Untaian Nasehat Untuk Wanita Muslimah Bagian (1)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••••

1. Muslimah Jangan Tinggalkan.Hijabmu Dijalanan Karena Bukan Metode Dakwah yang Benar(Menyorot.Eksperimen “Peluk Aku)

2.Nasehat Indah Untuk Wanita

3. Nasehat Untuk Muslimah

4. Nasehat Teruntuk Saudariku Muslimah

5.Nasehat Seorang Muslimah Terhadap Saudarinya

6. Saudariku, Apa yang Menghalangimu untuk Berjilbab

••

Menjadi Muslimah Shalihah (Ustadz Muhammad NuzulDzikry, Lc.)

Shifat Al Mar’ah Al Muslimah” Karakter Wanita Muslimah – Ustadz Aris Munandar 17 Audio

Benteng Wanita Muslimah dalam Menghadapi

Gelombang Fitnah (Bag-2)(Abu Haidar As-Sundawy)

Benteng Wanita Muslimah dalam MenghadapiGelombang Fitnah (Bag-1) (Abu Haidar As-Sundawy)

Saat Muslimah Lupa Jatidirinya.(Afifi Abdul Wadud, BA)

Muslimah Panen Pahala Setiap Waktu (Abdurrahman Thoyyib, Lc)

Ust Lalu Ahmad Yani · Cara Berhias Wanita Muslimah

Ust Lalu Ahmad Yani · Cara Musuh Islam Merusak Wanita Islam

Ust Lalu Ahmad Yani · Darah Istihadhah dan Nifas

Ust Lalu Ahmad Yani · Hukum Berhias Bagi Wanita Muslimah

Nasehat Untuk Muslimah” Oleh UstadzFiranda Andirja MA

Nasehat Bagi Para Wanita (DR. Firanda Andirja, MA)

••

Ebook B.Arab Kitab: Shifatul Mar’atil Muslimahkarya Ummu Usamah binti ‘Ali Al-‘Abasiyya

Ebook Hak-Hak Wanita, Sebuah TinjauanSejarah Judul Asli: Women’s Rights, AHistorical PerspectivePenulis: Dr. Abdullah H. Al-Kahtany

Ebook Nasihat untuk Wanita Muslimah(revisi) Oleh: Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan

Ebook Hak dan Kewajiban Wanita dalamIslam Judul Asli: The Right and Duties ofWomen in Islam Penulis: Syaikh Abdul Gaffar Hasan

Ebook Saudariku, Aku Menggugah RasaMalumu,… Judul Asli: I Appeal to Your Sense ofShame My Muslim Sister, Will You NotRespond?Penulis: Nawaal Bint Abdullah

Tabarruj, Dandanan Ala JahiliyyahEbook Tabarruj, Dandanan ala Jahiliyyah WanitaModeren Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim Al-Buthoni, Lc., MA. hafidahullah 54 halmn

Ebook Wanita yang Mengajari Suaminya

••
Untaian Nasehat Untuk Muslimah(1)


➡1.Peran Wanita Muslimah Dalam Mendakwahi Saudarinya*

✅Berkata Al-Imam Muqbil ibn Hadi Al-Wadi’i _rahimahullah_:

Musuh-musuh Islam sungguh sangat semangat dalam menyesatkan wanita dengan berbagai bentuk seruan dusta. Innā Lillāh wa Innā Ilaihi Rājiûn.

Oleh karena itu, kewajiban seorang wanita adalah besar dalam menasehati saudari-saudarinya dan mendakwahi mereka kepada (jalan) Allah, memperingatkan mereka dari para lelaki tukang fitnah (yang menyeru pada seruan dusta) dan yang terfitnah dan para wanita tukang fitnah maupun yang terfitnah.

Semoga ia (wanita muslimah dengan perannya) bisa menutup celah (fitnah) di dalam medan dakwah ini.(Lihat Muqaddimah Al-Imam Al-Wadi’i dalam Kitab Nashihati Linnisa)

Wanita muslimah adalah partner seorang muslim dalam dakwah, yang memiliki kewajiban yang sama untuk berdakwah sesuai dengan kadar ilmunya dan sesuai adab-adab seorang muslimah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

✅Allah _Subhanahu wa Ta’ala_ berfirman:

{وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} [آل عمران : 104]

Dan hendaklah ada di antara kalian segolongan orang yang mengajak kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS.Ali Imran:104)

➡2. Ikhlas Dalam Berhijrah Bukan Karena Ikut Trend atau Tujuan Lainnya

✅Rasulullah _shallallahu alaihi wasallam_ bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ.

Sesungguhnya amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanyalah mendapatkan sesuai apa yang telah ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan RasulullahNya, dan barangsiapa yang hijrahnya untuk dunia yang ingin ia raih atau karena seorang wanita yang akan ia nikahi, maka hijrahnya (akan mendapatkan) sesuai apa yang ia berhijrah (karenanya).(HR.Al-Bukhari dan Muslim dari Umar radhiyallahu anhu)

Di antara bentuk hijrah adalah meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah menuju kepada ketaatan kepadaNya,

Rasulullah _shallallahu alaihi wasallam_ bersabda:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Seorang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah.(HR.Al-Bukhari dari Abdullah ibn Amr radhiyallahu anhuma)

Maka seorang muslimah yang berhijrah dari kejelekan menuju ketaatan dan ketundukkan pada syariat Islam yang sesuai Al-Qur’an dan Sunnah hendaklah dia mengikhlaskan niatnya dalam berhijrah, bukan karena ikut-ikutan, atau karena lagi trend, atau karena ada tujuan dunia.

– Ketahuikah wahai saudariku! Jika engkau Ikhlas dan jujur dalam berhijrah maka Allah akan membukakan bagimu berbagai kebaikan dan menggantikan apa-apa yang engkau tinggalkan dengan yang lebih baik dan bermanfaat bagimu di dunia dan akhirat.

➡3. Menetap di Rumah Adalah Sifat Mulia Seorang Muslimah

✅Allah Jalla Sya’nuhu berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ

Dan tinggallah kalian (para wanita) di rumah-rumah kalian..(QS.Al-Ahzab:33).

✔Berkata Al-Allamah Ibnul-Jauzi rahimahullah:

ﻗﺎﻝ اﻟﻤﻔﺴﺮﻭﻥ: ﻭﻣﻌﻨﻰ اﻵﻳﺔ: اﻷﻣﺮ ﻟﻬﻦ ﺑﺎﻟﺘﻮﻗﺮ ﻭاﻟﺴﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺑﻴﻮﺗﻬﻦ ﻭﺃﻥ ﻻ ﻳﺨﺮﺟﻦ.

Berkata para ahli tafsir: makna ayat adalah: perintah kepada mereka agar tenang dan berdiam di rumah dan jangan mereka keluar.(Zãdul-Masir:3/461)

✔Berkata Al-Allamah As-Sa’di rahimahullah:

اﻗﺮﺭﻥ ﻓﻴﻬﺎ، ﻷﻧﻪ ﺃﺳﻠﻢ ﻭﺃﺣﻔﻆ ﻟﻜﻦ،

Tinggallah di rumah karena itu lebih selamat dan menjaga kalian.(Tafsir As-Sa’di)

Perintah untuk tetap tinggal di rumah bukan berarti seorang wanita tidak bisa keluar rumah sama sekali. Bahkan seorang wanita boleh keluar jika ada kebutuhan seperti ke masjid, mendengar pengajian, menghadiri pertunjukkan islami ketika hari raya. Begitu juga jika ada maslahat yang mendorong untuk keluar seperti berobat, silaturrahim, dengan tetap menjaga diri dengan menutup aurat, tidak menampakkan perhiasan dan parfum, dan tidak berlenggak-lenggok ketika berjalan serta tidak berlemah-lembut ketika berbicara.(Lihat Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah:no.3229).

Ketahuilah wahai saudariku, bahwa tetapnya kalian di rumah merupakan sifat keindahan dan kemuliaan bagi kalian,

✅Rasulullah ﷺ bersabda:

وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ.

Rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.

(HR. Abu Dawud, lihat Shahih Abu Dawud no.576)

✅Berkata Al-Allamah Asy-Syinqiti rahimahullah:

ﻭﻛﻮﻥ اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻣﻘﺼﻮﺭﺓ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻬﺎ ﻻ ﺗﺨﺮﺝ ﻣﻨﻪ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺗﻬﺎ اﻟﺠﻤﻴﻠﺔ،

Keadaan seorang wanita sebatas di rumahnya dan tidak keluar darinya adalah termasuk sifat-sifatnya yang indah.(Adwa’ul-Bayãn:6/314)

➡4. Memetik Pelajaran Berharga dari Seorang Wanita Hitam

✅Dari Athā’ ibn Abi Rabāh rahimahullah ia berkata:

قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ أَلَا أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى قَالَ هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي أُصْرَعُ وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِي قَالَ إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ فَقَالَتْ أَصْبِرُ فَقَالَتْ إِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لَا أَتَكَشَّفَ فَدَعَا لَهَا.

Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku: “Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita dari penduduk surga?” jawabku: “Tentu.” Dia berkata; “Wanita berkulit hitam ini, dia pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata: “Sesungguhnya aku menderita epilepsi (penyakit ayan) dan auratku sering tersingkap (ketika sedang kambuh), maka berdoalah kepada Allah untukku.” Beliau bersabda: “Jika kamu mau bersabarlah maka bagimu surga, dan jika kamu mau maka aku akan berdoa kepada Allah agar Allah menyembuhkanmu.” Ia berkata: “Baiklah aku akan bersabar.” Wanita itu berkata lagi: “Namun berdoalah kepada Allah agar (auratku) tidak tersingkap.” Maka beliau mendoakan untuknya (sehingga tidak tersingkap).

(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

✅Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah:

ﻭﺃﻥ اﻟﺼﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺑﻼﻳﺎ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻳﻮﺭﺙ اﻟﺠﻨﺔ

(Dalam hadits terdapat faedah) bahwa bersabar atas musibah-musibah dunia mewariskan surga.(Fathul-Bāri:10/115)

Hadits yang mulia di atas menunjukkan bagaimana semangat para wanita shahabiyah dalam perkara akhirat, bersabar dalam ujian untuk meraih Surga. Sungguh sangat berbeda dengan para wanita muslimah di zaman sekarang ini yang kebanyakan mereka lebih mementingkan dunia dan perhiasannya. Bahkan sebagian mereka rela menjual agama demi meraih dunia. Ketahuilah! perhiasan dunia itu akan meninggalkanmu atau engkau yang meninggalkannya.

✅Juga dalam hadits terdapat faedah agung yaitu semangat seorang wanita untuk tetap menjaga auratnya. Lihatlah wanita hitam tersebut dalam keadaan memiliki penyakit ayan tetap saja ia berusaha agar auratnya tidak tersingkap dengan meminta Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mendoakannya agar tidak tersingkap auratnya ketika penyakitnya kambuh. Padahal jika tersingkap auratnya maka tidaklah ia berdosa karena ia memiliki udzur yaitu penyakitnya yang ia derita. Maka sungguh berbeda dengan kebanyakan wanita sekarang yang malah mengobral aurat di jalan-jalan, mall-mall, pantai, hotel, pasar dan bahkan semua tempat tanpa ada rasa malu.

➡5. Bersemangat Meraih Hidayah

✅Dari Abu Hurairah _radhiyallahu anhu_ ia berkata: Rasulullah _shallallahu alaihi wasallam_ bersabda:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ

Bersemangatlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah, dan janganlah engkau bersikap lemah. (HR.Muslim)

-Hadits yang mulia ini adalah wasiat Rasulullah _shallallahu alaihi wasallam_ yang di dalamnya terkandung banyak faedah. Di antara faedah-faedah tersebut adalah:

Seorang yang berakal adalah yang bersemangat terhadap apa yang memberikan manfaat padanya. Betapa banyak orang-orang yang yang menyia-nyiakan waktunya di zaman ini tanpa faedah, bahkan memberikan bahaya pada diri dan agama mereka.

Bersemangat terhadap apa yang bermanfaat disini mencakup manfaat pada perkara agama ataupun manfaat pada perkara dunia. Jika saling bertentangan antara manfaat agama dan manfaat dunia, maka didahulukan manfaat agama. Karena agama jika baik maka akan baik pula (kehidupan) dunia seorang, adapun dunia sekalipun baik bersamaan dengan rusaknya agama maka akan merusak (kehidupan) dunianya.

Janganlah seorang itu lupa untuk meminta tolong kepada Allah dalam urusannya sekecil apapun itu. Karena kadang seorang ketika melihat dirinya kuat untuk melakukan sesuatu dia pun tertipu dengan dirinya dan meninggalkan meminta tolong kepada Allah. Padahal semua itu terjadi atas pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Teruslah dalam beramal dan jangan bersikap lemah dan terlambat (dalam beramal).(Disarikan dari Syarh Riyādhus-Shālihin Lisy-Syaikh Al-Utsaimin:2/78-80)

– Oleh karena itu, saya katakan:

Wahai saudariku muslimah! Jika pintu hidayah telah terbuka untukmu maka semangatlah untuk bersegera masuk di dalamnya, sungguh engkau tak mengetahui kapan pintu hidayah itu akan terbuka lagi untukmu.

(Lanjut di halaman 2)

Iklan