Hikmah Di Balik Musibah (Menyikapi Gempa Lombok)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••••

1.Tafsir Surat Al Zalzalah: Gempa.Bumi yang Dahsyat pada Hari Kiamat

2.Amalan Ketika Gempa

3. Bertahan Shalat Ketika Gempa

4.Mendengarkan al-Quran, Pahalanya sama Seperti Membaca?

5.Gempa Bumi

6.Shalat Gempa

7. Donasi Gempa Lombok

8.Gempa Bumi Bukan Sekedar Alam

9. Dibalik Musibah Gempa Bumi

“Tafsir Beberapa AyatnSeputar Ujian dan Musibah” Oleh Ustadz Dzulqarnain M.Sanusi

Sepuluh Renungan Penyelamat dari Dosa dan Maksiat “Oleh Ustadz Dzulqarnain M.Sanusi

Pelajaran dari Doa Berlindung dari EmpatSumber Kesengsaraan-Ustadz Dzulqarnain M.Sanusi

Penawar di Kala.Musibah Melanda-Ust Syafiq Basalamah

Gempa Dan Peringatan Dari Allah-Ust Ali Basuki

Bimbingan Islami Saat Musibah Gempa danTsunami-Ust Abu Ubaidah As Sidawy

Musibah Menghapus Dosa –Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Musibah Membawa Berkah – Ustadz Abdullah Zaen, MA

Hikmah di Balik Musibah (Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Mutiara Cobaan dan Musibah (DR. Khalid Basalamah, MA) 

Ujian dan Musibah (Ali Ahmad, Lc)

Sikap Muslim dalam Menghadapi Musibah (Fariq Gasim Anuz)

SIkap Seorang Muslim dalam Menghadapi Musibah” [Ustadz Abdullah Taslim, M.A]

Cara Menyikapi Musibah Ustadz Abdurrahman Thayyib, Lc


Ebook
.

Ucapan Bagi yang Tertimpa Musibah

Nasehat Seputar Gempa

Salaf dan Sabar Terhadap Musibah

Hikmah dibalik Musibah

===

  • ➡HARAPAN KEBAIKAN DAN DOA KAMI UNTUKMU YANG DITIMPA MUSIBAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُصِبْ مِنْهُ

Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya maka Allah akan menimpakan kepadanya musibah.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyalallaahu’anhu]

Diantara Kebaikan Musibah:

✅1. Besarnya nikmat Allah ta’ala kepada seorang muslim yang tertimpa musibah, yaitu pahala yang melimpah apabila dihadapi dengan kesabaran.

✅Allah ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Hanyalah orang-orang yang sabar itu pahala mereka tanpa batas.” [Az-Zumar: 10]

✅Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

Sesungguhnya besarnya pahala tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya Allah ta’ala apabila mencintai suatu kaum maka Allah timpakan kepada mereka musibah, barangsiapa ridho dengannya maka Allah pun ridho kepadanya, barangsiapa yang marah dengannya maka Allah pun marah kepadanya.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahihul Jami: 2110]

2. Dosa-dosa pun berguguran.

✅Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ ، وَلاَ وَصَبٍ ، وَلاَ هَمٍّ ، وَلاَ حُزْنٍ ، وَلاَ أَذًى ، وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidak ada musibah apa pun yang menimpa seorang muslim, apakah keletihan, penyakit, kegalauan, kesedihan, kezaliman, sakit hati, sampai duri kecil yang menusuknya, kecuali dengan sebab itu Allah ta’ala akan menghapus kesalahan-kesalahannya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallaahu ta’ala ‘anhuma]

3. Hingga ia menghadap Allah ta’ala tanpa dosa sedikit pun.

✅Rasululllah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِى نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Tidak henti-hentinya musibah menimpa seorang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sampai ia berjumpa dengan Allah tanpa dosa sedikit pun.” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2280]

✅4. Karena musibah di dunia lebih baik daripada di akhirat.

✅Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi hamba-Nya maka Allah menyegerakan hukumannya di dunia, dan apabila Allah menghendaki kejelekan bagi hamba-Nya maka Allah menahan hukuman atas dosanya sampai dibalas pada hari kiamat.” [HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 308]

✅5. Bahkan bisa jadi ia mendapatkan balasan di dunia yang lebih baik apabila ia bersabar, mengharap pahala dan memohon ganti yang lebih baik kepada Allah ta’ala.

Dari Ummul Mukminin Ummu Salamah radhiyallahu’anha, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا مَاتَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ أَىُّ الْمُسْلِمِينَ خَيْرٌ مِنْ أَبِى سَلَمَةَ أَوَّلُ بَيْتٍ هَاجَرَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ إِنِّى قُلْتُهَا فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَتْ أَرْسَلَ إِلَىَّ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَاطِبَ بْنَ أَبِى بَلْتَعَةَ يَخْطُبُنِى لَهُ فَقُلْتُ إِنَّ لِى بِنْتًا وَأَنَا غَيُورٌ فَقَالَ أَمَّا ابْنَتُهَا فَنَدْعُو اللَّهَ أَنْ يُغْنِيَهَا عَنْهَا وَأَدْعُو اللَّهَ أَنْ يَذْهَبَ بِالْغَيْرَةِ

Tidak ada seorang muslim pun yang ditimpa musibah, lalu ia mengucapkan seperti apa yang telah Allah perintahkan:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un, Allahumma’jurniy fii mushibati wa Akhlif liy khoiron minha”

Sesungguhnya kita milik Allah dan akan kembali kepada-Nya, ya Allah berikan aku pahala dalam musibahku ini dan gantikan dengan yang lebih baik darinya”

Kecuali Allah akan menggantikan dengan yang lebih baik darinya. Berkata Ummu Salamah: Ketika meninggal suamiku Abu Salamah, maka aku berkata, tidak mungkin ada seorang muslim yang lebih baik dari Abu Salamah, keluarga pertama yang berhijrah kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam?! Kemudian aku membaca doa tersebut, maka Allah menggantikan untukku Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Ummu Salamah berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengutus Hatib bin Abi Balta’ah radhiyallahu’anhu untuk meminangku menjadi istri Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, maka aku berkata, sesungguhnya aku memiliki seorang putri dan aku pencemburu. Beliau berkata: Tentang putrinya maka kita berdoa kepada Allah untuk mencukupkannya dari putrinya, dan aku berdoa kepada Allah agar menghilangkan kecemburuannya.” [HR. Muslim dari Ummu Salamah radhiyallahu’anha]

@Sofyan Chalid Bin Ruray

==

  • ➡Gempa dan longsor Akibat Musik?

Mungkin salah satu penyebabnya adalah musik.

Dari Sahl bin Sa’ad رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,

✅Rasulullah ﷺ bersabda,

Akan terjadi di akhir zaman, ditenggelamkannya manusia ke dalam bumi, dihujani dengan lemparan batu, dan diubah rupanya (menjadi kera dan babi), yaitu jika telah tampak (dihalalkannya) alat-alat musik dan para biduanita serta dihalalkannya khamr (minuman keras).” (Shahiih, HR. Ibnu Majah, II/1350, Ibnu Abid Dunyaa dalam Dzammul Malaahi, no. 1, ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir, VI/150, no. 5810, dan at-Tirmidzi, no. 2212, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 2203)

✅Rasulullah ﷺ bersabda,

Sungguh, akan ada orang-orang dari ummatku yang meminum khamr (minuman keras), mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan (alunan suara) biduanita, maka Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk sebagian mereka menjadi kera dan babi.”

(Shahiih, HR. Ahmad, V/342, Ibnu Majah, no. 4020, al-Baihaqi dalam Sunan-nya, VIII/295, X/221, Ibnu Hibbaan, no. 1384, dan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushanaf, VIII/81, no. 24108)

Maka tinggalkanlah ia (baca : musik) meskipun dengan dalih digunakan untuk berda’wah, karena memainkannya adalah suatu hal yang sia-sia.

Imam asy-Syafi’iy رحمه الله تعالىٰ berkata,

Nyanyian adalah satu permainan yang tidak aku sukai, yang menyerupai kebathilan dan tipu daya. Barangsiapa sering melakukannya, maka ia adalah orang yang bodoh dan persaksiannya ditolak.”

(Diriwayatkan oleh Imam Ibnul Jauzi dalam Talbiis Ibliis, hal. 236, Imam Ibnul Qayyim dalam Ighaatsatul Lahfaan, I/413, al-Muntaqan Nafiis, hal. 301, dan Mawaaridul Amaan, hal. 301)

Musibah yang menimpa sebagian saudara-saudara kita di NTB, Lombok dan sekitarnya adalah duka kita… maka bantulah mereka minimal dengan do’a bukan justru malah memperkeruh suasana menghubungkannya dengan perpolitikan fulan mendukung alan dst… wallaahi ini adalah sebuah kekeliruan di dalam beragama, karena agama Islam ini berdiri di atas dalil (wahyu) dan semata-mata bukan karena nafsu (logika dan perasaan) semata.

✅Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :

Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”

Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.”

(QS. Az-Zumar [39] : 9)

Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.

Abu ‘Aisyah Aziz Arief_

===

  • ➡Seringnya Gempa Pertanda Kiamat

Peristiwa gempa yang menhacurkan dan memporak porandakan segala apa yang ada di muka bumi ini mengingatkan kita pada peristiwa kehancuran alam ini.

Seringnya terjadi gempa adalah pertanda semakin dekatnya hari kiamat, sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

((لا تقوم الساعة حتى يقبض العلم وتكثر الزلازل)) رواه البخاري

Hari kiamat tidak akan terjadi sampai diangkatnya ilmu dan banyaknya terjadi gempa”.[HR Bukhari].

Ketika kiamat terjadi bumi akan bergoncang dengan gocangan yang luar biasa dahsyatnya, tidak mungkin diukur dengan scala righter lagi, sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5) [الزلزلة]

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”, pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya”.

 (QS. Al Zalzalah: 1-5)

Kedahsyatan goncangan bumi pada saat kiamat tiba menjadikan bayi-bayi yang sedang dalam susuan terpelanting dari pelukan ibunya. dan ibu-ibu yang sedang hamil keguguran. Manusia bejalan dengan sempoyongan bagaiakan orang mabuk. Padahal mereka tidak mabuk akan tetapi disebabkan azab yang amat keras.

 Sebagaimana Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ (1) يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ [الحج/1، 2]

Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat dahsyat. Pada hari itu kamu melihat setiap wanita yang menyusui anaknya lalai dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah sangat kerasnya”.(QS.Al Hajj:1-2)

@Ali Musri

  • ➡Bencana Akibat Politik

 

Bencana dikaitkan dengan politik? Sebagian mengaitkannya karena salah langkah politik semata. Sebagian menyangkal bahwa bencana alam tidak ada kaitan dengan politik sama sekali.

Pihak pertama biasa digawangi oleh para penyadap berita. Pihak kedua dikatakan oleh entah siapa, mungkin Anda. Tapi coba kita pikirkan: politik itu perbuatan atau bukan? Perbuatan manusia. Atau katakan: di antara perbuatan manusia. Perbuatan kotor atau bukan? Rata-rata yang sekarang ada: kotor.

Saking kotornya: itu membuat sebagian insan menggantungkan harapan pada makhluk, atau sistem yang banyak aibnya. Apa tidak ingat firman Allah Ta’ala:

ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” [Q.S. Ar-Ruum: 41]

Lihat. Sebabnya adalah perbuatan. Di antara perbuatan: berpolitik kotor dan non-syar’i. Di antara kekotorannya: julukan kecebong dan kampret. Yang sesama muslim seolah bukan saudara. Lombok mungkin terkena musibah fisik, tapi kerusakan dan musibah mental di selain Lombok, boleh jadi lebih besar lagi.

Yang setiap hari pantengin berita politik, mengaitkan bencana alam dengan politik. Hanya itu? Iya. Bagi mereka, itulah sebabnya. Karena alam keseharian mereka adalah koran, berita dan semisalnya. Memangnya kerusakan negeri ini hanya di politik? Jangan-jangan, kenyataan bahwa seseorang lebih banyak baca koran daripada tafsir al-Qur’an, lebih banyak baca berita daripada penjelasan hadits dan fiqh —-> juga termasuk kerusakan dan musibah.

Lalu, kalau penyebab bencana ini politik dan kebijakannya, kita mau apa? Mau mengubah politik kotor menjadi syar’i? Syar’i dengan cara menjuluki siapapun yang kontra sebagai ‘kecebong’? Atau….Syar’i dengan ikut-ikutan berpesta? Atau…Syar’i dengan cara membenahi aqidah, tauhid, manhaj dan amaliyyah masyarakat dari kesalahan dan syubhat? Silakan pilih.

Iya. Langkah Anda selanjutnya apa? Anda tega mengaitkan bencana dengan politik semata; semacam menunggangi kesengsaraan orang untuk mengangkat pilihan atau idol Anda. Tolong sudahi dulu bicara politiknya. Belum ada info ke kita bahwa rakyat yang terkena musibah: mereka mengaitkannya dengan situasi politik.

Dengan bencana ini, apakah kita semakin soleh?

Atau, semakin sibuk membaca berita (politik) dan/atau membuat berita (politik)?

Apakah dengan membaca, muraja’ah dan menambah jam untuk waqi’ politik, menjadikan saya orang shaleh?

@Hasan Al Jaizy

  • ➡PERISTIWA GEMPA, AGAR MANUSIA BERTAUBAT

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Bumi itu kadang-kadang bernafas, yang karenanya terjadi gempa. Dengan terjadinya gempa timbullah rasa takut, taubat, berhenti dari kemaksiatan, merendahkan diri kepada-Nya, dan penyesalan pada diri hamba-hamba-Nya. Bersyukurlah Allah Ta’ala peringatkan dengan gempa, agar manusia kembali kepada-Nya.

✅Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah berkata:

أذن الله سبحانه لها –أي للأرض– في الأحيان بالتنفس، فتحدث فيها الزلازل العظام، فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم، كما قال بعض السلف وقد زلزلت الأرض: إن ربكم يستعتبكم.

Allah Subhanahu wa Ta’ala mengizinkan untuknya, yakni bumi untuk sekali-kali bernafas, lalu muncullah gempa besar padanya, dari situ timbullah rasa takut, taubat, berhenti dari kemaksiatan, merendahkan diri kepada-Nya, dan penyesalan pada diri hamba-hamba-Nya, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian ulama Salaf ketika terjadi gempa bumi, “Sesungguhnya Rabb kalian menginginkan agar kalian bertaubat.” (Miftah Daaris Sa’adah, jilid 2 hlm. 630).

Gempa juga merupakan salah satu musibah yang dengannya dosa-dosa seseorang atau suatu kaum terhapuskan. Mungkin saja ada dosa yang tidak terhapuskan dengan bertaubat, tetapi dihapuskan dengan musibah dan bencana yang menimpa.

✅Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلاَ نَصَبٍ وَلاَ سَقَمٍ وَلاَ حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلاَّ كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ

Tidaklah seorang mukmin tertimpa suatu musibah berupa rasa sakit (yang tidak kunjung sembuh), rasa capek, rasa sakit, rasa sedih, dan kekhawatiran yang menerpa melainkan dosa-dosanya akan diampuni” (HR. Muslim).

✅Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا مِنْ شَىْءٍ يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ فِى جَسَدِهِ يُؤْذِيهِ إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ عَنْهُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِه

Tidaklah suatu musibah menimpa jasad seorang mukmin dan itu menyakitinya melainkan akan menghapuskan dosa-dosanya” (HR. Ahmad. Berkata Syaikh Syu’aib Al Arnauth : Sanadnya shahih sesuai syarat Muslim).

✅Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih, kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

المصـائب تكفــر سيئـات المـؤمنين، وبالصبر عليها ترتفـع درجاتـهم.

“Berbagai musibah akan menggugurkan dosa-dosa orang-orang yang beriman, dan dengan sabar dalam menghadapinya akan menyebabkan derajat mereka terangkat.” (Majmu’ul Fatawa, jilid 14 hlm. 2).

Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa diberikan ketabahan dan kesabaran, yakinlah semua itu sudah ketetapan Allah Taala. Dan sungguh pasti ada kebaikan dan hikmah di balik itu semua.

(Lanjut ke hal…2)

    Iklan