Bencana dan Bahaya Kesyirikan

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1.Bertawasul Dengan Amal BisaMenghilangkan Pahala Amal?

2.Kesesatan Orang yang Yakin Bahwa Kekufuran ItuHanya Berupa Pendustaan

3.Hukum Meminta Pertolongan atau MemohonKeselamatan Kepada Jin

4.Orang yang Menyembelih Untuk Jin BukanlahMuslim

5.Anda Tidaklah Bebas

6.Apakah Ucapan ‘Ya Muhammad’ atau ‘YaMuhammadah’ Itu Syirik?

7.Tumbal dan Sesajen, Tradisi Syirik Warisan Jahiliyah

8.Dahsyatnya Syirik

9.Mengenal Kesyirikan dan Bahayanya

Dai-dai Penyeru ke Neraka Jahannam-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

Bertauhidlah Niscaya Negeri ini Akan Aman-Ust Abdul Hakim Amir Abdat 

(Bencana Antara Ujian Dan Hukuman, Ustadz Dr.Aspri Rahmat dan Ustadz Jefri Halim, Lc., M.A),

Urgaensi dan Esensi Tauhid-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Aqidah Pondasi Amal-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Aqidah Intisari Dakwah-Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Jeratan Kesyirikan Oleh Ustadz Sofyan Chalid Ruray

sesi1sesi2

Inilah Penyebab Kesyirikan Mereka OlehUstadz Mizan Qudsiyah Lc

Awas Bahaya Syirik – Sofyan Chalid Ruray

Kumpulan Ebook

7 Tipu Daya Syaitan Terhadap Umat Islam-Firdaus Abdullah

Macam dan Bahaya Syirik

Syirik dan Bahayanya

Tamimah (Jimat) Termasuk Syirik

Waspadalah Syirik Niat

Takutlah Pada Syirik

Kyai Plus Dukun

Mukhtasar Shahih Muslim-Kitab Perdukunan

==

  • BENCANA DAN BAHAYA KESYIRIKAN

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Bahaya Kesyirikan, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

Belakangan ini negeri kita Indonesia sering sekali dilanda oleh beragam bencana. Gempa di Lombok, kemudian gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. Sungguh peristiwa ini tidaklah patut berlalu begitu saja, bagaikan angin yang berhembus, tanpa kita memikirkan kenapa ini bisa terjadi, kenapa bencana-bencana tersebut secara beruntun menghantam negeri kita, negerinya kaum muslimin.

Saudara-saudaraku kaum muslimin yang semoga dicintai Allah.

Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah mentakdirkan terjadinya beragam bencana alam dalam rangka untuk mengingatkan hamba-hamba-Nya.

Allah ingin mengingatkan mereka atas apa-apa yang telah Allah wajibkan kepada mereka, kewajiban yang merupakan hak-hak Allah yang kebanyakan manusia tidak menunaikannya.

Demikian juga Allah subhanahu wata’ala menakdirkan terjadinya banjir, gempa bumi, angin kencang, tsunami dan berbagai macam musibah untuk memperingatkan hamba-hamba-Nya karena mereka terus-menerus menjalankan hal-hal yang dilarang Allah.

Di dalam Al Qur’an Allah berfirman:

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُ

Katakanlah Dialah (Allah) yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian, atau dari bawah kaki-kaki kalian.“ (Al An’am: 65)

Seharusnya kita tidak boleh ragu lagi bahwa segenap bencana yang telah Allah turunkan, yang telah Allah timpakan kepada kita itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang dengan tanda-tanda tersebut Allah memperingatkan hamba-hamba-Nya, bukan hanya sekedar fenomena alam biasa.

Hendaknya kita menyadari bahwa bencana yang menimpa kita, tidak lepas dari perbuatan dosa dan kesalahan manusia sendiri.

Hal ini sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka itu karena disebabkan perbuatan tangan-tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Asy Syura: 30)

✅ Allah Ta’ala juga berfirman:

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ

Kebaikan apa saja yang kamu peroleh, maka itu semua datangnya dari Allah. Dan kejelekan apa saja yang menimpamu, maka itu semua dari kesalahan dan dosa dirimu sendiri” (An Nisa: 79).

Oleh karena itu hendaknya kita merasa khawatir akan turunnya adzab. Ketika masih tersebarnya perbuatan dosa, maksiat, atau bahkan kesyirikan di tengah-tengah kita, maka bisa jadi Allah akan turunkan adzabnya di tengah-tengah kita.

✅ Allah Ta’ala juga berfirman:

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (٩٧)أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (٩٨)أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ

Maka apakah penduduk suatu negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami kepada mereka dimalam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk suatu negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami kepada mereka di waktu dhuha yang ketika itu mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang datangnya tidak terduga-duga)? Maka tidaklah ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Al A’raf: 97-99)

Oleh karena itu hadirin yang dimulaikan oleh Allah, sudah merupakan kewajiban kita bersama ketika Allah beri peringatan, maka hendaknya kita segera bertaubat kepada Allah, dan berpegang teguh dengan agama-Nya.Dan wajib bagi kita untuk menjauhi kemaksiatan, meninggalkan kemungkaran dan setiap yang dilarang oleh Allah berupa perbuatan syirik dan perbuatan maksiat. Sehingga dengan itu semua akan mendatangkan keselamatan dan keberuntungan bagi kita dari berbagai macam keburukan/bencana di dunia dan akhirat.

Hendaknya pula kita ingatkan saudara-saudara kita, tetangga dan handai taulan kita untuk menjauhi segala bentuk kesyirikan. Tradisi dan budaya-budaya syirik hendaknya betul-betul kita jauhi. Seperti labuh sesajen, sedekah laut, praktik-praktik ramalan dan perdukunan, pemasangan jimat-jimat dan ritual-ritual tolak bala dengan meminta perlindungan kepada yang selain Allah, ini semua harus kita tinggalkan.

Kalau kita tidak mengingkari praktek-praktek syirik semacam ini, maka bisa jadi Allah pun akan menimpakan musibahnya kepada kita. Allah telah mengingatkan kita dari musibah yang nantinya tidak hanya menimpa para pelaku kesyirikian dan dosa saja, tapi juga menimpa semuanya.

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan hendaknya kalian kawatir dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang zhalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksanya. (Al Anfal: 25)

Kalau kita diam, maka bisa jadi Allah ratakan adzabnya.. bukan hanya kepada mereka yang berbuat syirik, tapi yang tidak berbuat syirik pun akan terkena dampaknya.

Oleh karena itu mari serukan untuk kembali menegakkan tauhid dan meninggalkan segala bentuk kesyirikan!

Dengan tauhid, iman dan bertaqwa kepada Allah, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangnnya maka Allah akan mengangkat, menghilangkan semua musibah dan bencana, serta memberikan karunia kepada kita dengan keberkahan. Allah subhnahu wata’ala berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Kalau sekiranya penduduk suatu negeri itu mereka beriman dan bertakwa, kami pasti akan membukakan /melimpahkan kepada mereka barokah-barokah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka disebabkan perbuatan yang mereka lakukan.” (Al A’raf: 96)

Semoga Allah menjaga negeri kita dari berbagai macam fitnah dan musibah, menjadikan penduduknya sebagai orang-orang yang beriman dan bertaqwa, menjauhi perbuatan syirik dan maksiat.

Ketika sebagian orang menyerukan untuk meninggalkan tradisi-tradisi syirik. Maka muncullah pertanyaan dari sebagian masyarakat. Tradisi-tradisi seperti labuh sesajen itu syiriknya di mana? Bukankah bagus bagi kita untuk melestarikan tradisi dan budaya.

Maka saudaraku kaum muslimin..

Ibadah itu adalah perendahan diri kepada Allah semata, bukan kepada yang selain Allah. Tata caranya pun jelas aturannya.

Sehingga ketika seseorang melakukan sebuah bentuk perendahan kepada yang selain Allah, seperti menyerahkan sesajenan, menyembelih hewan tertentu untuk selain Allah agar dia diberi anugerah rezeki dan keselamatan, maka ini adalah syirik.

  • Apakah tujuan sesajen itu adalah untuk dipersembahkan kepada Allah atau penguasa laut selatan (Nyi Roro Kidul)?

Jawabanya, persembahan itu, diberikan kepada Nyi Roro Kidul diberikan kepada yang selain Allah dengan tujuan agar para pelaut diberi keselamatan selama melaut. Inilah alasan mengapa acara ini dikatakan sebagai ritual kesyirikan.

Bukankah ibadah kita hanya untuk Allah?

Di dalam alfatihah kita membaca,

اياك نعبد و اياك نستعين

Hanya kepadaMu lah ya Allah kami beribadah, dan hanya kepadaMu lah kami mohon pertolongan..

Kita juga membaca,

إن صلاتي ونسكي ومحياي ومماتي لله رب العالمين لا شريك له

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya bagi Allah Rabb semesta alam, tiada sekutu bagiNya.

Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad, disebutkan bahwa ada seseorang yang dimasukkan oleh Allah ke dalam neraka hanya karena mempersembahkan sesajen berupa seekor lalat. Hanya karena sesajen berupa seekor lalat yang tidak ada nilainya sama sekali, orang bisa masuk neraka. Maka bagaimana yang lebih besar daripada itu?

Mengingatkan masyarakat dari syirik adalah sebuah kewajiban serta bentuk kecintaan kita kepada saudara-saudara kita. Karena sesungguhnya saudara sejati, bukanlah saudara yang hanya bersenang-senang bersama, guyup rukun dalam berbagai acara.

Tapi saudara sejati itu saling menasihati..

Saudara sejati itu saling mengingatkan dan memberi masukan..

Agar semua Allah beri kebaikan dan Allah jauhi dari adzab dan siksaan..

Saudaraku kaum muslimin yang kami cintai karena Allah

Memperingatkan dari kesyirikan juga merupakan bentuk cinta kepada negara dan tanah air.

Memahamkan masyarakat tentang bahaya ritual syirik terhadap dunia dan akhirat kita lewat tulisan, ceramah dan khutbah itu juga bentuk kecintaan kita kepada bangsa dan negara yang menjadi rumah kita bersama.

Karena kalau syirik ditinggalkan, maka insya Allah negeri kita tercinta ini akan dicurahi keberkahan dan dilindungi selalu oleh Allah.

Kita cinta Indonesia, kita cinta tanah air kita. Oleh karena itu kita akan terus berusaha menempuh cara agar Allah menjaga dan tidak menghukum penduduknya karena kesyirikan dan kemaksiatan.

Semoga Allah subhanahu wata’ala mengokohkan kita di atas agamanya.Semoga Allah ta’ala senantiasa menjauhi kita dari syirik dan kemaksiatan.Semoga Allah subhanahu wata’ala menganugerahkan keberkahan kepada negeri kita dan menjauhkannya dari segala bentuk malapetaka. Amin ya

Wira Bachrun

=

Beramal atau Berbuat Tanpa Mengikuti Tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam 

 Ada sebagian orang yg mengamalkan hadits dhaif bahwa membaca Surah al-Waqi’ah rutin siang dan malam dapat memberi kemudahan rizki, mendapat rizki berlimpah, kaya dlsb. Coba bayangkan jika orang itu sudah melakukannya, tapi tetap tak mendapatkan apa yg diangankannya: tetep miskin misalnya. Nah,
kira2 apa yg terjadi? Secara logis, ia akan meninggalkan membaca surah tsb atau bahkan tak lagi membaca alQuran sama sekali, karena bisa jadi alQuran dianggapnya tak mampu mewujudkan keinginannya.

 Di sisi lain, jika adat atau tradisi mengajarkan seseorang melakukan sedekah laut agar terhindar dari bencana, maka apakah yg terjadi jika bencana tetap datang? Alih alih menghentikan sedekah laut yg dipraktekkannya itu, orang2 itu malah berkata: “besok2 kita lakukan lagi lebih baik. Nyai ratu marah karena sesaji-nya kurang”. Inilah bukti bahwa ritual seperti sedekah laut itu tak hanya sekedar adat atau tradisi, tapi merupakan bentuk kesyirikan seseorang yg meyakini adanya penolong selain Allah. 

 Dua ilustrasi kasus diatas, semuanya dapat bermuara pada keruwetan, penyimpangan, atau kesesatan. And i tell you what? Akar permasalahannya cuma satu, yakni beramal atau berbuat tanpa mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Yg satu membaca alQuran, yg satu lagi mumet sedekah tanpa
mengikuti apa yg Nabi ajarkan … as simple as that
=

  • Allah Maha Pencemburu

GMohamad berkata: “orang yg mengharamkan sedekah laut adalah orang2 yg takut kalau laut disembah, bukan Tuhan. Ah, mengapa mudah sekali mereka takut Tuhan dapat saingan? TUHAN YG SAYA PERCAYAI BUKAN TUHAN YG PENCEMBURU. Ia maha agung dan penuh pengertian”

Simak dua hadits berikut!

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah mempunyai rasa cemburu & orang mukmin juga mempunyai rasa cemburu. Kecemburuan Allah ketika seorang mukmin melakukan apa yg diharamkan oleh-Nya” (HR. Tirmidzi No.1088)

✔ Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu meriwayatkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satupun yang lebih menyukai pujian kepada dirinya dibandingkan Allah. Oleh sebab itulah Allah pun memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih punya rasa cemburu dibandingkan Allah, dikarenakan itulah maka Allah pun mengharamkan perkara-perkara yang keji.” (HR. Bukhari-Muslim, Syarh Muslim li an-Nawawi [9/27] )

Dari dua hadits tsb jelas dapat disimpulkan bahwa Allah, Tuhan yg disembah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam memang memiliki rasa cemburu yg dapat menyebabkan murkaNya ketika sesorang melakukan perbuatan keji dan maksiat … dan tak ada maksiat yg lebih keji dan paling dibenci selain kesyirikan … salah satunya sedekah laut yg GM bela itu.

Jadi, dari perkataan si GM itu (jika ia mengatakannya dengan sadar tanpa pengaruh alkohol atau yg semisal) maka dapat disimpulkan dua saja kemungkinan:

pertama, GM itu orang yg jahil bodoh sebodoh-bodohnya atau kedua, memang GM mempercayai Tuhan selain Allah yg Nabi bawakan wahyuNya untuk kaum muslimin. What do you think?

=

  • Sejarah Andalusia

Sejak lama penduduk semenanjung Iberia (sekarang Portugal dan Spanyol) mempraktekkan tradisi nenek moyang mereka, bahkan setelah masuknya agama katolik di abad ke 2-3M ataupun islam 5 abad kemudian. St. Martinus Bracarensis (died 580), uskup Gallaecia melaporkan: “Orang-orang bodoh menyembah setan-setan yg mendiami sungai, mata air dan hutan serta membuat sedekah pengorbanan kepada mereka seolah-olah mereka adalah dewa”.

Tradisi pagan ini sampai sekarang bisa dilihat di beberapa tempat di spanyol, Asturia di utara contohnya. Islam tak terlalu lama memberi pengaruh di Asturia, hanya sekitar 7 thn, dan hal ini bisa jadi membuat Asturia menjadi tempat paling klenik di spanyol, mulai dari pancuran, pohon, kuburan keramat semua ada di Asturia.

Kuil-kuil Kristen pun dibangun di atas monumen prasejarah, dimana kerumunan peziarah berdoa kepada orang suci setempat di samping gundukan2 monumen neolitik. Namun demikian, meskipun Islam pernah lama berkuasa di Malaga dan Sevilla, hal itu tak berarti kota2 itu bebas dari tempat2 yg dikeramatkan. Ini semua membuktikan bahwa orang2 di tanah Iberia atau Andalusia tetap mempraktekkan tradisi2 yg akrab dgn kesyirikan bahkan ketika orang telah memeluk islam.

(Mirip dgn di indonesia) rusaknya aqidah itu makin diperparah oleh toleransi kebablasan yg dimulai sejak pertengahan abad ke-10 saat dimana makin berkembangnya paham2 filsafat, yg pada intinya adalah mempromosikan ‘semua agama benar’. Orang2 seperti Maimonides (yahudi), Ibnu Sina (syiah), dan Ibnu Arabi (sufi) adalah sebagian nama2 yg paling bertanggung jawab atas kerusakan2 itu, yg pada gilirannya bermuara pada maraknya kemaksiatan di Andalusia.

Ahli sejarah tentang Andalusia, Dr. Aidha Khaled menulis dlm thesis-nya: “Melalui penelitian, menjadi jelas bagi saya bahwa semakin dekat wanita dengan masa awal Islam, semakin dekat ia dengan ruh Islamnya, sehingga menjadi lebih dekat dengan sifat malu dan jauh dari kesesatan dan kecabulan. Dan semakin ia menjauh dari masa itu dan terlibat dalam gaya hidup Andalusia, ia menjadi lebih dekat pada penyimpangan dari perilaku Islam dan kreativitas2 tanpa rasa berdosa. Ia mengekspresikan dirinya secara berani dalam puisi, menyanjung pria: memuji, menyindir, berbalas pantun dgn pria, bertukar syair, serius pada satu waktu dan manja pada kesempatan lain”

Itu adalah gambaran umum bagaimana perilaku wanita2 Andalusia kala itu. Mereka mengekspos bebas sisi femininnya, persis seperti kaum liberal jaman now. Salah satu yg terkenal adalah Walladah bint Mustakfi (died 1091). Walladah, yg merupakan anak raja Muhammad III, memposisikan dirinya sebagai sosialita utama di Cordoba. Ia membuka club house eksklusif yg diramaikan oleh penyair, musisi, dan seniman, dimana pengunjung dapat menikmati hiburan2 dan bertukar pantun2 romantis.

Layaknya kaum feminis liberalis abad ini, Walladah juga menantang aturan2 syariat. Satu ciri Walladah adalah biasa kluyuran ke tempat2 publik tanpa jilbab dan mengenakan baju tunik transparan dgn bordir bertuliskan puisi2 vulgarnya.

Seiring dgn kemajuan taraf kehidupan rakyat, di sisi lain kehidupan liberal makin merusak semua sendi kehidupan di Andalusia, tak terkecuali urusan eljibiti. Dalam “La Escondida Senda: Homosexuality in Spanish History and Culture”, Daniel Eisenberg berpendapat homoseksualitas berkembang pesat di Andalusia karena beberapa raja atau pejabat negara pun mempraktekkannya. Beberapa diantaranya bahkan “memelihara” hareem laki-laki di istananya. Dalam Encyclopedia of Medieval Iberia, Eisenberg menulis: “Di Andalusia, homoseksualitas dipraktekkan oleh golongan terpelajar dan juga elit politik. Bukti perilaku ini ditemukan pada pejabat (raja) seperti Abd ar-Rahman III, al-Hakam II, Hisham II, dan al-Mutamid, yg secara terang2an memelihara hareem laki-laki. Dalam memoar Badis, raja dinasti Zirid terakhir di Granada, disebutkan bahwa prostitusi homoseksual mendapat bayaran lebih tinggi dan memiliki client kalangan terpandang dibanding prostitusi wanita”.

Dan entah kebetulan atau tidak, tanpa bermaksud mencocok2an … faktanya adalah abad ke-10 adalah masa dimana terjadi frekuensi gempa terbanyak dlm sejarah Spanyol. Tercatat 10 gempa besar melanda wilayah itu sejak thn 944 sd 1048. Jika gempa2 itu tak juga cukup memberi pelajaran bagi kita, maka musibah terbesar sesungguhnya adalah musnahnya (kejayaan) islam dari Andalusia.

History repeats and will repeat itself. Tinggal lagi bagaimana kita mengambil pelajaran darinya. Wallahu’alam.

-Katon Kurniawan

=

  • ➡ Menanam Kepala Kerbau

Tidak pernah ada pembuktian secara ilmiah bahwa menanam (baca : mengubur) salah satu bagian kepala hewan dapat memperkokoh suatu bangunan, tidak sekali-kali tidak pernah ada. Itu adalah khurafat yang masih diyakini oleh sebagian masyarakat kita. Padahal jika sedikit saja kita ingin berfikir dan merenungkan keduanya tidak ada hubungannya sama sekali, antara kepala hewan yang di tanam dengan kokohnya suatu bangunan apalagi sampai meyakini itu adalah ritual tolak bala’, wallaahi ini adalah sebuah musibah! Sebab tidak ada yang mampu mendatangkan kebaikan (baca : manfaat) dan mendatangkan musibah kecuali Allah, maka berdo’a dan mintalah kebaikan pada Allah bukan mengubur kepala hewan sebagai ritual tolak bala’.

✅ Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :

Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudharat (bencana) kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian itu), maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zhalim. Dan jika Allah menimpakan suatu kemudharatan (bencana) kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia dikehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.“(QS. Yuunus [10] : 106 – 107)

✅ Allah عز وجل berfirman :

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”(QS. Al-Jin [72] : 6)

Carilah keberkahan bagi negeri ini dengan mentauhidkan Allah, karena sungguh Dia telah berjanji di dalam kitab-Nya yang mulia bahwa Allah akan memberikan kebaikan, keberkahan bagi mereka yang beriman dan bertakwa kepada-Nya.

✅ Allah ﷻ berfirman :

Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuatu dengan apa yang telah mereka kerjakan.”

(QS. Al-A’raaf [7] : 96)

✅ Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa tetap kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.”(QS. An-Nuur [24] : 55)

Maka benarlah seseorang yang berkata,

Tingginya pendidikan seseorang tidak menjamin ia berada di atas kebenaran. Dan sering kali hawa nafsu dapat menghilangkan akal sehat sekalipun ia berpendidikan tinggi sekalipun.”

Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.

-Abu ‘Aisyah Aziz Arief_

=(lanjut Ke Halaman 2)