As Siyasah Syar’iyah- Politik Syar’i (Bag.3)

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••••••••

1.Kembalilah Ke Tugas Utamamu

2. Awas Jangan Kau Dekati Fitnah

3.Menjaga Citra Islam Di Mata Dunia

4.Ulama Mujtahid vs Pengamat Politik

5.Andai Jadi Presiden

6. Apakah Sistem Monarki Diakui OlehSyariat?

7. ‘Ulama Al-Jarh Wa At Ta’dil, Sosok Penjagadan Pembela Agama Allah

8. Ilmu Syar’i Hakekat Kebaikannya danPemiliknya

9. Siapa Para Ulama

Jihad Dalam Syariat Islam (Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Makna Jihad-(Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Bimbingan Islam Untuk Pribadi-Ust Yazid Jawas

Kedudukan Jihad Ust Yazid Jawas

Keutamaan Para Ulama (Zainal Abidin Syamsuddin, Lc)

Kedudukan Para Ulama (Khairullah Anwar Luthfi, Lc)

Kebutuhan Manusia Terhadap Ulama (Bag-2)(Abu Izzi Masmuin Zubaidi)

Kebutuhan Manusia Terhadap Ulama (Bag-1)(Abu Izzi Masmuin Zubaidi)


Kumpulan Ebook

Jihad Di Jalan Allah

Konsep Jihad Dalam Islam

Jihad Fi Sabilillah

Salaf Dan Jihad Fi Sabilillah

Waspadai Tipu Daya Musuh

Kiat Menggapai Kemenangan Atas Musuh

Membela Diri

Buku Politik Islam Ta’liq Siyasah Syar’iyyah IbnuTaimiyyah

Jama’ah – Ibnu Taimiyyah

==

AS SIYASAH ASY SYAR’IYAH (BAGIAN KETIGA)

Oleh : Al Ustadz Ja’far Umar Thalib hafidhahullah wa saddada khutahu

  • PRINSIP KETIGA

Para Ulama’ dan orang-orang yang berilmu harus membimbing Ummat Islam dengan ilmu dan amal Islami untuk menyelamatkan mereka dari berbagai bencana yang bisa mengancam kehidupan mereka ketika pemerintah itu mengkampanyekan kekafiran terus- menerus ditengah kehidupan Ummat. Allah Ta’ala menegaskan kepemimpinan Ulama’ bagi Ummat Islam :

وجعلنا منهم أئمة يهدون بأمرنا لما صبروا وكانوا بآياتنا يوقنون – السجدة ٢٤

Dan Kami jadikan dari mereka itu para Imam, yang terbimbing dengan perintah Kami, ketika mereka itu sabar dalam mentaati Syari’ah Allah dan mereka yakin dengan ilmu tentang kebenaran yang datang dari Allah”. As Sajdah 24.

Al Hafidl Ibnu Katsir Ad Dimasyqi rahimahullah menerangkan tentang tafsir ayat ini : “Yakni ketika mereka sabar dalam mentaati perintah-perintah Allah dan meninggalkan apa yang dilarang olehNya dan membenarkan para RasulNya serta mengikuti jejak mereka dalam segala apa yang datang kepada mereka dari Allah, maka jadilah mereka sebagai imam-imam yang terbimbing kepada kepada kebenaran dengan perintah dari Allah dan mereka mengajak ummatnya kepada kebaikan dan menyeru ummatnya kepada kemakrufan dan mencegah mereka dari kemungkaran”. Demikian Ibnu Katsir menerangkan.

Demikianlah kedudukan para Ulama’ itu, bila mereka istiqamah dalam berpegang dengan kebenaran yang datang dari Allah, dia akan menjadi panutan Ummat Islam dan sebagai Imam yang diteladani amalannya oleh Ummat. Ulama’ yang demikian itulah yang menjadi benteng terakhir bagi Ummat Islam untuk lari dari kekafiran yang sedang mengepung mereka. Ulama’ tersebut mempelopori Ummat untuk berjihad fi sabilillah dengan cara yang benar dan tidak takut dari ancaman siapapun kecuali ancaman Allah Ta’ala. Tidak peduli dari cercaan siapapun, kecuali cercaan Allah dan RasulNya. Ulama’ yang memberi teladan kepada Ummat dalam menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar dengan ikhlas karena Allah semata.

ومن يطع الله ورسوله ويخش الله ويتقه فأولئك هم الفائزون – النور ٥٢

Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya dan takut kepadaNya dalam perkara dosa yang telah dia lakukan dan takut kepadaNya untuk berbuat dosa yang akan datang, maka mereka yang demikian itulah sebagai orang-orang yang sukses“. S. An Nur 52.

✅ Juga Allah Ta’ala berfirman :

إنما يخش الله من عباده العلماؤا – فاطر ٢٨

Hanyalah yang takut kepada Allah itu dari hamba-hambaNya, adalah para Ulama’nya”. S. Fathir 28.

Sufyan bi Said Ats Tsauri rahimahullah menerangkan :

كان يقال العلماء ثلاثة : عالم بالله عالم بأمر الله ، وعالم بالله ليس بعالم بأمر الله ، وعالم بأمر الله ليس بعالم بالله ، فالعالم بالله وبأمر الله الذي يخشى الله تعالى ويعلم الحدود والفرائض ، والعالم بالله ليس بعالم بأمر الله الذى يخشى الله ولا يعلم الحدود ولا الفرائض ، والعالم بأمر الله ليس بعالم بالله الذى يعلم الحدود والفرائض ولا يخشى الله

“Sejak dahulu telah dikatakan oleh para Salaf bahwa yang namanya Ulama’ itu ada tiga macam, yaitu : 

1. Ulama’ yang berilmu tentang Allah dan berilmu tentang perintah Allah.

2. Ulama’ yang berilmu tentang Allah tetapi tidak berilmu tentang perintah Allah. 

3. Ulama’ yang berilmu tentang perintah Allah akan tetapi tidak berilmu tentang Allah. 

Maka Ulama’yang berilmu tentang Allah dan berilmu tentang perintahNya, ialah yang takut kepada Allah Ta’ala dan berilmu tentang hukum-hukum Allah dan faraidlNya (yakni ilmu tentang hukum waris). Sedangkan Ulama’ yang berilmu tentang Allah dan tidak berilmu tentang perintahNya, ialah orang yang takut kepada Allah, akan tetapi tidak mengerti tentang hukum-hukum Allah dan faraidlNya. Dan adapun Ulama’ yang berilmu tentang perintah Allah dan tidak berilmu tentang Allah, adalah Ulama’ yang mengerti tentang hukum-hukum Allah dan faraidlNya, akan tetapi tidak punya rasa takut kepada Allah”.

Tentu para Ulama’ yang takut kepada Allah dan mengerti hukum agamanya, yang menjadi benteng iman dan Islamnya Ummat di saat bangsa dan negara dipimpin oleh pemerintah dan perangkat hukum dan politik yang kafir. Ulama’ yang mengerti hukum agamanya tetapi tidak takut kepada Allah, adalah Ulama’ suu’ (yakni Ulama’ penjahat) yang menunggangi agamanya untuk mencapai kepentingan dunia ( yaitu tahta, harta, dan wanita). Ulama’ suu’ adalah Ulama’ ahlul bid’ah yang menjual belikan ummatnya demi kepentingan hawa nafsunya.

Ummat dikacaukan aqidahnya dengan berbagai kesesatan keyakinan, kemusyrikan (seperti pengkeramatan kubur-kubur tertentu dan peribadatan kepadanya) dan khurofat (yakni keyakinan yang penuh kebohongan, karena tidak ada asal-usulnya dari Nabi sallallahu alaihi wa aalihi wasallam dan tidak pula dari para Salafus Shaleh), tahayyul (cerita-cerita khayal hasil dari imajinasi syaithaniyahnya para Ulama’ suu’ itu). Juga Ummat dirusak ibadahnya dengan berbagai bid’ah, dan dirusakkan akhlaqnya dengan berbagai amalan kemaksiyatan yang diatasnamakan agama.

Maka Ummat harus dibimbing oleh para Da’ie untuk merujuk kepada Ulama’ Ahlis Sunnah Wal Jama’ah, dengan diajarkan kepada mereka kitab-kitab para Ulama’ Ahlis Sunnah itu. Gerakan perbaikan Ummat dalam negara yang kafir ini akan berhadapan dengan gerakan pengrusakan yang dipimpin oleh para Ulama’ suu’. Kebanyakan kaum Muslimin yang bodoh tentang agamanya, tentu lebih suka dengan berbagai kebohongan Ulama’ suu’ daripada kebenaran yang dikampanyekan oleh para Da’i Ahlis Sunnah yang terus menyebarkan ilmu para Ulama’ Ahlis Sunnah Wal Jama’ah. Namun yang diberkahi oleh Allah Ta’ala dan yang akan dimenangkan oleh Allah adalah para Da’ie Ahlis Sunnah, ketika mereka berda’wah di tengah Ummat dengan ikhlash karena Allah semata, dan ketika mereka berda’wah untuk menyelamatkan Ummat dari kebodohan mereka, dimana kebodohan itu akan membahayakan mereka dalam kepentingan hidup di dunia dan akherat. Dan ketika para Da’ie Ahlis Sunnah itu ingin menyelamatkan Ummat dari bahaya kekafiran, kemusyrikan, dan kebid’ahan serta bahaya kemaksiyatan. Para Da’ie yang demikian itulah yang akan mencapai kemenangan walaupun jumlah mereka sedikit dan walaupun Ummat yang mau mengikuti jejak para Da’ie itu hanya sedikit. Allah Ta’ala menegaskan :

يا أيها الذين آمنوا إن تنصروا الله ينصركم ويثبت أقدامكم – والذين كفروا فتعسا لهم واضل أعمالهم – محمد ٧ – ٨

Hai orang-orang yang beriman, bila kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan Dia akan mengokohkan posisi kalian. Adapun orang-orang kafir, maka mereka akan binasa dan mereka akan semakin sesat dengan berbagai manufernya”. S. Muhammad 7 – 8.

✅ Allah Ta’ala menukil omongan seorang Mu’min Bani Israil ketika kaumnya ketakutan menghadapi orang-orang kafir Romawi musuh mereka yang amat besar jumlahnya :

كم من فئة قليلة غلبت فئة كثيرة بإذن الله – والله مع الصابرين – البقرة ٢٤٩

Berapa banyak kelompok yang kecil jumlahnya mengalahkan kelompok yang besar dengan izin Allah, dan Allah itu pertolonganNya menyertai orang-orang yang sabar di jalanNya”. S. Al Baqarah 249.

✅ Allah Ta’ala memuji dan membanggakan para Da’ie ilallah :

ومن أحسن قولا ممن دعا إلى الله وعمل صالحا وقال إنني من المسلمين – فصلت ٣٣

Dan siapakah yang lebih baik omongannya dari orang yang berda’wah ke jalan Allah dan beramal shaleh dan berkata : Sesungguhnya aku adalah termasuk dari golongan orang-orang yang tunduk kepada hukum Syari’at Allah”. S. Fusshilat 33.

Al Imam Abdurrazzaq As Shan’ani meriwayatkan dari Ma’mar bin Rasyid, bahwa Al Hasan Al Basri rahimahullah menyatakan :

هذا حبيب الله هذا ولي الله هذا صفوة الله هذا خيرة الله هذا أحب أهل الأرض إلى الله أجاب الله فى دعوته ودعى الناس إلى ما أجاب الله فيه من دعوته وعمل صالحا فى إجابته وقال إنني من المسلمين هذا خليفة الله

Inilah kekasih Allah, inilah Waliullah, Inilah manusia hasil penyaringan Allah, inilah manusia pilihan Allah, inilah orang yang paling dicintai oleh Allah dari penduduk bumi, dia memenuhi panggilan Allah dalam seruanNya dan dia berda’wah mengajak manusia untuk memenuhi panggilan Allah dalam seruanNya dan dia beramal shaleh dalam rangka memenuhi panggilan Allah itu dan dia mengatakan : Sesungguhnya aku termasuk dari golongan orang-orang yang tunduk kepadaNya, dan inilah Khalifatullah”.

Demikianlah betapa mulianya para Da’ie ilallah, karena perjuangan mereka itu adalah mendidik dan mengajari Ummat untuk mencapai kemuliaan di dunia dan akherat dengan ilmu agama (yaitu Al Qur’an dan As Sunnah) dan beramal denganNya. Sedangkan berbagai gerakan pemerintah kafir yang menguasai negara, adalah kelemahan yang dibungkus oleh kekuatan semu yang sesungguhnya tidak akan mampu berhadapan dengan kekuatan Da’wah ilallah ini. Allah Ta’ala menegaskan :

مثل الذين اتخذوا من دون الله أولياء كمثل العنكبوت اتخذت بيتا وإن أوهن البيوت لبيت العنكبوت لو كانوا يعلمون – العنكبوت ٤١

“Permisalan orang-orang yang menjadikan selain Allah itu sebagai pelindung, seperti keadaan laba-laba yang membikin rumah untuk melindunginya, dan sesungguhnya selemah-lemah rumah untuk berlindung itu adalah rumahnya laba-laba, seandainya mereka mengerti“. S. Al Ankabut 41.

  • ➡Da’wah Ilallah

 

Da’wah ilallah adalah gerakannya para Nabi dan Rasul untuk merubah masyarakat dan bangsa dan kemudian negara dari suasana penuh kedzaliman dan kejahatan karena tidak mau nenjalankan Syari’ah Islamiyah, kepada suasana penuh keadilan dan kedamaian serta kebaikan karena menjakankan Syari’at Islamiyah. Dengan Da’wah ilallah ini, Ummat Islam disiapkan untuk mengemban misi perubahan yang lebih besar, yaitu misi Jihad Fi Sabilillah. Allah Ta’ala menegaskan :
وجاهدوا فى الله حق جهاده هو اجتباكم وما جعل عليكم فى الدين من حرج – الحج ٧٨
Dan berjihadlah kalian di jalan Allah dengan sebenar-benar Jihad, Dia Allah telah memilih kalian untuk menjalankan misi ini, dan Allah tidak akan menjadikan dalam agama ini kesulitan apapun dalam mengamalkannya”.S. Al Haj 78.

✅ Allah juga telah memastikan kewajiban Jihad Fi Sabilillah ini :

كتب عليكم القتال وهو كره لكم وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم وعسى أن تحبوا شيئا وهو شر لكم والله يعلم وأنتم لا تعلمون – البقرة ٢١٦

Diwajibkan atas kalian untuk berperang dan perang itu adalah perkara yang kalian tidak menyukainya, dan bisa jadi kalian tidak menyukai sesuatu, namun yang tidak kalian sukai itu justru menjadi kebaikan bagi kalian dan bisa jadi kalian menyenangi perdamaian (tidak perang), tetapi justru itu menjadi kejelekan bagi kalian. Dan Allah itu lebih tahu sedangkan kalian tidak mengetahuinya”. S. Al Baqarah 216.

(Lanjut ke Halaman 2)