Mengunggah…​​

​Semua Tentang Ilmu 

Alhamdulillah

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••

1.Ulama Pewaris Nabi –

2. Keutamaan Ilmu dan ‘Ulama –

3. Siapakah yang Berhak Diambil Ilmunya?

4. Keutamaan Ilmu Atas Harta

5. Ilmu Dulu Baru Amal

6. Hakikat Ilmu

7. Perjalanan Panjang Meraih Ilmu , Bersabarlah! 

8.Gapai Surga Dengan Ilmu Agama

9.Jihad Harus Didasari Ilmu

10.Berjihadlah Dengan Ilmu

Keutamaan Menuntut Ilmu-Ust Anas Burhanuddin

Ustadz Dr. Abas Mansur Taman- Rasulullah Anugerah Allah Terindah

Ustadz Muhammad Setiawan -Bukti Kecintaan Kepada Rasulullah Muhammad

Ustadz NurulHabiburrahmanuddin, M.A. – Simpul Besar Umat Islam

Ustadz Hasan Al-Jaizy, Lc.-Dunia Hanya Untuk 4 Orang

Ustadz Izzuddin Abdul Majid-Hal-Hal yang Menyuburkan Iman

Ustadz Muhammad Setiawan-Kasih Sayang dalam Kehidupan Rasulullah Muhammad

Habib Salim Al-Muhdhor, Lc.,M.A. – Tanda-Tanda Akhir Zaman

Habib Salim Al Muhdhor, Lc,MA-Dekatnya Kedatangan Al Mahdi

Hakikat Takwa Kepada Allah-Ust Fariq Gasim

Meraih Ilmu-Ust Abu Izzi

Meraih Ilmu yang Bermanfaat-Ust Abu Izzi

Kedudukan Ilmu dan Ulama-Ust Abu Qatadah

Keutamaan Ilmu-Ust Abdullah Taslim


Ebook

Pentingnya Mempelajari Agama

Siapakah Yang Dimaksud Ulama

Beragamnya Golongan Rahmat Atau Bencana

Menuntut Ilmu Syar’i

Yakin mendapat pertolongan AllahYakin mendapat pertolongan Allah

Bekal Menuntut Ilmu

Yang Kita Lupakan dalam Menuntut Ilmu

Keutamaan Menuntut Ilmu Syar’i

Keutamaan Ilmu Agama

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah

Al-Ilmu

Pengertian Ikhlas

Sikap Ikhlas

Taqwa Adalah Kemuliaan Hakiki

Anjuran Untuk Selalu Bertaqwa Kepada Allah

Hati-Hati Dengan Syirik dan Taklid

Kumpulan Biografi Ulama Ahlusunnah

Riwayat Imam Pengumpul Hadist

==

(SEMUA TENTANG ILMU (2)

  • ➡ 6. *Pengertian Ilmu*

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa ilmu yang dimaksud dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah ilmu syar’i atau ilmu agama. Begitu juga penggunaan kata ilmu oleh para Ulama adalah ilmu syar’i.

✅ Allah Azza wa Jalla berfirman:

{… ﻳَﺮْﻓَﻊِ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻣِﻨﻜُﻢْ ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢَ ﺩَﺭَﺟَﺎﺕٍ ۚ }

Allah mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berlimu beberapa derajat. (QS.Al-Mujadalah:11)

✅ Berkata Al-Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah tentang ayat di atas:

ﺃﻱ : ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻌﺚ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﻧﺒﻴﻪ

Maksudnya: ilmu yang dengannya Allah utus Nabi-Nya.(I’lãmul-Muwaqqi’in:4/131, lihat Raf’ul-Ilmi:20)

✅ Berkata Al-Allamah Al-Faqih Al-Utsaimin rahimahullah:

ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻪ: ﻋﻠﻢ ﻣﺎ ﺃﻧﺰﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺒﻴﻨﺎﺕ ﻭﺍﻟﻬﺪﻯ، ﻓﺎﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﻴﻪﺍﻟﺜﻨﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺪﺡ ﻫﻮ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻮﺣﻲ، ﻋﻠﻢ ﻣﺎ ﺃﻧﺰﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻘﻂ .

Yang dimaksud dengan ilmu: yaitu ilmu yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya berupa penjelasan dan petunjuk. Ilmu yang padanya terdapat pujian dan sanjungan adalah ilmu wahyu (syar’i), yaitu ilmu yang Allah turunkan (dalam Al-Qur’an dan As- Sunnah).(Kitab Al-Ilmi:9)

✅ Berkata Al-Allamah Muhammad Al-Imam hafidzahullah:

ﺇﺫﺍ ﺃﻃﻠﻖ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﺎﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻪ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ .

Jika disebut ilmu dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka yang dimaksud adalah ilmu syar’i.(Raf’ul-Ilmi:20)

Itulah ilmu, yaitu ilmu yang bersumber dari Al-Qur’an dan As- Sunnah, selain itu maka dipenuhi dengan berbagai penyimpangan dan was-was syaithan.

✅ Berkata Nashirus-Sunnah Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah:

ﻛﻞ ﺍﻟﻌﻠﻮﻡ ﺳﻮﻯ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﺸﻐﻠﺔ … ﺇﻻ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻭﺇﻻ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ .ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻣﺎ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﻗﺎﻝ ﺣﺪﺛﻨﺎ … ﻭﻣﺎ ﺳﻮﻯ ﺫﺍﻙ ﻭﺳﻮﺍﺱ ﺍﻟﺸﻳﺎﻃﻴﻦ .

Semua ilmu selain Al-Qur’an adalah melalaikan, kecuali ilmu Hadits dan Fiqih dalam agama.Ilmu adalah yang di dalamnya terdapat Haddatsana (ilmu hadits),selain dari itu adalah was-was syaithan.

(Thabaqãt Asy-Syãfi’iyyah Al-Kubra:1/297)

=

  • ➡ 7.Keutamaan Ilmu atas Ibadah

Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memuji ilmu dan ahli ilmu, dan memotivasi hamba-hambaNya untuk (meraih) ilmu dan berbekal dengannya, begitu juga (motivasi) dalam Sunnah. Ilmu termasuk amalan shaleh yang paling utama, dan termasuk ibadah sunnah yang paling utama dan paling mulia, karena ilmu merupakan salah satu bentuk jihad fisabilillah.(Kitabul-Ilmi:11)

Keutamaan ilmu atas ibadah dilihat dari beberapa sisi:

✅ 1-Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut ilmu sebelum ibadah,

Allah berfirman:

{ ﻓَﺎﻋْﻠَﻢْ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﺳْﺘَﻐْﻔِﺮْ ﻟِﺬَﻧﺒِﻚَ ﻭَﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻲﻥَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕ ِ ۗ ْ}

Maka ketahuilah (ilmuilah), bahwasanya tidak ada sembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah, dan mohon ampunlah bagi dosamu dan dosa orang-orang beriman laki-laki dan perempuan.(QS.Muhammad;19)

✅ 2-ilmu adalah pondasi ibadah. Ibadah merupakan kandungan,kelaziman, manfaat, dan buah dari ilmu.

✅ 3-ilmu adalah inti dan spirit ibadah. Oleh karena itu, jika ilmu hilang dari suatu ibadah maka ibadah tersebut seperti jasad tanpa ruh.

(Diringkas dari Raf’ul-Ilmi:10-11, Lisy-Syaikh Muhammad Al-Imam hafidzahullah)

Oleh karena itu, telah shahih dari Imam Rabi’ah rahimahullah ia berkata:

ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺳﻴﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﻛﻞ ﻓﻀﻴﻠﺔ

Ilmu adalah wasilah (untuk meraih) berbagai keutamaan.(As-Siyar:6/90)

Barangsiapa mendambakan berbagai keutamaan, maka sibukkanlah diri dengan ilmu.

=

  • 8.Keutamaan Ilmu atas Harta

✅ Al-Imam ibnul-Qayyim rahimahullah menjelaskan tentang keutamaan ilmu atas harta dari 40 sisi. Dan di antara yang beliau sebutkan:

1-ilmu adalah warisan para Nabi sedangkan harta adalah warisan para Raja dan orang kaya.

2-ilmu menjaga pemiliknya sedangkan pemilik harta menjaga hartanya,

3-harta didapatkan oleh orang beriman dan kafir, orang baik dan jelek, sedangkan ilmu yang bermanfaat tidak didapatkan kecuali orang beriman.

4-orang yang berilmu dibutuhkan oleh para Raja dan orang-orang di bawahnya, sedangkan pemilik harta hanya dibutuhkan oleh orang miskin dan membutuhkan.

5-pemilik harta jika meninggal maka hartanya meninggalkannya, sedangkan ilmu masuk bersama pemiliknya ke dalam kuburnya.(Miftah Dãris-Sa’ãdah:1/418-435, lihat Raf’ul-Ilmi:16)

Sungguh indah apa yang dikatakan oleh Amirul-Mu’minin Ali ibn Abi Thalib radhiyallahu anhu:

ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺧﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺎﻝ، ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﺤﺮﺳﻚ ﻭﺃﻥ ﺗﺤﺮﺱ ﺍﻟﻤﺎﻝ، ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﺰﻛﻮ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻤﻞﻭﺍﻟﻤﺎﻝ ﺗﻨﻘﺼﻪ ﺍﻟﻨﻔﻘﺔ .

Ilmu itu lebih baik dari harta, ilmu menjagamu sedangkan engkau menjaga harta. Ilmu itu mengembangkan amal, sedangkan harta berkurang karena nafkah.(Hilyatul-Auliyã’:1 /79)

✅ Dan berkata seorang penyair:

ﺭﺿﻴﻨﺎ ﻗﺴﻤﺔ ﺍﻟﺠﺒﺎﺭ ﻓﻴﻨﺎﻟﻨﺎ ﻋﻠﻢ ﻭﻟﻠﺠﻬﺎﻝ ﻣﺎﻝ

ﻓﻌﺰ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻳﻔﻨﻰ ﻋﻦ ﻗﺮﻳﺐﻭﻋﺰ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻕ ﻻ ﻳﺰﺍﻝ

Kami ridha dengan pembagian Al-Jabbar pada kami, Bagian kami adalah ilmu dan bagian orang jahil adalah harta. Kemuliaan harta dalam waktu dekat akan sirna,Sedangkan kemuliaan ilmu senantiasa abadi.(Raf’ul-Ilmi:17)

Bergembiralah wahai para pemburu ilmu atas kemuliaan yang senantiasa bersamamu.!

=

  • 9. Keutamaan Ilmu atas Semua Kelezatan Dunia

Dua kelezatan yang manusia tidak pernah puas dengannya: kelezatan ilmu dan kelezatan dunia dengan berbagai jenisnya.

✅ Dari Anas radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ﻣَﻨْﻬُﻮﻣَﺎﻥِ ﻟَﺎ ﻳَﺸْﺒَﻌَﺎﻥِ ﻣَﻨْﻬُﻮﻡٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻌِﻠْﻢِ ﻟَﺎ ﻳَﺸْﺒَﻊُ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻣَﻨْﻬُﻮﻡٌ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻟَﺎ ﻳَﺸْﺒَﻊُﻣِﻨْﻬَﺎ

Ada dua golongan orang yang rakus (pada sesuatu) yang tidak pernah merasa kenyang, pertama: orang yang rakus terhadap ilmu, kedua: orang yang rakus terhadap dunia. (HR.Al-Hakim, dishahihkan Al-Albani dalam Ta’liq Al-Misykah:no.260)

Dari kedua kelezatan itu, kelezatan ilmulah yang paling lezat.

✅ Berkata Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

ﻭﻻ ﺭﻳﺐ ﺃﻥ ﻟﺬﺓ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﻋﻈﻢ ﺍﻟﻠﺬﺍﺕ .

Tidak diragukan lagi bahwa kelezatan ilmu.adalah kelezatan yang paling lezat.(Majmu Al-Fatawa:14/162)

✅ Berkata Al-Allamah Muhammad Al-Imam hafidzahullah setelah beliau menyebutkan jenis-jenis manusia dalam menyukai kelezatan tertentu:

ﻓﻬﺬﻩ ﺍﻟﺸﻬﻮﺍﺕ ﻭﺍﻟﻤﻠﺬﺍﺕ ﻛﻠﻬﺎ ﻻ ﺗﺴﺎﻭﻱ ﻟﺬﺓ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺸﺮﻋﻲ .

Semua syahwat dan kelezatan ini tidaklah menyamai lezatnya ilmusyar’i.(Raf’ul-Ilmi:18)

✅ Berkata Al-Allamah Muhammad ibn.Abdirrahman Al-Wushãbi rahimahullah:

ﻣﺎ ﻟﺬﺓ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺑﺄﺟﻤﻌﻬﻢﻭﻻ ﺍﻟﻤﻠﻮﻙ ﻭﺃﻫﻞ ﺍﻟﻠﻬﻮ ﻭﺍﻟﻄﺮﺏﻛﻠﺬﺗﻲ ﻓﻲ ﻃﻼﺏ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻳﺎ ﻭﻟﺪﻱﻓﺎﻟﻌﻠﻢ ﻣﻌﺘﻤﺪﻱ ﺣﻘﺎ ﻭﻣﻜﺘﺴﺒﻲ

Tidaklah kelezatan (yang ada pada) manusia di dunia seluruhnya, Tidak juga (kelezatan yang ada pada) para Raja dan para pecinta hiburan dan musik,Seperti lezatnya diriku dalam meraih ilmu wahai anakku,Ilmu adalah peganganku dan kehidupanku yang sebenarnya.(Raf’ul-Ilmi:18)

Wahai saudaraku, kelezatan ilmu tersebut tidaklah diraih kecuali mereka yang sungguh-sungguh menuntutnya dengan ikhlas kepada Allah.

Oleh karena itu, masyhur dari Imam Ahmad bahwasanya beliau berkata:

ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻻ ﻳﻌﺪﻟﻪ ﺷﻲﺀ ﻟﻤﻦ ﺻﺤﺖ ﻧﻴﺘﻪ .

Ilmu itu tidak ada sesuatu pun yang menyamainya bagi orang yang bagus niatnya (dalam menuntutnya). (Lafaz ini dinukil oleh syaikh Al-Utsaimin dalam Kitabul-Ilmi:22, dan yang semakna oleh ibnu Muflih dalam Al-Adab Asy-Syar’iyyah:2/38)

=

  • 10.Ilmu Menaklukkan Musuh-Musuh Islam Apa Yang Tidak Bisa Ditaklukkan Dengan Pedang

✅ Allah Jalla tsanãuhu berfirman:

{ ﻓَﻠَﺎ ﺗُﻄِﻊِ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ ﻭَﺟَﺎﻫِﺪْﻫُﻢ ﺑِﻪِ ﺟِﻬَﺎﺩًﺍ ﻛَﺒِﻴﺮًﺍ

Janganlah engkau taat kepada orang-orang kafir, dan berjihadlah dengan Al-Qur’an terhadap mereka dengan jihad yang besar.(QS.Al-Furqan:52)

✅ Berkata Al-Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah:

ﻓﻬﺬﻩ ﺳﻮﺭﺓ ﻣﻜﻴﺔ ﺃﻣﺮ ﻓﻴﻬﺎ ﺑﺠﻬﺎﺩ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﺑﺎﻟﺤﺠﺔ ﻭﺍﻟﺒﻴﺎﻥ ﻭﺗﺒﻠﻴﻎ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ، ﻭﻛﺬﻟﻚﺟﻬﺎﺩ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻘﻴﻦ ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻮ ﺑﺗﺒﻠﻴﻎ ﺍﻟﺤﺠﺔ، ﻭﺇﻻ ﻓﻬﻢ ﺗﺤﺖ ﻗﻬﺮ ﺃﻫﻞ ﺍﻹﺳﻼﻡ ،

Surat ini adalah surat Makkiyyah (diturunkan sebelum Hijrah ke Madinah). Di dalamnya diperintahkan untuk berjihad melawan orang kafir dengan hujjah dan penjelasan, serta menyampaikan Al-Qur’an. Demikian jugabberjihad melawan orang-orang munafiq hanyalah dengan cara menyampaikan hujjah, (karena) merekaberada dalam kekuasaan kaum muslimin.(Zãdul-Ma’ãd:3/5, lihat Raf’ul-Ilmi:19)

Berkata Faqihul-Ashr Asy-Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah: Sesungguhnya Agama Allah Azza wa Jalla tegak dengan dua perkara:

  • Pertama: ilmu
  • Kedua: perang.

Harus dengan dua perkara ini, agama Allah tidak akan mungkin tegak dan menang kecuali dengan keduanya. Yang pertama (ilmu) lebih didahulukan dari yang kedua (perang). Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak menyerang suatu kaum kecuali telah sampai dakwah islam kepada mereka. (Ini menunjukkan bahwa) ilmu mendahului perang.(Kitabul-Ilmi:11)

✅ Berkata Al-Allamah Muhammad Al-Imam hafidzahullah: Jihad melawan musuh-musuh islam dengan ilmu adalah senjata terbesar (melawan) mereka. Kenapa tidak? karena ilmu melenyapkan kebatilan mereka, menyingkap kerancuan, menangkal tipu daya, serta membongkar konspirasi mereka. Mengapa tidak menjadi senjata yang mematikan? dalam keadaan mereka mengetahui bahwa ilmu yang benar adalah pondasi untuk menegakkan jihad yang mana yang tidak (tegak) jihad kecuali dengan ilmu… (Raf’ul-Ilmi:20)

✅ Beliau juga berkata:

Dengan ilmu bisa menangkal syubhat-syubhat musuh islam yang mana tidak bisa ditangkal dengan pedang. Lihatlah di zaman ini musuh-musuh islam memerangi kaum muslimin dengan pemikiran mereka sampai-sampai memasuki rumah mereka. Lihatlah kaum muslimin -kecuali yang dirahmati Allah- mengikuti langkah Yahudi dan Nasrani, dan mereka terlepas dari islam sedikit demi sedikit. Dan tidak ada yang bisa menangkal pemikiran-pemikiran dan kesesatan-kesesatan (yang disebarkan orang kafir ini) kecuali ilmu syar’i.

(Raf’ul-Ilmi:13)

Sungguh indah apa yang dikatakan oleh Al-Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah:

… ﺑﻞ ﺳﻠﻄﺎﻥ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﻋﻈﻢ ﻣﻦ ﺳﻠﻄﺎﻥ ﺍﻟﻴﺪ ﻭﻟﻬﺬﺍ ﻳﻨﻘﺎﺩ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻟﻠﺤﺠﺔ ﻣﺎﻻﻳﻨﻘﺎﺩﻭﻥ ﻟﻠﻴﺪ ﻓﺇﻥ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﺗﻨﻘﺎﺩ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﻘﻠﻮﺏ ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻴﺪ ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻳﻨﻘﺎﺩ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﺒﺪﻥ .

Bahkan pengaruh ilmu lebih agung dari pengaruh kekuasaan. Oleh karena itu, manusia tunduk kepada hujjah (baca: ilmu) yang mana mereka tidak tunduk kepada kekuasaan. Karena hujjah membuat hati tunduk kepadanya, sedangkan kekuasaan hanyalah membuat badan tunduk kepadanya (tapi hati tidak tunduk).(Miftãh Dãris-Sa’ãdah:1/244, lihat Raf’ul-Ilmi:16)

Semoga Allah menjadikan kita termasuk mereka yang menegakkan agama islam dengan ilmu syar’i.

=(lanjut ke Halaman 2)