Hadits Arbain #10: Halal Berpengaruh pada Doa Kita&Membatasi Diri Dengan Yang Halal lagi Baik 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Ath-ThayyibSalah Satu Nama Allah

2.Menjaga Diri Dengan Yang Halal

3. Asas Penetapan Halal Dan Haram Dalam Islam

4. Pengaruh Makanan yang Haram

5. Sebab Terkabulnya Doa

6. Berbagai Penghalang Doa

7. 3 Sebab Utama Doa Terkabul

8.Sikap Bani Israil Dahulu pada Makanan

9.Kenapa Babi Diciptakan, Lantas Diharamkan?

Syarah Hadits Arba’in An Nawawi(Syarah Hadits Ke Sepuluh-Ust Mizan Qudsiyah

Bag.1:Bag2 : Bag3

Hadist Ke10 Arbain Nawawiyah- Ust Firanda Andirja

Sesungguhnya Allah Itu Thayyib(HadistKe10)-Ust Abu Ubaidah as Sidawy

Hadist Arbain Nawawiyah Ke-10 Sebab Terkabulnya Doa-Ust M. Abduh Tuasikal

Waspada Banyak Aliran Sesat Begini Cara Mengenalinya-Ust Mizan

https://mir.cr/U0242TZG

Ejekan Kepada Pengikut Para Nabi-Ust Mizan Qudsiyah

https://mir.cr/0AXYH04O

Al I’thisam Bil Kitab Wa Sunnah 04-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

https://mir.cr/XH18YE3L

Al I’thisam Bil Kitab Wa Sunnah 07-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

https://mir.cr/MAFXNNH6

Antum Bertanya Ustadz Menjawab-Ust Firanda Andirja

https://mir.cr/O4BRH2TR

Inilah 7Nasehat Rasulullah Yang Bikin Adem-Ust Mizan Qudsiyah

https://mir.cr/UBSPKS9R

Kumpulan Ebook

Hadist Arbain Nawawiyah(121hlm)

Hadits Arba’in Nawawiyah [Imam.An Nawawi]96hlm

Terjemah Syarah Shahih Muslim-Imam An Nawawi

Syarah Hadits Arbain Nawawiyah

Terjemah Hadits Arba’in An Nawawiyah

Arba’in An Nawawiyah

==

  • Membatasi Diri Dengan Yang Halal lagi baik

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Hadits Arba’in Nawawiyah, semoga Allahmenjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

  • Hadits ke-10

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً وَقاَلَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ.     [رواه مسلم]

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala baik, tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana Dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya, “Wahai Para Rasul! Makanlah yang baik-baik dan beramal salehlah.” (QS. Al Mu’minun: 51) Dia juga berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rezekikan kepada kamu.” (QS. Al Baqarah: 172) Kemudian Beliau menyebutkan tentang seorang yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan berambut kusut dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit sambil berkata, “Ya Rabbi, Ya Rabbi,” padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim).

  • Kandungan hadits:

1.     Perintah memperbaiki amal, yaitu dengan ikhlas dan sesuai sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena Allah hanya menerima amal yang baik.

2.     Dorongan untuk berinfak dari yang halal.

3.     Hukum asalnya, bahwa para nabi dengan umatnya adalah sama dalam hukum-hukum syar’i, kecuali jika tegak dalil yang menunjukkan kekhususannya.

4.     Banyak terjatuh ke dalam yang haram dapat menghalangi diterimanya amal dan  menghalangi terkabulnya doa.

5.     Bahwa di antara sebab dikabulkannya doa ada empat; pertama, safar, kedua, penampilan yang usang. Ketiga, mengangkat tangan ke langit. Keempat, mendesak Allah Subhaanahu wa Ta’aala dengan mengulang-ulang rububiyyah-Nya (Yaa Rabbi, Yaa Rabbi).

=

  • Hadits Arbain #10: Halal Berpengaruh pada Doa Kita

Makanan, minuman, pakaian, dan pekerjaan halal akan berpengaruh pada doa kita. Lihat bahasan hadits Arbain nomor #10 berikut ini.

ﺍﻟﺤَﺪِﻳْﺚُ ﺍﻟﻌَﺎﺷِﺮ

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً وَقاَلَ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ.     [رواه مسلم]

➡ Penjelasan Hadits

Maksud thayyib adalah suci dan selamat dari sifat-sifat khabits (jelek).

  • Pengaruh Makanan Halal dan Amal Saleh pada Doa

Ada yang bertanya kepada Sa’ad bin Abi Waqqosh, “Apa yang membuat doamu mudah dikabulkan dibanding para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya?” “Saya tidaklah memasukkan satu suapan ke dalam mulutku melainkan saya mengetahui dari manakah datangnya dan dari mana akan keluar,” jawab Sa’ad.

Dari Wahb bin Munabbih, ia berkata, “Siapa yang bahagia doanya dikabulkan oleh Allah, maka perbaikilah makanannya.”

✅ Dari Sahl bin ‘Abdillah, ia berkata, “Barangsiapa memakan makanan halal selama 40 hari, maka doanya akan mudah dikabulkan.”

Yusuf bin Asbath berkata, “Telah sampai pada kami bahwa doa seorang hamba tertahan di langit karena sebab makanan jelek (haram) yang ia konsumsi.”

Gemar melakukan ketaatan secara umum, sebenarnya adalah jalan mudah terkabulnya doa. Sehingga tidak terbatas pada mengonsumsi makanan yang halal, namun segala ketaatan akan memudahkan terkabulnya doa. Sebaliknya kemaksiatan menjadi sebab penghalang terkabulnya doa.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah berkata, “Melakukan ketaatan memudahkan terkabulnya doa. Oleh karenanya pada kisah tiga orang yang masuk dan tertutup dalam suatu goa, batu besar yang menutupi mereka menjadi terbuka karena sebab amalan yang mereka sebut. Di mana mereka melakukan amalan tersebut ikhlas karena Allah Ta’ala. Mereka berdoa pada Allah dengan menyebut amalan saleh tersebut sehingga doa mereka pun terkabul.”

Wahb bin Munabbih berkata, “Amalan saleh akan memudahkan tersampainya (terkabulnya) doa. Lalu beliau membaca firman Allah Ta’ala , “Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya .” (QS. Fathir: 10)

,

Dari ‘Umar, ia berkata, “Dengan sikap wara’ (hati-hati) terhadap larangan Allah, Dia akan mudah mengabulkan doa dan memperkanankan tasbih (dzikir subhanallah).”

✅ Sebagian salaf berkata, “Janganlah engkau memperlambat terkabulnya doa dengan engkau menempuh jalan maksiat.” (Dinukil dari Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam , Ibnu Rajab Al-Hambali, 1: 275-276)

  • Empat Sebab Terkabulnya Doa

1. Keadaan dalam perjalanan jauh (safar).

2. Meminta dalam keadaan sangat butuh (genting).

3. Menengadahkan tangan ke langit.

4. Memanggil Allah dengan panggilan “ Yaa Rabbii ” (wahai Rabb-ku) atau memuji Allah dengan menyebut nama dan sifat-Nya, misalnya: “ Yaa Dzal Jalaali wal Ikraam” (wahai Rabb yang memiliki keagungan dan kemuliaan), “ Yaa Mujiibas Saa’iliin ” (wahai Rabb yang Mengabulkan doa orang yang meminta kepada-Mu), dan lain-lain.

  • Sedekah dengan Harta Haram

Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri– semoga Allah memberkahi umur beliau–menerangkan bahwa harta haram bisa dibagi menjadi tiga, yaitu:

1- Harta yang haram secara zatnya. Contoh: khamar (miras), babi, benda najis. Harta seperti ini tidak diterima sedekahnya dan wajib mengembalikan harta tersebut kepada pemiliknya atau dimusnahkan.

2- Harta yang haram karena berkaitan dengan hak orang lain.

Contoh: HP curian, mobil curian. Sedekah harta semacam ini tidak diterima dan harta tersebut wajib dikembalikan kepada pemilik sebenarnya.

3- Harta yang haram karena pekerjaannya. Contoh: harta riba, harta dari hasil dagangan barang haram. Sedekah dari harta jenis ketiga ini juga tidak diterima dan wajib membersihkan harta haram semacam itu. Namun apakah pencucian harta seperti ini disebut sedekah? Para ulama berselisih pendapat dalam masalah ini. Intinya, jika dinamakan sedekah, tetap tidak diterima karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻻَ ﺗُﻘْﺒَﻞُ ﺻَﻼَﺓٌ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻃُﻬُﻮﺭٍ ﻭَﻻَ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻣِﻦْ ﻏُﻠُﻮﻝٍ

Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram) .” (HR. Muslim, no. 224).

Ghulul yang dimaksud di sini adalah harta yang berkaitan dengan hak orang lain seperti harta curian. Sedekah tersebut juga tidak diterima karena alasan dalil lainnya,

ﻻَ ﻳَﺘَﺼَﺪَّﻕُ ﺃَﺣَﺪٌ ﺑِﺘَﻤْﺮَﺓٍ ﻣِﻦْ ﻛَﺴْﺐٍ ﻃَﻴِّﺐٍ ﺇِﻻَّ ﺃَﺧَﺬَﻫَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِﻓَﻴُﺮَﺑِّﻴﻬَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻳُﺮَﺑِّﻰ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻓَﻠُﻮَّﻩُ ﺃَﻭْ ﻗَﻠُﻮْﺻَﻪُ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﻜُﻮْﻥَ ﻣِﺜْﻞَ ﺍﻟْﺠَﺒَﻞِﺃَﻭْ ﺃَﻋْﻈَﻢَ

Tidaklah seseorang bersedekah dengan sebutir kurma dari hasil kerjanya yang halal melainkan Allah akan mengambil sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya lalu Dia membesarkannya sebagaimana ia membesarkan anak kuda atau anak unta betinanya hingga sampai semisal gunung atau lebih besar dari itu .” (HR. Muslim, no. 1014, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). Lihat bahasan Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsri hafizahullah dalam Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyah , hlm. 92-93 dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ah Al-Fatawa , 21: 56-57.

  • Faedah Hadits

1. Di antara nama Allah adalah thayyib . Maksudnya adalah Allah itu terlepas dari sifat-sifat kekurangan.

2. Allah itu sempurna dalam dzat, sifat, perbuatan, dan keputusan-Nya.

3. Allah itu Mahakaya sehingga tidak membutuhkan apa pun dari makhluk-Nya, karenanya Allah hanya menerima yang baik (thayyib) saja.

4. Amal perbuatan seseorang bisa diterima atau ditolak.

5. Para rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam juga diperintah dan dilarang. Kaum mukiminin juga diperintah dan dilarang.

6. Boleh menggunakan suatu metode untuk memotivasi yang lain untuk beramal. Seperti dalam hadits ini, diajak orang beriman untuk beramal dengan menyebutkan contoh para rasul.

7. Wajibnya mensyukuri nikmat Allah dengan beramal shalih.

8. Khabits (yang buruk) dilarang, dan penilaian khabits berdasarkan penilaian syari’at.

9. Dari hadits ini, kita didorong untuk berinfak dengan yang halal dan dilarang berinfak dengan yang haram.

10. Hendaknya makanan, minuman, dan pakaian berasal dari yang halal, tidak boleh dari yang syubhat.

11. Setiap yang hendak berdoa hendaklah memperhatikan makanan, minuman, dan pakaiannya daripada yang lainnya.

12. Yang dimaksud safar yang mustajab doanya adalah safar dengan melakukan perjalanan jauh untuk melakukan suatu ketaatan seperti berhaji, ziarah yang disunnahkan, dan silaturahim. Demikian menurut Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits ini.

13. Karena makanan, minuman, pakaian, serta pekerjaan yang haram membuat doa sulit terkabul.

Referensi:

1. Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim. Cetakan pertama, Tahun 1433 H. Abu Zakariya Yahya bin Syarf An Nawawi. PenerbitDar Ibni Hazm;

2. Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam . Cetakan kesepuluh, Tahun1432 H. Ibnu Rajab Al-Hambali. Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dan Ibrahim Bajis. Penerbit Muassasah Ar-Risalah;

3. Majmu’ah Al-Fatawa . Cetakan keempat, Tahun 1432 H.Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Penerbit Darul Wafa’ dan IbnuHazm;

4. Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah Al-Mukhtashar .Cetakan pertama, Tahun 1431 H. Syaikh Sa’ad bin Nashirbin ‘Abdul ‘Aziz Asy-Syatsri. Penerbit Dar Kanuz Isybiliya;

5. Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah . Cetakan ketiga, Tahun1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. PenerbitDar Tsuraya.

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

=(lanjut ke halaman 2)