (Bag-1)(DR. Syafiq Reza Basalamah, MA)

••

Ebook Syukur Nikmat

Ebook Kaidah Dasar Islam

••••

➡*MENSYUKURI NIKMAT HIDAYAH*

Pemateri: _Ustadz Abu Ya’la Qurnaedi Hafizhohullah_
Mari kita memuji Allah dengan terus mengucapkan hamdallah, karena Allah telah memberikan kenikmatan kepada kita, yakni nikmat iman dan nikmat hidayah. Dan sampai pada hari ini kita masih berdiri di atas jalan yang haq. Kita patut mensyukuri itu.

Ketahuilah, bahwa waktu sangatlah cepat, hari berganti hari, tahun berganti tahun, hingga sampai saat ini kita masih diberi kesempatan untuk terus beramal sholeh.

Orang yang mengharapkan akhirat, dia akan menghisab dirinya atas kesalahanya yang telah lalu. Dan apabila kita masih diberi kenikmatan iman, maka kita tingkatkan kebaikan-kebaikan yang telah kita lakukan..
Saudariku… Nabi mengabarkan kepada kita, bahwa manusia itu banyak tertipu akan dua hal.

Yaitu, nikmat sehat dan waktu luang.

Banyak diantara kita yang merasa bahwa nikmat ini sangatlah mahal. Banyak diantara saudara kita yang diuji dengan macam-macam penyakit. Dengan kesakitan yang luar biasa. Maka segala hartanya ia habiskan untuk menyembuhkan penyakitnya.
Maka, sanggupkah kita membayar kenikmatan yang Allah berikan kepada kita?

Hendaknya kita mengisi hari-hari kita dengan amal sholeh, sebab waktu itu begitu mahal. Maka janganlah kamu sia-siakan.

Allah bersumpah: “Demi masa, sesungguhnya semua manusia itu berada dalam kerugian.” Kecuali orang-orang beriman yang melakukan amal sholeh, yang memberikan nasihat-nasihat dalam kesabaran dan kebenaran.

Pernyataan ini sebagaimana terdapat dalam surat Al-Asr.

Tanpa sabar kita akan binasa dan rugi.

Imam Syafi’i berkata, “Seandainya Allah tidak menurunkan Hujjah kepada makhluknya atas surat ini, yang di dalamnya ada kebenaran dan pemahaman.



➡*BAGAIMANA MENSYUKURI NIKMAT HIDAYAH?*



✅1. Dijadikannya kita sebagai orang muslim

“Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar” (Al- Hujurat:17)
Pahamilah, bahwa diri-diri kita ini tidak akan sanggup menahan panasnya api neraka.

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami, membawa kebenaran”. Dan diserukan kepada mereka: “ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan”.(QS Al-A’raf Ayat 42-43)



Hidayah ini, merupakan hidayah besar. Oleh karena itu wajib kita pahami, wajib kita pupuk keimanannya, wajib kita syukuri.

Hidayah menurut ulama ada 2.

Salah satunya yakni hidayah tauhid.
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (As – Syura 52)
Tugas para da’i hanya menyampaikan, namun tidak bisa memaksakan kehendak hati, yakni hidayah.
➡*WASILAH-WASILAH YANG DENGANNYA KITA MENJAGA HIDAYAH INI DAN SENANTIASA ISTIQOMAH*
✅1. Memperbaiki hati.

Memperbaiki hati sangatlah penting sekali. Sebab pandangan Allah dilihat kepada hati. Ini sangatlah penting! agar kita dapat istiqomah. Sebab hidayah sangatlah mahal. Seseorang bisa hijrah, patut kita syukuri. Tetapi menjaga hidayah untuk tetap berada di jalan yang haq itu lebih penting. Karena terkadang, ujian dan cobaan sulit membuat kita bertahan di jalan yang haq.



Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Ketahuilah di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
➡*BANYAK ORANG YANG BEGITU MENJAGA PENAMPILANNYA, NAMUN DIA LUPA BAGAIMANA MENJAGA HATINYA UNTUK TETAP BERTAHAN DI JALAN-NYA*

Maka, perbaikilah hati…

karena hati yang utama itu yang putih bersih..

Sedang hati yang kedua adalah hati yang hitam. Yaitu hati yang tidak bisa memungkiri adanya kemungkaran. Oleh karena itu, memperhatikan hati sangatlah penting.
Anak dan harta takkan membawa manfaat bagimu, yang membawa manfaat adalah hati yang selamat. Apa itu hati yang selamat. Yaitu yang selamat dari bahaya syirik besar.

Tahukah, di hari kiamat ada orang-orang yang diusir. Yaitu orang -orang yang riya.
Apakah orang seperti ini akan mendapat pahala? Maka bersedekahlah karena Allah, menuntut ilmulah karena Allah, kita berusaha bersihkan hati.

Kita juga harus bersihkan hati dari penyakit-penyakit, yaitu sifat iri dengki, hasad, adu domba dan riya.
➡*JIKA KITA MEMBENCI TEMAN, SAUDARA, KERABAT, KARENA SIKAPNYA MAKA BERSIHKANLAH… AGAR KALIAN SELAMAT DI AKHIRAT*

Wahai Rosulullah, apa yang kau takutkan padaku? Rosul menjawab, *LISAN*”

Rosululllah shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Apabila ibnu adam di pagi hari tunduk kepada lisan, maka takutlah kepada Allah.”

Apabila anak cucu Adam masuk waktu pagi hari, maka seluruh anggota badan tunduk kepada lisan, seraya berkata, ‘Bertakwalah kepada Allah dalam menjaga hak-hak kami, karena kami mengikutimu, apabila kamu lurus,
maka kami pun lurus, dan apabila kamu bengkok, maka kami pun bengkok’.” (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad). (HR. at-Tirmidzi dan Ahmad) 

Maka dari itu, jaga lisan sangatlah penting. Orang istiqomah atau tidak itu dilihat dari lisan.
Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Al – Hujurat 12)
Di zaman komunis para petani itu menculik anak-anak. Lalu di makan dagingnya. Begitulah saat kamu memakan bangkai saudaramu. Maka sifatmu takkan jauh dari mereka.

*Orang adu domba tidak akan masuk surga! Kata siapa?! Kata Rosulullah shalallahu alaihi wa sallam!*

Kita kaum muslimin harus cerdas, terlebih hanya karena perkara dunia.

Kita bermajlis dengan teman-teman yang baik, kenal dengan banyak orang dan kita bisa menjadikan mereka sahabat, itu Bagus!

Maka janganlah salah dalam memilih teman. Jangan mengambil teman yang tidak beriman. Carilah teman yang minimalnya ia ingat kepada Allah.
2. I’tiba kepada rosul.

Jika kita ingin dicintai oleh Allah, maka i’tibalah, ikutilah Rosulullah.

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS: Ali-Imran:31)



✅4. Ilmu Syar’i.

Hendaknya kita belajar ilmu Syar’i. Dan ini adalah seutama- utamanya ilmu. Wasilah agar kita tetap istiqomah. Dan ini adalah ilmu yang sangat besar.

Allah berfirman, ” “Katakanlah (Wahai Muhammad), Ya Rabb, tambahkanlah ilmuku” (At-thaha 114)
Allah mengangkat derajat orang yang berilmu. Oleh karena itu, orang yang berilmu adalah orang yang selamat.

Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: “Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar” ( Al Qashash : 80)
Dengam ilmu kita akan selamat. Sebab adanya kemaksiatan adalah karena kebodohan akal.

Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Setelah itu, tidak ada lagi orang yang berilmu. Maka manusia akan mengambil orang-orang bodoh sebagai pemimpin. Inilah tanda akhir zaman.
➡*APA KABAR GEMBIRA ISTIQOMAH DI ATAS HIDAYAH?*
✅1. Mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat.

Allah berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (an-Nahl: 97)

Kita perhatikan ayat ini, kita tadabburi sejenak.

Kalau kita mengalami kesusahan dalam hidup tentulah ada sebabnya. Yaitu kurangnya iman.

Jika ingin dada lapang dan hati tenang, maka perhatikan dua hal ini:
IMAN DAN AMAL SHOLEH.

Bahwa dada lapang dan hati tenang bukan didasari dunia. Melarikan dua hal tersebut.

Yang terakhir.. Bahwa orang yang istiqomah di atas hidayah, maka Allah gambarkan surga di hatinya. Bahkan sebelum matinya..

Jangan bersedih.. Berbahagialah… Dengan surga….

Kajian Akhat Cikampek

••

➡Hidayah itu Allah yg memberikan..

=====

Keikhlasan dan ketakwaan seseorang, memang sangat mempengaruhi diterimanya dakwah dan nasehatnya.

Tapi, jangan sampai kaidah ini dibalik.. jangan sampai kita beranggapan bahwa jika pendengarnya tidak tersentuh oleh nasehatnya, berarti ustadznya kurang ikhlas atau minim takwa saat menyampaikan ilmunya.

Mengapa demikian?
Karena Allah-lah yg berkehendak memberikan hidayah, sebagaimana firman-Nya (yg artinya):

Sungguh kamu (Muhammad), tidak akan mampu memberikan hidayah kepada orang yg kau cintai, namun Allah-lah yg mampu memberikan hidayah kepada siapapun yg Dia kehendaki”. [Al-Qashash: 56].

Dan Allah bisa saja berkehendak tidak memberikan hidayah kepada suatu kaum yg telah dinasehati oleh seorang pendakwah yg super ikhlasnya dan tinggi takwanya.

Diantara bukti yg sangat kuat dalam masalah ini adalah hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam berikut ini:

Telah ditampakkan kepadaku seluruh umat manusia, maka akupun melihat seorang nabi; bersamanya sekelompok orang, (kulihat juga) seorang nabi; bersamanya satu dua orang, (bahkan aku melihat) ada seorang nabi; yg tidak satu pun orang bersamanya” [HR. Muslim: 374].
Lihatlah, di sana ada seorang NABI yg dakwah dan nasehatnya tidak diterima oleh umatnya sama sekali.. mungkinkah kita katakan, ada nabi yg kurang ikhlas, atau minim takwa?! Tentunya tidak.
Pintu husnuzhon harusnya kita buka lebih lebar.. daripada pintu suuzhon.. apalagi bila sasarannya adalah pendakwah yg terlihat baik dan saleh, wallohu a’lam.

Semoga bermanfaat.. dan silahkan dishare..

••(lanjut ke halaman 2)