5 Kiat Mengatasi Kegundahan Hidup 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Kisah Dusta Ibnu Hajar dan Batu

2.Istana Impian

3.Ulama Su’ (Orang Berilmu Yang Buruk)

4.Salah Paham tentang Memahami Tawakal

5.Pemimpin Yang Menyesatkan

6.Hak Khiyar dalam Pernikahan

7.Tokoh-Tokoh Pengusung Kesesatan Eksistensi Dan Bahaya.Mereka Bagi Umat

8.Keberkahan Kalimat Istirja’ yang Mungkin Tidak Anda Ketahui

9.Berjabat Tangan Akan Menambah Kecintaan

10.Obat Hati, Lakukanlah Lima Perkara

Cara Mengatasi Galau Menurut Islam-Konsultasisyariah.com

Hati Yang Galau dan Gundah,Sebab dan Solusinya(Abu Fairuz Ahmad Ridwan, MA)

Noda Kehidupan Manusia(Abdullah Taslim, MA) Kehidupan Dunia(Yazid bin Abdul Qadir Jawas)

Masalah Kehidupan(Subhan Bawazier)

Indahnya Hidup dengan Sunnah(Abdul Hakim bin Amir Abdat)

Alangkah Indahnya Hidup ini Jika Diiringi Sunnah (DR. Syafiq Reza Basalamah, MA)

Kiat Menggapai Kebahagiaan Hidup(Abu Haidar As-Sundawy)

Muroqobatullah (DR. Firanda Andirja, MA)

Mengobati Hati yang Lalai(Abdullah Taslim, MA

Hati yang tak Terobati-Syafiq Basalamah

Ebook

Jangan Pandang Masa Lalunya (Langkah Untuk Hijrah)-M. Abduh Tuasikal 76hlm

Menghibur Hati yang Gundah

Obat Stress ala Islam-Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid

Obat Bagi Hati Yang Lalai

Fenomena Lemahnya Iman

36 Faidah Seputar Pernikahan dan Etikanya-Muhammad Shalih Al Munajid

==

  • ➡ 5 Kiat Mengatasi KEGUNDAHAN HIDUP

Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman 

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Tazkiyatun Nufs, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

  • MUQODDIMAH

Sebagian orang, ada yang merasa kehidupannya selalu diselimuti dengan perasaan galau, gundah, dan tidak tenang. Perasaan ini seringkali muncul ketika problem kehidupan meningkat sedangkan imannya melemah.

KETAHUILAH, ketaatan kepada Allah عزّوجلّ di yang diwujudkan dengan amal shalih adalah cara terbaik dalam meraih kebahagiaan, ketenangan, dan pengusir rasa gundah. Tidaklah kebaikan dunia terwujud kecuali dengan mendekatkan diri kepada Allah.

✅ Allah عزّوجلّ berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka se-sungguhnya akan Kami beri-kan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS an-Nahl [16]: 97)

Fudhail ibn Iyadh رحمه الله berkata, “Sungguh ketika aku berbuat maksiat kepada Allah maka aku ketahui pengaruhnya pada akhlak keledaiku dan penjagaku.”1

✅ Al-Imam Ibn al-Qayyim رحمه الله mengatakan, “Sungguh dalil nash, akal, fitrah, dan bukti nyata telah menunjukkan bahwa mendekatkan diri kepada Allah Rabb semesta alam dan men-cari ridha-Nya serta berbuat baik kepada manusia adalah sebab terbesar untuk mendatangkan segala kebaikan, dan perkara yang menjadi lawannya adalah sebab terbesar datangnya segala kejelekan.”2

  • INILAH KIAT-KIATNYA

Berikut ini sebagian kecil dari cara dan kiat agar hidup kita tenang dan tidak galau sepanjang hari. Di antaranya:

  • Pertama: Membaca al-Qur’an dengan Tadabur.

Hikmah diturunkannya al-Qur’an agar manusia dapat merenungi ayat-ayatnya serta mengambil pelajaran darinya. Allah رحمه الله berfirman:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الألْبَابِ

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. (QS Shad [38]: 29)

Allah mencela orang-orang yang enggan memperhatikan al-Qur’an, dalam firman-Nya:

أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur’an ataukah hati mereka yang terkunci? (QS Muhammad [47]: 24)

Asy-Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin رحمه الله berkata, “Dalam ayat ini, Allah mencela orang-orang yang tidak menghayati al-Qur’an, dan mengisyaratkan bahwa hal itu termasuk terkuncinya hati mereka dan tercegahnya kebaikan pada mereka.”3

Ketahuilah, al-Qur’an adalah petunjuk kebaikan bagi kehidupan manusia. Jika kita menginginkan hati yang terang, bening sebening kaca, dan jiwa yang bersih maka jangan mencari obat ke mana-mana. Al-Qur’an adalah solusinya. Allah عزّوجلّ berfirman:

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal shalih bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. (QS al-Isra’ [17]: 9)

Ketenteraman adalah dengan membaca al-Qur’an, merenungi maknanya, bukan dengan mendengarkan lagu-lagu dan semisalnya. Perhatikan firman Allah عزّوجلّ berikut ini:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS al-Ra’d [13]: 28)

Al-Imam Ibn al-Qayyim رحمه الله mengatakan, “Hati tidak akan tenang kecuali dengan iman dan keyakinan. Tidak ada jalan untuk menggapai iman dan keyakinan kecuali dengan al-Qur’an. Karena tenang dan tenteramnya hati termasuk keyakinannya terhadap al-Qur’an. Dan guncangnya hati pertanda keraguannya. Dengan al-Qur’an dapat tergapai keyakinan dan tertolak keraguan, sangkaan, dan kebimbangan. Maka tidak akan tenang hati seorang muslim kecuali dengan al-Qur’an.”4

Maka mulai detik ini, renungi dan pahamilah al-Qur’an, kaji lebih dalam lagi jangan engkau berpaling darinya, karena Allah عزّوجلّ berfirman:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta. (QS Thaha [20]: 124)

  • Kedua:Shalat Tahajud

Shalat Tahajud adalah shalat yang dikerjakan pada malam hari setelah sebelumnya tidur terlebih dahulu.5

Al-Imam as-Safarini رحمه الله mengatakan, “Orang yang shalat Tahajud adalah orang yang shalat di waktu malam. Para ulama kita mengatakan, ‘Shalat Tahajud itu tidak dikerjakan kecuali setelah tidur terlebih dahulu. Sedangkan shalat malam lebih umum, waktunya sejak tenggelamnya matahari dan terbitnya fajar. la adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan.'”6

Allah عزّوجلّ sering memuji para hamba yang shalih karena mereka mengerjakan shalat Malam dan Tahajud.

✅ Allah عزّوجلّ berfirman:

كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ . وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar. (QS adz-Dzariyat [51]: 17-18)

Sahabat yang mulia Ibn Abbas رضي الله عنهما mengatakan, “Waktu malam tidak berlalu begitu saja bagi mereka, melainkan mereka selalu mengerjakan shalat Malam walaupun hanya sedikit.”7

✅ Allah عزّوجلّ juga memuji orang yang mengerjakan shalat Malam dalam firman-Nya:

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ . فَلا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdo’a kepada Rabb-nya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan. (QS as-Sajdah [32]: 16-17)

Al-Imam Ibn Katsir رحمه الله berkata, “Yaitu mereka mengerjakan shalat malam, meninggalkan tidur, dan meninggalkan berbaring di atas kasur yang empuk.”8

Anas ibn Malik رضي الله عنه berkata, “Sungguh seorang tidak dapat mengerjakan shalat Malam dan puasa di siang hari karena sebab berbohong yang dia kerjakan.”9

Ketahuilah, shalat malam yang dikerjakan dengan khusyuk, menyendiri, dan memaknai kandungan bacaan al-Qur’an dan do’a yang dibaca akan membawa ketenangan hati, perasaan tenteram, dan jiwa yang baik. Permasalahan dunia yang sulit akan terasa ringan jika kita mengerjakan shalat. Karena shalat adalah penghibur dan penyejuk hati.

✅Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

يَا بِلاَلُ أَقِمِ الصَّلاَةَ أَرِحْنَابِهَا

Bangkitlah, hai Bilal, hiburlah kami dengan shalat.”10

Bahkan, Nabi صلى الله عليه وسلم setiap kali dirundung masalah, beliau melaksanakan shalat. Sahabat yang mulia Hudzaifah رضي الله عنه berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلى

Adalah Nabi صلى الله عليه وسلم apabila dirundung masalah maka beliau mengerjakan shalat.”11

Hal itu tiada lain karena shalat adalah komunikasi antara hamba dengan Rabbnya. Berdiri di hadapan Allah dengan shalat memiliki pengaruh kuat dalam memperbaiki jiwa orang yang shalat bahkan seluruh manusia. Karena, shalat adalah penyejuk mata. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

جُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِيْ فِيْ الصَّلاَةِ

Telah dijadikan kesejukan mataku di dalam shalat.”12

Al-Imam Ibn al-Qayyim رحمه الله berkata, “Ketahuilah, tidak ada keraguan bahwa shalat adalah penyejuk mata orang-orang yang tercinta, kelezatan jiwa-jiwa orang yang bertauhid, tamannya orang-orang yang beribadah, kelezatan hati orang yang khusyuk. la adalah rahmat Allah yang dihadiahkan kepada hamba-Nya yang beriman.”13

Beliau juga berkata, “Sesungguhnya shalat itu bisa menghapus kejelekan bagi orang yang menunaikan hak-hak shalat, dia menyempurnakan kekhusyukan shalat. Dia berdiri di hadapan Allah dengan hati yang hadir dan berpikir. Orang yang semacam ini jika selesai shalat akan menjumpai keringanan dalam shalat, menjumpai semangat dan kelapangan hati setelah shalat.”14

  • ➡ Ketiga: Berteman dengan Teman yang Shalih

Allah memerintahkan kepada kita untuk bersama-sama orang yang baik dan shalih.

✅Allah عزّوجلّ berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS at-Taubah [9]: 119)

✅ Allah عزّوجلّ juga berfirman:

الأَخِلاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلا الْمُتَّقِينَ

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang ber-taqwa. (QS az-Zukhruf [43]: 67)

Teman punya pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk kepribadian, sifat dalam diri seorang muslim. Sebab itu, tidak mengherankan bila Rasulullah صلى الله عليه وسلم sudah memberikan peringatan sejak jauh-jauh hari agar berteman dengan teman yang baik dan menjauhi teman yang jelek. Beliau صلى الله عليه وسلم bersabda:

إِنَّمَا مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً

Permisalan teman yang shalih dan teman yang jelek, bagaikan penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi, bisa jadi dia akan memberikan minyak wanginya, atau engkau membeli darinya atau engkau mendapatkan wanginya. Adapun pandai besi, dia bisa membakar bajumu atau engkau mendapati baunya yang tidak enak.”15

Al-Imam Ibn al-Mubarak رحمه الله mengatakan, “Wajib bagi orang yang berakal untuk tidak meremehkan tiga golongan: ulama, para pemimpin, dan teman-teman. Karena, sesungguhnya orang yang meremehkan ulama akan hilang akhiratnya, barangsiapa yang meremehkan pemimpin akan hilang dunianya, dan barangsiapa yang meremehkan teman-teman maka akan hilang wibawa dan kehormatannya.”16

  • Keempat: P  u  a  s  a

Puasa akan menjernihkan hati dan pikiran. Ini termasuk hikmah yang jarang diketahui manusia. Dengan meninggalkan berbagai kenikmatan dan keinginan jiwa ketika berpuasa, akan membuat pikiran dan hati menjadi jernih dan bersih. Hati dan pikirannya akan terpusat untuk dzikir dan beribadah. Karena, banyak makan dan minum akan membuat hati menjadi lalai dan sibuk, bahkan tidak mustahil membuat hati menjadi keras dan gersang.

Ibrahim ibn Adham berkata, “Barangsiapa yang mampu menahan perutnya, maka dia akan mampu menjaga agamanya. Barangsiapa yang dapat menguasai rasa lapar, dia akan meraih akhlak yang mulia. Karena, maksiat kepada Allah sangat jauh bagi orang yang lapar dan sangat dekat bagi yang kenyang. Kenyang itu dapat mematikan hati, karena kenyang dia akan banyak senang, gembira, dan tertawa.”17

Puasa yang hakiki adalah puasa yang mencegah pelakunya dari perbuatan maksiat, mencegah akal sehat dari kungkungan hawa nafsu. Jika semua ini dilakukan, maka sangat dipastikan orang yang berpuasa hidupnya akan tenang, tidak gundah gulana, karena kemaksiatan tidak membawa pelakunya kecuali kebingungan, keterikatan hati dan lain sebagainya.

(Lanjut Ke Halaman 2)