Kisah Nabi Adam’alaihis salam 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Kisah Nabi Adam Alaihissalam

2.Nabi Adam Alaihissalam Mangkat

3.Kisah Penciptaan Nabi Adam Alaihissalam

4.Surga yang Pernah Ditempati Nabi Adam Alaihissalam

5.Bagaimana Iblis Menggoda Adam, Sementara Dia telah Diusir Dari Surga

6.Tempat Nabi Adam Diturunkan

7.Perdebatan Antara Nabi Adam dan Nabi Musa

8.Permusuhan Iblis dengan Adam

9.Pelajaran dari Kisah Sujudnya Para Malaikat kepada Adam

10.Kisah Adam Dan Godaan Iblis

11.Lelaki Paling Tampan Di Dunia Adalah Nabi Adam, Bukan Nabi Yusuf? |

12.Bertanya Tentang Jalan Masuknya IblisMengganggu Nabi Adam

13.Kenapa Allah Tidak Menciptakan Hawa dan Adam Pada Waktu Bersamaan?

Kisah Nabi Adam-Ust Firanda Andirja

Bag.1  :Bag2

Kisah Kematian Nabi Adam-Ust Syafiq Basalamah

Kisah Nabi Adam-Syeikh Musa Alu Nasr

Bag1 :Bag2


Kumpulan Ebook

Kisah Nabi Adam(B.Arab)

Kisah Nabi Adamdan Malaikat Maut

Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an& As-Sunnah-Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor

Kisah Habil dan Qabil

Jangan Pandang Masa Lalunya (Langkah Untuk Hijrah)-Muhammad Abduh Tuasikal 74halaman

==

Kisah Nabi Adam

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Kisah Nabi Adam ‘alaihis salam

Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan kepada para malaikat tentang penciptaan Adam ‘alaihis salam, Dia berfirman:

Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” (Terj. Al Baqarah: 30)

Yakni makhluk yang satu dengan yang lain saling menggantikan. Demikianlah Allah Subhaanahu wa Ta’aala memberitahukan kepada para malaikat tentang penciptaan Adam sebagaimana Dia memberitahukan perkara besar sebelum terwujud.

Kemudian para malaikat bertanya kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala meminta diterangkan hikmah diciptakannya manusia, karena para malaikat mengetahui bahwa di antara manusia ada yang membuat kerusakan di bumi dan menumpahkan darah. Menurut Qatadah,mereka mengetahui demikian karena mereka melihat makhluk sebelum Adam, yaitu jin dan Hin (sekelompok jin atau golongan jin yang lemah).

Menurut Ibnu Umar, dua ribu tahun sebelum Adam diciptakan jin sudah ada (menempati bumi), lalu mereka menumpahkan darah, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengutus satu pasukan malaikat, lalu mereka mengusirnya ke jazirah laut.”

✅ Menurut para malaikat, jika hikmah diciptakannya manusia adalah untuk beribadah kepada Allah, maka sesungguhnya mereka telah beribadah kepada-Nya, mereka berkata,

Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal Kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman,

Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Terj. Al Baqarah: 30)

Dia mengetahui maslahat yang lebih kuat dengan menciptakan Adam dan keturunannya, karena akan ada di antara mereka yang menjadi para nabi dan rasul, para shiddiqin, para syuhada, para ulama dan orang-orang yang mengamalkan agama-Nya, yang mencintai-Nya dan mengikuti para rasul-Nya.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala menciptakan Adam ‘alaihis salam dari tanah di bumi dan airnya, lalu membentuknya dengan bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Dia tiupkan ruh ke dalamnya, maka jadilah dia sebagai manusia yang hidup yang terdiri dari daging, darah, dan tulang. Hari penciptaan Adam ‘alaihis salam adalah hari Jum’at, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya, dan Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Bukhari dan Muslim)

✅ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى خَلَقَ آدَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَرْضِ فَجَاءَ بَنُو آدَمَ عَلَى قَدْرِ الْأَرْضِ فَجَاءَ مِنْهُمْ الْأَحْمَرُ وَالْأَبْيَضُ وَالْأَسْوَدُ وَبَيْنَ ذَلِكَ وَالسَّهْلُ وَالْحَزْنُ وَالْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ

Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan Adam dari segenggam yang digenggam-Nya dari semua tanah di muka bumi. Oleh karena itu, anak cucu Adam hadir sesuai keadaan tanah (warna dan tabiatnya), maka di antara mereka ada yang berkulit merah, putih, hitam dan antara itu. Ada pula yang lunak, keras, yang jelek dan yang baik.” (HR. Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Hadits ini dishahihkan pula oleh Syaikh Al Albani dalam Al Misykat (100) dan Ash Shahiihah (1630). Menurut penyusun Tuhfatul Ahwadzi, hadits ini diriwayatkan pula oleh Ahmad, Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi)

Setelah Adam hidup dan bisa bergerak, maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengajarkan kepadanya nama-nama segala sesuatu, Dia berfirman,

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya,” (Terj. Al Baqarah: 31)

✅ Menurut Ibnu Abbas, yaitu nama-nama yang biasa dikenal manusia, seperti manusia, hewan, tanah, tanah yang datar, laut, gunung, unta, keledai dan lain sebagainya seperti umat-umat dan lain-lain. Menurut Mujahid, Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengajarkan kepadanya nama setiap binatang, setiap burung dan segala sesuatu. Menurut Ar Rabii’, Allah Subhaanahu wa Ta’aala mengajarkan kepadanya nama-nama para malaikat.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala ingin menunjukkan keutamaan Adam dan kedudukannya di sisi-Nya kepada para malaikat, maka Dia tunjukkan kepada malaikat segala sesuatu yang telah diajarkan kepada Adam, Dia berfirman:

Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!” (Terj. Al Baqarah: 31)

✅ Para malaikat pun menjawab,

Mahasuci Engkau, tidak ada yang Kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.” (Terj. Al Baqarah: 32)

Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan kepada Adam untuk memberitahukan kepada mereka nama-nama benda yang tidak diketahui para malaikat; mulailah Adam menyebutkan nama-nama benda yang diperlihatkan kepadanya, ketika itu Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman kepada para malaikat,

Bukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?” (Terj. Al Baqarah: 33)

  • Dialog Nabi Adam Dengan Malaikat

Kemudian terjadilah dialog antara Adam ‘alaihis salam dengan para malaikat sebagaimana yang diceritakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita:

خَلَقَ اللَّهُ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا ثُمَّ قَالَ اذْهَبْ فَسَلِّمْ عَلَى أُولَئِكَ مِنْ الْمَلَائِكَةِ فَاسْتَمِعْ مَا يُحَيُّونَكَ تَحِيَّتُكَ وَتَحِيَّةُ ذُرِّيَّتِكَ فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَقَالُوا السَّلَامُ عَلَيْكَ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَزَادُوهُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ حَتَّى الْآنَ

Allah Subhaanahu wa Ta’aala menciptakan Adam dengan tingginya 60 hasta, kemudian Dia berfirman, “Pergilah dan ucapkan salam kepada para malaikat itu, lalu dengarkanlah salam penghormatan mereka kepadamu; sebagai salammu dan salam keturunanmu.” Maka Adam berkata, “As Salaamu ‘alaikum.” Mereka menjawab, “As Salaamu ‘alaika wa rahmatullah,” mereka menambah “wa rahmatullah.” Maka setiap orang yang masuk ke surga mengikuti rupa Adam, dan bentuk makhluk senantiasa berkurang (semakin pendek) hingga sekarang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Permusuhan Iblis

Allah Subhaanahu wa Ta’aala memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Adam untuk menghormatinya, maka mereka pun sujud kecuali Iblis, ia menolak sujud dan bersikap sombong terhadap perintah Tuhannya, lalu Allah Subhaanahu wa Ta’aala bertanya kepadanya –sedangkan Dia lebih mengetahui-,

Wahai Iblis! Apa yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?” (Terj. Shaad: 75)

Lalu Iblis menjawab dengan angkuhnya,

Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Terj. Shaad: 76)

Iblis tidak menyadari padahal tanah lebih baik daripada api, tanah lebih bermanfaat daripada api, karena pada tanah terdapat ketenangan, mudah diolah dan menumbuhkan tanaman, sedangkan pada api terdapat keadaan yang tidak terarah, ringan, cepat dan membakar.

Maka Allah Subhaanahu wa Ta’aala menjauhkan Iblis dari rahmat-Nya dan menjadikannya terusir dan terlaknat, Dia berfirman,

Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,– Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” (Terj. Shaad: 77-78)

Kemudian Iblis semakin benci kepada Adam dan keturunannya, dia bersumpah dengan nama Allah untuk menghias keburukan kepada mereka, dia berkata, “Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya,—Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” (Terj. Shaad: 82-83)

(Lanjut Ke Halaman 2)

Iklan