Ahlus Sunnah Menepis Tuduhan Dusta Jabariyyah & Pilpres Usaha Memilih Pemimpin Yang Halal Atau Haram?

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in
1. Faedah Dari Dua Ayat TentangKepemimpinan.

2.Ahlus Sunnah Melarang MemberontakKepada Pemerintah (Pemimpin KaumMuslimin)

3.Kepemimpinan Yang Dipahami Dari Dalil-Dalil Syar’i Dan Ketetapan Para Ulama

4.Manhaj Yang Benar Dalam MenasihatiPemerintah Yang Zhalim

5.Takdir Berjalan Seiring Syariat

6.Iman Kepada Takdir Tidak MeniadakanIkhtiar

7. Semua Telah Ditakdirkan

8.Takdir untuk Alasan Bermaksiat?

9.Usaha, Doa, Sebab, dan Takdir

10.Pemahaman terhadap Takdir dan Syari’at

11. Bekal Wajib Membahas Takdir

Syubhat yang Menyambar-Nyambar-Ust Farhan Abu Furaihan

Wajar Lombok Dilanda Gempa Ini Penyebabnya-Mizan Qudsiyah

Fenomena Dakwah Belakangan Hari-Ust Hasan Al Jaizy

Arbain Abu Unaisah 1(40 Hadist Tentang Manhaj dan Aqidah)-Abdul Hakim Amir Abdat-mc.m4a

Arbain Abu Unaisah 2- Abdul Hakim Amir Abdat-mc.m4a

Arbain Abu Unaisah 3-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

Soal JawabArbain Abu Unaisah 3-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

Fath Al Baari Kitab Al Qadar Bab1-Ust Abdul Hakim Amir Abdat-mc.m4a

Fath Al Baari Kitab Al Qadar Bab 2-6-Ust Abdul Hakim Amir Abdat.m4a

Fath Al Baari Kitab Al Qadar Bab6-15-Ust Abdul Hakim Amir Abdat-mc.m4a

Amalan Terbaik Sepanjang Masa-Mizan Qudsiyah-mc.m4a

KITAB 82

Kitab ke 82 KITAB AL QADAR (TAKDIR)

BAB 1 Bab Qadha’ Hadits 6594, 6595

Qadar/Takdir secara syar’iyyah adalah “Maa qadarahullahu fiil azal an yakuuna fii khalqihi”, yaitu apa apa yang Allah telah tetapkan pada masa yang lampau yang akan terjadi pada mahkluknya. Sedangkan makna qadha ialah dari satu sisi sama dengan taqdir, yaitu apabila keduanya disebutkan secara terpisah atau masing masing maka makna keduanya yaitu taqdir dan qadha ialah sama.

Sedangkan apabila keduanya disebutkan secara bersamaan maka makna qadha berbeda dengan taqdir dari satu sisi. Dimana berarti taqdir ialah terlebih dahulu dari qadha. Untuk lebih meluaskan lagi pengetahuan kita tentang aqidah yang sangat besar ini yang merupakan salah satu dari rukun iman yaitu beriman kepada perkara Taqdir.

Maka kami mengajak secara umum kepada kaum muslimin dan secara khusus kepada para pelajar ilmiyyah islam untuk menyimak dan mengambil faedah ilmu dalam bab aqidah yang sangat besar ini dari materi pembahasan yang disampaikan oleh Syaikh kami Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullahu ta’ala dalam mensyarahkan KITABUL QADAR yang ada dalam kitab Shahih nya Imam Bukhari rahmatullahi ‘alahi.

Sebuah pembahasan tentang taqdir menurut pemahaman kaum salaf dari umat ini yang berdasarkan nash Al Kitab dan Sunnah dan apa apa yang diyakini oleh kaum salaf yang shalih dari umat.ini. Sebuah pembahasan yang insya Allahu ta’ala penuh dengan qawaa’id dan fawaa’id ilmiyyah dalam bab taqdir. Dan juga disampaikan dengan mudah dan menarik untuk kita simak dan fahami. Dan bersamaan dengan itu juga pembahasan yang beliau hafizhahullah sampaikan memiliki bobot ilmu yang sangat tinggi dan ilmiyyah dalam berbicara tentang permasalahan Taqdir ini dalam menyingkap maksud dan fiqih nya al imam al Bukhari rahimahullah dalam bab per bab yang beliau bawakan dalam rangka menegakkan hujjah atas aqidah ahlus sunnah yang merupakan aqidah yang haq dalam bab ini oleh beliau al imam al Bukhari dalam bab taqdir ini.

==

KITAB AL QADAR (TAKDIR)

BAB KE 2 | TELAH KERING PENA BERDASARKAN ILMU ALLAH HADITS 6596

BAB Ke 3 | Allah lebih tahu apa yang mereka kerjakan Hadits No. 6597, 6598, 6599, 6600

BAB Ke 4 | Ketetapan Allah telah ditetapkan Hadits No. 6601, 6602, 6603, 6604, 6605

BAB Ke 5 | Amalan dihitung dengan penutupnya Hadits No. 6606, 6607

==

KITAB AL QADAR (TAKDIR)

BAB KE 6 | HAMBA MENYERAHKAN URUSAN NAZARNYA KEPADA TAKDIR 6608, 6609

BAB KE 7 | Tiada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah

BAB KE 8 | Orang yang terjaga adalah yang dijaga Allah

BAB KE 9 | Firman Allah “Haram bagi penduduk yang telah Kami hancurkan untuk kembali”

BAB KE10 | Firman Allah “Dan tidak kami jadikan mimpi yang kami perlihatkan selain fitnah untuk manusia”

BAB KE 11 | Adam dan Musa uji debat disisi Allah

BAB KE 12 | Tak ada yang menghalangi apa yang Allah berikan

BAB KE 13 | Berlindung kepada Allah dari kesusahan yang menyengsarakan dan takdir yang buruk

Adab Pergaulan dalam Beda Pemahaman Oleh Ustadz Farhan Abu Furaihan

Hidup Hanya Sekali Oleh Ustadz Farhan Abu Furaihan

Kemerdekaan Yang Sesungguhnya Oleh Ustaz Dr Syafiq Riza Basalamah MA

Pengaruh Media Sosial Dalam Beragama”-Ustadz Farhan Abu Furaihan

2 Penghancur Agama” yaitu Fitnah Harta dan Tahta Oleh Ustadz Dr.Syafiq Riza Basalamah MA 

Kumpulan Ebook

Takdir Manusia

Cara Merubah Takdir

Ridha TerhadapTakdir

Qadha dan Qadar

Soal Jawab Dengan Masyaikh

DAKWAH SALAFIYAH BUKAN MURJIAH

Masaail Jahiliyyah

Mengobati Penyakit

Nasehat Syaikh Ibrahim Bagi Generasi Muda Ahli Sunnah.pdf

Tahdzir Fitnah Ghuluw Hajr.

Jalan Meraih Kemuliaan

Nasehat Para Ulama ttg Ikhtilaf Salafiyyun

Bagaimana Muslim Membina Dirinya Sendiri

========

  • ➡ Keyakinan Ahlu Sunnah


Meyakini bahwa semua telah ditetapkan di Lauh Mahfuzh adalah bagian dari keyakinan Ahlus Sunnah.

✅ Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

وأعلم أن الأمة لو اجتمعت علي أن ينفعوك بشيء ، لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك ، وإن اجتمعوا علي أن يضروك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك, رفعت الأقلام وجفت الصحف

Ketahuilah, jika seluruh umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, maka mereka tidak akan bisa memberikan manfaat apapun kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu.

Dan jika seluruh umat berkumpul untuk membahayakanmu, maka mereka tidak akan bisa memberimu bahaya apapun kecuali apa yang telah Allah tetapkan untukmu.

Pena-pena telah diangkat, dan lembaran-lembaran telah kering” [Riwayat At Tirmidzi]

Soal usaha tentu saja tetap jalan. Tapi ingat, apapun usaha Anda, hasilnya telah Allah tetapkan sejak 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.

Tinggal masalahnya: Benar atau tidak usaha yang kita lakukan? Syar’i atau tidak?

Sebagai contoh, apa usaha agar kita tidak dipimpin oleh penguasa zhalim?

Hasan Al Bashri mengatakan:

اعلم عافاك الله أنَّ جور الملوك نقمة من نقم الله تعالى ، ونقم الله لا تلاقى بالسيوف ، وإنَّما تتقى وتستدفع بالدعاء والتوبة والإنابة والإقلاع عن الذنوب

Ketahuilah bahwa kezhaliman penguasa adalah hukuman dari Allah Ta’ala, dan hukuman itu tidaklah dihadapi dengan pedang. Itu hanya bisa dihindari dan ditolak dengan doa dan taubat, serta kembali kepada Allah, serta meninggalkan dosa-dosa.”

Muhammad bin Yusuf mendapat surat dari saudaranya yang mengeluhkan kezhaliman para penguasa..

✅ Maka beliau membalas surat tersebut:

بلغني كتابك وتذكر ما أنتم فيه، وليس ينبغي لمن يعمل المعصية أن ينكر العقوبة، ولم أر ما أنتم فيه إلا من شؤم الذنوب، والسلام.

Telah sampai suratmu, dan telah kau ceritakan keadaanmu di sana. Maka tidak sepatutnya bagi orang yang melakukan maksiat untuk menolak hukuman. Dan aku tidak memandang apa yang menimpamu ini, kecuali disebabkan dari buruknya dosa. Wassalam”

Kalau bertaubat dan mengajak orang untuk bertaubat serta muhasabah tidak dihitung sebagai usaha, apalagi sampai disebut sebagai jabriyah, ya apa boleh buat…

Justru kita ingin mengingatkan bahwa menempuh sebab-sebab syar’i disamping sebab kauni itu tanda keimanan dan tawakkal kepada Allah..

Kalau sebab kauni yang halal tidak ada, maka jangan tempuh sebab kauni yang haram. Masih ada sebab syar’i, yaitu taubat dan inabah, tempuhlah itu..

Dan karena Allah adalah yang berkuasa atas segala sesuatu, maka jangan gantungkan dirimu pada usahamu, tapi pada Allah..

✅ Bukankah kita telah diajari doa:

ولا تكلني إلى نفسي

Ya Allah, jangan engkau serahkan perkara ini diriku sendiri”

Yaitu agar Allah menolong kita. Tentu pertolongan Allah kita harapkan dari usaha yang syar’i, bukan yang tidak syar’i.

  • Jika seseorang merasa tulisannya disalahpahami, maka kaidah umumnya, dilihat:

Jika yang salah paham segelintir, maka yang keliru adalah yangsegelintir tersebut.

– Jika yang ‘salah paham’ itu banyak, berarti yang harus Introspeksi adalah pembuat tulisan tersebut. Kadang pula, pihak mana yang gembira dengan suatu tulisan, hal itu menentukan kemana arah postingan itu dipahami.

Bagaimana ya rasanya, kalau kita jadi rektor misalnya, dan tahun depan mau habis masa jabatannya.. Eh, tahun ini sudah ramai tagar # 2019GantiRektor dari para mahasiswanya..

Mungkin rasanya biasa saja, karena menganggap mahasiswa punya hak untuk itu dan tidak melanggar konstitusi kampus. Soal etika? nomor sekian lah. Norma agama? Kayaknya gak melanggar, buktinya, ndak ada ustadz yang negur. Yang penting mahasiswa sudah berusaha, soal benar atau salah caranya bisa dibicarakan lain waktu.

Ristiyan Ragil Putradianto

==​

  • Faham Jabariyyah Sesat, Namun….

Faham Jabariyyah yang mengatakan bahwa manusia itu terpaksa dalam perbuatannya, dia tidak memiliki kehendak karena semuanya telah ditakdirkan sehingga tidak perlu lagi beramal,

sungguh ini adalah faham yang rusak dan merusak. Hal itu karena konsekuensinya adalah menggugurkan syariat, mereka tinggalkan amal-amal shalih seperti shalat, puasa, doa, amar maruf nahi munkar karena semua itu tidak ada faedahnya, sebab apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, tidak perlu doa dan amal.

Bahkan mereka melakukan pelanggaran-pelanggaran syarI seperti zina, mencuri dan sebagainya karena alasan bahwa semua itu telah ditakdirkan oleh Allah dan mereka hanyalah menjalankannya.

Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan bahwa Jabariyyah lebih sesat dari Qodariyyah yang mengingkari takdir, sebab konsekuensi faham Jabariyyah adalah menggugurkan perintah dan larangan, halal dan haram, janji dan ancaman, bahkan beliau menilai bahwa Jabariyyah jauh lebih sesat daripada Yahudi dan Nashara. (Majmu Fatawa 8/288)

Namun, ada satu hal yg perlu digaristebali, ketika para ulama salafiyyun menasehatkan “pemimpin adalah potret rakyat”, “sibukkanlah dengan ilmu, amal shalih, dakwah” jangan sibuk dg politik praktis zaman now” dan “jangan buang waktu dg menjadi pemerhati berita politik”…

Jangan sekali2 mengecap paham itu dg jabriyyah mulukiyyah, tidak…sama sekali tidak…

Hal itu karena salafiyyun bukan tanpa usaha, mereka berusaha menuju kejayaan dan perbaikan negara dg cara menempuh metode salaf dalam perbaikan dan pendidikan yaitu dg menanamkan tauhid dan sunnah Nabi, sehingga kelak Allah menghadiahkan pemimpin yang shalih tuk mereka.

Mereka tidak larut dg metode2 berbau provokasi dan politik kotor zaman sekarang. Mereka tetap konsisten dg kitabullah dan sunnah Rasulullah berdasarkan manhaj salaf shalih sepanjang zaman dan di manapun berada. Semoga kita tidak gegabah menvonis dg jabriyyah atau khowarij dan membidik busur panah bukan pada sasarannya.

  • Fitnah Harta dan Tahta

Fitnah jabatan dan tahta sangatlah dahsyat sekali. Musim politik dan pemilihan sudah mulai dekat, perseteruan dan saling menjatuhkan sudah semakin tak terelakkan, dan tak jarang kita jumpai sebagian kalangan berlomba-lomba mengejar kursi jabatan dengan berbagai cara apa pun sekalipun harus bertentangan dengan rambu-rambu agama; ada yang datang ke dukun, kuburan, melakukan ritual-ritual aneh, suap, mengumpar janji palsu, dan sebagainya. 

✅ Rasulullah bersabda:

« ﻣَﺎﺫِﺋْﺒَﺎﻥِ ﺟَﺎﺋِﻌَﺎﻥِ ﺃُﺭْﺳِﻠَﺎ ﻓِﻲ ﻏَﻨَﻢٍ ﺃَﻓْﺴَﺪَ ﻟَﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺣِﺮْﺹِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﺎﻝِ،ﻭَﺍﻟﺶِّﻑَﺭَ ﻟِﺪِﻳﻨِﻪِ ».

Tidaklah dua serigala yang kelaparan lalu dilepas kepada seekor domba lebih merusak agama seorang daripada rakusnya manusia terhadap harta dan takhta. (HR at-Timidzi, Ahmad, Ibnu Hibban, dll. Dishahihkan al-Albani di dalam Shahih Targhib wa Tarhib: 1710 dan disyarah oleh al-Imam Ibnu Rajab.)

ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻀﻴﻞ ﺑﻦ ﻋﻴﺎﺽ: ” ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﺃﺣﺐَّ ﺍﻟﺮﺋﺎﺳﺔ ﺇﻻ ﺣﺴﺪ ﻭﺑﻐﻰ ﻭﺗﺘﺒﻊﻋﻴﻮﺏ ﺍﻟﻨﺎﺱ , ﻭﻛﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﺬﻛﺮ ﺃﺣﺪٌ ﺑﺨﻴﺮ ,” ﻧﻘﻠﻬﺎ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺒﺮ ﻓﻲ” ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ” ‏( 2/571 ).

Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan: “Tidaklah seorangpun menginginkan kedudukan kecuali dia akan dengki, dzalim, mencari2 aib manusia dan tidak suka jika seseorang disebut kebaikannya“. (Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlihi 2/571 kry Ibnu Abdil Barr)

Yuk, menata hati kita agar ikhlas murni karena Allah, menyibukkan diri kita dg amal shalih, jangan sibuk mengikuti berita para pecinta dunia yang sedang berlomba2 berebut kekuasaan, niscaya kita akan tentram bahagia.

Abu Ubaidah As Sidawi

===

  • Gelombang Fitnah

Yang biasa membahas tentang firqah dan teologi menyimpang dalam masalah ushuluddin adalah Ahlus Sunnah, baik di madrasah, perkuliahan sampai kajian umum, entah tematik (walau tak sering) terlebih kajian kitab rutin berkenaan aqidah salafiyyah. Tetibanya, memang tak sedikit oportunis menumpang di gerbong Sunnah. Jika sesuai kepentingan, ambil. Jika tidak sesuai, maka berbelok. Seiring berjalannya waktu dan berdesirnya gelombang fitnah, yang jujur dan tidak akan tampak.

Sebagian rekan, alih-alih belajar apa itu Murji’ah dan bagaimana kitab ulama berbicara tentang teologi Murji’ah, tetibanya paling bisa menjuluki Ahlus Sunnah sebagai Murji’ah. Lalu dengan sebab adanya common emotional, maka banyak yang terhasut untuk ikut melabeli. Mereka tidak tahu apa itu bab Irja’. Rekan yang tak beda dari di atas, alih-alih mengerti apa itu aqidah Jabriyyah. Ketika nama ini sedang trend dan bisa jadi amunisi mesiu untuk menyerang Ahlus Sunnah, tetibanya menjadi yang paling lancar mewiridkan label ini.

Kesemua keterdadakan itu, hasil dari minimnya makrifat dan meluapnya emosi. Thullab yang rutin mengkaji kitab-kitab turats Ahlus Sunnah dalam bidang aqidah saja, tidak langsung faham bab iman, amal, taqdir dan jabr dalam waktu singkat. Perlu pendewasaan pembelajaran. Sedangkan posseur belakangan hari, tetibanya mahir melabeli golongan atau individu tertentu sebagai sebagai Murji’ah atau beraliran Jabriyyah. Luar biasa. Makanya, ini kita mau marah malah tidak jadi. Bayangkan saja.

Mau marah tapi malah disuguhi scene komedi yang lucu. Reda. Dan syukurlah.

Ah, selalu ada di belahan bumi bagian berantah, yang geram jika Ahlus Sunnah istiqamah, dan senang jika ada Ahlus Sunnah bersalah. Senang mendapat amunisi mesiu. Kita tak pungkiri, kadang beberapa dari kita salah ucap, salah sikap dan salah ngecap. Tapi ketahuilah, bad news is good news. Tugas Ahlus Sunnah lalu apa jika ‘dibegitukan’?
✅ Coba refleksikan ayat berikut:

ﺇِﻥْ ﺗَﻤْﺴَﺴْﻜُﻢْ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﺗَﺴُﺆْﻫُﻢْ ﻭَﺇِﻥْ ﺗُﺼِﺒْﻜُﻢْ ﺳَﻴِّﺌَﺔٌ ﻳَﻔْﺮَﺣُﻮﺍ ﺑِﻬَﺎ ۖ ﻭَﺇِﻥْ ﺗَﺼْﺒِﺮُﻭﺍ ﻭَﺗَﺘَّﻘُﻮﺍﻟَﺎ ﻳَﻀُﺮُّﻛُﻢْ ﻛَﻴْﺪُﻫُﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ ۗ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺑِﻤَﺎ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ ﻣُﺤِﻴﻂٌ

Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu BERSABAR dan BERTAKWA, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan. [Q. S. Ali Imran]

Tugas muslim adalah sabar dan yuk teruskan rutinitas ibadahnya. Saudaraku, seandainya semua orang taat namun Anda sendirian bermaksiat, ketaatan mereka tak bermanfaat untuk Anda. Seandainya semua orang bermaksiat sedangkan Anda taat sendirian, kemaksiatan mereka tak memberi madharat untuk akhirat Anda.

Banyak orang menginginkan Anda marah, tapi jika Anda sabar dan bertakwa, kemarahan orang insya Allah tak bermadharat untuk

Anda. Baarakallaahu fiikum.

Hasan al Jaizy

===(lanjut ke halaman 2)

Iklan