Menebar Faedah (Bag.3) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

•••

1.Lutut atau Tangan dulu Ketika Turun untuk Sujud?

2.Sujud Dengan Tangan Atau Lutut Dahulu?

3.Lutut Dahulu atau Tangan Dahulu Saat Turun Untuk Sujud

4.Bagaimana Menjadikan Dirinya Agar Mudah Bisa Mengenakan Hijab ?.

5.Imam Masjid Lebih Berhak Menjadi Imam Pada Shalat Jenazah.

6.Boleh Mengambil Buah di Pohon Pinggir Jalan?

7.Hukum Berhubungan Intim di Kamar Mandi / Bak Mandi

Sebab Pembatal-Pembatal Puasa

9.Makna Hadist Setiap Anak TergadaikanDengan Aqiqahnya

(Wanita Tomboy, Ustadz Abu Haidar As-Sundawy Hafizhahullah),

(Riba Membunuhmu, Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A),

(Menguak Pelajaran Di Serpihan Bencana,Ustadz Bambang Abu Ubaidillah

(Gempa, Antara Ujian/cobaan dan Adzab, Ustadz Mustofa Al Buthoni),

(KetikaBencana Terus Melanda, Ustadz Mukhlis Abu Dzar hafidzohullah),

Nasehat Berharga Imam Syafi’i Terkait Aqidah Oleh Ustadz Sofyan Chalid Ruray

sesi1Sesi2

Awas Bahaya Syirik – Sofyan Chalid Ruray

Inilah Jalanku – Sofyan Chalid Ruray

Bahaya Daging Tak Bertulang – Sofyan Chalid Ruray

Tauhid Kunci Keberkahan Negeri OlehUstadz Sofyan Chalid Ruray

Mengenal Imam Syafi’i Oleh Ustadz Musyaffa Ad Dariny MA

Kajian Spesial Sulawesi Berduka Oleh Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy

Jagalah Negerimu dari Kehancuran –

Wahai Saudaraku Usaplah Tangismu –

Jadikan Suatu Pelajaran

Bagaimana Kita Saat Musibah melanda Oleh Ustadz Ibnu Yunus

Duka Saudara Kita,Duka Kita Oleh Ustadz Ali Hasan Bawazier

Ketika Bencana Terus Melanda Oleh Ustadz Abu Ubaidah

Akhirnya Mereka Bertemu Oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc

==

  • Menebar Faedah (Bag.3)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Faedah, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin

  • 21. PONDASI UTAMA PERBAIKAN UMAT

Berkata Syaikh Muhammad ibn Abdillah Al-Imam hafidzahullah:

ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﺟﻤﻌﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺇﺻﻼﺡ ﺃﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻳﻜﻮﻥ ﺑﺄﻣﺮﻳﻦ : ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﻨﺎﻓﻊﻭﺍﻟﻌﻤﻞ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ.ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺃﺳﺎﺱ ﺍﻹﺻﻼﺡ، ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻹﺻﻼﺡ ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﻳﺘﻢ ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍﺗﺼﻠﺢ ﺍﻷﺣﻮﺍﻝ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ .

Para ulama telah sepakat bahwa perbaikan umat islam tegak dengan dua perkara:

Ilmu yang bermanfaat, dan

-Amal shaleh.

Inilah pondasi perbaikan (umat). Di atas pondasi inilah tegak perbaikan, sempurna, dan kondisi (umat islam) menjadi baik dengan izin Allah.

Faedah Muhãdhãrah Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdillah Al-Imam hafidzahullah.

  • ➡ (22) MARI MENGHAFAL NASAB NABI KITA MUHAMMAD

Beliau adalah Muhammad ibnu Abdillah, ibni Abdil-Mutthalib, ibni Hãsyim, ibni Abdi Manãf, ibni Qushai, ibni Kilãb, ibni Murroh, ibni Ka’ab, ibni Luay, ibni Ghãlib, ibni Fihr, ibni Mãlik, ibni An-Nadhar, ibni Kinãnah, ibni Khuzaimah, ibni Mudrikah, ibni Ilyãs,ibni Mudhar, ibni Nizãr, ibni Ma’ad, ibni Adnãn.

Ini adalah nasab beliau ﷺ yang disepakati keshahihannya oleh Ahli Hadits, Ahli Sejarah, dan Ahli Nasab.

Faedah Pelajaran Shahih Muslim, oleh Syaikh Al-Allamah Muhammad ibn Abdillah Al-Imam hafidzahulah.

  • ➡ 23. HASAD TERSEMBUNYI

Diantara jenis hasad (dengki) adalah seorang menginginkan terus menerusnya keburukan dan kejelekan pada diri seseorang dan tetap pada keadaannya sepert ini. Karena hakikatnya orang yang hasad ini tidak suka Allah memberikan nikmat kepada orang tersebut berupa kebaikan.

Faedah Tafsir Mu’awwidzatain, oleh Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad Al-Imam hafidzahullah.

  • ➡ 24. *HIDUP BERMASYARAKAT DALAM BINGKAI SYARIAT*

Berkata Syaikh Muhammad Al-Imam hafidzahullah: Ketahuilah wahai muslim! bahwa pondasi dalam kehidupan kaum muslimin adalah kerjasama dalam menjalankan ibadah- ibadah, dan menegakkan kewajiban-kewajiban Islam dan syariat-syariatnya.

Hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan adanya pergaulan/ interaksi diantara mereka. Berinteraksi bersama masyarakat muslim karena tujuan ini adalah sesuatu yang dituntut secara syariat, maka tidak boleh seorang muslim meninggalkannya.

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:

َ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻳُﺨَﺎﻟِﻂُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻭَﻳَﺼْﺒِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺫَﺍﻫُﻢْ ﺃَﻋْﻈَﻢُ ﺃَﺟْﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻟَﺎﻳُﺨَﺎﻟِﻂُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺼْﺒِﺮُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﺫَﺍﻫُﻢْ

Seorang mukmin yang berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas keburukan mereka, lebih besar pahalanyandaripada seorang mukmin yang tidak berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan tidak sabar atas keburukan mereka.” (HR.Ibnu Majah, Shahih Lighairih)

At-Tanbih Al-Hasan Fi Mauqifil-Muslim Minal Fitan:15

  • ➡ 26. *SEBAB ISTIQOMAHNYA AGAMA SEORANG HAMBA*

Istiqomahnya agama seorang hamba dapat diraih dengan dua perkara:

  1. Mengedepankan cinta Allah dari semua cinta,
  2. Mengagungkan perintah Allah dan laranganNya.

Faedah Pelajaran Kitab Al-Wabil Ash-Shayyib Libnil-Qayyim, oleh Syaikh Muhammad ibn Abdillah Al-Imamhafidzahullah.

  • 27. *HAKIKAT KEDERMAWANAN*

Kedermawanan itu ketika engkau menjadi orang yang (suka) berinfak pada hartamu dan engkau bersikap wara’ pada harta orang lain.”

Faedah Pelajaran Kitab Al-Wabil Ash-Shayyib Libnil-Qayyim, oleh Asy-Syaikh Muhammad ibn Abdillah Al-Imam hafidzahullah.

  • 28.PARA PENDUSTA YANG MENGAKU SAHABAT NABI ﷺ

Yang telah kita ketahui bersama adalah adanya para pengaku Nabi setelah Nabi Muhammad ﷺ . Namun, ternyata ada juga para pendusta yang mengaku sebagai sahabat Nabi ﷺ .

Diantara para pendusta yang mengaku sebagai sahabat yang disebutkan oleh Al-Hafidz Al-Iraqi rahimahullah: Abu Dunya Al-Asyaj, Maklabah ibn Malkan, dan Ratan Al-Hindi.

Abu Dunya Al-Asyaj, namanya Utsman ibn Khatthab Abu Amr.Berkata Al-Hafidz Adz-Dzahabi rahimahullah: Kadzzab (Tukang dusta), Turuqi (ahli tarekat), mengaku mendengar hadits dari Ali ibn Abi Thalib setelah tahun 300an.(Al-Mizan:4/522)

Penulis belum dapatkan para ahli sejarah yang menyebutkan orang ini mengaku sahabat kecuali pengakuannya mendengar dari Ali dan mengaku melihat sebagian para Sahabat.

Maklabah ibn Malkan Al-Khawarizmi.

Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajr rahimahullah: Seorang kadzzab (tukang dusta), atau memang tidak ada wujudnya (nama yang hanya dibuat-buat, pen), mengaku bahwa dia seorang sahabat.(Al-Ishabah:6/298)

Ratan Al-Hindi,

Berkata Al-Hafidz Adz-Dzahabi rahimahullah:

Tahukah anda siapa Ratan ini?! Syaikh Dajjal tanpa keraguan. Muncul setelah tahun 600an lalu mengaku Sahabat.(Al-Mizan:2/45)

  • ➡ 29. *AQIDAH AL-IMAM ASY-SYAUKANI rahimahullah*

Beliau beraqidah Salaf, berjalan sesuai Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun, terdapat padanya ta’wil beberapa Shifat (Allah) dalam kitabnya Fathul-Qadir, hal ini muncul disebabkan dari orang yang mana beliau mengambil/menukil faedah dari mereka (pada kitab tafsirnya).

(Irsyadul-Ghabiy:18, tahqiq Syaikh Abul-Hasan Ar-Razihi)

Beliau adalah Al-Imam Al-Mujtahid Al-Allamah Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Abdillah Asy-Syaukani Al-Yamani. Lahir pada tahun 1173 H dan wafat tahun 1250 H.

  • 30. MEMBICARAKAN ORANG HARUS DI ATAS ILMU & SIKAP ADIL*

Berkata Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﻓﻲ ﺃﺣﺪ ﺇﻻ ﺑﻌﻠﻢ ﻭﻋﺪﻝ .

Tidak boleh membicarakan seorang pun kecuali dengan ilmu dankeadilan.” (Jãmi’ul-Masãil Libni Taimiyyah:5/149)

Yang dimaksud membicarakan orang lain di sini adalah dalam hal mengkritik atau memperingatkan dari suatu kesalahan dan kekeliruan.Merupakan suatu kejelekan yang besar di zaman ini yang terjadi di tengah-tengah para pengaku Ahlussunnah adalah membicarakan para penebar kebaikan dari kalangan para Ulama, para Da’i dan penuntut ilmu yang hanya dibangun di atas desas-desus, berita di medsos tanpa tatsabbut, modal screenshots, dan dibangun di atas kejahilan dan kefanatikan terhadap seorang.

Kehormatan seorang muslim itu mahal, maka jangan engkau jadikan murah hanya dengan modal kebodohan dan hawa nafsu.

Wallahul-musta’an.

=

  • ➡ [Tidak Perlu Banyak Warna, Karena Yang Dituntut Adalah Istiqamah]

Ketika dakwah sunnah dicaci, mereka tidak tahan, mundur bahkanmendekat ke barisan pencaci. Ketika dakwah sunnah dipuji, mereka tetibanya berkata, ‘Kami bersama kalian.’ Hal di atas insya Allah bukan pembaca sekalian. Walau kemudian kita lihat banyak rekan berlomba-lomba untuk menjatuhkan para pegiat dakwah dan menjadikan kalangan awam pengajian yang terjatuh sebagai bahan cemoohan. Mumpung akan dapat banyak penyuka. Mumpung akan banyak yang pro. Karena kalangan awam tidak suka disalah-salahkan. Sekalipun salah.

Apakah Anda termasuk orang yang tak tahan dengan perlawanan manusia karena Anda memegang kebenaran sesuai manhaj Salaf? Allah Ta’ala berfirman:

ﻭَﻣِﻦَ ﭐﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺀَﺍﻣَﻨَّﺎ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺈِﺫَﺍٓ ﺃُﻭﺫِﻯَ ﻓِﻰ ﭐﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻌَﻞَ ﻓِﺘْﻨَﺔَ ﭐﻟﻨَّﺎﺱِ ﻛَﻌَﺬَﺍﺏِﭐﻟﻠَّﻪِ

Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah.” [Q.S. Al-Ankabut: 10]

Yakni, seolah cacian, perlawanan dan kemarahan manusia sengeri adzab Allah di akhirat, sehingga Anda pun tidak sabaran dan taat terhadap manusia. [lihat: Tafsir al-Baghawy, 6/234]

Namun bagaimana ketika dakwah yang membela Sunnah Nabi dannkebenaran, di kemudian hari berkembang pesat, digemari insan dan menjadi sarana hidayah di sana dan di sini? Maka orang semisal di atas tetibanya akan berkata serupa dengan yang dikabarkan oleh Allah:

ﻭَﻟَﺌِﻦ ﺟَﺎٓﺀَ ﻧَﺼْﺮٌۭ ﻣِّﻦ ﺭَّﺑِّﻚَ ﻟَﻴَﻘُﻮﻟُﻦَّ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻣَﻌَﻜُﻢْ

Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguhnya kami adalah besertamu.” ” [Q.S. Al-Ankabut: 11]

Tapi, jika kita menyelipkan diri di ranah pembelajaran Sunnah Nabi dan manhaj Salaf, sekadar karena sedang digemari insan, bukan untuk diamalkan, maka ingatlah bahwa Allah Ta’ala akan menguji kita, apakah terus bertahan atau mudah goyah karena mencari wajah manusia?

ﺃَﺣَﺴِﺐَ ﭐﻟﻨَّﺎﺱُ ﺃَﻥ ﻳُﺘْﺮَﻛُﻮٓﺍ۟ ﺃَﻥ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮٓﺍ۟ ﺀَﺍﻣَﻨَّﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻟَﺎ ﻳُﻔْﺘَﻨُﻮﻥَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” [Q.S. Al-Ankabut: 2]

Apa kita mengira bahwa segala ucapan manis kita, tidak ada ujiannya dari Allah? Akan ada ujiannya. Akan ada masa fitnahnya. Dan fitnah tersebut, menghasilkan sikap beragam. Yang tak tahan ujian dari manusia, ia akan tunduk pada manusia. Yang jujur menghambakan diri kepada Allah, maka sebagaimana dikatakan oleh seorang ulama:

ﺍﻟﻼﺋﻖ ﺑﺎﻟﻌﺎﻟﻢ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﻮﻱ ﻋﻨﺪﻩ ﺣﺎﻣِﺪُﻩ ﻭﺫﺍﻣُّﻪ

Yang layak bagi seorang alim: sama saja baginya orang yang memujinya dan orang yang mencelanya.” [Husn at-Tanabbuh lima Warada fi at-Tasyabbuh, 10/372]

✅ Telah berkata Syaikh Abdul Aziz bin Baz -rahimahullah-:

ﺃﻗﻮﻝ ﺍﻟﺤﻖ ﻭﺃﺻﺒﺮ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺫﻯ , ﻓﺈﻥ ﻗﺒﻞ ﻓﺎﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ , ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻘﺒﻞ ﻓﺎﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ , ﻭﻻ ﺃﻋﺘﺐ ﻭﻻ ﺃﻭﺫﻱ ﺇﺫﺍ ﻗﺪﺭﺕ , ﺑﻞ ﺃﺩﻋﻮ ﻟﻪ ﺑﺎﻟﺘﻮﻓﻴﻖ ﻭﺍﻟﻬﺪﺍﻳﺔ

Aku mengatakan kebenaran dan bersabar terhadap adza (gangguan; rintangan; cercaan). Jika diterima, maka alhamdulillah. Jika tidak diterima, maka alhamdulillah. Aku tidak mencela, tidak pula menyakiti jika aku mampu (melakukannya). Melainkan aku doakan untuknya semogadiberikan taufiq dan hidayah.”

— “Ushul al-Imam Ibn Baz fi ar-Radd ala al-Mukhalifin”

Maka, istiqamahlah sebagaimana Anda diperintahkan begitu. Semoga bermanfaat. Waffaqakumullah.

  • Trend kalimat ‘pengen ketawa takut dosa’.

A. Jika Anda betul mau ketawa namun takut dosa, maka tidak perlu memberitahukannya. Karena sebenarnya kalimat itu adalah bahasa lain dari makna ‘sebenarnya saya ingin menertawai’.

B. Atau Anda hanya basa-basi asal komentar saja. Sebenarnya Anda tidak mau tertawa. Tapi dengan menulis itu, Anda telah berdusta. Maka dapatlah dosa. Ditambah klaim ‘takut dosa’. Ini dua kebohongan.

Dan terakhir:

Kalimat ‘pengen ketawa takut dosa’ itu tidak lucu.

C. Jika Anda berniatan melucu, maka kasihan. Niat melucu saja tidak lucu, apalagi jika tidak niat melucu. Mingkinan tidak lucu. ‘Mau ketawa tapi takut dosa’ Jika takut dosa, bukan komentar, tapi istighfar.

Hasan al Jaizy

  • Istiqamah

Jika ingin istiqamah dalam ketaatan, berkarya dan menebar manfaat, maka wajahkan hati kepada Allah dan hari akhir. Jangan memperbanyak dengar kata orang tentangmu. Apalagi pujian mereka. Itu bisa memutus istiqamah secara hakekatnya, walaunlahirnya tampak istiqamah. Jika ada yang mengejekmu akan suatu hal yang tak ada padamu, maka abaikan ejekan itu seraya tetap mengingat bahwa aib lain masih melekat pada dirimu.

Jika semua ucapan didengar dan dimasukkan ke hati, maka banyak kebaikan terhenti. Jika semua ucapan hati dikeluarkan, maka banyak keburukan ditampakkan.

=

  • ➡ “Jubir Penguasa”

Saya heran dengan mereka yang ketika dinasehati sesuatu yang bermanfaat untuk akhirat mereka, malah membalas dengan julukan tidak menyenangkan.

Ketahuilah, bahwa Rasulullah pernah bersabda:

ما من امرئ يخذل امرءا مسلما في موطن يُنتقص فيه من عرضه , وينتهك فيه من حرمته , إلا خذله الله تعالى في موطن يحب فيه نصرته ، وما من أحد ينصر مسلما في موطن ينتقص فيه من عرضه , وينتهك فيه من حرمته , إلا نصره الله في موطن يحب فيه نصرته

Tidaklah seorang muslim membiarkan muslim lainnya direndahkan dan dilanggar kehormatannya, melainkan Allah akan menelantarkannya pada kondisi dimana saat itu ia butuh pertolongan Allah.

Dan tidaklah seorang muslim menolong muslim lainnya yang sedang direndahkan dan dilanggar kehormatannya, melainkan Allah akan menolongnya dalam kondisi ia membutuhkan pertolongan-Nya”

(HR Ahmad, dihasankan Al Albani)

Dalam riwayat lain, jika ia membela kehormatan saudaranya, maka Allah akan membebaskannya dari neraka.

Dan ketahuilah, bahwa ghibah penguasa muslim itu dosanya berlipat-lipat dibanding ghibah muslim biasa.

✅ Syaikh Utsaimin menjelaskan:

وكذلك غيبة الأمراء وولاة الأمور، الذين جعل الله لهم الولاية على الخلق فإن غيبتهم تتضاعف؛ لأن غيبتهم توجب احتقارهم عند الناس، وسقوط هيبتهم؛ وإذا سقطت هيبة السلطان فسدت البلدان؛ وحلت الفوضى والفتن، والشر والفساد، ولو كان هذا الذي يغتاب ولاة الأمور بقصد الإصلاح، فإن ما يفسد أكثر مما يصلح، كما يترتب على غيبته لولاة الأمور أعظم من أى ذنب ارتكبوه؛ لأنه كلما هان شأن السلطان في قلوب الناس، تمردوا عليه ولم يعبئوا بمخالفته، ولا بمنابذته وهذا بلا شك ليس إصلاحاً، بل هو إفساد وزعزعة للأمن، ونشر للفوضى

Begitu pula ghibah terhadap pemerintah, yang Allah jadikan mereka berkuasa atas manusia, maka ghibah terhadap mereka berlipat ganda. Karena ghibah kepada mereka melazimkan peremehan terhadap mereka di mata masyarakat dan jatuhnya wibawa mereka.

Jika wibawa mereka telah jatuh, maka negeri akan rusak, dan akan muncul fitnah dan kekacauan, kejelekan dan kerusakan. Walaupun yang mengghibah pemerintah ini menginginkan perbaikan, akan tetapi kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada perbaikannya.

Dan apa yang diakibatkan dari ghibah kepada pemerintah tersebut menjadi dosa yang lebih besar dari dosa yang mereka lakukan. Karena ketika kedudukan penguasa menjadi rendah di hati manusia, maka rakyat akan bersikap menentang kepada pemerintah, dan tidak peduli ketika mereka menyelisihi dan memisahkan diri dari pemerintah. Dan ini tidak diragukan lagi bukan merupakan perbaikan. Bahkan ia merupakan kerusakan dan gangguan bagi keamanan, serta agen penebar kekacauan.”

[Fatawa Nur ‘Ala ad Darb]

Itu baru bicara ghibah… Sedangkan yang terjadi sekarang ini bukan cuma ghibah, tapi juga fitnah dan tuduhan, maka tentu hal ini lebih perlu untuk diluruskan. Orang kafir saja haram dituduh dengan tuduhan yang tidak benar, apalagi muslim!

Ayo deh, sama-sama kita tahan jari-jari kita… Ngomong itu yang baik, kalau ngga yakin baik atau benar, maka diam. Itu saja rumusnya.

Ketiklah sesuatu yang sekiranya akan bermanfaat untuk akhirat kita, kalaupun tidak, maka setidaknya bukan yang memberatkan kita di akhirat. Niatnya mau ‘menyelamatkan’ orang lain tapi ternyata kita jadi bahan bakar neraka, apa faidahnya…

Jangan mau diajak mengikuti langkah setan dengan bermudah-mudahan terima berita dan share ke sana kemari. Banyak2 cari teman shalih, hindari teman provokator…

Dah, itu aja.

=

  • LGBT

Mendukung LGBT adalah perbuatan yang membuat kafir pelakunya, karena menghalalkan yang Allah haramkan, terutama pada masalah yang ma’lum minad diin bidh dharurah (dikenal luas sebagai syariat agama).

Menuduh seorang muslim mendukung LGBT, padahal tidak demikian kenyataannya.. berarti secara tidak langsung dia telah…. (isi sendiri).

DI antara dosa yang berat tapi ternyata dilakukan dengan ringan oleh manusia yang mengaku muslim di masa sekarang adalah menuduh muslim lainnya, bahkan pada level tuduhan yang mengkafirkan.

Allahumma sallim.

=

  • Mendengar Kabar

Kata Nabi:

ﻟﻴﺲ ﺍﻟﺨﺒﺮ ﻛﺎﻟﻤﻌﺎﻳﻨﺔ

Sekedar mendengar kabar itu berbeda dengan melihat langsung”

Maksudnya, manusia cenderung lebih yakin dengan apa yang dilihatnya sendiri daripada yang didengar. Hanya saja kita sekarang hidup di zaman ketika orang lebih percaya pada apa yang ia dengar.

Ketika Anda melampaui batas dalam berbicara di medsos ini, maka…

ﻭﺃﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺣﻜﻢ ﻋﺪﻝ ﺇﻥ ﺃﺧﺬ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﻟﻤﻦ ﻇﻠﻤﻪ ﻓﺴﻴﺄﺧﺬﻟﻠﺴﻠﻄﺎﻥ ﻣﻤﻦ ﻇﻠﻤﻪ

Ketahuilah bahwa Allah itu hakim Yang Maha Adil. Jika Dia mengambil pahala dari penguasa untuk diberikan kepada orang yang dizhaliminya, maka Dia pun akan mengambilkan pahala orang-orang yang menzhalimi penguasa untuk diberikan padanya.”

Jadi, coba Anda renungkan.. Apakah Anda sudah merasa berbuat adil?

Apakah Anda rela pahala Anda diberikan ke orang yang tidak Anda sukai lantaran Anda melampaui batas dalam bersikap kepadanya?

Renungkan !!!

=

  • Offside ketika “Darurat”

Kita semua tahu yang namanya keadaan darurat itu hanya membolehkan yang haram sebatas yang dibutuhkan. Lebih dari itu adalah haram.

Mungkin dalam hal makanan, hampir tidak ada di antara kita yang pernah menemui keadaan darurat lapar sehingga harus makan babi atau khamr, atau menjarah makanan…

Tapi kita sering offside di selain itu! Katanya ghibah demi menyingkap penyimpangan, tapi ternyata yang diomongin tentang dia lebih dari itu! Katanya ghibah demi tidak terpilihnya Fulan jadi capres karena bahayanya begini dan begitu.. Tapi segala sesuatu tentang Fulan malah jadi makanan sehari-hari! Dan bukan cuma ghibah tapi juga fitnah!

Katanya sistem demokrasi jangan didukung, kalau memang tidak ada kebutuhan jangan berpartisipasi.. Tapi ternyata.. Ah sudahlah. Jadi, mereka itu ya kita. Kita semua suka offside. Mau cari pembenaran? Silakan.. Teruskan saja.. terus…

=…

  • Berita Simpang siur

Kalau ada berita yang simpang siur, mereka selalu menyalahkan narasumbernya yang katanya kalimatnya bersayap lah, ambigu lah, dll. Pernahkah mereka menyalahkan media yang cari uangnya memang dengan membuat sensasi, framing, potong-memotong kalimat, misleading, dll?

Sepertinya belum pernah saya dengar mereka melakukan itu. Karena berita-berita dari media adalah makanan mereka, sarapan bergizi mereka.. Mereka tidak akan mencela orang yang memberi mereka makanan sehari-hari..

Berita adalah candu bagi mereka.. Selama bisa mendukung mereka, media adalah kawan..

Mereka orang yang paling menganggap enteng perintah Allah dalam Al Quran untuk tabayyun (QS Al Hujurat 6),

Mereka menganggap remeh perintah Allah untuk menyerahkan berita terkait keamanan dan ketakutan kepada waliyyul amr (pihak berwenang, para ulama, dan para ahli) dalam QS An Nisa 83..

Akibatnya, mereka selalu menjadi orang-orang yang mengacaukan suasana. Mereka merasa berbuat baik, padahal mereka merusak. Semoga kita terhindar dari keburukan mereka!

Ristiyan Ragil Putradianto

=

  • Ucapan Menjadi Musibah

Menghina org yg salah mengucapkan Al Fatihah menjadi alfatikah, klo kamu saja:

  1. !!! Ketika mengucapkan salam hanya cukup dg “Mikum”.
  2. !!! Menjawab salam hanya dg “Kum Salam”.
  3. !!! Mengucapkan Yaaa Allah: “Yaa Ela”.
  4. !!! Astaghfirullah kau ganti dg “Astaga”. Dst….

Betul, kita semua sepakat kesalahan itu haruslah diperbaiki. Namun cara memperbaiki kesalahan bukanlah dg memviralkan kesalahan tersebut, seolah-olah ini adalah kesempatan untuk menjatuhkan kehormatan seseorang demi tercapainya kepentingan tertentu.

Ingat… kesalahan dlm pengucapan lafadz Hijaiyah tertentu tidak hanya menimpa orang Indonesia semata;

Ambil contoh: sebagian mengucapkan ع jadi “nga” huruf ف menjadi “pa” ز jadi “ja” dst….

Bahkan beberapa orang Arab tertentu sering kita dapati kurang fasih dlm mengucapkan huruf tertentu. Contoh ق jadi “go” ج jadi “ya” dst…

Yg menjadi inti di sini satu kekeliruan seseorang yg terjadi tanpa disengaja hendaknya jgn dijadikan bahan ejekan dan bullying. Sementara dibanyak kesempatan yg lain bp Jokowi hafidzahulloh juga mampu mengucapkan huruf ح tanpa berubah jadi ك .

Hati- hati tatkala anda senang dan membulli org yg salah, anda akan jatuh pd kesalahan sama atau bahkan lbh fatal.

Perhatikanlah nasehat Al Kisaa’i kepada Al Yazidi ketika dia mengomentari bacaannya bahwa Al Kisaa’i membaca surat sambil gemetaran;

احفظْ لِسانكَ لا تقولُ فتُبتَلى

إنّ البـلاءَ مـوكلٌ بـالـمَـنـطــقِ

Jagalah lisanmu! jangan berkomentar karena kamu sendiri juga bisa tertimpa musibah!

Sesungguhnya, musibah itu seringkali disebabkan oleh ucapan!

Oleh Ustadz Abu Ya’la Hizbul Majid

=(lanjut Ke Halaman 2)

Iklan