Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Bulan Shafar1440 H

 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Puasa Ayyamul Biedh Mengikuti Kalender Hijriyah Bukan.Miladiyyah

2.Hari-hari Yang Disyari’atkan Puasa Sunnah

3.Apakah Boleh Berpuasa Sunnah Padahal Ia Masih Mempunyai Hutang Pusa Ramadhan

4.Kenapa Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- Tidak Melaksanakan Puasa Daud –‘alaihis salam-, Padahal Beliau Mengabarkan Bahwa Puasa Daud Yang Lebih Utama ?

5.Dia Tidak Berpuasa Kecuali Bulan Ramadhan Saja Tidak Pernah Berpuasa Sunnah Sama Sekali

6.Menggabungkan Niat Puasa Dawud Dengan Puasa Senin Kamis

Fiqih Puasa Sunnah-Ust Armen Halim Naro

Puasa Sunnah-Ust M. Abduh Tuasikal

Puasa Sunnah yang Adhal(Utama)-Ust Armen Halim Naro

Ebook


Ringkasan Hukum Puasa

Tujupuluh Permasalahan Tentang Puasa

Puasa Sunnah

Puasa Puasa Sunnah

Syarat dan Rukun Puasa

Janganlah Buat Puasamu Sia-sia

Perhatikanlah Puasamu

Beberapa Kesalahan Orang Yang Berpuasa

Keutamaan Puasa

Adab Berpuasa

Renungan Berpuasa

Hukum Yang Berkaitan Dengan Puasa

Adab Puasa Yang Disunahkan

Adab Wajib Dalam Puasa

 

==

Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Bulan Shafar 1440 H

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Puasa, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin . 

Besok إِنْ شَاءَ اللَّهُ puasa ayyamul bidh…

_*Kita disunnahkan berpuasa dalam sebulan minimal tiga kali.* Dan yang lebih utama adalahmelakukan puasa pada ayyamul bidh, yaitu *pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah (Qomariyah).* Puasa tersebut *disebut ayyamul bidh (hari putih) karena pada malam-malam tersebut bersinar bulan purnama dengan sinar rembulannya yang putih.*

*_Niatnya? Cukup di dalam hati ingin puasa layyamul bidh. Keutamaannya banyak, di antaranya*

  • 1. Bekal akhirat,*_
  • 2. Seperti puasa sebulan (jika dikerjakan rutin setiap bulan, seperti puasa setahun),*_
  • 3. Lalu baik untuk kesehatan.*_

Dalilnya sbb:

✅ Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda_

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

_*”Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalahseperti puasa sepanjang tahun.”* (HR. Bukhari no. 1979)_

✅ _Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, iaberkata_

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُوَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ

_*“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa padaayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).”* Dan beliau bersabda, *“Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.”*

(HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434.Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)_

➡Insya Allah…

*Shoum Ayyaamul Bidh untuk bulan Shafar 1440 H bertepatan dengan*

Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Bulan Shafar

  1. 13 Shafar 1440 H-Senin 22 Oktober 2018
  2. 14 Shafar 1440H-Selasa 23 Oktober.2018
  3. 15 Shafar 1440H-Rabu 24 Oktober 2018

_*Puasa Senin Kamis atau bahkan puasaDawud bagi yang mengamalkannya, tetap memiliki fadhail di bulan Shafar.*_

*Catatan* :

_Puasa tiga hari setiap bulan paling utama dikerjakan pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan Hijriyah. Dan jika tidak memungkinkan, tidak apa-apa dikerjakan di awal bulan atau di akhir bulan, boleh berurutan atau berselang._

✅ _Dari Mu’adzah Al ‘Adawiyyah, ia pernahbertanya pada ‘Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam_

أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ. فَقُلْتُ لَهَا مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ لَمْ يَكُنْ يُبَالِى مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ

_*“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa melaksanakan puasa tiga hari setiap bulannya?”* ‘Aisyah menjawab, *“Iya”.* Ia pun bertanya pada ‘Aisyah, *“Pada hari apa beliau berpuasa?”* ‘Aisyah menjawab, *“Beliau tidak memperhatikan pada hari apa beliau berpuasa dalam sebulan.”* (HR. Muslim no. 1160).*_

 

==

➡ Fiqh Puasa Sunah

بسم الله الرحمن الرحيم

  • Fiqh Puasa Sunah

Di antara cara pendekatan diri kepada Allah Azza wa Jalla adalah dengan menjalankan ibadah puasa, baik yang wajib maupun yang sunat. Puasa merupakan amalan yang dapat memasukkan seseorang ke surga. Abu Umamah berkata:

Aku pernah datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, “Perintahkanlah aku untuk mengerjakan amalan yang memasukkanku ke surga”, Beliau menjawab:

عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَ عَدْلَ لَهُ ثُمَّ أَتَيْتُهُ الثَّانِيَةَ ، فَقَالَ : ” عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ “

Kerjakanlah puasa, karena ia tidak ada tandingannya”, lalu aku datang kepada Beliau pada kedua kalinya, Beliau bersabda, “Kerjakanlah puasa.” (HR. Ahmad, Nasa’i, Hakim dan ia menshahihkannya, demikian juga Syaikh Al Albani dalam Shahihut Targhib wat Tarhib 986)

Puasa juga dapat memberikan syafa’at kepada pelakunya pada hari kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلصِّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يُشَفَّعَان لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ  يَقُوْلُ الصِّيَامُ : أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهْوَةِ ، فَشَفِّعْنِي فِيْهِ ، وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ : مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّليْلِ فَشَفِّعْنِيْ فِيْهِ ، قَالَ : فَيُشَفَّعَانِ

Puasa dan Al Qur’an akan diberi izin memberi syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, “Ya Rabbi, aku mencegah makan dan syahwatnya, maka berikanlah izin memberikan syafa’at untuknya”, sedangkan Al Qur’an akan mengatakan, “Aku mencegahnya tidur di malam hari, maka berikanlah aku izin memberikan syafa’at untuknya”, maka keduanya diberi izin memberi syafa’at.” (HR.Ahmad dan Thabrani, dishahihkan  oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihut Targhib 984)

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Sesungguhnya di surga terdapat pintu bernama Ar Rayyan, hanya orang-orang yang berpuasa saja yang memasukinya pada hari kiamat. Akan dikatakan, “Di manakah orang-orang yang berpuasa?”, lalu mereka berdiri, tidak ada yang memasukinya selain mereka. Ketika mereka semua telah masuk, pintu pun ditutup sehingga tidak ada lagi yang memasukinya selain mereka.” (HR. Bukhari-Muslim)

  • Macam-macam puasa

Puasa terbagi menjadi dua; puasa fardhu dan puasa sunat. Contoh puasa fardhu adalah puasa Ramadhan, puasa kaffarat dan puasa nadzar, sedangkan contoh puasa sunat adalah puasa enam hari di bulan Syawwal, puasa Nabi Dawud dsb.

Namun di sini, kami hanya membahas tentang puasa sunat saja. Berikut ini beberapa puasa sunat tersebut:

  • ➡ 1.   Puasa enam hari di bulan Syawwal

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

‏مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ فَكَأَنَّمَا صَامَ الدَّهْرَ

Barang siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu melanjutkan dengan berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka seakan-akan ia seperti puasa setahun.” (HR. Jama’ah selain Bukhari dan Nasa’i)

Para ulama menjelaskan bahwa satu kebaikan dibalas sepuluh kebaikan, sehingga berpuasa Ramadhan dianggap berpuasa sepuluh bulan, dan berpuasa pada enam hari di bulan Syawwal dianggap berpuasa selama 2 bulan. Imam Ahmad menjelaskan bahwa cara berpuasanya boleh berturut-turut dan boleh juga tidak. Ulama madzhab Hanafi dan Syafi’i menjelaskan bahwa yang lebih utama adalah berturut-turut setelah ‘Ied (hari raya).

  • ➡ 2.   Berpuasa pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah (dari tanggal 1-9),

Hal itu, karena beramal saleh di hari-hari itu lebih dicintai Allah dibanding hari-hari yang lain (berdasarkan hadits riwayat Bukhari).

Lebih ditekankan lagi (sunnat mu’akkadah) pada tanggal sembilannya (hari ‘Arafah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يُكَفِّرُ سَنَتَيْنِ ، مَاضِيَةٍ ، وَمُسْتَقْبِلَةٍ ، وَصَوْمُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ يُكَفِّرُ سَنَةً مَاضِيَةً

Puasa hari ‘Arafah menghapuskan dosa dua tahun; tahun yang lalu dan yang akan datang. Sedangkan puasa ‘Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Jama’ah selain Bukhari dan Tirmidzi)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Puasa hari ‘Arafah akan menghapus dosa dua tahun, hari ‘Asyura satu tahun dan amin seseorang (dalam shalatnya) bertepatan dengan amin malaikat akan menghapuskan dosa-dosanya yang telah lalu…ini semua menghapuskan dosa, yakni jika ada dosa kecil akan dihapusnya, namun jika tidak ada dosa yang kecil maupun yang besar, maka akan dicatat beberapa kebaikan dan ditinggikan derajatnya,…tetapi jika ada satu dosa besar atau lebih dan tidak berhadapan dengan dosa kecil, kita berharap amalan tersebut bisa meringankan dosa-dosa besar.” (Al Majmu’ Juz 6, shaumu yaumi ‘Arafah).

Namun, puasa ini hanya bagi orang-orang yang tidak berada di ‘Arafah, berdasarkan hadits Ummul Fadhl bahwa orang-orang masih meragukan tentang puasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Arafah, lalu Ummul Fadhl mengirimkan kepada Beliau susu, Beliau pun meminumnnya, ketika itu Beliau sedang berkhutbah kepada manusia di ‘Arafah (HR. Bukhari)

✅ Imam Tirmidzi berkata, “Ahli ilmu menganjurkan untuk melakukan puasa Arafah kecuali bagi orang yang berada di ‘Arafah.”

(Lanjut Ke Halaman 2)