Antara Ustadz Adi Hidayat, Pembubaran Kajian, Baper, Tabayun, Framing Fitnah, & Masjid Milik Allah 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1. Terjemah Khutbah Arafah

2. Mengenggam Dunia, Ketika Meninggal Hanya Membawa Kafan

3. Dzikir Petang Ini untuk Mendapatkan Perlindungan dari Bahaya

4. Apakah Dia Mati Syahid?

5. Jumlah kitab yang Allah Turunkan

6. Pakaian Kemasyhuran

7.Prinsip Agung AntiLiberalisme

Syubhat yang Menyambar-Nyambar-Ust Farhan Abu Furaihan

Wajar Lombok Dilanda Gempa Ini Penyebabnya-Mizan Qudsiyah

Fenomena Dakwah Belakangan Hari-Ust Hasan Al Jaizy

Arbain Abu Unaisah 1(40 Hadist Tentang Manhaj dan Aqidah)-Abdul Hakim Amir Abdat-mc.m4a

Arbain Abu Unaisah 2- Abdul Hakim Amir Abdat-mc.m4a

Arbain Abu Unaisah 3-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

Soal JawabArbain Abu Unaisah 3-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

Fath Al Baari Kitab Al Qadar Bab1-Ust Abdul Hakim Amir Abdat-mc.m4a

Fath Al Baari Kitab Al Qadar Bab 2-6-Ust Abdul Hakim Amir Abdat.m4a

Fath Al Baari Kitab Al Qadar Bab6-15-Ust Abdul Hakim Amir Abdat-mc.m4a

Amalan Terbaik Sepanjang Masa-Mizan Qudsiyah-mc.m4a

KITAB 82

Kitab ke 82 KITAB AL QADAR (TAKDIR)

BAB 1 Bab Qadha’ Hadits 6594, 6595

Qadar/Takdir secara syar’iyyah adalah “Maa qadarahullahu fiil azal an yakuuna fii khalqihi”, yaitu apa apa yang Allah telah tetapkan pada masa yang lampau yang akan terjadi pada mahkluknya. Sedangkan makna qadha ialah dari satu sisi sama dengan taqdir, yaitu apabila keduanya disebutkan secara terpisah atau masing masing maka makna keduanya yaitu taqdir dan qadha ialah sama.

Sedangkan apabila keduanya disebutkan secara bersamaan maka makna qadha berbeda dengan taqdir dari satu sisi. Dimana berarti taqdir ialah terlebih dahulu dari qadha. Untuk lebih meluaskan lagi pengetahuan kita tentang aqidah yang sangat besar ini yang merupakan salah satu dari rukun iman yaitu beriman kepada perkara Taqdir.

Maka kami mengajak secara umum kepada kaum muslimin dan secara khusus kepada para pelajar ilmiyyah islam untuk menyimak dan mengambil faedah ilmu dalam bab aqidah yang sangat besar ini dari materi pembahasan yang disampaikan oleh Syaikh kami Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullahu ta’ala dalam mensyarahkan KITABUL QADAR yang ada dalam kitab Shahih nya Imam Bukhari rahmatullahi ‘alahi.

Sebuah pembahasan tentang taqdir menurut pemahaman kaum salaf dari umat ini yang berdasarkan nash Al Kitab dan Sunnah dan apa apa yang diyakini oleh kaum salaf yang shalih dari umat.ini. Sebuah pembahasan yang insya Allahu ta’ala penuh dengan qawaa’id dan fawaa’id ilmiyyah dalam bab taqdir. Dan jugadisampaikan dengan mudah dan menarik untuk kita simak dan fahami. Dan bersamaan dengan itu juga pembahasan yang beliau hafizhahullah sampaikan memiliki bobot ilmu yang sangat tinggi dan ilmiyyah dalam berbicara tentang permasalahan Taqdir ini dalam menyingkap maksud dan fiqih nya al imam al Bukhari rahimahullah dalam bab per bab yang beliau bawakan dalam rangka menegakkan hujjah atas aqidah ahlus sunnah yang merupakan aqidah yang haq dalam bab ini oleh beliau al imam al Bukhari dalam bab taqdir ini.

==

KITAB AL QADAR (TAKDIR)

BAB KE 2 | TELAH KERING PENA BERDASARKAN ILMU ALLAH HADITS 6596

BAB Ke 3 | Allah lebih tahu apa yang mereka kerjakan Hadits No. 6597, 6598, 6599, 6600

BAB Ke 4 | Ketetapan Allah telah ditetapkan Hadits No. 6601, 6602, 6603, 6604, 6605

BAB Ke 5 | Amalan dihitung dengan penutupnya Hadits No. 6606, 6607

==

KITAB AL QADAR (TAKDIR)

BAB KE 6 | HAMBA MENYERAHKAN URUSAN NAZARNYA KEPADA TAKDIR 6608, 6609

BAB KE 7 | Tiada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah

BAB KE 8 | Orang yang terjaga adalah yang dijaga Allah

BAB KE 9 | Firman Allah “Haram bagi penduduk yang telah Kami hancurkan untuk kembali”

BAB KE10 | Firman Allah “Dan tidak kami jadikan mimpi yang kami perlihatkan selain fitnah untuk manusia”

BAB KE 11 | Adam dan Musa uji debat disisi Allah

BAB KE 12 | Tak ada yang menghalangi apa yang Allah berikan

BAB KE 13 | Berlindung kepada Allah dari kesusahan yang menyengsarakan dan takdir yang buruk

Adab Pergaulan dalam Beda Pemahaman Oleh Ustadz Farhan Abu Furaihan

Hidup Hanya Sekali Oleh Ustadz Farhan Abu Furaihan

Kemerdekaan Yang Sesungguhnya Oleh Ustaz Dr Syafiq Riza Basalamah MA

Pengaruh Media Sosial Dalam Beragama”-Ustadz Farhan Abu Furaihan


Kumpulan Ebook

Siap Dipinang

Cara Selamat Dari Fitnah

Apa Yang harus dilakukan Di Masa Fitnah

Menjauhi Fitnah

Menutupi Aib Orang Lain

Adab Dalam Masjid

ALLAH Yang Maha.Disembah

Kedudukan Al Quran di Hati Muslim.pdf

Pertahanan Yg Semu

Wala Dan Bara Dalam Islam

Garis Pemisah Dakwah Salafiyyah & Dakwah Hizbiyyah

Inilah Haddadiyah

Kenapa Alergi Dengan Salafi

Sikap Muslim Dalam Fitnah-1

Sikap Muslim Dalam Fitnah-2.

===

  • Ambil hikmahnya… 

Sabarlah wahai saudaraku…! Kalian akan selalu berada dipihak yg salah... Ana melihat antum sungguh mempunyai akhlak yg agung… Kalian tidak merebut jadual kajian pihak lain tapi mereka yg nyeruduk jadual kalian, ketika kalian memberitahu waktu sdh habis mereka menuduh kalian mempereksekusi, kalian tdk memviralkannya justru mereka yg memviralkan.pertama kalinya, lalu mereka buat meme terhadap saudari kita dg penuh kebohongan, lalu ustad mereka membuat klarfikasi memojokkannkalian dan dakwah kalian, tapi ust kalian tetap sabar saja, kemudian diantara fans membuat berita bohong atas nama DKM… 

Memang begitulah dari dulu, kebohongan dan fitnah adalah senjata utama para penetang kebenaran…. Dari kejadian terlihat bagi kita hakikat dai yg selama ini mengaku berada di atas manhaj salaf tapi malah ikut-ikutan
memojokkan kalia
n… Inilah hasil didikan ustad mereka dan ini pula hasil didikan ust-ust kalian yg selalu membina kalian utk berilmu, berakhlak dan sabar...Dalam dakwah kita akhlak bukan sekedar materi dalam ceramah tapi yg lebih penting adalah aplikasinya dalam keseharian..

Ust Ali Musri Semjan Putra 

  • Viral Kajian Dihentikan Akibat Waktu Tidak Ditepati

Lagi viral soal kajian AH di cinere dihentikan ibu ibu.…Sebetulnya kajian tetap AH disitu tiap kamis ke 3. tapi tiba tiba…pindah ke kamis 1 hingga bentrok dengan kajian tetap yang sudah ada. Mereka maksa minta, akhir sama panitia diberi juga dengan ketentuan kajiannya sampai jam 10 saja. Tapi ternyata sudah jam 10 belum berhenti juga. Diingatkan supayaberhenti eh malah dicaci. Tapi yang diviralkan malah sebaliknya. Katanya kajian AH dibubarkan sama ibu ibu salafi.. Lah siapa yang ngambil jadwal orang ya.. siapa yang zalim coba menurut ikhwah semua ???

Pihak DKM sudah meminta AH datang dan sudah terjadi kesepakatan dan permasalahan dianggap selesai dan kedua pihak saling memaafkan.. Semoga Allah mengampuni dosa dosa kita semua..

Ust Badrusalam

==

  • Cara “menghentikan” majelis ilmu yang molor waktunya

=====

Syaikh Prof Dr Abdurrozzaq Al Badr Pribadi yang Disiplin

Pernah terjadi, syaikh lain yang mengajar sebelum beliau, memperpanjang waktu kuliah hingga beberapa menit masuk ke dalam jam kuliah beliau. Maka, beliau mengetuk pintu kelas sambil memberi salam kepada syaikh tersebut, lantas beliau menasihati sang Syaikh dengan perkataan, “Maaf, Syaikh, waktu istirahat buat mahasiswa jangan diambil.”

Dalam pergantian mata kuliah, memang ada jeda sekitar 5 – 10 menit yang biasa digunakan oleh mahasiswa untuk istirahat. Maka Syaikh tersebut pun berkata, “Na’am, na’am…!” dengan wajah tersipu-sipu dan penuh rasa malu.

Lihatlah, dalam masalah seperti ini beliau tidak basa-basi, dan tetap menegur syaikh lain yang tidak disiplin dalam jam mengajar. Rupanya, teguran beliau tidak terlupakan oleh sang Syaikh, sehingga pada kesempatan mengajar berikutnya, sang Syaikh sudah bersiap-siap agar tidak kebablasan lagi, sampai-sampai berkata, “Wahai para mahasiswa, jika sudah hampir habis waktu tolong ingatkan saya, agar kita tidak ditegur lagi oleh Syaikh Abdurrozzaq.”

Demikianlah Syaikh Abdurrozzaq, disiplin dalam mengajar sebagai dosen di universitas dan demikian juga disiplin dalam mengisi pengajian. Maka, tentulah demikian saat beliau mengisi pengajian di Radiorodja. Saya ingat betul bagaimana beliau selalu berusaha tidak absen dalam jadwal pengajian.

https://firanda.com/330-mendulang-pelajaran-akhlak-dari-syaikh-abdurrozzaq-al-badr-hafizhahullah-seri-4.html

==

  • Jangan Mudah Baper

Kita para ustadz juga sering ditegur kok sama panitia kajian kalau memang waktunya sudah habis atau kebablasan. Mlah kita mesti berterima kasih karena sudah diingatkan, gak perlu gampang baper.

Teringat dg Syeikhuna Dr. Sulaiman ar Ruhaili ketika saat dauroh kemarin, jika waktu materi beliau sudah habis dan biasanya diingatkan oleh panitia lewat secarik kertas, maka setiap kali panitia tersebut datang ke depan membawa kertas, maka Syeikh mengatakan dg sambil tersenyum:

ﺟﺎﺀ ﺍﻟﻨﺬﻳﺮ

Telah datang sang pemberi peringatan”…

Candanya pun disambut tawa para peserta dan seketika itu juga memudarkan ngantuk mereka (bagi yang ngantuk… He.. He..) Dan setelah itu, beliau pun menutup materi kajiannya tanpa baper dg secarik kertas peringatan tersebut apalagi kepada panitianya..He..

Jadi, biasa aja kale, gak perlu gampang baper.

Catatan @abiubaidah as-sidawi

==

  • Beda Kelas

Dulu pernah jadi panitia Kajian rutin di JIC. Ada pihak yang tidak senang, mereka pun marawisan hampir setiap ada kajian kami, terkadang tanpa konfirmasi ke kami ternyata ada pasangan calon pengantin yang melaksanakan ijab qobul, sehingga kajian terpaksa menunggu prosesi selesai, atau menggunakan bagian pinggir Masjid, atau bahkan tragisnya diliburkan. Bayangkan yang sudah meluangkan waktu datang jauh-jauh ketika tiba di Masjid ternyata diliburkan. Kemudian, tibalah saatnya suatu kelompok pengajian berbekal proposal kajian rutin lengkap dengan tanda tangan para pengurus JIC, jadwalnya (entah disengaja atau tidak) bentrok dengan jadwal kajian rutin yang kami adakan tiap hari Sabtu (kelemahan kami saat itu adalah kami hanya meminta ijin melalui lisan, tanpa tertulis). Kami pun mengalah karena kurangnya kelengkapan perijinan kami, tapi kami belajar.

.

Lain lagi di Masjid Komplek suatu Perumahan, kami sudah mengantongi perijinan lengkap, kajian rutin pun berjalan. Sebagian Pengurus Masjid Komplek tersebut (yang dimaksud tentunya yang tidak suka dengan kajian rutin yang kami adakan), memikirkan cara bagaimana agar kajian kami dapat dihentikan. Kalau diskusi langsung nda’ mungkin, sebab apa yang disampaikan oleh asatidzah adalah KEBENARAN sehingga tidak ada celah atau tema yang tepat untuk diangkat sebagai bahan diskusi. Bahkan ana sendiri pernah diajak mengundang asatidzah untuk diadakan diskusi dengan da’i-da’i Beliau-Beliau, hanya saja…, ketika ana tagih kapan pelaksanaannya dan ana sampaikan bahwa sudah ada Ustadz yang bersedia untuk diskusi malah dijawab “kamu belajar saja lagi, jangan belajar cuma sama 1 guru…”. Sampai sekarang, ajakan diskusi yang senantiasa ana tanggapi belum terealisasi hehe…, tapi ana dah males klo ada ajakan diskusi sekarang, dah banyak kok kajian Sunnah di Masjid lain walhamdulillaah. Back to past, karena tidak adanya celah, tau apa yang Beliau-Beliau lakukan? Beliau-Beliau adakan rapat Pengurus Masjid, bertepatan dengan jadwal kajian rutin (yang resmi, bertanda tangan oleh yang berwenang dalam DKM) yang kami adakan. Para jama’ah dan narasumber sudah ada, tapi kami mengalah, kami pindah jadwal ke hari esoknya… Tahu apa yang terjadi??? Ada lagi rapat dong, dengan alasan bahwa tidak semua peserta rapat kemarin dapat hadir jadi tidak efektif. Ini kan lucu sebenarnya… Masa ana yang lebih muda harus ngajarin bahwa peserta rapat yang tidak hadir bisa diberitahukan oleh yang hadir tentang hasil rapat... Maka, dengan terpaksa ana putuskan untuk hentikan kajian rutin di Masjid Komplek tersebut, sampai sekarang.

.

Jadi, ngebentrokin jadwal se-enaknya itu memang sudah biasa di kalangan orang-orang yang tidak paham dosa mendzholimi orang lain. Kenapa dzholim? Sebab ketika kami yang akan adakan kajian rutin, kami senantiasa tanyakan kepada pihak DKM mengenai hari yang kosong, hari-hari yang sudah ada kajian rutinnya tidak akan kami ganggu gugat, begitulah adab yang diajarkan kepada kami. Makanya, Masjid yang jadwal kajian rutinnya penuh tidak kami jadikan target untuk mengadakan kajian rutin. Seandainya kami pun lebih berkuasa atas suatu Masjid, maka kami punya cara yang lebih elegan daripada ngebentrokin jadwal, yakni diskusi. Paling klo da’i yang diajak diskusi kalah hujjah ya malu sendiri dan otomatis mundur teratur alias mulai jarang ngisi kajian, kekosongan kajiannya pun tergantikan dengan Ustadz kami.

.

Alhamdulillaah, ada hikmahnya dari situ, ketika terhalang mengadakan kajian rutin di suatu Masjid kami pun cari Masjid lain yang mau menerima. Daripada eyel-eyelan, kami lebih memilih bergerak sporadis. Alhamdulillaah, sekarang kajian yang mengusung manhaj salaf sudah banyak, tidak seperti dulu.

.

Itulah bedanya kita dengan mereka, mengalah bukan berarti tidak berusaha. Usaha para penggiat kajian sudah mulai tersebar, mulai banyak orang dari berbagai kalangan yang tertarik dakwah ini. Uniknya, sampai sekarang ana belum pernah tuh temukan kajian asatidzah bermanhaj salaf yang menggusur kajian rutin lain. Na’am, adab bukan sebatas untuk diucapkan dan bukan karena playing victim (baper + framing), tapi untuk diamalkan. Adab Bro Adab!

Jangankan Masjid, Bumi, langit, dan semesta alam adalah milik Allooh. Mas, semua itu ada aturan, jangan ikuti imagenya suatu suku yang hobi ngebangun rumah seenaknya di tanah kosong sambil bilang “ini tanah TOHAN!”. Kami itu nda’ ngambil kendaraan atau rumahmu Mas, kami hanya inginkan hak kami. Seorang Muslim itu menepati perjanjian yang disetujui, perjanjian Hudaibiyah ke orang kafir saja Nabi beri contoh untuk ditepati, lha ini perjanjian ke sesama Muslim aja nda’ bisa nepati. Sopo tho sing dadi teladanmu Mas? Shame on you…

Semoga bermanfaat!

Akhukum,

-yan arso taufiq abu azzam-

==

  • Kenapa. Adi Hidayat, Lc Ma tidak jujur dalam mengklarifikasi kejadian aslinya?

—————-

Tabayun dan Penjelasan agar tdk terjadi framing fitnah

—————

Pas kita datang kajian ust.adi hidayat Masih berlangsung.Kita datang jam 9.45 ( jadwal ust.jam 9.30 s/d 11.00wib) Padahal pihak dkm sdh sepakat utk selesai kajian jam 10.00 WIB

Dgn panitia kajian ( jd kajian ust.muhtarom mundur 1/2 jam jd jam 10.00 s/d 11.00 wib)

kajian rutin kita yg sdh berlangsung lama (+ 9 thn ) Dan panitia kita jg sdh banyak mengalah

Kajian di hari kamis pekan ke 3 sdh tdk bisa lagi

Jadi dipindahkan ke hari rabu Pekan ke 3

Eee tau nya yg kajian kamis pekan pertama di isi lg Maka dari panitia kajian Tidak terima. Tp akhirnya terjadi kesepakatan Kajian ust adi.hidayat Mulai pukul jam 8.30 s/d 10.00 wib Tp setelah jam tersebut Tdk berhenti2 Mk nya panitia daru kita berinisiatif membuat surat kecil yg di antarkan marbot utk menghentikkan kajian krn sudah sepakat jamb10.00 WIB selesai

Tp Ust.Adi.hidayat Tdk mau berhenti dgn alasan karena bukan dari pihak DKM yg meminta berhenti Kata beliau : ini masjid punya Allah Sehingga panitia mulai agak kesal Krn tdk sesuai kesepakatan awal sehingga Terjadi lah apa yg terjadi dan Agak keluar kata2 yg agak pedas.. Jd kontex nya org2 hrs paham dulu secara utuh Kenapa panitia dr kajian kita agak kecewa dan keluar kata2 tsb Krn sdh 2 bln cukup mengalah jauh2 hari.sejak kajian kamis pekan ke 3 dipindah kan ke rabu pekan ke 3

Itulah kronologisnya Jd kita harus tau kronologinya secara utuh dulu. Knapa terjadi spt itu

Krn kesepakatan awal yg tdk di taati oleh manajemen Akhyar TV Mudah2an informasinya bisa jelas agar tdk termakan framing kemana mana…. ( Sumber : Akh- Faisal, Panitia Kajian )

Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Maa’idah:8)

==(lanjut ke Halaman 2)

Iklan