Keistimewaan Islam 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1. Islam Itu Indah

2. Keistimewaan Islam dari Sisi Ajaran 1

3. Keistimewaan Islam dari Sisi Ajaran 2

4. Keistimewaan Islam dari Sisi Ajaran 3

5. Silahturahim, Keindahan Akhlak Islam

6. Adab dalam Islam dan Perhatian Islam Terhadapnya

7.Berhias dengan Akhlak Mulia Bagian dari Prinsip Beragama

8. Menelan Pahitnya Ujian Dalam Beraqidah demi kehidupan Hakiki

9. Apa Metode Yang Tepat Dalam Menangani Kenakalan Anak- anak.

10. Hukum Tepuk Tangan

 

Keistimewaan Ahlus Sunnah-Mizan Qudsiyah

Keistimewaan Masa Muda(Anas Burhanuddin, MA)

Sholat Adalah Ibadah yang Istimewa(Musyafa Ad-Dariny) 

Keistimewaan Al-Qur’an(Mizan Qudsiyah, Lc)

Keistimewaan Nabi Kita Muhammad (Muhammad Abduh Tuasikal, MSc)

Keistimewaan Ummat Islam Di Bulan Ramadhanby Al-Ustadz Abu Ja’far

Hari Itu Yang Ada Hanyalah Hisab-Ust Ahmad Zainuddin

Nasibmu di Alam Kubur-Ust Ahmad Zainuddin


Kumpulan Ebook

KEISTIMEWAAN AQIDAH ISLAM

Jangan Pandang Masa Lalunya Langkah Untuk Hijrah-M Abduh Tuasikal

36 Faidah Seputar Pernikahan dan Etikanya-Muhammad Shalih Al Munajid

Kesempurnaan Agama islam, Hakikat dan KeistimewaannyaPengarang, Penulis : Abdullah Bin Jarullah BinIbrahim Al Jarullah B.Arab

Keistimewaan Islam

Keistimewaan Aqidah Islam

17 Rambu Ibadah Kita

Aqidah Islam dan Keistimewaanya-MaktabahAbu Salma

Ringkasan Aqidah Dan Manhaj Imam Asy-Syafi’i-MaktabahAbu Salma 

Aqidah Seorang Muslim

Dasar Dasar Aqidah Islam

Keistimewaan Aqidah Islam-MaktabahAbu Salma

Syarh Aqidah Thohawiyah (Dasar DasarAqidah Menurut Ulama Salaf)-Abdul Akhir Hammad

Aqidah Bagi Tiap Mukmin(Soal Jawab Aqidah) – Syaikh Muhammad Jamil Zainu

Ensiklopedia Larangan Menurut Al-Qur’an dan Sunnah Bab Aqidah, Ilmu, Manhaj dan Fikih-Syaikh Salim bin Ied al Hilali

Dialog Santai Tentang Aqidah

Prinsip Prinsip Aqidah-Syaikh Sholeh al Fauzan

==

➡ Keistimewaan Islam

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga

hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Islam, semoga Allah

menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Keistimewaan Islam

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berkata, “Ketahuilah, -semoga Allah merahmatimu-, bahwa wajib bagi kita mendalami empat masalah:

  1. 1.    Ilmu, yaitu mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya dan mengenal agama Islam, berdasarkan dalil.
  2. 2.    Mengamalkan ilmu tersebut.
  3. 3.    Berdakwah dan mengajak orang lain kepadanya.
  4. 4.    Bersabar menghadapi segala rintangan dalam hal tersebut.
  • Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala:

 “Demi masa–Sesungguhnya setiap manusia benar-benar berada dalam kerugian,—kecuali orang-orang yang beriman, melakukan segala amal saleh dan saling nasehat-menasehati untuk (menegakkan) yang haq, serta nasehat-menasehati untuk (berlaku) sabar”. (Terj. Al-Ashr: 1-3).(Lihat Al Ushuul Ats Tsalaatsah)

  • Keistimewaan Islam

Agama Islam memiliki banyak keistimewaan, di antaranya adalah:

  • ➡ 1.  Hanya Islam agama yang diridhai Allah dan diterima-Nya.

✅ Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Terj. Ali Imran: 85)

Lihat juga surat Ali Imran: 19.

  • ➡ 2.  Islam adalah agama yang lengkap

Allah Subhaanahu wa Ta’aala juga berfirman:“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. “ (Terj. Al Ma’idah: 3)

Dengan turunnya ayat ini, maka menjadi lengkaplah agama Islam sehingga tidak butuh lagi kepada penambahan. Imam Malik rahimahullah berkata: “Barangsiapa yang berbuat bid’ah dalam Islam yang dipandangnya baik, maka sesungguhnya ia telah menyangka bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkhinati risalahnya, karena Allah berfirman, “Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu”, oleh karenanya sesuatu yang pada waktu itu tidak termasuk agama, sekarang pun sama tidak termasuk agama.

Di antara bukti lengkapnya Islam adalah Islam sampai mengatur masalah buang air. Salman radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya:

قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ صلى الله عليه وسلم كُلَّ شَىْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ . قَالَ فَقَالَ أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِىَ بِالْيَمِينِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِىَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِىَ بِرَجِيعٍ أَوْ بِعَظْمٍ . 

“(Apakah) Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan semuanya sampai masalah buang air?” Salman menjawab, “Ya, Beliau melarang kami buang air besar maupun kecil menghadap kiblat, beristinja’ (cebok) dengan tangan kanan, beristinja’ dengan batu yang kurang dari tiga dan beristinja’ menggunakan tahi binatang maupun dengan tulang.” (HR. Muslim)

Dalam Islam, permasalahan-permasalahan yang tidak berubah di setiap waktu dan tempat seperti masalah ‘aqidah dan ibadah diterangkan secara tafshil (rinci) dan banyak sekali dalil yang datang, sehingga seseorang tidak bisa menambah-nambah atau mengurangi. Adapun dalam masalah yang berubah-ubah karena perbedaan tempat atau kurun waktu, seperti masalah peradaban, politik, mu’amalah maka Islam menerangkannya secara ijmal (garis besar) agar sejalan dengan maslahat manusia di setiap zaman dan setiap tempat.

  • ➡ 3.  Risalah Islam diperuntukkan untuk semua manusia

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« وَالَّذِى نَفْسُ {مُحَمَّدٍ} بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ » . 

“Demi Allah yang jiwa Muhammad di Tangan-Nya, tidak ada seorang pun yang mendengar tentang diriku dari umat ini; baik orang Yahudi maupun Nasrani, lalu ia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada yang kubawa (yakni agama Islam) kecuali ia pasti termasuk penghuni neraka.” (HR. Muslim)

  • ➡ 4.  Islam adalah agama para nabi

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ ، وَالأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلاَّتٍ ، أُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى ، وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ. 

Saya adalah manusia paling dekat dengan Isa putera Maryam di dunia dan akhirat. Para nabi itu saudara sebapak, namun ibu mereka berlainan, agama mereka sama.” (HR. Bukhari)

Hal itu, karena Islam jika dimaknakan secara umum adalah beribadah hanya kepada Allah Ta’ala dan menjauhi sesembahan selain Allah sesuai syari’at rasul yang diutus. Oleh karena itulah, agama para nabi adalah Islam. Orang-orang yang mengikuti rasul di zaman rasul tersebut diutus adalah orang Islam (muslim). Orang-orang Yahudi adalah muslim di zaman Nabi Musa ‘alaihis salaam diutus dan orang-orang Nasrani adalah muslim di zaman Nabi ‘Isa ‘alaihis salaam diutus, adapun setelah diutusnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka orang muslim adalah orang yang mengikuti (memeluk) agama Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan yang tidak mau memeluk agama Beliau adalah orang-orang kafir.

  • ➡ 5.  Agama Islam penuh dengan maslahat dan cocok di setiap zaman, di setiap tempat dan setiap ummat

Yakni orang yang berpegang dengan agama Islam pasti berada di atas kebaikan dan kemajuan. Hal itu, karena memang Islam tidak menghalangi kemajuan bahkan mendorong untuk maju; mendorong mereka berfikir, bekerja dan berusaha. Sebaliknya, Islam mencela orang yang tidak menggunakan akalnya, bersikap taqlid (mengekor) serta malas bekerja dan berusaha. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لأَنْ يَأْخُذَ أَحَدُكُمْ حَبْلَهُ فَيَأْتِىَ بِحُزْمَةِ الْحَطَبِ عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا فَيَكُفَّ اللَّهُ بِهَا وَجْهَهُ ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ أَعْطَوْهُ أَوْ مَنَعُوهُ

Sungguh, jika salah seorang di antara kamu mengambil talinya, lalu membawa seikat kayu bakar di atas punggungnya, kemudian dijualnya sehingga Allah menjaga kehormatannya, lebih baik daripada ia meminta-minta kepada manusia, terkadang mereka memberi dan terkadang tidak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • ➡ 6.  Islam adalah agama yang mudah

Di dalam Agama Islam, tidak ada sesuatu yang menyulitkan manusia baik dalam masalah keyakinan maupun dalam masalah amalan, semuanya mudah diyakini dan diamalkan.

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ

Sesungguhnya agama (Islam) mudah, tidak ada seorang pun yang hendak menyusahkan agama (Islam) kecuali ia akan kalah.” (HR. Bukhari)

Di antara prinsip Islam adalah ‘adamul haraj (meniadakan kesulitan). Oleh karena itu, Islam meringankan hukum-hukum untuk memudahkan manusia dengan beberapa cara, di antaranya:

–   Pengguguran kewajiban dalam keadaan tertentu, misalnya tidak wajibnya melakukan ibadah hajji bagi yang tidak aman.

–   Pengurangan kadar dari yang telah ditentukan, seperti mengqashar shalat bagi orang yang sedang melakukan perjalanan.

–   Penukaran kewajiban yang satu dengan yang lainnya. Misalnya, kewajiban wudhu’ dan mandi diganti dengan tayammum.

–   Mendahulukan, yaitu mengerjakan sesuatu sebelum waktu yang telah ditentukan secara umum (asal), seperti jama’ taqdim, melaksanakan shalat ‘Ashar di waktu Zhuhur.

–   Menangguhkan, yaitu mengerjakan sesuatu setelah lewat waktu asalnya, seperti jama’ ta’khir, misalnya melaksanakan shalat Zhuhur di waktu ‘Ashar.

–   Perubahan, yaitu bentuk perbuatan berubah-ubah sesuai situasi yang dihadapi, seperti dalam shalat khauf (ketika perang). Allah Ta’ala berfirman:

   “Jika kamu dalam Keadaan takut (bahaya), maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan. kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (shalatlah).(Terj. Al Baqarah: 239)

   Demikian juga ketika sakit yang membuat seseorang tidak sanggup berdiri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalatlah sambil berdiri. Jika tidak sanggup, maka sambil duduk. Jika tidak sanggup, maka sambil berbaring.” (HR. Bukhari)

➡ 7.  Perintah dan larangan yang ada dalam agama Islam tujuannya adalah untuk menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal, menjaga keturunan dan menjaga harta, bahkan secara umum untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia.

Contoh menjaga agama adalah dilarangnya perbuatan syirk dan diperintahkannya tauhid. Contoh menjaga jiwa adalah dilarangnya membunuh kecuali dengan alasan yang benar. Contoh menjaga akal adalah dilarangnya meminum minuman keras. Contoh menjaga harta adalah dilarangnya mencuri, merampas dsb.

(Lanjut Ke Halaman 2)

    Iklan