Adab Seputar Pergaulan Pria-Wanita 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••••

1. Larangan Menyerupai Lawan Jenis

2.Adab Bergaul Dengan Lawan Jenis

3. Larangan Menyentuh Wanita Bukan Mahram

4. Apa Itu Tabarruj

5. Anjuran Untuk Menikah

6. Wanita Haram Memakai Parfum

7. Larangan Menggunakan Kain Sutra Bagi Lelaki

8.Bahaya Mengumbar Aurat

9. 27 Dampak Negatif Zina

10. Hukum Safar Bagi Wanita Tanpa Mahram –

11. Hukum Wanita Menyambung Rambut

12. Hukum Membungkukan Badan

Beberapa Adab Dalam Pergaulan-Ust Yazid Jawas

Etika Bergaul-Ust Fariq Gasim

Sukses Bergaul Dengan Surat Al Hujurat-Ahmad Zainuddin

Keutamaan Bergaul dengan Masyarakat-Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr

Menghalaui Virus Merah Jambu (Kupas tuntasAdab – adab Pergaulan Lawan Jenis)” Oleh Ustadz Ahmad MZ & M.Arif Rizky,S.Psi

Ust. Abdurrahman-Etika Pergaulan

Ust. Abdurrahman-Etika Pergaulan2

Ust. Abu Ubaidah – Etika Bergaul dengan Sahabat

Ust. Abu Ubaidah – Etika Bergaul Dalam Keluarga

11 Audio Mp3 Adab Adab Pergaulan – Ustadz.Abu Zakariya Khodir Al Malanji

Audio Adab Membina Rumah Tangga Dan Pergaulan Suami Istri-Ust Abu Ubaidah

12 Audio Adab Adab Pergaulan Persahabatan Dan Persaudaraan-Ust Askari


Kumpulan Ebook

Mengatasi Problematika Remaja

Hukum Hukum Bergaul Dengan Non Muslim

Adab Pergaulan Dalam Islam

Adab Pergaulan

Adab Pergaulan Antara Lelaki & Wanita by Ustazah Hamidah Mat

Pergaulan Nabi shallallahu alaihi wa sallam Bersama Non Muslim(Arab)

Menundukan Pandangan

Kerusakan Akibat Ikhtilath

Ikhtilath (Campur Baur Lelaki dan Wanita Di Satu Ruangan)

Hukum Bersalaman Dengan Wanita Bukan Mahram

Di Antara Kerusakan Ikhtilat

Bahaya Ikhtilat Antara Laki dan Perempuan

Perintah Anjuran Menikah

Bahaya Zina

Bahaya Zina dan Kerusakannya

Keharaman Zina dan Sebab-Sebabnya

Memakai Parfum Saat Pergi Ke Masjid

Tabarujj

Bahaya Tabarruj bagi Individu dan Masyarakat – 

==

Adab Seputar Pergaulan Pria-Wanita

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:

Berikut ini hadits-hadits pilihan tentang pergaulan antara pria dan wanita, semoga Allah Azza wa Jalla menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin.

  • Perintah Kepada Para Pemuda Untuk Segera Menikah

عَنْ عَبْدِ اللهِ ابنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»

Dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada kami, “Wahai para pemuda! Barang siapa di antar kamu yang sanggup menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya nikah itu menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan, namun barang siapa yang tidak sanggup, maka hendaknya ia berpuasa, karena hal itu sebagai pengebirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Bahaya Zina

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللَّهِ

Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila zina dan riba telah tampak di sebuah kampung, maka berarti mereka telah mempersiapkan diri mereka mendapatkan azab Allah.” (HR. Thabrani dan Hakim, dishahihkan oleh Adz Dzahabi dan Al Albani).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ: أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: ” يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ، وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا، وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ، وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا، وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ ”

Dari Abdullah bin Umar ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menghadap kami dan bersabda, “Wahai kaum Muhajirin! Ada lima perkara yang apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak mengalaminya, yaitu: tidaklah perbuatan keji (zina) tampak di suatu kaum, kemudian mereka melakukannya dengan terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah mereka penyakit Tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah dialami para pendahulu mereka. Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan ditimpa kemarau panjang, kesulitan pangan dan kezaliman penguasa.

Tidaklah mereka enggan membayar zakat harta-harta mereka kecuali hujan dari langit akan dihalangi turun kepada mereka, kalau bukan karena (rahmat Allah) kepada hewan-hewan ternak niscaya mereka tidak akan diberi hujan. Tidaklah mereka melanggar perjanjian dengan Allah dan Rasul-Nya, kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari luar mereka dan mengambil apa yang mereka miliki.

Dan tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan enggan memilih apa yang diturunkan Allah, melainkan Allah akan mengadakan peperangan di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Al Albani)

  • Larangan Menyentuh Wanita Yang Bukan Mahram

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ ”

Dari Ma’qil bin Yasar ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, ditusuknya kepala salah seorang di antara kamu dengan jarum besi itu lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani, dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 5045)

Dari Umaimah binti Ruqaiqah ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّي لَا أُصَافِحُ النِّسَاءَ

Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan wanita.” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2513).

  • Larangan Berduaan Dengan Wanita Yang Bukan Mahram

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ خَطَبَ بِالْجَابِيَةِ فَقَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَقَامِي فِيكُمْ، فَقَالَ: ” اسْتَوْصُوا بِأَصْحَابِي خَيْرًا، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ يَفْشُو الْكَذِبُ حَتَّى إِنَّ الرَّجُلَ لَيَبْتَدِئُ بِالشَّهَادَةِ قَبْلَ أَنْ يُسْأَلَهَا، فَمَنْ أَرَادَ مِنْكُمْ بَحْبَحَةَ الْجَنَّةِ فَلْيَلْزَمُ الْجَمَاعَةَ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ، وَهُوَ مِنَ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ، لَا يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا، وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ، فَهُوَ مُؤْمِنٌ ”

Dari Ibnu Umar, bahwa Umar bin Khaththab pernah berceramah di daerah Jabiyah (sebelah barat daya Damaskus), lalu ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri di hadapan kami sebagaimana berdirinya aku di hadapan kalian, Beliau bersabda, “Aku berpesan kepada kalian agar bersikap yang baik kepada para sahabatku, selanjutnya generasi setelah mereka, dan setelahnya. Selanjutnya akan muncul kedustaan, sehingga seseorang mulai bersaksi sebelum diminta. Siapa saja di antara kalian yang menginginkan tempat yang luas di surga, maka hendaknya ia tetap bersama jamaah. Hal itu, karena setan bersama orang yang sendiri, dan dia menjauh dari dua orang. Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kamu berduaan dengan seorang wanita, karena setan yang ketiganya. Barang siapa yang senang dengan kebaikannya, dan gelisah dengan keburukannya, maka dia mukmin.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim, dan dinyatakan shahih isnadnya oleh Pentahqiq Musnad Ahmad cet. Ar Risalah)

  • Larangan Menyerupai Lawan Jenis

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَعَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُخَنَّثِينَ مِنْ الرِّجَالِ وَالْمُتَرَجِّلَاتِ مِنْ النِّسَاءِ

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang bertingkah laku seperti perempuan dan wanita yang bertingkah laku seperti laki-laki. (HR. Bukhari)

عَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِالرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ، وَلَا مَنْ تَشَبَّهَ بِالنِّسَاءِ مِنَ الرِّجَالِ ”

Dari Abdullah bin ‘Amr ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukan termasuk golongan kami kaum wanita yang menyerupai laki-laki dan kaum laki-laki yang menyerupai wanita.” (HR. Ahmad, Thabrani, Abu Nua’im, Bukhari dalam At Tarikh, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ no. 5433).

  • Memisahkan Tempat Antara Laki-Laki Dengan Wanita

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: «خَرَجْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فِطْرٍ أَوْ أَضْحَى فَصَلَّى، ثُمَّ خَطَبَ، ثُمَّ أَتَى النِّسَاءَ، فَوَعَظَهُنَّ، وَذَكَّرَهُنَّ، وَأَمَرَهُنَّ بِالصَّدَقَةِ»

Dari Ibnu Abbas ia berkata: Aku keluar bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam pada hari Idul Fitri atau Idul Adh-ha, lalu Beliau shalat dan berkhutbah (di hadapan kaum lelaki), kemudian Beliau mendatangi kaum wanita, lalu (berkhutbah) menasihati mereka, mengingatkan mereka, dan menyuruh mereka bersedekah.” (HR. Bukhari)

  • Ancaman Membuka Aurat dan Memakai Pakaian Ketat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا»

Dari Abu Hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dua jenis penghuni neraka yang belum aku lihat, yaitu segolongan orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, dimana mereka gunakan cambuk itu memukul manusia, dan wanita yang berpakaian namun telanjang, membuat orang lain menyimpang, dan berjalan dengan melenggokkan badan, kepala mereka seperti punuk unta Khurasan yang miring. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium wanginya, padahal wanginya dapat tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

  • Larangan Bagi Wanita Bersafar Tanpa Mahram

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لاَ تُسَافِرِ المَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ، وَلاَ يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إِلَّا وَمَعَهَا مَحْرَمٌ»

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma ia berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita tidak boleh safar kecuali bersama mahramnya, dan tidak boleh ditemui laki-laki kecuali didampingi mahramnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(Lanjut Ke Halaman 2)

Iklan