Pondasi Keislaman Seorang Muslim(Bag 2)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••••

1.Beberapa Kesalahan dan Kemungkaranterkait Ibadah Haji (Bag. 4)

2. Saudaraku, Sampai Kapan Kita salingMencela dan Mengolok-olok?

3. Penjelasan Hadits Istikharah (Bag. 3)

4..LEBIH BAIK BERBEDA DENGAN MASYARAKATDARIPADA BERBEDA DENGAN NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

5.KEUTAMAAN SHALAT

6.FaKTA DAN KEUTAMAAN SHALAT

7. Rahasia Dalam Bacaan SuratAl-Fatihah

8. Cara dan Bacaan Salat Sunnah Fajar

9. Mimpi Indah Mimpi Buruk

==

Mereka menyeru Manusia kedalam kesesatan tanpa dasar ilmu(Mereka menyeru manusia kedalam kekafiran dengan ilmu)-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc-Hafizhahullah-

PERDEBATAN AHLI NERAKA-Ustadz Abuz Zubair Al Hawary -Hafizhahullah

Kitab QATHFUL JANAA AD-DAANI (Edisi 102)-Ust Abdurrahman Thayyib

SIAPAKAH SURURI ITU? Ust Abdurrahman Thayyib

PENYEBAB RETAKNYA PERSAUDARAANDALAM ISLAM- Ust Abdurrahman Thayyib

Apakah Dakwah Salafiyah Memecah BelahUmat? Ust Abdurrahman Thayyib

Virus Khawarij dan Penyembuhannya Ust Abdurrahman Thayyib

Keutamaan dan Syarat Lailahaillallah Ustadz Chandra Aditya, Lc (Alumnus S2 Madinah International University)

Syarat Lailahaillallah-Ustadz Achmad Rofi’i

Pokok dan Cabang Iman-Ust Ali Musri

Syarat Laa Ilaaha Illallaah (Bag-8)(Fiqih Doa dan Dzikir)

Syarat Laa Ilaaha Illallaah (Bag-7)(Fiqih Doa dan Dzikir)

Syarat Laa Ilaaha Illallaah (Bag-6)(Fiqih Doa dan Dzikir)

Syarat Laa Ilaaha Illallaah (Bag-5)(Fiqih Doa dan Dzikir)

Syarat Laa Ilaaha Illallaah (Bag-4)(Fiqih Doa dan Dzikir)

Syarat Laa Ilaaha Illallaah (Bag-3)(Fiqih Doa dan Dzikir)

Syarat Laa Ilaaha Illallaah (Bag-2)(Fiqih Doa dan Dzikir)


Kumpulan Ebook

Hadits Arba’in & terjemah 


Tsalatsatul Ushul & terjemah

Kitab Tsalatsatul Ushul, karya Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab (matan & terjemahan) 

Peringatan Ulama dari Fitnah Ekstrim di dalammenvonis bid’ah dan menghajr

Perkara Keimanan Yang Global

Keindahan islam

Studi Komprehensif Manhaj Ahlus Sunnah

WASIAT EMAS BAGI PENGIKUT MANHAJ SALAF

Kaidah Dasar Islam

Syarat dan Makna Laailahaillallah

Kunci LÃ ILÃHA ILLALLÃH

=====

➡Pondasi Keislaman Seorang Muslim Bag.2

  • ➡(6) SYARAT LÃ ILÃHA ILLALLÃH

Soal:

Apakah Lã Ilãha Illallãh memiliki syarat-syarat?

Jawab:

Iya benar, Lã Ilãha Illallãh memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi dan diwujudkan. Jika tidak, maka Lã Ilãha Illallãh idaklah bermanfaat sedikit pun bagi seorang hamba.

✅Wahab Ibn Munabbih rahimahullah pernah ditanya:

ﺃﻟﻴﺲ ” ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ” ﻣﻔﺘﺎﺡ ﺍﻟﺠﻨﺔ؟ ﻓﻘﺎﻝ : ﺑﻠﻰ، ﻭﻟﻜﻦ ﻟﻴﺲ ﻣﻔﺘﺎﺡ ﺇﻻ ﻟﻪ ﺃﺳﻨﺎﻥ،ﻓﺈﻥ ﺟﺌﺖ ﺑﻤﻔﺘﺎﺡ ﻟﻪ ﺃﺳﻨﺎﻥ ﻓﺘﺢ ﻟﻚ، ﻭﺇﻻ ﻟﻢ ﻳﻔﺘﺢ ﻟﻚ .

Bukankah Lã ILãha Illallãh adalah kunci surga? Beliau menjawab: benar. Akan tetapi, tidaklah suatu kunci melainkan memiliki gigi-giginya, jika engkau mendatangkan kunci yang memiliki gigi-gigi (yang tepat) maka akan terbuka bagimu, dan jika tidak maka tidak akan terbuka bagimu. (Dikeluarkan oleh Al-Bukhari secara Muallaq, beliau menyambung sanadnya dalam At-Tarikh Al-Kabir:1/95, dan Abu Nuaim dalam Al-Hilyah:4/66, dan dihasankan oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Al-Mathalib Al-Aliyah:12/334 Tahqiq Asy-Syitsri.

Pada sanadnya terdapat Sa’id ibn Rumanah, penulis belum temukan biografinya. Wallahu A’lam)

Gigi-gigi kunci tersebut ibarat syarat-syarat Lã Ilãha Illallãh, barangsiapa yang memenuhinya maka dia telah mewujudukan Lã Ilãha Illallãh secara benar.

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa syarat-syarat Lã Ilãha Illallãh ada sembilan, yaitu: An-Nutq, Al-Ilmu, Al-Yaqin, Al- Inqiyad, As-Shidq, Al-Mahabbah, Al-Ikhlas, Al-Qabul, dan Al-Kufur bit-Thãgût.

  • ➡(7)PENJELASAN SYARAT-SYARAT LÂ ILÃHA ILLALLÃH

Soal:

Jelaskan kepada kami tentang syarat-syarat Lã Ilãha Illallãh!
Jawab:

Telah disebutkan pada pembahasan sebelumnya bahwa syarat-syarat Lã Ilãha Illallãh ada sembilan. Penjelasannya secara rinci adalah sebagai berikut:

  • ➡Syarat pertama: An-Nutq,

Yaitu seorang mengucapkan kalimat Lã Ilãha Illallãh dengan lisannya, yang berlawanan dengan As-Sukût yaitu diam dan tidak mau mengucapkannya dalam keadaan mampu berucap.

✅Rasulullah ﷺ :bersabda

ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﺃَﻥْ ﺃُﻗَﺎﺗِﻞَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ…

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan Lã Ilãha illallillah.

(HR.Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu ‏)

Dan beliauﷺ juga bersabda kepada Pamannya Abu Thalib menjelang wafatnya:

ﻗُﻞْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﻟَﻚَ ﺑِﻬَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻓَﺄَﺑَﻰ

Ucapkanlah: Lã Ilãha Illallãh, niscaya aku akan bersaksi untukmu dengan kalimat tersebut pada hari kiamat.” Namun dia menolaknya.

(HR.Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu)

Abu Thalib sangat yakin dengan kebenaran yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ , akan tetapi dia enggan mengucapkan Lã Ilãha Illallãh sehingga dia wafat dalam keadaan musyrik.

  • ➡Syarat Kedua: Al-Ilmu,

Yaitu mengetahui makna Lã Ilãha Illallãh dengan benar, bahwasanya hanyalah Allah satu-satunya yang berhak untuk diibadahi dan semua sembahan selain Allah adalah batil, yang berlawanan dengan Al-Jahl yaitu tidak paham makna Lã Ilãha Illallãh.

✅Allah Ta’ala berfirman

{ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﻤْﻠِﻚُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻧِﻪِ ﺍﻟﺸَّﻔَﺎﻋَﺔَ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦ ﺷَﻬِﺪَ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ }

Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak bisa memberikan syafaat, akan tetapi (yang dapat memberi syafaat) adalah orang yang mempersaksikan Al-Haq dan mereka mengetahuinya.(QS.Az-Zukhruf:86)

Berkata Al-Allamah Al-Baghawi rahimahullah:

ﻭﺃﺭﺍﺩ ﺑﺸﻬﺎﺩﺓ ﺍﻟﺤﻖ ﻗﻮﻝ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﻠﻤﺔ ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ، ﻭﻫﻢ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺑﻘﻠﻮﺑﻬﻢ ﻣﺎﺷﻬﺪﻭﺍ ﺑﻪ ﺑﺄﻟﺴﻨﺘﻬﻢ .

Yang dimaksud dengan mempersaksikan Al-haq adalah mengucapkan Lã Ilãha Illallãh kalimat Tauhid, dan mereka mengetahui (maknanya) dengan hati mereka apa yang merekanpersaksikan dengan lisan mereka.

(Tafsir Al-Baghawi:4/171

Dan Rasulullah ﷺ :bersabda

ﻣَﻦْ ﻣَﺎﺕَ ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔ

Barangsiapa mati dalam keadaan dia mengetahui (makna) Lã Ilãha Illallãh, niscaya dia masuk surga.”(HR.Muslim dari Utsman radhiyallahu anhu)

  • ➡Syarat Ketiga: Al-Yaqin,

Yaitu menyakini makna dan kandungan Lã Ilãha Illallãh di dalambhati tanpa ada keraguan, yang berlawanan dengan Asy-Syak yaitu ragu terhadap makna dan kandungannya.

✅Allah Azza wa Jalla berfirman:

{ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﺛُﻢَّ ﻟَﻢْ ﻳَﺮْﺗَﺎﺑُﻮﺍ {…

Sesungguhnya orang-orang beriman itu adalah mereka yang beriman kepada Allah dan RasulNya lalu mereka tidak ragu (dalam keimanannya)…(QS.Al-Hujurat:15)

✅dan Rasulullah ﷺ :bersabda

ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺃَﻧِّﻲ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﺎ ﻳَﻠْﻘَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺑِﻬِﻤَﺎ ﻋَﺒْﺪٌ ﻏَﻴْﺮَ ﺷَﺎﻙٍّ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎﺇِﻟَّﺎ ﺩَﺧَﻞَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ

Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah, tidaklah seorang hamba bertemu Allah dengan berpegang pada kedua (syahadat ini) tanpa ada keraguan niscaya dia masuk surga.” (HR.Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu)

Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah:

ﺍﻟﻴﻘﻴﻦ ﻫﻮ ﺃﺻﻞ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ

Al-yaqin adalah pokok keimanan. (Fathul-Bãri:1/48)

  • ➡(8)PENJELASAN SYARAT-SYARAT LÂ ILÃHA ILLALLÃH* (lanjutan)

➡Syarat Keempat: Al-Inqiyad,

Yaitu ketundukan yang sempurna kepada Lã Ilãha Illallãh dan kandungannya secara zhahir dan batin dengan melaksanakan apa yang Allah wajibkan dan meninggalkan apa yang Allah larang, yang berlawanan dengan At-Tark yaitu tidak tunduk kepada Lã.Ilãha Illallãh dan kandungannya.

✅Allah Azza wa Jalla berfirman:

{ ﻭَﻣَﻦ ﻳُﺴْﻠِﻢْ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺤْﺴِﻦٌ ﻓَﻘَﺪِ ﺍﺳْﺘَﻤْﺴَﻚَ ﺑِﺎﻟْﻌُﺮْﻭَﺓِ ﺍﻟْﻮُﺛْﻘَﻰٰ ۗ {‏[ﻟﻘﻤﺎﻥ : 22 ]

Barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah dalam keadaan dia berbuat maka sungguh dia telah berpegang pada Al- Urwah Al-Wutsqo.

(QS.Luqman:22)

Berkata Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah:

Allah Ta’ala mengabarkan tentang “orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah” maksudnya mengikhlaskan amalnya kepadaNya, tunduk pada perintahNya, dan mengikuti syariatNya. Oleh karena itu, Allah katakan: “dalam keadaan dia berbuat baik” maksudnya pada amalnya dengan mengerjakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang, maka sungguh dia telah berpegang pada Al-Urwatul-Wutsqo. (Tafsir Ibnu Katsir:6/310)

Berkata Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma tentang Al-Urwatul- wutsqo:

ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ

Yaitu Lã Ilãha Illallãh.

(Tafsir Ibn Abi Hatim:2/496, sanadnya hasan)

  • ➡Syarat Kelima: As-Shidq,

Yaitu seorang mengucapkan Lã Ilãha Illallãh dengan jujur dari dalam hatinya dan membenarkan makna dan kandungannya, yang berlawanan dengan Al-Kadzib yaitu mengucapkannya akan tetapi hatinya mendustakannya sebagaimana yang dilakukan orang-.orang munafik.

✅Allah berfirman :

{ ﺃَﺣَﺴِﺐَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺃَﻥ ﻳُﺘْﺮَﻛُﻮﺍ ﺃَﻥ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﺁﻣَﻨَّﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻟَﺎ ﻳُﻔْﺘَﻨُﻮﻥَ ‏(2‏) ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﻓَﺘَﻨَّﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَﻣِﻦ ﻗَﺒْﻠِﻬِﻢْ ۖ ﻓَﻠَﻴَﻌْﻠَﻤَﻦَّ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺻَﺪَﻗُﻮﺍ ﻭَﻟَﻴَﻌْﻠَﻤَﻦَّ ﺍﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ ‏(3 )}

Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiyarkan saja berkata: “kami telah beriman”,dan mereka tidak akan diuji?. Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, sungguh Allah mengetahui orang-orang yang jujur (dalam imannya) dan mengetahui orang-orang yang dusta (dalam keimanannya). (QS Al-Ankabut:2-3)

✅Dan Rasulullah ﷺ :bersabda

ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﻳَﺸْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻِﺪْﻗًﺎ ﻣِﻦْ ﻗَﻠْﺒِﻪِ ﺇِﻟَّﺎﺣَﺮَّﻣَﻪُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭ

Tidaklah seorang yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah,.jujur dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka.” (HR.Al-Bukhari, dari Muadz radhiyallahu anhu)

(Lanjut ke hal…2)