Mengunggah…
​Dosa Dosa Besar, Syirik & Kezaliman Adalah Penyebab Bencana dan Petak
a

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Musibah Adalah Ujian ataukah Siksaan?

2.Menjaga Lisan Dari Banyak Berbicara

3.Merasa Diri Tidak Berdosa, Pantaskah? .

4.koreksi tambahan doa azan “Innaka laa tukhliful mii’aad..”

5.Hukum Membaca Al Quran SecaraTerputus-Putus

6. Renungan Ketika Bencana Menimpa

7.BERDZIKIR MENGINGAT ALLAH MENGUATKANJIWA DAN RAGA

8. Hak Kedua Orang Tua

9. Donasi Peduli Palu

10.ORANG AWAM WAJIB MENGIKUTI SALAH SATU MAZHAB YANG EMPAT

 

(Pentingnya Cinta dan Benci Karena Allah ta’ala-Ustadz Abu Ammar Al Ghoyami),

(Mengapa Harus Mengagungkan Sunnah Nabi,Ustadz Abu Ammar Al Ghoyami)

Bangkitnya Nabi Shallallahu’alaihiwassalam – UstadzAbu Haidar As Sundawy.

Syafiq Basalamah · Jangan Ketinggalan

Syafiq Basalamah · Hikmah Dibalik Musibah

Syafiq Basalamah · FItnah Dunia

Syafiq Basalamah · Menanti Waktu Kembali

Maududi Abdullah · Ujian Pembersih Dosa

Maududi Abdullah · Gizi bagi Jiwa yang Sehat

Ahmad Zainuddin · Penahan Musibah

Mizan Qudsyiah · Jangan Remehkan Maksiat

Jangan Asal Menjawab Oleh Ustadz Mizan Qudsiyah

(20 Kaidah Kesabaran, Ustadz Abu Abdil BaarSyuhada Hafizhahullah),

Ketika Musibah Datang Lakukan Ini-Ust Yazid Jawas

Fiqh Bermedia Sosial-Firanda Andirja

Inilah Penyebab Kesyirikan Mereka OlehUstadz Mizan Qudsiyah Lc

Renungan Di Balik Musibah, Ustadz DR. AliMusri Senjam Putra, Lc, MA


Kumpulan Ebook

Makna Sabar

Gempa.Antara Derita dan Harapan

Renungan Dikala Bencana Melanda

Penyebab Datangnya Azab Suatu Negeri

Intropeksi Diri

Nasehat Untuk Yang Tertimpa Musibah

Bahaya Kemaksiatan

Faedah Bencana

22 Faidah Seputar Gempa

20 Tips Bersabar-Ibnu Taimiyah

Dosa – Dosa Besar Imam Adz-Dzahabi

==

  • KEZALIMAN ADALAH PENYEBAB BENCANA DAN PETAKA

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Musibah, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .
✅ Allah Ta’ala berfirman:

فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ فَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَى عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi” (QS. Al Hajj: 45).

  • ✅ Jenis-jenis perbuatan zalim

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin menjelaskan: “Zalim ada dua macam: pertama, kezaliman terkait dengan hak Allah ‘Azza wa Jalla, kedua, kezaliman terkait dengan hak hamba. Kezaliman yang terbesar yang terkait dengan hak Allah adalah kesyirikan. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ditanya: ‘dosa apa yang paling besar?’, beliau menjawab:

أن تجعل لله نداً وهو خلقك

Engkau menjadikan sesuatu sebagai sekutu bagi Allah, padahal Allah yang menciptakanmu‘ (HR. Bukhari no. 4477, Muslim no. 86).

lalu tingkatan setelahnya adalah kezaliman berupa dosa-dosa besar, kemudian setelahnya adalah dosa-dosa kecil.

Adapun kezaliman yang terkait hak hamba, berporos pada tiga hal, yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam khutbahnya ketika haji Wada’, beliau bersabda:

إن دماءكم وأموالكم وأعراضكم حرام عليكم، كحرمة يومكم هذا، في شهركم هذا، في بلدكم هذا

Sesungguhnya darah kalian, harta kalian,kehormatan kalian, semuanya haram atas sesama kalian. Sebagaimana haram1nya hari ini, bulan ini, di tanah kalian ini‘ (HR. Bukhari no. 67, Muslim no. 1679).

Kezaliman terhadap jiwa seseorang itulah yang dimaksud kezaliman dalam darah, yaitu seseorang berbuat melebihi batas kepada sesama Muslim dengan menumpahkan darahnya, melukainya, atau semisal itu.

Kezaliman terhadap harta yaitu seseorang berbuat melebihi batas terhadap sesama Muslim dalam masalah harta, baik berupa enggan mengeluarkan yang wajib ia keluarkan, atau dengan melakukan hal yang haram dalam masalah harta, atau berupa meninggalkan hal wajib ia lakukan, atau juga berupa melakukan sesuatu yang diharamkan terhadap harta orang lain.

Adapun kezaliman terhadap kehormatan orang lain itu mencakup berbuat melebihi batas terhadap sesama Muslim dengan melakukan zina, atau liwath (sodomi), qodzaf, dan semisalnya. Semua jenis kezaliman ini haram hukumnya” (Syarah Riyadus Shalihin, 2/485).

Maka jauhi semua perbuatan zalim, jika ingin diselamatkan oleh Allah dari bencana dan petaka.

Yulian Purnama

=

  • DOSA SYIRIK PENYEBAB TERBESAR MUSIBAH & MALAPETAKA

✅ Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [Al-A’rof: 96]

Allah ‘azza wa jalla juga berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan (dosa-dosa) manusia, supaya Allah menimpakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) dosa mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar.” [Ar-Rum: 41]

✅ Allah ‘azza wa jalla juga berfirman,

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” [Al-‘Ankabut: 40]

✅ Sahabat yang Mulia Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata,

مَا نَزَلْ بَلَاءٌ إِلَّا بِذَنْبٍ، وَلَا رُفِعَ إِلَّا بِتَوْبَةٍ

.”Tidaklah terjadi suatu musibah melainkan karena dosa, dan tidaklah musibah itu dihilangkan melainkan dengan taubat.” [Al-Jawaabul Kaafi: 74]

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

=

  • KAUM YANG PALING MERUGI

Diantara dosa besar yang banyak diatara manusia menyepelekannya adalah merasa aman dari Makar Allah, meresa bebas dari Adzab Allah, merekalah kaum yang merugi.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (QS Al A’raf : 97),

Yakni adzab yang datang pada waktu malam saat mereka sedang tidur.

✅ Allah Ta’ala juga juga berfirman :

أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu dhuha ketika mereka sedang bermain? (QS Al A’raf : 98),

Yakni Adzab datang waktu siang saat mereka sedang bermain

✅ Allah Ta’ala berfirman :

﴿أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ﴾

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS Al A’raf : 99)

✅ Syaikh Abdurahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata tentang ayat diatas ;

هذه الآية الكريمة فيها من التخويف البليغ على أن العبد لا ينبغي له أن يكون آمنًا على ما معه مِن الإيمان، بل لا يزال خائفًا وَجلًا أنْ يُبتلى ببليَّة تسلب ما معه من الإيمان، وأن لا يزال داعيًا بقوله: يا مقلِّب القلوب ثبِّت قلبي على دينك، وأن يعمل ويسعى في كل سبب يخلِّصه من الشرِّ عند وقوع الفتن، فإن العبد ولو بلغَت به الحال ما بلغَت فليس على يقين مِن السلامة

Ayat yang mulia ini didalamnya menunjukan Ancaman yang menakutkan atas setiap hamba hendaknya tidak merasa aman (dari adzab Allah) walaupun memiliki iman, akan tetapi hendaknya senantiasa takut akan bencana yang akan menghilangkan imannya, dan senantiasa berdoa dengan mengatakan, ‘Wahai Dzat yang membolak balikan hati teguhkanlah hatiku diatas agamamu’ hendaklah dia beramal dan berusaha untuk mencari sebab keluar dari keburukan saat terjadi fitnah, karena sesungguhnya seorang hamba setinggi apapun kedudukannya tidak ada yang merasa yakin akan selamat dari ujian” (Tafsir As Sa’di , hal. 276)

✅ Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah berkata :

والأمن من مكر الله من الكبائر، ومعنى (الأمن من مكر الله): كونه ما يبالي، ما يخاف الله ولا يبالي بالمعاصي، ولا يختفي منها ولا يهمه عصى أو أطاع، قلبه آمن ما يبالي، هذا الأمن من مكر الله، والعياذ بالله. يعني: ما يخاف الله ولا يحذر نقمته، بل هو بارد القلب غير خائف ولا حذر، أما المؤمن لا، يرجو الله ويخافه، يرجو رحمة الله ويرجو فضله ويخاف عقابه، فهو بين الخوف والرجاء، أما الكافر وضعيف الإيمان فقد يأمن مكر الله، وينغمس في المعاصي ولا يخاف الله ولا يبالي، ما عنده مبالاة بخوف الله، فهذا من الدلائل على موت قلبه أو مرضه المرض الذي قارب الموت، نسأل الله العافية

Dan merasa aman dari makar Allah itu dosa besar, dan merasa aman dari makar Allah maknanya adalah tidak perduli , tidak takut (akibat) dosa, tidak menutupi dosa (terang terangan berbuat dosa), tidak perhatian mau berbuat dosa atau berbuat keta’atan tidak perduli, inilah yang disebut merasa aman dari makar Allah, Naudzubiullah. Yakni tidak takut, tidak berhati hati dari hukuman Allah, bahkan hatinya beku tidak takut, berbeda dengan orang yang punya iman, ia akan takut, akan mengharap rahmat Allah, mengharap keutaman Nya, takut akan siksa Nya, ia berada diantara takut dan harap. Adapun orang kafir dan orang yang lemah imannya akan merasa aman dari adzab Allah, tenggelam dalam dosa dan tidak takut kepada Allah, tidaka ada pikiran takut kepada siksa Allah, maka hal ini tanda tanda matinya hati atau sakitnya hati yang mendekati kematiannya, kita memohon keselamatan kepada Allah” https://binbaz.org.sa/fatwas/16044

Semoga dengan beruntunnya musibah yang tiada henti menimpa negeri ini tidak menyebabkan kita menjadi kaum yang merugi dengan merasa aman dari makar Allah. Wallahu waliyyut Taufiq.

Abu Ghozie As Sundawie

=

  • Ketika Musibah Menimpa

✅ Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa- berfirman:

{فَلَوْلا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. Al-An’aam: 43)

“Yakni: mengapa ketika Kami uji mereka dengan hal itu mereka tidak merendahkan hati dan tunduk kepada Kami. Akan tetapi justru hati mereka keras, tidak lembut dan tidak khusyu’, dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan; berupa kesyirikan dan kemaksiatan.” [“Tafsir Ibnu Katsir” (III/256)]

✅ Dan Allah -Ta’aalaa- berfirman:

{وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ}

Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Rabb-nya, dan (juga) tidak merendahkan diri.” (QS. Al-Mukminun: 76)

“Allah -Ta’aalaa- berfirman: “Dan sungguh Kami telah menimpakan siksaan kepada mereka”; yakni: Kami uji mereka dengan berbagai musibah dan kesusahan, akan tetapi mereka tidak mau tunduk kepada Rabb mereka, yakni: (musibah) yang menimpa mereka tidak membuat mereka kembali (bertaubat) dari kesyirikan dan penyelisihan mereka (terhadap syari’at), bahkan mereka terus berada di atas kesesatan dan penyimpangan mereka. Mereka tidak mau tunduk dan khusyu’ dan tidak pula merendahkan diri dengan berdo’a (kepada Allah).” [“Tafsir Ibnu Katsir” (V/487)]

-Ahmad Hendrix-

=

  • ➡ #TIPS AGAR SELAMAT DARI BENCANA

✅ Alloh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman :

اَفَاَمِنُوْا مَكْرَ اللّٰهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْخٰسِرُوْنَ.

Apakah mereka merasa aman terhadap bencana dari Alloh? Tidak ada yang merasa aman terhadap bencana dari Alloh kecuali orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 99).

Allohu Ta’ala berfirman :

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىٰ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ انْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Dialah yang berkuasa mengirimkan adzab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling berselisih) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain.” Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).” (QS. Al-An’am : 65)

Di zaman kita sekarang ini merupakan zaman yang akan terus menerus bermunculan berbagai bencana, jika di suatu negeri dimungkinkan tidak akan terkena bencana maka akan muncul di negeri tersebut suatu kejadian yang semisal dengan bencana, bisa saja itu berupa peperangan, pertikaian, pembunuhan dan penindasan, yang kuat menindas kaum yang lemah dan lain sebagainya.

Kenapa kita katakan demikian ? Karena sekarang ini sudah zamannya sebagaimana yang diterangkan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam :

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقْبَضَ الْعِلْمُ، وَتَكْثُرَ الزَّلاَزِلُ، وَيَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، وَتَظْهَرَ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرَ الْهَرْجُ وَهْوَ الْقَتْلُ الْقَتْلُ حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ الْمَالُ فَيَفِيضُ.

Tidak akan terjadi hari kiamat sampai diangkat ilmu dan akan semakin banyak gempa bumi, waktu semakin cepat, akan terjadi berbagai fitnah, akan terjadi banyak peperangan yaitu pembunuhan dan pertikaian serta akan semakin banyak harta kalian sehingga berlimpah ruah.” (HR. Al-Bukhari no.1036 dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu)

(Lanjut ke Halaman 2)

Iklan