Hadits Arbain #09: Jalankan Semampunya,Kewajiban Agama Disesuaikan Kemampuan 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1. Perintah Disesuaikan Dengan Kemampuan

2.Laksanakan Perintah, Jauhi Larangan, Dan Jangan Banyak Tanya

3.Tidak Ada Kewajiban Bila Tidak Mampu

4.Jika Mampu Melakukan Sebagian, Jangan Tinggalkan Seluruhnya

5. BerdakwahlahSesuai Kemampuan

6. Sikap Terhadap Perintah dan Larangan Nabi

7.Ketika Agama Telah Mengharamkan

8. Beberapa Larangan Syariat

9. Tujuh Perintah Dan Larangan Dari Rasulullah

Hadist ke 9: Jalankan Semampunya-Ust Mzian Qudsiyah

Hadits Ke9: Tinggalkan apa Apa yang Kami Larang-Ust Abu Ubaidah

Hadits Ke9: Kewajiban Agama Disesuaikan Kemampuan-Firanda Andirja

Kemampuan dalam Melakukan Kewajiban-Ust Abu Ubaidah

Hadits Arbain Jamiul Ulum wal Hikam Hadits 09-Ust M. Abduh Tuasikal

Kumpulan Ebook

Hadist Arbain Nawawiyah(121hlm)

Hadits Arba’in Nawawiyah [Imam.An Nawawi]96hlm

Terjemah Syarah Shahih Muslim-Imam An Nawawi

Syarah Hadits Arbain Nawawiyah

Terjemah Hadits Arba’in An Nawawiyah

Arba’in An Nawawiyah

==

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Hadits Arba’in semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

  • Hadits Arbain #09: Jalankan Semampunya,Kewajiban Agama Disesuaikan Kemampuan

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺻَﺨْﺮ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮْﻝُ: ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻴْﺘُﻜُﻢْ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﺎﺟْﺘَﻨِﺒُﻮْﻩُ، ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻣَﺮْﺗُﻜُﻢْ ﺑِﻪِ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﻣِﻨْﻪُ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ، ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻫْﻠَﻚَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻣَﻦْ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ ﻛَﺜْﺮَﺓُﻣَﺴَﺎﺋِﻠِﻬِﻢْ ﻭَﺍﺧْﺘِﻼَﻓُﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﺒِﻴَﺎﺋِﻬِﻢْ . ‏[ ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ‏]

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Apa saja yang aku larang, maka jauhilah dan apa saja yang aku perintahkan maka laksanakanlah semampu kalian. Sesungguhnya binasanya orang-orang sebelum kalian adalah karena mereka banyak bertanya dan menentang para nabi mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Kandungan hadits:

1. Perintah mengerjakan perintah dan menjauhi larangan.

2. Larangan lebih tegas daripada perintah, karena larangan tidak diberikan keringanan.untuk mengerjakan salah satunya, sedangkan perintah disesuaikan dengan.kemampuan.

3. Tidak sanggup mengerjakan suatu kewajiban atau sebagiannya, maka dapat menggugurkan sesuatu yang tidak disanggupi itu, karena Allah tidaklah membebani seseorang kecuali sesuai kesanggupannya.

4. Larangan banyak bertanya. Para ulama membagi pertanyaan kepada dua bagian: Pertama , jika bentuknya mengetahui perkara agama yang dibutuhkannya, maka hal ini diperintahkan berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan, jika kamu tidak mengetahui,” (An Nahl: 43).

Kedua,Jika bentuknya menyusahkan dan membebani diri, inilah yang dilarang. Termasuk pertanyaan jenis kedua adalah bertanya terhadap sesuatu yang tidak ada faedahnya dan tidak dibutuhkan, bertanya atas dasar main-main, bertanya terhadap perkara yang belum terjadi, dan bertanya terhadap apa yang disembunyikan Allah Ta’ala karena hikmah yang Dia ketahui (seperti bertanya tentang kapan kiamat).

5. Peringatan kepada umat ini agar tidak menyelisihi Nabinya sebagaimana yang terjadi pada umat-umat sebelumnya.

Marwan Bin Musa

=

  • Hadits Arbain #09: Jalankan Semampunya

Jalankan ibadah itu semampunya, sedangkan meninggalkan larangan itu secara total.

ﺍﻟﺤَﺪِﻳْﺚُ ﺍﻟﺘَّﺎﺳِﻊُﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺻَﺨْﺮٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ :ﺳَﻤِﻌْﺖُ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﻘُﻮْﻝُ : ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻴْﺘُﻜُﻢْ ﻋَﻨْﻪُﻓَﺎﺟْﺘَﻨِﺒُﻮْﻩُ، ﻭَﻣَﺎ ﺃَﻣَﺮْﺗُﻜُﻢْ ﺑِﻪِ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﻣِﻨْﻪُ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ، ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻫْﻠَﻚَﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﻣَﻦْ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ ﻛَﺜْﺮَﺓُ ﻣَﺴَﺎﺋِﻠِﻬِﻢْ ﻭَﺍﺧْﺘِﻼَﻓُﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧْﺒِﻴَﺎﺋِﻬِﻢْ . ﺭَﻭَﺍﻩُﺍﻟﺒُﺨَﺎﺭِﻱُّ ﻭَﻣُﺴْﻠِﻢٌ

✅ Hadits Kesembilan

Dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman bin Shakr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apa saja yang aku larang, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyak bertanya dan menyelisihi perintah nabi-nabi mereka .” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 7288 dan Muslim, no. 1337]

  • ✅ Penjelasan Hadits

Haditsnya secara lengkap dalam Shahih Muslim sebagai berikut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah di hadapan.kami, lantas beliau mengatakan,

ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﻗَﺪْ ﻓَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ﺍﻟْﺤَﺞَّ ﻓَﺤُﺠُّﻮﺍ

Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji kepada kalian, maka berhajilah.”

Ada seseorang yang berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah haji tersebut setiap tahun?” Beliau pun terdiam, sampai orang tadi bertanya sebanyak tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata,

ﻟَﻮْ ﻗُﻠْﺖُ ﻧَﻌَﻢْ ﻟَﻮَﺟَﺒَﺖْ ﻭَﻟَﻤَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ – ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ – ﺫَﺭُﻭﻧِﻰ ﻣَﺎﺗَﺮَﻛْﺘُﻜُﻢْ ﻓَﺈِﻧَّﻤَﺎ ﻫَﻠَﻚَ ﻣَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻗَﺒْﻠَﻜُﻢْ ﺑِﻜَﺜْﺮَﺓِ ﺳُﺆَﺍﻟِﻬِﻢْ ﻭَﺍﺧْﺘِﻼَﻓِﻬِﻢْ ﻋَﻠَﻰﺃَﻧْﺒِﻴَﺎﺋِﻬِﻢْ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃَﻣَﺮْﺗُﻜُﻢْ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ ﻓَﺄْﺗُﻮﺍ ﻣِﻨْﻪُ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻧَﻬَﻴْﺘُﻜُﻢْﻋَﻦْ ﺷَﻰْﺀٍ ﻓَﺪَﻋُﻮﻩُ

Seandainya aku mengatakan iya (tiap tahun), tentu jadi wajiblah (tiap tahun untuk berangkat haji) dan sungguh seperti itu kalian tentu tidak sanggup. Tinggalkanlah aku pada apa yang aku tinggalkan bagi kalian. Ingatlah, sungguh.binasanya orang-orang sebelum kalian. Mereka binasa karena banyak bertanya dan karena menyelisihi perintah para nabi mereka. Jika aku memerintahkan sesuatu, maka kerjakanlah semampu kalian dan jika aku melarang pada sesuatu, maka tinggalkanlah .” (HR. Muslim, no. 1337)

Imam Nawawi rahimahullah menyampaikan judul Bab untuk hadits di atas “ Kewajiban berhaji sekali seumur hidup ”. Laki-laki yang bertanya dalam hadits ini adalah Al-Aqra’ bin

Habis sebagaimana dijelaskan dalam riwayat lainnya. Lihat Syarh Shahih Muslim, 9:90.

Yang dimaksud dengan orang sebelum kalian dalam hadits sebenarnya bermakna umum, yaitu umat-umat sebelum kita. Namun paling dekat kita katakan bahwa yang dimaksud adalah Yahudi dan Nashrani.

  • Faedah Hadits:

Pertama : Kaedah dari ulama ushul , jika ada suatu perintah tidaklah menunjukkan bahwa perintah tersebut mesti diulang. Hukum asalnya, suatu perintah dalam dalil tidak menunjukkan adanya pengulangan kecuali ada dalil yang menunjukkan harus dirutinkan atau diulang.

Kedua: Sebagian ulama berpandangan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam boleh berijtihad dalam hal hukum dan tidak disyaratkan semua hukum mesti dengan wahyu. Ini diambil dari hadits “ Seandainya aku mengatakan iya (tiap tahun), tentu jadi wajiblah.” Inilah yang jadi pendapat madzhab Syafi’iyah sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah.

Ketiga: Secara hukum asal, kita tidak diberi beban kewajiban. Artinya, tidak ada hukum sampai datang dalil. Pendukung dari hukum asal ini adalah firman Allah Ta’ala ,

ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻣُﻌَﺬِّﺑِﻴﻦَ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻧَﺒْﻌَﺚَ ﺭَﺳُﻮﻟًﺎ

Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS. Al-Isra’: 15)

Keempat: Ada kaedah ushul fikih dari hadits ini yang dipakai oleh para ulama “ tidak ada kewajiban ketika tidak mampu”. Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata dalam bait syair kaedah fikih yang beliau susun,

ﻭَ ﻟَﻴْﺲَ ﻭَﺍﺟِﺐٌ ﺑِﻼَ ﺍﻗْﺘِﺪَﺍﺭٍ

Tidak ada kewajiban ketika tidak mampu.”

Artinya, kewajiban bisa gugur jika tidak punya kemampuan saat sebelum dan ketika kewajiban tersebut berlangsung. Sedangkan yang dimaksud kewajiban adalah yang dituntut oleh syari’at dengan perintah yang wajib. Perkara sunnah tidak termasuk dalam hal ini.

Beberapa dalil yang mendukung hal ini, di antaranya adalah firman Allah Ta’ala ,

ﻓَﺎﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣَﺎ ﺍﺳْﺘَﻄَﻌْﺘُﻢْ

Bertakwalah pada Allah semampu kalian .” (QS. At-Taghabun: 16)

Ayat di atas sebagai tafsiran dari ayat,

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺣَﻖَّ ﺗُﻘَﺎﺗِﻪِ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya .” (QS. Ali Imran: 102). Inilah.pendapat Imam Nawawi rahimahullah . Beliau menyatakan bahwa Perintah bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa ditafsirkan dengan ayat “Bertakwalah pada Allah semampu kalian ”. Artinya kita diperintahkan mengerjakan suatu perintah dan menjauhi suatu larangan, Allah tidaklah memerintahkan kecuali sesuai kemampuan kita. Lihat Syarh Shahih Muslim, 9:91.

Begitu juga ayat yang mendukung kaedah di atas,

ﻟَﺎ ﻳُﻜَﻠِّﻒُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻧَﻔْﺴًﺎ ﺇِﻟَّﺎ ﻭُﺳْﻌَﻬَﺎ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)

ﻭَﻣَﺎ ﺟَﻌَﻞَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳﻦِ ﻣِﻦْ ﺣَﺮَﺝٍ

Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan .” (QS. Al-Hajj: 78)

Kelima: Wajib menahan diri dari setiap apa yang dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam .

Keenam: Menahan diri dari yang terlarang ini mencakup larangan yang sedikit maupun yang banyak. Contoh, riba yang sedikit dan banyak sama-sama dijauhi.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁَﻣَﻨُﻮﺍ ﻟَﺎ ﺗَﺄْﻛُﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﺃَﺿْﻌَﺎﻓًﺎ ﻣُﻀَﺎﻋَﻔَﺔً ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan .” (QS. Ali Imran: 130)

(Lanjut Ke Halaman 2)