Materi Qurban (Bag.1)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••••

1.Larangan Bagi Seseorang Yang Hendak Berkurban

2.Hukum Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal

3.Lebih Baik BerKurban Kolektif atau Sendiri

4.Kurban Satu Ekor Kambing untuk Sekeluarga 

5. Pilih Kurban Sapi Tujuh Orang atau Satu Kambing

6. Fikih Qurban

7. Panduan Qurban

Fiqih Kurban (Bag-1)-Ust Abdullah Zaen, MA)

Hukum Kurban (Bag-3)(Armen Halim Naro, Lc)

Hukum Kurban (Bag-2)(Armen Halim Naro, Lc)

Hukum Kurban (Bag-1)(Armen Halim Naro, Lc)

Bulughul Maram – Qurban dan Aqiqah(DR. Khalid Basalamah, MA)

Mengupas Tuntunan Nabi Dalam Berkurban” oleh Ustadz M. Sulhan Jauhari, LC. (hafidzohulloh),

Hukum – Hukum Ibadah Qurban”.Oleh Ustadz Abu Ammar Abdul Adhim Al Ghoyami

Fikih Qurban-Ust Dzulqarnain

Sesi1:

Sesi2

Sesi3

Hukum dan Hikmah Ibadah Qurban-Ust Khadir M. Sunusi

Kumpulan Ebook

Amalan Awal Dzulhijjah Hingga Hari Tasyrik

Belajar Qurban Sesuai Tuntunan Nabi

Buku Gratis Lainnya

Hukum dan Adab Berkurban

Tuntunan Ringkas Ibadah Kurban

pedoman penyelembihan hewan qurban yang halal

Panduan Kurban Praktis

===

  • MATERI QURBAN 1

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Pembahasan mengenai qurban sudah banyak di bahas oleh para ulama dan para ustadz, penulis disini hanya sekedar memberikan sumbangsih tulisan yang mudah-mudahan menambah wawasan yang sudah ada.

  • Definisi Qurban ;

Banyak ulama mendefinisikan tentang qurban, diantaranya sebagian ulama mengatakan, qurban adalah :

ما يذبح من بهيمة الأنعام أيام عيد الأضحى بسبب العيد تقرباً إلى الله عز وجل

Sembelihan hewan ternak pada hari Idul Adha karena datangnya hari raya sebagai ibadah kepada Allah Azza wa Jalla.

  • Perintah Berkorban

Berkorban hewan ternak (unta, sapi dan kambing) merupakan sesuatu yang disyariatkan dan termasuk syiar Islam.

✅Allah Ta’ala berfirman :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” SQ. Al-Kautsar: 2)

✅Dan Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ * لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (SQ. Al-An’am: 162-163).

✅Dan Allah Ta’ala berfirman :

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُواْ اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِّن بَهِيمَةِ الاَْنْعَـامِ فَإِلَـهُكُمْ إِلَـهٌ وَحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُواْ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (SQ. Al-Hajj: 34)

✅Berkata Anas bin Malik radhiallahu anhu :

ضحى النبي صلى الله عليه وسلّم بكبشين أملحين ذبحهما بيده وسمى وكبر، وضع رجله على صفاحهما

Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkuran dengan dua ekor domba gemuk. Keduanya disembelih dengan tangannya, dia membaca basmalah dan bertakbir. Dia letakkan kakinya di atas kedua leher hewan tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim).

✅Berkata Abdullah bin Umar radhillahu anhuma :

أقام النبي صلى الله عليه وسلّم بالمدينة عشر سنين يضحي (رواه أحمد، رقم 4935 والترمذي، رقم 1507 وحسنه الألباني في مشكاة المصابيح، رقم 1475 )

Nabi shallallahu alaihi wa sallam menetap di Madinah selama sepuluh tahun beliau selalu berkurban.” (HR. Ahmad, no. 4935, Tirmizi, no. 1507, dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam Misykatul Mashabih, no. 1475)

  • Hukum Berkorban

Ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Sebagian ulama mewajibkannya dan sebagian yang lain berpendapat sunnah muakkad.

Yang mewajibkan berqurban bagi yang mampu berpedoman kepada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah.

✅Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا

Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berqurban, makan jangan sekali-kali mendekat ke tempat sholat kami. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Namun bagi ulama yang berpendapat bahwa berqurban hukumnya sunnah muakkad, mengatakan bahwa hadits yang menjadi dalil wajibnya berqurban bagi yang mampu itu lemah. Syekh Syuaeb Al Arnut rahimahullah melemahkan hadits di atas.

✅Berkata Syekh Utsaimin rahimahullah :

فذهب جمهور العلماء إلى أنها سنة مؤكدة ، وهو مذهب الشافعي ، ومالك وأحمد في المشهور عنهما .وذهب آخرون إلى أنها واجبة ، وهو مذهب أبي حنيفة وإحدى الروايتين عن أحمد ، واختاره شيخ الإسلام ابن تيمية وقال : هو أحد القولين في مذهب مالك ، أو ظاهر مذهب مالك .” انتهى من رسالة أحكام الأضحية والذكاة لابن عثيمين رحمه الله .

Jumhur ulama berpendapat bahwa dia merupakan sunah mu’akadah, ini merupakan mazhab Syafii, serta pendapat yang masyhur dari imam Malik dan Ahmad. Yang lainnya berpendapat bahwa berkurban merupakan kewajiban. Ini merupakan mazhab Abu Hanifah dan salah satu riwayat dari pendapat Ahmad. Pendapat ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiah. Dia berkata, “Ini merupakan salah satu pendapat dari dua pendapat dalam mazhab Malik, atau pendapat Malik yang zahir.” (Risalah Ahkam Udhiyah Wa Az-Zakaah, Ibnu Utsaimin rahimahullah)

✅Dan Berkata Syekh Muhamad bin Utsaimin rahimahullah :

الأضحية سنة مؤكدة للقادر عليها ، فيُضحي الإنسان عن نفسه وأهل بيته ” فتاوى ابن عثيمين 2/661 .

Berkurban merupakan sunah mu’akadah bagi orang yang mampu, seseorang dapat berkurban untuk dirinya dan keluarganya.” (Fatawa Ibnu Utsaimin, 2/661).

  • Keutamaan Qurban

Banyak hadits tentang keutamaan berqurban, sebagian ada hadits tersebut kuat, sebagian ada yang lemah. Sebagian ulama menguatkan satu hadits, sebagian yang lain melemahkan hadits tersebut. Diantaranya :

✅Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلًا أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ هِرَاقَةِ دَمٍ وَإِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَشْعَارِهَا وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

Tidak ada amalan yang dikerjakan anak Adam ketika hari (raya) kurban yang lebih dicintai oleh Allah ‘Azza Wa Jalla dari mengalirkan darah, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan datang dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya dan bulu-bulunya. Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah ‘Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi. Berkata Al-Hakim Isnad Hadits Shahih. Berkata Abu Hatim dan Al Albani : Hadits Dhoif). Sumber :http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=85710

✅Dari Zaid bin Arqam radhiyallahu anhu ia bekata; Saya berkata atau mereka bertanya :

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ قَالَ سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ قَالُوا مَا لَنَا مِنْهَا قَالَ بِكُلِّ شَعْرَةٍ حَسَنَةٌ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَالصُّوفُ قَالَ بِكُلِّ شَعْرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ

Wahai Rasulullah, untuk apakah hewan kurban ini?” beliau menjawab: “Yaitu sunnah bapak kalian Ibrahim.” Mereka bertanya lagi, “Lalu kebaikan apakah yang akan kami peroleh darinya?” beliau menjawab: “Setiap helai dari bulunya adalah kebaikan.” Mereka bertanya lagi, “Bagaimana dengan domba?” beliau menjawab: “Setiap helai bulu domba itu adalah bernilai satu kebaikan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah. Berkata Syeikh Al Albani : Hadist Maudhu’ (Palsu)). Sumber :

https://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=192797

✅Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فََلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

Barangsiapa mendapatkan kelapangan dalam rizki namun tidak mau berkurban maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah. Berkata Al-Hakim dan Al Albani : Hadits Shahih. Berkata Syekh Syu’aib Al-Arnauth : Isnad Dhoif (lemah). Sumber : http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=144265

  • Syarat-Syarat Qurban

Pertama, Hewan Yang Disembelih Dengan Hewan Yang Disyariatkan

Golongan hewan yang diperbolehkan untuk jadi hewan qurban adalah dari hewan ternak yang telah disyariatkan. Seperti unta, sapi dan kambing, baik domba, biri-biri, atau yang sejenisnya. Tidak boleh dengan yang selainnya, seperti kuda, rusa, keledai, ayam, apalagi telur ayam dan lain sebagainya.

✅Allah Ta’ala berfirman :

( وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُواْ اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِّن بَهِيمَةِ الاَْنْعَامِ )

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka”. (QS. al Hajj: 67)

✅Berkata As-Syaukani rahimahullah :

وفيه إشارة إلى أن القربان لا يكون إلا من الأنعام دون غيرها

Di dalamnya ada isyarat bahwa berkurban tidak bisa kecuali dengan An’am (unta, sapi dan kambing), tidak bisa selainnya (Fathu Al-Qodir, vol.3 hlm 647)

✅Dan beliau berkata :

بهيمة الأنعام وهي الإبل والبقر والغنم

Bahimatul An’am adalah unta, sapi dan kambing (Fathu Al-Qodir, vol.3 hlm 642).

✅Berkata As-Syafi’I rahimahullah :

الضَّحَايَا الْجَذَعُ من الضَّأْنِ والثنى من الْمَعْزِ وَالْإِبِلِ وَالْبَقَرِ وَلَا يَكُونُ شَيْءٌ دُونَ هذا ضَحِيَّةً

Hewan-hewan kurban adalah Jadza’ah dari domba dan Tsaniyy dari kambing, unta dan sapi. Hewan apapun selain ini tidak bisa menjadi hewan kurban (Al-Umm, vol 2 hlm 223).

Kedua, Umur Hewan Sesuai Dengan Yang Disyariatkan

Hewan yang layak jadi hewan qurban adalah hewan yang sudah cukup umur menurut yang disyariatkan.

Untuk unta yang sudah bisa dijadikan hewan qurban adalah yang berumur 5 tahun, untuk sapi 2 tahun dan untuk kambing 1 tahun dan domba 6 bulan.

✅Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

” لا تذبحوا إلا مسنة إلا أن تعسر عليكم فتذبحوا جذعة من الضأن ” . رواه مسلم .

Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, namun jika kalian sulit mendapatkannya maka sembelihlah jadza’ah dari kambing”. (HR. Muslim)

Musinnah adalah tsaniyah ke atas jadza’ah adalah di bawahnya.

✅Berkata Syeikh Ibnu ‘Utsaimin –rahimahullah :

” فالثني من الإبل : ما تم له خمس سنين ، والثني من البقر : ما تم له سنتان . والثني من الغنم : ما تم له سنة ، والجذع : ما تم له نصف سنة ، فلا تصح التضحية بما دون الثني من الإبل والبقر والمعز ، ولا بما دون الجذع من الضأن ” انتهى .

Tsaniy dari unta: yang berusia genap 5 tahun, tsaniy dari sapi yang berusia genap 2 tahun, tsaniy dari kambing yang berusia genap 1 tahun. Sedangkan Jadza’ah adalah yang berusia genap ½ tahun. Dan tidak sah kurbannya dengan hewan ternak di bawah usia tsaniy dari unta, sapi atau kambing. dan di bawah usia jadza’ah dari domba”. (Ahkam Udhhiyyah).

✅Berkata Para Ulama Al Lajnah Ad Daimah :

” دلت الأدلة الشرعية على أنه يجزئ من الضأن ما تم ستة أشهر ، ومن المعز ما تم له سنة ، ومن البقر ما تم له سنتان ، ومن الإبل ما تم له خمس سنين ، وما كان دون ذلك فلا يجزئ هدياً ولا أضحية ، وهذا هو المستيسر من الهدي ؛ لأن الأدلة من الكتاب والسنة يفسر بعضها بعضاً ” انتهى .

Disebutkan dalam “Dalil-dalil syar’i telah menunjukkan bahwa usia minimal dari domba/biri-biri adalah 6 bulan, dan dari kambing 1 tahun, dari sapi usia 2 tahun, da dari unta usia 5 tahun, di bawah usai di atas tidak boleh untuk hady (sembelihan haji) atau kurban. Inilah makna mustaisirun min hady (sembelihan yang mudah didapatkan); karena dalil dari al Qur’an dan Hadits satu sama lain menafsiri yang lainnya”. (Fatawa Lajnah Daimah”: 11/377).

Ketiga, Hewan Qurban Tidak Cacat

Hewan qurban harus sehat selamat dari cacat. Matanya tidak buta, tidak sakit, tidak pincang,tidak kurus sekali dan dikiaskan kepada yang serupa atau yang lebih parah dari itu.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya: “Hewan qurban yang bagaimana yang hendaknya dihindari?” Maka beliau memberikan isyarat dengan tangannya dan bersabda:

أربعا : العرجاء البين ظلعها ، والعوراء البين عورها ، والمريضة البين مرضها ، والعجفاء التي لا تنقي.

Ada empat, yaitu (1) yang pincang dan jelas pincangnya, (2) yang rusak matanya dan jelas kerusakannya, (3) yang sakit dan jelas sakitnya, dan (4) yang kurus dan tidak bersumsum.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah. Berkata Syeikh Al Albani : Hadits Shahih).

Keempat, Hewan Qurban Milik Sepenuhnya Yang Berqurban

Berqurban dengan hewan curian, merampas punya orang dan cara-cara yang batil lainnya maka tidak sah qurbannya. Hewan qurban harus milik sendiri. Karena tidak sah mendekatkan diri kepada Allah dengan bermaksiat kepadanya.

✅Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً،

Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. (HR. Muslim).

Kelima, Disembelih Diwaktu Yang Tepat.

Waktu sembelih qurban itu 4 hari. Dari mulai selesai shalat id sampai 13 Dzulhijjah. Maka tidak boleh berqurban sebelum shalat dan sudah lewat tanggal 13 Dzulhijjah.

✅Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

” من ذبح قبل الصلاة فإنما هو لحم قدمه لأهله وليس من النسك في شيء “.

Barang siapa yang berkurban sebelum shalat, maka sembelihannya menjadi makanan untuk keluarganya dan bukan ibadah (kurban) sama sekali”. (HR. Bukhari).

✅Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” من ذبح قبل أن يصلي فليعد مكانها أخرى “.

Barang siapa yang menyembelih sebelum shalat, maka ia harus mengulanginya dengan hewan lain (setelah shalat)”.

✅Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر لله عز وجل ” رواه مسلم.

Hari-hari tasyriq adalah hari makan dan minum, dan berdzikir kepada Allah –‘Azza wa Jalla- “. (HR. Muslim)

Namun jika hewan itu kabur atau seseorang mewakilkan kepada orang lain, dan wakil tersebut lupa sampai di luar hari tasyriq, maka menurut ulama, yang demikian tidak apa-apa disembelih di luar hari tasyriq, di qiyaskan kepada yang tertidur dari ibadah shalat, atau lupa belum shalat, maka ia mendirikannya setelah ia bangun atau setelah ia ingat kembali.

  • Hewan Qurban Yang Utama

Ada perbedaan pendapat ulama mengenai hewan yang utama untuk qurban. Ada yang mengatakan kambing, karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam berqurban dengan kambing. Ada yang mengatakan unta, karena unta lebih banyak dagingnya dan juga mereka berdalih dengan keutamaan orang yang datang ke masjid untuk shalat jumat.

✅Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْأُولَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً

Barangsiapa yang berangkat (shalat jum’at) pada jam pertama, maka seakan-akan dia mengurbankan unta; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-2, maka seakan-akan dia berkurban dengan sapi; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-3, maka seakan-akan dia berkurban dengan kambing jantan; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-4, maka seakan-akan dia berkurban dengan ayam; Barangsiapa yang berangkat pada jam ke-5, maka seakan-akan dia berkurban dengan telur. (HR. Muslim).

✅Berkata Para Ulama Al-Lajnah Ad Dâimah :

أفضل الأضاحي البدنة ، ثم البقرة ، ثم الشاة ، ثم شرك في بدنة – ناقة أو بقرة

Hewan kurban terbaik adalah unta, kemudian sapi lalu kambing dan setelah itu berserikat pada unta atau sapi. (Fatawa Lajnah Daimah: 11/398)

✅Berkata Syeikh Ibnu Utsaimin rahimahullah :

الأفضل من الأضاحي : الإبل ، ثم البقر إن ضحى بها كاملة ، ثم الضأن ، ثم المعز ، ثم سُبْع البدنة ، ثم سبع البقرة ”

Hewan kurban yang paling utama adalah unta, lalu sapi jika ia berkurban penuh, kemudian kambing kibas, kemudian kambing biasa, kemudian 1/7 unta kemudian 1/7 sapi. (Ahkam Udhhiyyah).

(Lanjut ke halaman 2)