Hati yang Bersih dan Keadaan Manusia Dalam Menghadapi Ujian dan Cobaan

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••••

1.Orang yang Enggan Masuk Surga

2.Kewajiban Hamba Dalam Menjalani Agamanya

3. Pelayan Anak Anak di Surga

4. Teryata Kopi Itu Khamr

5. Muamalah dengan Orang Kafir

6.Mengenal Imam Al Muzani

7. Niat Itu Penting

Tuntunan Qunut Nazilah

••

1. (ISTIQOMAH DI ATAS SUNNAH, Syaikh ProfDr ‘Ashim bin Abdillah Al-Qaryutiy, Penerjemah – Ustadz Jauhari,Lc. hafizhahullah dan Ustadz Muhammad Naim, Lc. Hafizhahullah),Sesi1

Sesi2

2. (Jagalah Diri Dan Keluarga Kalian DariApi Neraka, Asy Syaikh Prof.Dr. Washiyullah ‘Abbas, Penerjemah : Al Ustadz MuhammadNursyamsul Qamar, Lc),

3.(kiat-kiat Istiqamah dan pengaruhnya dalam kehidupan, SYAIKH ABDUL HADI AL-UMAIRI, Penerjemah USTADZ ALI BASUKI, Lc)

Sesi 1 

Sesi 2

Sesi3

4. (“Qalbun Salim(Hati yang Bersih).”Prof. Dr. Syaikh Sholih Bin Abdil Aziz As-Sindi)

5. Bersabarlah Ujian Itu Indah-Ust Ahmad Zainuddin

6.”Tafsir Beberapa Ayat Seputar Ujian danMusibah” Oleh Ustadz Dzulqarnain M.Sanusi

••

Ebook Syarhus Sunnah: Aqidah Imam al-Muzaniasy-Syafi’i

Ebook Sebaik-Baik Manusia

Ebook Amalan dan Ucapan Ketika Berbuat Dosa

Ebook Menghilangkan Kegelisahan

Ebook Dampak Buruk dan Bahaya Munafik

Ebook Siksa Neraka

Ebook Jangan Ikuti Hawa Nafsu

•••

➡(I) HATI YANG BERSIH

Prof. Dr. Syaikh Sholih Bin Abdul Aziz Sindi -hafidzahulloh- (Guru Besar Aqidah, Universitas Islam Madinah – Pengajar Tetap Masjid Nabawi.).

Tarjim : Ustadz Dr Firanda Andirja, MA

16 Syawal 1439 H @Islamic Center Jakarta

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amalan-amalan kita, barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya hidayah.

Aku bersaksi bahwa tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan Allah.

Hati yang Bersih Selamat Di Akhirat
Seorang yang punya hati bersih akan selamat di akhirat kelak
, seperti yang Allah jelaskan

✅Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

“(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’aro’: 88).

Kita harus berusaha membersihkan hati kita. Dalam sebuah hadits..

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ

✅Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”.HR Muslim.

✅Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Maka, kita harus selalu perhatian pada kondisi hati kita..

✅Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً

Manusia akan dikumpulkan pada hari Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102 dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).

Keadaan tersebut sangat mencekam, maka kita persiapkan hati untuk itu.

Yang penting adalah amalan kita sebagai modal.

Orang-orang yang beriman akan sangat peduli dengan akhiratnya, walaupun sebagian besar orang hanya mementingkan kemudian duniawinya.
Hati yang Bersih Bersih Dari Syirik 
Maka, cita-cita orang yang beriman adalah punya hati yang bersih..

Hati yang bersih adalah hati yang terbebas dari kesyirikan, yaitu tauhid..

✅Allah Ta’ala berfirman

وَقَالُوا كُونُوا هُودًا أَوْ نَصَارَى تَهْتَدُوا قُلْ بَلْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (135)

Dan mereka berkata, “Hendaklah kalian menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kalian mendapat petunjuk.” Katakanlah, “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik.” QS Al Baqarah 135.

Hati yang bersih adalah..


➡1. *Hati yang selamat*: Hati yang bebas dari syirik.

Syirik adalah penyakit yang sangat berbahaya, Allah menceritakan mereka yang membuat tandingan selain Allah.

Kesyirikan adalah kemungkaran atau kriminal yang terbesar dimuka bumi.

Karena kesyirikan adalah kedzaliman yang tersebar.

Syirik adalah sejelek-jelek perbuatan zholim dan sejelek-jeleknya dosa sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.” (QS. Lukman: 13)

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’: 48)

Kaum musryikin menjadikan makhluq sebagai tandingan, untuk peribadatan. Mereka beribadah kepada selain Allah.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz Dzariyat 56)

Sehingga hukuman syirik adalah adzab terbesar. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48)

Syirik hapuskan seluruh amalan.

✅Allah Ta’ala berfirman dalam Al Qur’an yang mulia:

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: “Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Az Zumar: 65).

Dosa syirik akan membuat pelakunya kekal di dalam Neraka. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6).

Mereka putus asa dengan rahmat Allah.

Dalam hadits yang disebutkan oleh ‘Abdur Razaq dalam Mushonnafnya,

عن بن مسعود قال أكبر الكبائر الإشراك بالله والأمن من مكر الله والقنوط من رحمة الله واليأس من روح الله

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata bahwa di antara dosa besar yang terbesar adalah berbuat syirik pada Allah, merasa aman dari murka Allah dan merasa putus asa dan putus harapan dari ampunan Allah.” (HR. Abdurrozaq, 10 / 460, dikeluarkan pula oleh Ath Thobroni. Lihat Kitab Tauhid dengan tahqiq Syaikh Abdul Qodir Al Arnauth, hal. 128).

Hadits ini menunjukkan bahwa berputus asa dari rahmat dan luasnya ampunan Allah termasuk dosa besar.

Panutan Tauhid adalah Nabi Ibrahim, tapi beliau masih takut dosa syirik.

✅Nabi Ibrahim Al Kholil pernah berdo’a pada Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat,

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آَمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala (shonam).” (QS. Ibrahim: 35).

➡2. *Hati yang selamat*: Hati yang tunduk untuk meneladani Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam..

Kita harus tunduk atas perintah dan larangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan membenarkan apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Hanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang kita akan ditanya di 2 tempat, di kubur dan di akhirat kelak.

Hadist qudsi, Allah mengutus Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai ujian bagi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan bagi umat Islam.

Jangan sampai mendahului atau angkat suara dari pada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, maknanya adalah jangan mendahulukan pendapat orang daripada apa yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Hati yang bersih adalah hati yang cinta dan tunduk pada sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan bersih dari bid’ah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang tidak pernah bicara tanpa nafsu pernah bersabda,

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

Kemudian daripada itu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Al-Qur’an dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara adalah perkara-perkara yang baru dan semua bid’ah adalah kesesatan” (HR Muslim no 2042).

➡*Bahaya bid’ah*:

1. Ikuti hawa nafsu.

2. Menuduh Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak amanah, dengan menuduh tidak sampaikan ibadah tersebut.

3. Menuduh Nabi shallallahu alaihi wasallam dengan kejahilan (bodoh) terhadap seluruh risalah dari Allah

➡3. *Hati yang selamat* : Hati yang pasrah dan ridha dengan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hati yang rela dengan ujian Allah, Yang Maha Tahu, Maha Bijak.

Kita diantara 2 perkara, bila ada ujian atau musibah :

✅- meraih ridho Allah bila kita ikhlas dengan ujian tersebut

✅- meraih murka Allah karena tidak ridho dengan ujian tersebut.



✅Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani)

✅Juga dari hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).

Hati yang sakit, adalah hati yang marah bila ada musibah yang menimpanya.

➡4. *Hati yang selamat* : hati yang selamat dari perkara yang menghalangi dari mengingat Allah.

Akan tercermin dari lisannya.

Sebaliknya, hati yang kotor adalah hati yang selalu tersibukkan oleh dunia.

✅Allah Ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ. إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Wahai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Taghabun: 14- 15)

Allah mengabarkan tentang istri dan anak-anak, bahwasanya di antara mereka ada yang menjadi musuh suami, artinya mereka (istri dan anak-anak) menyibukkan dari beramal shalih, sebagaimana firman-Nya (yang artinya) :

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munaafiqun: 9).

Jangan jadikan dunia di hatimu, dunia kita perlukan secukupnya.

Dunia bagaikan toilet, secukupnya saja kita perlukan.

✅Firman Allah Ta’ala :

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam” (Q.S al-An’am : 162)

➡5. *Hati yang selamat* : Hati yang dia tentram dengan orang-orang yang sholeh.

Ada di dalam hatinya sayang kepada kaum muslimin. Tidak ada hasad bila saudaranya mendapat kebaikan.

Bila saudara terjerumus kepada kesalahan, hati sedih dan berusaha menolong saudaranya dengan mendoakan.

✅Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا، وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak akan sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kalian pada sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54)

Seorang yang hasad adalah orang yang sedang terjerumus yang buruk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Syaikh mendoakan semoga Allah membersihkan hati kita dan memudahkan kita taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Semoga bermanfaat.

Catatan, bila ada kesalahan maka kesalahan ada pada penulis

@Abu Fadhil

======((lanjut ke hal…2)