Berkelana Ke Alam Kubur



Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••••

1.Perbedaan Adzab Kubur dan Fitnah Kubur

2.Hal Hal yang Menakutkan di Alam Kubur

3.Siksa Kubur bagi Orang yang Lalai dalam Shalat

4.Alam Kubur Dan Adzab Kubur Itu Benar

5.Apakah Azab Kubur Bisa Meringankan Siksa?

••

Berkelana Ke Alam Kubur (Bag-2).(Abu Haidar As-Sundawy)

Berkelana Ke Alam Kubur (Bag-1) (Abu Haidar As-Sundawy)

Berkelana Ke Alam Kubur (Bag-3).(Abu Haidar As-Sundawy)

Azab Kubur (Abu Haidar As-Sundawy) 

Malam Pertama di Alam Kubur (Sofyan Chalid Ruray)

Bertemu Malaikat di Alam Kubur (Abu Haidar As-Sundawy)

Kiat-kiat Selamat di Akhirat (Kubur- Mahsyar-Shirat)” Oleh Ustadz Sufyan Baswedan MA

Nikmat dan Adzab Kubur” Oleh UstadzMuhammad Qasim.Muhajir Lc

•••

Ebook Ada Apa Setelah Kematian-Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

EbookPermasalahan Adzab Kubur-Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Ebook 70 Pertanyaan Seputas Jenazah -Muhammad Bin Shalih Al Utsaimin

••••

BERKELANA KE ALAM KUBUR-

Pemateri: _Ustadz Abu Haidar As Sundawi Hafizhohullah Ta’ala_
✅BISMILLAH.

Berkelana ke alam kubur, bukanlah mengembara secara fisik. Tapi kita menyusuri kebenaran- kebenaran, ayat-ayat dan dalil tentang terjadinya adzab dan fitnah kubur.

Dan yang tahu hal yang Ghaib hanya Allah, dan Allah menghendakinya kepada Rosul.

Sebagaimana Allah berfirman:

Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang beriman sebagaimana dalam keadaan kamu sekarang ini, sehingga Dia membedakan yang buruk dari yang baik. Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib, tetapi Allah memilih siapa yang Dia kehendaki di antara rasul-rasul-Nya. Karena itu, berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Jika kamu beriman dan bertakwa, maka kamu akan mendapat pahala yang besar.”
(Ali-imran: 179)
Tentang terjadinya azab kubur, yang lebih daripada itu adalah persiapan bagaimana agar kita selamat di alam kubur. Bukan sekedar teori belaka. Sebab kita tidak yakin apakah kita bisa selamat dari azab kubur? Dan bagaimana agar bahagia di alam kubur? Apa saja yang akan kita alami di sana?

Mari kita simak poin-poin berikut.
➡1. Alam kubur bukanlah kuburan.

Kuburan adalah alam nyata, adapun alam kubur adalah alam ghaib yang kita tidak tahu bagaimana dan dimana.

Membuktikan alam kubur dan nikmat kubur itu tidak bisa dilihat dari kuburan. Karena banyak yang mendustakan alam kubur hanya dari bentuk kuburan.

Jadi harus dibedakan kuburan dengan alam kubur.

Walaupun nanti ada hubungan alam kubur dan kuburan.
➡2. Alam kubur adalah alam yang paling mengerikan. Darimana kita tahu?

Dari Rosulullah Shalallahu alaihi wa sallam.

Tatkala Hani dan Utsman berdiri di atas kuburan dengan menangis. Sampai jenggotnya basah.

Lalu ditanya, “Mengapa engkau mengingat surga dan neraka tidak menangis? Tapi di kuburan menangis.

Karena aku pernah mendengar rosul bersabda, bahwa alam kubur adalah fase mengerikan.



➡2. Fitnah kubur dan Adzab kubur.

Alam kubur adalah fase awal menuju akhirat. Siapa yang selamat dari dua hal itu, maka kehidupan setelahnya di alam masyar akan lebih mudah lagi setelahnya.

Fitnah kubur adalah pertanyaan malaikat. Siapa yang tidak selamat darinya maka akan lebih sulit lagi setelahnya. Aku tidak pernah melihat pemandangan mengerikan kecuali alam kubur. Hadist rosul dari, Hr. At-Tirmidzi. Hadist gharib yang hanya diriwayatkan oleh seorang perowi.

Syaikh Al bani berkata, ” Jadi nabi mengatakan bahwa orang yang selamat dari alam kubur ia akan bahagia. Diantara kebahagiaan orang mukmin yang selamat di alam kubur maka diperlihatkan surga baginya. Yang mana keindahan terburuk di surga sama dengan seperti keindahan terbaik di dunia.

Di alam kubur banyak diperlihatkan keindahan surga. Maka itulah kebahagiaan orang yang terhindar dari fitnah kubur.
➡3. Alam kubur adalah alam yang sangat gelap. Tapi itu hanya hukum asal. Bisa disinari dengan beberapa hal. Yaitu perkara-perkara yang dapat menyelamatkan dari fitnah kubur.

Tatkala ada seorang wanita yang suka membersihkan masjid, suatu hari nabi tidak melihat wanita tersebut. Dan tenyata wanita itu telah wafat semalam, dan para sahabat tidak ingin mengganggu waktu istirahat nabi, maka wanita itu dimakamkan malam itu juga. Maka Nabi meminta para sahabat untuk menunjukkan makam wanita tersebut. Dan nabipun menyolatkan. Setelah di sholatkan Nabi berkata, ” Sesungguhnya alam kubur itu dipenuhi kegelapan. Namun bisa diterangi dengan doa orang shalih, salah satunya menyolatkan orang tersebut.



4. Himpitan di alam kubur.

Di alam kubur ada suatu himpitan. Meskipun orang tersholeh di alam jagad raya ini, dia akan mengalami himpitan dan himpitan itu tidak akan bisa dihindari dari apapun, tapi bisa memberikan kebaikan setelahnya.
Seperti contoh kisah Saad bin Mu’adz bin abi Waqas. Dia adalah orang yang tidak dikenal di bumi namun terkenal di penduduk langit.

Ketika itu Saad bin Muadz wafat, seketika Arsy Allah berguncang dan 70 ribu malaikat mendoakannya. Dan benar, orang se-sholeh ini tidak bisa terhindar dari himpitan.

Inilah yang menyebabkan Arsy Allah berguncang, dibukakan seluruh pintu surga, disaksikan oleh 70 ribu malaikat, tapi ia dihimpit di alam kuburnya dengan satu himpitan, lalu dilepaskan setelah itu.”

(Syaikh Al Bani, shilsilah Ash shohihah)

“Sesungguhnya di alam kubur ada himpitan, seandainya ada yang selamat dari himpitan ini adalah Saad bin Muadz, tapi dia ia pun tak bisa lepas dari himpitan tersebut.”
Orang sesholeh ini tetap kena himpitan! Apalah kita?

Bahkan seorang bayi mati sebelum mukallaf ia tetap mengalami himpitan. Sebagaimana dalam hadist, “Ketika Rosul melayat bayi yang meninggal, Rosul bersabda: Seandainya ada yang selamat dari himpitan, maka bayi ini akan selamat.”(Hr. At-Thabrani)
5. Yang mengerikan dan menakutkan yaitu adanya fitnah kubur.

Yaitu adanya malaikat mungkar dan nakir.

Saking mengerikannya dua malaikat tersebut maka kita akan bergetar hingga persendian – persendian patah.

Mereka bewarna hitam kebiru- biruan. Kedua-duanya ketika berbicara itu membentak. Maka pertanyaan dua malaikat itu disebut fitnah karena ketakutan yang luar biasa.



Pertanyaan dari dua malaikat itu bukan dijawab dengan pengetahuan. Karena ini bukan pertanyaan hafalan. Tapi pertanyaan ini mereflekkan sejauh mana kita komitmen terhadap tauhid. Di aplikasikankah selama di dunia? Yaitu mereka yang melewati tantangan yang berat dalam meneggakan tauhid.

Tidaklah Nabi dicaci, tidaklah Nabi dihina melainkan beliau mendakwahkan tauhid.”

Begitu Nabi mengatakan laa ilaha illallahu. Nabi disebut tukang bohong.
Itulah setiap orang yang mengumandangkan tauhid maka akan menerima resiko. Namun istiqomahkah kita dalam tauhid?

Dan dibukakan bagi dia pintu menuju ke arah surga maka ditiuplah angin surga.”

Seandainya alam kubur ini kuburan, maka tidak perlu AC yang mencari kuburan orang sholeh demi merasakan angin surga. Ini menunjukkan alam kubur bukan kuburan.
6. Rincian adzab kubur.

Banyak yang salah paham manusia terhadap azab kubur, mereka hanya memakai akal, walhasil banyak yang menyanggah adanya azab kubur.
Beberapa ayat adanya azab kubur
diantaranya surat At-Taubah ayat 101.

“Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.”
Orang kafir di azab dua kali, maknanya di azab di dunia lalu di azab di alam kubur.

Di dunia orang kafir di azab dengan kalah di Medan perang. Yang kedua di azab di alam kubur. Setelah di azab dua kali maka Allah azab lagi di neraka.
Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.” (QS. Ghofir:45)
Jadi ayat ini menjelaskan bahwa firaun dan tentaranya di azab di alam kubur. Ayat ini juga menjelaskan adanya azab kubur.

Siapa yang memahami suatu ayat kecuali Rosul, karena beliau langsung di arahkan oleh Allah. Sebagaimana dalam surat Al haqqah ayat 44-48.
Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,

«ولو تقوَّل» أي النبي «علينا بعض الأقاويل» بأن قال عنا ما لم نقله.

(Seandainya dia mengada-adakan) yakni Nabi Muhammad (sebagian perkataan atas nama Kami) seumpamanya dia mengatakan dari Kami, padahal Kami tidak pernah mengatakannya.
Ayat 45

لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِٱلْيَمِينِ

niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya.

«لأخذنا» لنلنا «منه» عقابا «باليمين» بالقوة والقدرة.

(Niscaya benar-benar Kami pegang) niscaya Kami tangkap (dia) sebagai hukuman baginya (dengan kekuatan) dan kekuasaan-Ku.



Ayat 46

ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ ٱلْوَتِينَ

Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.

«ثم لقطعنا منه الوتين» نياط القلب وهو عرق متصل به إذا انقطع مات صاحبه.

(Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya) yang apabila urat itu terputus maka orang itu akan mati.



Ayat 47

فَمَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَٰجِزِينَ

Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

«فما منكم من أحد» هو اسم ما ومن زائدة لتأكيد النفي ومنكم حال من أحد «عنه حاجزين» مانعين خبر ما وجمع لان أحدا في سياق النفي بمعنى الجمع وضمير عنه للنبي صلى الله عليه وسلم، أي لا مانع لنا عنه من حيث العقاب.

(Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kalian) lafal min ahadin adalah isimnya maa, sedangkan huruf min adalah huruf zaidah yang mengandung makna mengukuhkan kenafiannya. Dan lafal minkum adalah hal dari lafal ahadin (yang dapat menghalang-halangi Kami daripadanya) tiada seorang pun yang dapat mencegah-Ku daripadanya. Lafal haajiziina adalah khabar dari maa, dan ia dijamakkan karena lafal ahadan di dalam konteks nafi yang maknanya mengandung pengertian jamak. Dan dhamir yang terdapat di dalam lafal `anhu merujuk kepada Nabi shallalahu’alaihi wa sallam.; yakni tiada seorang pun yang dapat mencegah Kami dari hukumannya.
Ayat 48

وَإِنَّهُۥ لَتَذْكِرَةٌ لِّلْمُتَّقِينَ

Dan sesungguhnya Al Quran itu benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.

«وإنه» أي القرآن «لتذكرة للمتقين».

(Dan sesungguhnya dia itu) Alquran itu (benar-benar suatu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.)
Maka siapa yang berdusta atas nama Nabi, bersiap-siaplah duduk di neraka.

Itulah yang dinamakan azab kubur adalah azab barzah. Setiap orang mati akan merasakannya. Baik di kuburkan atau tidak.
7. Bentuk-bentuk azab kubur dan penyebabnya….

In syaa Allah akan dilanjutkan yang akan datang.. Entah kapan dan di mana saya juga belum tahu…

Semoga Allah menjaga kita dari fitnah dan azab kubur.

Baarokallahu fiikum.

Ummu Sahla-

••

KEADAAN MANUSIA DI ALAM KUBUR ADA 5 JENIS



Pertama: para Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam. Mereka dalam keadaan yang paling baik di alam kubur. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إن الله حرّم على الأرض أن تأكل أجساد الأنبياء

Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad pada Nabi” (HR. Al Hakim 5/776, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no. 2212).

(LAnjut ke Halaman 2)