Menebar Faedah (Bag.2) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••

1.Kumpulan Hadist Shahih Pilihan 02

2. Perbedaan Riya dan Sum’ah

3.Bagaimana Seseorang Mengisi Waktu Kosong.

4.Rukun Iman dan Cabang Iman.

5.Bagaimana Keluarga Berinteraksi Dengan Anak Durhaka.

6.Redaksi Tasyahhud Yang Dibolehkan di Dalam Shalat.

7.Bagaimana Cara Mendidik Anak-anak Kita.

8.Apa Hikmah Dibalik Pertanyaan Allah Kepada Para Malaikat Tentang Kondisi Para Hamba-Nya, Padahal Dia Maha Mengetahui dari Pada Mereka ?.

9. Bagaimana Seseorang Menjaga Dirinya Dari Fitnah Agama ?.

10.Hari-hari Yang Disyari’atkan Puasa Sunnah.

KuliahSambil Ngaji ? Why Not ? biarKuliah tetap Lillah Oleh.Ustadz Ammi Nur Baits S.T BA

Tiada benteng Perlindungan Sekokoh Iman Oleh Ustadz Abdullah Taslim MA

Sesi1:Sesi2

Allah Ar Razzaq-Ahmad Zainuddin

Kesenangan – Kesenangan Penduduk Surga – Ust Abdul Mut’hi Al Maidani

Memahami Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah -Ust Abdul Mut’hi Al Maidani

Fatamorgana Oleh Ustadz Maududi Abdullah Lc

Keajaiban Bertasbih Oleh Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani

Jadilah Cermin bagi Saudaramu Oleh Ustadz Dr.Syafiq Riza Basalamah MA

Meraih Cinta-Nya-Ustadz Dr.Syafiq Riza Basalamah MA

Adab Pergaulan dalam Beda Pemahaman Oleh Ustadz Farhan Abu Furaihan

Hidup Hanya Sekali Oleh Ustadz Farhan Abu Furaihan

Surga Dunia Oleh Ustadz Najmi Umar Bakkar

Kemerdekaan Yang Sesungguhnya Oleh Ustaz Dr Syafiq Riza Basalamah MA

Calon Menantu Idaman Oleh Ustadz Dr.Syafiq Riza Basalamah MA

Perjalanan Menuju Akhirat.Oleh Ustadz Abdullah Taslim.MA

Amal Pengangkat Derajat di Surga Oleh Ustadz Najmi.Umar Bakkar

8 Amalan Yang berpahala Ibadah Haji Oleh

Ustadz Ahmad Bazher

Sabar Dalam Menerima Ujian.Allah Oleh Ustadz Najmi.Umar Bakkar

Mungkinkah Islam Jaya Sementara Syirik dan Maksiat Merajalela” Oleh Ustadz Muhtarom

Kenali Duniamu niscaya Engkau Selamat.Dunia Akhirat” Oleh Ustadz Djazuli Ruhan Basyir L

Kajian Berpegang Teguh di.atas Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah Oleh Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al Halabi Penerjemah : Ustadz AbuYa’la Kurnaedi Lc]

Kiat – kiat.Menghadapi Problematika Rumah Tangga” Oleh Ustadz DR.Firanda Andirja MA & Ustadz Ahmad.Zainuddin Lc

 “Pengorbanan Seorang.Muslim Untuk Agama dan negeri” Oleh Ustadz Dzulqurnain M.Sanusi

Sesi1Sesi2

Prioritas Tauhid-Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin Lc

Fitnah Akhir Zaman dan Solusinya”-Ustadz Zainal Abidin bin Syamsudin Lc

Pengaruh Media Sosial Dalam Beragama”-Ustadz Farhan Abu Furaihan

Ketika Ruh di Cabut”-Ustadz Farhan Abu Furaihan

Hukum Seputar Ibadah Kurban-Ust Farhan Abu Furaihan

Agar Amalan tidak Sia -Sia” Oleh Ustadz Askar Wardhana Lc,M.PD

Kumpulan Ebook

Ketika Para Perusak Aqidah Umat Ada Di Sekitar Kita

Tempuh Jalan Kebahagian Waspadai Jalan Kebinasaan

Hidup Mulia Dengan Mengikuti Sunnah Rasulullah

Nabi Yusuf dan Istri Pembesar

Mengapa Harus Manhaj Salaf

Antara Tradisi dan Akhlak Islami

Pelajaran Berharga Dari Kehidupan Imam Syafi’i

==

Menebar Faedah (Bag.2)

  • 11. *SEBAIK-BAIK HARTA ADALAH YANG MENJAGA KEHORMATAN*

✅ Berkata Ibnu ‘Aun rahimahullah:Al-Hasan mengirim surat kepada Al-Husain radhiyallahu anhuma beliau mencelanya karena memberikan (hadiah dan bonus) kepada para penyair (yang menjadi pembelanya), lalu Al-Husain menjawabnya:

ﺇﻥ ﺧﻴﺮ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻣﺎ ﻭﻗﻲ ﺑﻪ ﺍﻟﻌﺮﺽ

Sesungguhnya sebaik-baik harta adalah yang dengannya terjaga kehormatan.”

Abu Muhammad -ãfãhullah- berkata:Atsar ini dikeluarkan oleh Ibnu Abid-Dunya dalam Ishlãhul-Mãl no.137. Sanadnya lemah, karena terdapat perawi mubham, dan juga terdapat inqitha’ (teputusnya sanad) karena Ibnu Aun tidak bertemu Al-Hasan dan Al-Husain. Akan tetapi, maknanya benar dan bisa diambil faedah.

Faedah Bahts “Takhrij Risalah Ishlãh Al-Mãl Libni Abid-Dunya”

=

  • 12. *PERHATIAN TERHADAP KESHAHIHAN ATSAR SALAF DALAM MASALAH HUKUM*

Perhatian terhadap atsar para Salaf adalah sangat penting, dan yang paling penting adalah atsar para sahabat. Di akhir-akhir ini sebagian orang sering menukil atsar-atsar Sahabat dan Tabiin, dan mereka berkata bahwa ini tidaklah dibangun di atasnya banyak hukum, sehingga mereka menukil begitu saja tanpa menghukumi status sanadnya.

Ini adalah ucapan yang batil. Bahkan seorang itu harus memastikan keshahihan atsar sahabat karena dengannya terbangun beberapa perkara penting dalam agama, diantaranya: Kadang seorang alim ketika menukil pendapat seorang sahabat maka dia katakan: ini adalah pendapat sahabat fulan dan kami tidak ketahui seorang pun yang menyelisihinya maka ini menjadi Ijma (kesepakatan) Sahabat. (Padahal bisa jadi jika diperiksa sanadnya maka tidak shahih).!

Faedah Pelajaran Fiqih “Kitab Ad-Darari Al-Mudhiyyah”, oleh Asy-Syaikh Abul-Hasan Ali Ar-Razihi

✅ Abu Muhammad -ãfãhullah- katakan: Bahkan dalam masalah kata-kata mutiara dan hikmah dari para Salaf sebaiknya juga diperiksa sanadnya jika diambil dari kitab yang bersanad ini lebih baik. Karena betapa banyak atsar-atsar Salaf yang tersebar, ternyata di dalam sanadnya terdapat perawi yang matruk, muttaham, bahkan kadzdzab.!

Dan Jika tidak bisa menghukumi atau memang tidak bersanad maka hendaknya ketika menukil kita sebutkan: dinukil oleh fulan dalam kitab fulan atau disebutkan oleh fulan dalam kitab fulan, dan semisalnya.

Apalagi jika dia seorang da’i sunnah, maka hendaknya memperhatikan hal ini. Karena perbuatannya akan diikuti oleh ahli bid’ah yang menukil dari mana saja sekalipun palsu untuk menguatkan bid’ahnya. Dan jika dijelaskan kepada mereka maka mereka akan menjawab: kalian pun demikian.!

=

  • 13. *KETIKA SEORANG SUNNI DIANGGAP GILA KARENA SUNNAH*

✅ Asy-Syaikh Abul-Hasan Ali Ar-Razihi hafidzahullah bercerita bahwa dulu ketika belum tersebar sunnah di Yaman khususnya di wilayah Sha’dah yang notabene Syi’ah Zaidiyyah, pernah terjadi di Desa tetangga beliau ada seorang sunni bangun shalat malam dan kedengaran suara air dan semisalnya dari rumahnya, maka dikatakan kepadanya:

INI ORANG GILA…!

Faedah Pelajaran Fiqih “Kitab Ad-Darari Al-Mudhiyyah”, oleh Asy-Syaikh Abul-Hasan Ali Ar-Razihi.

✅ Berkata Abu Muhammad hafidzahullah:

Hendaklah seorang itu berusaha untuk selalu istiqomah dan berpegang teguh kepada sunnah. Hiasilah masyarakatmu dengan menampakkan sunnah kepada mereka, jika tidak maka mereka yang akan menghiasimu dengan berbagai kesesatan dan bid’ah.

=

  • 14. *APAKAH AMALAN YANG SAH MELAZIMKAN DAPAT PAHALA?*

Ketahuilah bahwa amalan yang dikerjakan dengan sifat yang dituntut oleh syariat tidaklah melazimkan dapat pahala. Akan tetapi, yang benarnya bahwa amalan itu ada beberapa keadaan:

Pertama: Amalnya sah dan dapat pahala. Ini jika amalan tersebut dikerjakan sesuai tuntutan syariat dan tidak adanya maksiat tertentu yang merusak pahalanya. Misalnya: jika seorang puasa dengan benar dan dia tidak melakukan hal-hal yang diharamkan seperti ghibah dan semisalnya, maka amalannya sah dan dapat pahala in syaa Allah.

Kedua: Amalnya sah tapi berkurang pahalanya dan kadang tidak dapat pahala sama sekali. Ini jika amalan dikerjakan sesuai tuntutan syariat, akan tetapi disertai dengan melakukan hal yang merusak pahalanya. Seperti jika seorang puasa namun dia melakukan ghibah, namimah dan semisalnya, maka puasanya sah namun pahalanya bisa hilang. Begitu juga orang yang mendatangi dukun yang hanya sekedar bertanya tapi tidak membenarkannya maka shalatnya sah tapi tidak diterima selama 40 hari.

Ketiga: Amalnya tidak sah dan dapat pahala. Ini jika seorang melakukan suatu amalan namun kurang salah satu syarat atau rukunnya, baik karena lupa dan semisalnya. Misalnya seorang shalat namun lupa berwudhu maka shalatnya tidak sah, namun dia dapat pahala apa yang telah dia kerjakan. Dan wajib baginya untuk mengulangi shalatnya ketika ingat.

Faedah Pelajaran Ushulul-Fiqh, oleh Ustadz Al-Fadhil Abu Sulaiman Abdurrahman As-Simhi hafidzahullah.

=

  • ➡ 15. *HADIAH YANG AJIB.!*

✅ Dari Muhammad ibnul-Mutsanna rahimahullah ia bercerita: Saya bersama Bisyir ibnul-Harits rahimahullah pada hari Idhul-Adha meninggalkan mushalla, lalu Bisyir bertemu Khalid ibnnKhidãsy al-muhaddits rahimahullah, Bisyir pun memberikan salam kepadanya, namun dengan salam yang pendek (yaitu Assalamu alaykum),

Khalid rahimahullah pun menjawab: Sungguh antara saya dan engkau telah terjalin kasih sayang lebih dari 60 tahun, saya tidak pernah berubah padamu, ada apa dengan dengan perubahanmu ini!

Maka Bisyir rahimahullah menjawab:

Sungguh tidak ada perubahan dan kelalaian. Namun, hari ini adalah hari dianjurkannya hadiah, dan saya tidak memiliki sesuatu dari harta dunia untuk dihadiahkan kepadamu.

Dan telah diriwayatkan dalam hadits:

ﺇﻥ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺇﺫﺍ ﺍﻟﺘﻘﻴﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻛﺜﺮﻫﻤﺎ ﺛﻮﺍﺑﺎ ﺃﺑﺸﻬﻤﺎ ﻟﺼﺎﺣﺒﻪ

Sesungguhnya dua orang muslim jika saling bertemu maka yang paling banyak pahalanya adalah yang paling murah senyum (kebaikan) kepada temannya.”

Maka saya ingin membiyarkanmu (agar menjawab salamku dengan sempurna) agar engkau yang lebih banyak pahalanya.

Dikeluarkan oleh Al-Khatib dalam Tarikh Baghdad:9/245, dan dari jalannya Al-Mizzi dalam Tahdzibul-Kamãl:8/49, dalam sanadnya ada kelemahan: Isa ibn Muhammad At-Thumari seorang perawi yang dha’if (lihat Lisanul-Mîzãn:6/278-279) Adapun hadits yang disebutkan dalam kisah tersebut adalah hadits yang lemah. (Lihat Adh-Dha’ifah no.6585)

=

  • ➡ 16. *CANDAAN BERFAEDAH DARI AL-IMAM MUQBIL AL-WADI’I rahimahullah (bag.1)*

Pernah Syaikh bertanya kepada murid-muridnya tentang hadits yang dha’if (lemah), maka dijawab oleh sebagian muridnya bahwa hadits tersebut dha’if. Maka syaikh menimpali bahwa hadits tersebut diriwayatkan oleh Muslim.
Sang murid tetap pada pendiriannya bahwa hadits tersebut dha’if dan tidak diriwayatkan oleh Muslim.

Sampai jika telah nampak dari sang murid bahwa dia tidak paham maksud Syaikh, Syaikh pun tersenyum dan berkata: ‘HADITSNYA DIRIWAYATKAN OLEH MUSLIM DARI KAUM MUSLIMIN.” (Para penuntut ilmu tertawa)

=

  • 17. *CANDAAN BERFAEDAH DARI AL-IMAM MUQBIL AL-WADI’I rahimahullah (bag.2)*

Beliau rahimahullah pernah menyatakan bahwa membangun masjid di atas kuburan adalah Sunnah. Maka sebagian murid beliau merasa heran dan mengkritiknya. Sang murid berkata:

Ya Syaikh, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ﻟَﻌْﻨَﺔُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﺍﺗَّﺨَﺬُﻭﺍ ﻗُﺒُﻮﺭَ ﺃَﻧْﺒِﻴَﺎﺋِﻬِﻢْ ﻣَﺴَﺎﺟِﺪ

Laknat Allah atas orang-orang Yahudi dan Nashara, mereka menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid.” Namun, Syaikh tetap pada pendiriannya bahwa membangun masjid di atas kuburan adalah Sunnah.

Hingga ketika syaikh melihat bahwa sang murid tidak memahami maksud beliau, beliau pun tersenyum dan berkata: “MEMBANGUN MASJID DI ATAS KUBURAN ADALAH SUNNAH DARI SUNNAH-SUNNAHNYA YAHUDI DAN NASHARA.”Faedah Biografi Al-Imam Muqbil Al-Wadi’i yang ditulis oleh Syaikh Nuruddin As-Suda’i, dibacakan oleh Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad Al-Imam hafidzahullah

=

  • 18. *CANDAAN BERFAEDAH DARI AL-IMAM MUQBIL AL-WADI’I rahimahullah (bag.3)*

Kadang jika beliau rahimahullah melihat orang yang ngantuk ketika pelajaran berlangsung, maka Beliau sengaja bertanya: Apa status hadits: “Jika salah seorang dari kalian terserang kantuk maka Muliakanlah dia”.? Dan bahkan kadang beliau bertanya kepada orang yang ngantuk tadi: Apakah uda baca dzikir tidur? Atau: apakah uda baca dzikir bangun dari tidur??

Faedah Biografi Al-Imam Muqbil Al-Wadi’i yang ditulis oleh Syaikh Nuruddin As-Suda’i, dibacakan oleh Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad Al-Imam hafidzahullah.

=

  • 19. *MANUSIA YANG ATSARNYA PALING BANYAK DITULIS SETELAH RASULULLAH ﷺ *

Syaikh Abul-Hasan Ali Ar-Razihi hafidzahullah menyatakan bahwa sejauh pengetahuannya:

Manusia yang atsarnya (baik ucapan atau perbuatannya) paling banyak ditulis setelah Rasulullah ﷺ adalah Al-Imam Ahmad ibn Hanbal rahimahullah.” Padahal saat yang bersamaan beliau tidak menyukai ucapan-ucapannya ditulis karena beliau hanyalah manusia biasa yang tidak terlepas dari kesalahan.

Faedah Pelajaran Mushtolahul-Hadits (At-Taqyiidh wal-Idhãh Lil-Hafidz Al-Iraqi), oleh Asy-Syaikh Abul-Hasan Ali Ar-Razihi haifdzahullah.

Abu Muhammad katakan:

Inilah buah keikhlasan dan kesabaran beliau dalam dakwah. Seorang Imam yang berdiri tegak bagaikan gunung yang kokoh di saat fitnah “Aqidah kufur Al-Qur’an adalah makhluk” menimpa kaum muslimin.

  • 20. *ANTARA MUSBIL DAN PEROKOK*

Jika ada dua orang Ahlussunnah sama-sama memiliki hafalan Al-Qur’an yang banyak atau bahkan menghafal seluruhnya, akan tetapi satunya musbil (pakaiannya menjulur di bawah mata kaki) dan satunya lagi perokok, mana yang didahulukan menjadi imam?

jawab:

Didahulukan yang perokok dari pada yang musbil, karena seorang yang musbil maksiatnya lebih nampak dan terbawa ketika shalatnyaitu dalam keadaan shalat dia tetap isbal,sedangkan perorokmaka maksiatnya tidak begitu nampak dan pada saat shalat dia tidak merorok.

Muhammad Abu Muhammad Pattawe,

Darul-Hadits Ma’bar-Yaman

==

Faedah dari Ustadzuna Muhammad Wujud ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ :

Sekedar berbagi gembira,

ﻓﺎﻣﺎ ﺑﻨﻌﻤﺔ ﺭﺑﻚ ﻓﺤﺪﺙ

Maka terhadap nikmat tuhanmu hendaklah engkau ceritakan” .

1. *Bencana gempa Lombok adalah satu dari sekian bencana.besar yang Allah berikan kepada ummat ini* Semoga kita bisa pandai-pandai mengambil ibrah dari peristiwa di atas.

2. *Belum pernah dalam sejarah yg saya catat semenjak peristiwa Tsunami Aceh donasi dari lembaga-lembaga dakwah sunnah yg mengalir sebanyak di Lombok* sebagaimana yang kita saksikan bersama.nSemoga sunnah hasanah ini akan terus menempel erat pada semua lembaga-lembaga sunnah kita.

3. *Didalam menebarkan kebaikan posko bersama dan lembaga-lembaga di bawahnya yg ditonjolkan adalah mashlahat dakwah dan bukan mashlahat hizbiyyah* Semoga bertambah banyak kaum muslimin Lombok yang bertambah mendekat kepada dakwah sunnah.

4. *Belum pernah dalam sejarah dakwah sunnah kita yang mau dan siap bergabung sekian banyak lembaga-lembaga sunnah di bawah satu bendera sunnah. Semua siap duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi* Keberadaan lembaga-lembaga dakwah yang ada hanyalah sebagai talang atau perpanjangan tangan dari para donatur yang tidak butuh disebut nama-nama mereka.

5. *Bahkan belum pernah ada dalam sejarah asatidz2 dan para da’inberdatangan silih berganti tanpa di minta bahkan masing2 mereka membawa serta donasi untuk saudara2 mereka di lomboktercinta* Semoga Allah terus menjadikan rapat dan kokoh barisan-barisan

Ahlus Sunnah dan diberikan kemudahan dalam langkah-langkahkita kedepan. *Allahu akbar*

=

  • ➡ [Manhaj Salaf = Aqidah, Amaliyyah dan Mu’amalah]

Jika seorang hamba ingin bermanhaj Salaf, maka hendaklah ia mempelajari manhaj Salaf seutuhnya semampunya. Manhaj lebih umum dari Aqidah. Ia meliputi Aqidah yang shahihah, amaliyyah yang sesuai Sunnah dan mu’amalah yang thayyibah. Mencakup hati (aqidah), anggota tubuh (amaliyyah) dan perilaku (mu’amalah). Maka hendaklah jangan sekadar hadir atau mengampu kajian Sunnah, melainkan berusahalah 3 hal di atas disesuaikan dengan sebaik-baiknya. Sunnah pun tidak sekadar berakhlak baik dan bermanis muka. Hendaknya aqidah harus benar, bahkan ini lebih diawali.

Jika sekadar afiliasi atau kedekatan dengan Sunnah, padahal realitanya sangat jauh, maka khawatir masuk ke ayat ini:

ﻟَﺎ ﺗَﺤْﺴَﺒَﻦَّ ﭐﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﻔْﺮَﺣُﻮﻥَ ﺑِﻤَﺎٓ ﺃَﺗَﻮﺍ۟ ﻭَّﻳُﺤِﺒُّﻮﻥَ ﺃَﻥ ﻳُﺤْﻤَﺪُﻭﺍ۟ ﺑِﻤَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﺍ۟ ﻓَﻠَﺎﺗَﺤْﺴَﺒَﻨَّﻬُﻢ ﺑِﻤَﻔَﺎﺯَﺓٍۢ ﻣِّﻦَ ﭐﻟْﻌَﺬَﺍﺏِ ۖ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﻋَﺬَﺍﺏٌ ﺃَﻟِﻴﻢٌۭ

Janganlah sekali-kali kamu menyangka bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.” [Q.S. Ali Imran: 188]

Asalnya penafsiran ayat ini untuk Ahli Kitab terutama Yahudi,yang mereka disebut oleh al-Qurthuby:

ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ: ﻧَﺤْﻦُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻦِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻮﻧُﻮﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻨِﻪِ، ﻭَﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮﻥَ:ﻧَﺤْﻦُ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻮْﻡِ ﻭَﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ، ﻳُﺮِﻳﺪُﻭﻥَ ﺃَﻥْ ﻳُﺤْﻤَﺪُﻭﺍ ﺑِﺬَﻟِﻚَ

Mereka berkata: Kami berada di atas agama Nabi Ibrahim, padahal mereka tidak. Mereka berkata: Kami adalah orang yang senang shalat, puasa dan al-kitab. Mereka (sekadar ingin) dipuji dengan hal tersebut.” [al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, 4/307]

Manhaj Salaf ini bukan sekadar label, afiliasi dan masalah penerimaan atau rekomendasi. Ia adalah ilmu yang bermanfaat dan amal yang shalih. Jika sudah ada ilmunya, tidak diamalkan, maka ilmu itu tidak bermanfaat dan amalannya tidak shalih. Kenyataan yang mungkin bergulir di sekitar kita, atau katakanlah: pada diri kita. Mari jadikan kian hari kian membaik. Waffaqakumullah.

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

=(lanjut ke Halaman 2)

Iklan