Menyikapi Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Oleh Oknum Banser 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1. Bakar Bendera Bertuliskan Laa Ilaha Illallah,Oknum Banser NU ‘Tantang’ Murka Allah

2. Mengenal Ar-Rayah, Bendera Tauhid yang Dibakar di Garut

3. BENDERA YANG TERTINGGAL

4.Benarkah Hadits Bendera RasulullahDhaif? (Edisi Bantahan)

5.Bendera Merah Putih Ternyata Milik Rasulullah

6.Pembakaran Bendera Tauhid TerusMenuai Kecaman

7.Faedah Surat Yasin: Masuk Neraka danKekafiran

8.Tsalatsatul Ushul: Tidak Loyal pada Non-Muslim

9.Orang Beriman Akan Melihat Ar-Rahman

10.MUI Kecam Pembakaran Bendera Tauhid

11.Makna Benar Kalimat Tauhid (Laa ilaaha illallah)

••

Jangan Gampang Memvonis Ahli Bid’ah Ust Mizan Qudsiyah10mb 55Mnit
https://mir.cr/0NDXDA7O 

Tercelanya PendapatTanpa Dalil Ust Mizan Qudsiyah9mb 52mnit
https://mir.cr/0GGRVUKQ 

MengenalPencela Sunnah Ust Mizan Qudsiyah 6mb 30mnit
https://mir.cr/ALI1IKTD

Ketika Keluargamu Meninggal Dunia Ust Mizan Qudsiyah 9mb 53 mnit
https://mir.cr/ALI1IKTD 

NgerinyaNeraka Jahannam Ust Mizan Qudsiyah 51mnit 9Mb
https://mir.cr/JMDA7MKX 

 Sebaik-Baik Petunjuk-Ust Mizan Qudsiyah 8mb 44 Mnit
https://mir.cr/PBUCLHLQ 

 Al I’thisam Bil Kitab Wa Sunnah 05-Ust Abdul Hakim Amir Abdat 17mb 1jm30mnit
https://mir.cr/1EN9R8B8 

Ketika Bendera Tauhid Dibakar-Ust Sofyan Chalid Ruray 4Mb 20Mnit
https://mir.cr/Y8KEUNMI

 Bendera Tauhid Dibakar Malah Cari Pembenaran-Ust Sofyan Saladin 3Mb 13mnit
https://mir.cr/NUDMZLBQ 

Sabar Tanda Orang Beriman-Ust Mizan Qudsiyah 2Mb 8mnit
https://mir.cr/NUDMZLBQ 

Cara Tolak Bala Longsor Gempa Banjir Tsunami-Ust Mizan Qudsiyah 11mb 1jm7mnit
https://mir.cr/NUDMZLBQ 
Untukmu Yang Berjiwa Hanif-Ust Armen Halim Naro

Bag1:

Bag2:

Armen Halim Naro · Kumpulan Ibroh dalam Menggapai Hidayah

Ust Armen Halim Naro · 18 Tingkatan Manusia

Kumpulan Kajian Audio Ust Armen Halim Naro

Mengagungkan Syiar Islam Tanda Ketakwaan-Ust Abdullah Taslim

Musibah itu Manis Oleh Ustadz DR Musyaffa Ad Dariny Lc,MA

Inilah Perpisahan Diantara Kita Oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc

Ust Abdullah Taslim · Ketakwaan Hati Hamba Allah

(Manfaat Ujian dan Cobaan, Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi),

Sabar dalam Menghadapi Ujian, Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi),

(Tatkala Bumi Diguncangkan, Ustadz Chusnul Yakin, M.Pd.I),

Kumpulan Ebook

Untukmu Yang Berjiwa Hanif-Ust Armen Halim NaroPDF

Menyelami Samudra Kalimat Tauhid-Ust Abdurrahman Thayyib 64Hlm

Ambillah Akidahmu Dari Al-Qur’an dan As-Sunnah Yang Shahih-Muhammad Jamil Zainu

Nasehat Untuk Pemuda Islam

Bendera Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dari Dahulu Sampai Sekarang-Dr ‘Abdullah bin Muhammad bin Sa’d al Hujailiy

Sifat Orang-Orang Yang Beriman

Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari

Menghina Syari’at Islam

Hukum Menghina Agama

Bahaya Mengolok Agama

Tuduhan Bahwa Berpegang Terhadap Agama Penyebab Kemunduran Kaum Muslimin

Hukum menghina Agama Islam

Taqwa Adalah Kemuliaan Hakiki


Kenapa Kau Bakar Laa Ilaha Illallah? – UstadD DR Syafiq Riza Basalamah MA


Kenapa Kau Bakar Laa Ilaaha Ilallah-Ust Ahmad Zainuddin.mp4


Bukti Bendera Tauhid Dirampas Banser Saat Dikibarkan



Pembakaran Bendera Kalimat Tauhid-Ustadz Sofyan Chalid Idham Ruray
https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=2217634135180508&id=286395654843257 

Viral Pembakaran Bendera Tauhid
https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=989095284608119&id=157672297750426 

Sikap MUI Atas Pembakaran Tauhid
https://mobile.facebook.com/story.php?story_fbid=488660108204308&id=100011809698436 
=

  • Menyikapi Kasus Pembakaran Bendera Tauhid Oleh Oknum Banser

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Tahdzir, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

  • ➡ *Kalimat Tauhid Dibakar, Ada Apa…??*

———–

Apapun alasannya, sulit rasanya membayangkan ada mukmin yang bakal tega secara sadar menghinakan dan membakar Kalimat Tauhid. Jika alasannya untuk membela Nusantara, maka tak ada alasan yang lebih kontradiktif dari alasan tersebut. Betapa tidak, Nusantara ini tidak akan lahir tanpa Rahmat Allah melalui darah-darah mujahidin yang memekikkan Kalimat Tauhid dan Takbir.

***

كل إناء بما فيه ينضح

_”Kullu inaa-in bimaa fiihi yandhohu”_

Demikian petuah bijak Arab menyebutkan. Maknanya; “bejana, hanya akan menumpahkan apa yang ditampungnya”. Jika comberan yang ditampung, maka comberan pula yang akan tumpah. Jika kesturi, maka kesturi. Mustahil bejana berisi comberan akan menumpahkan kesturi. Mustahil juga sebaliknya.

Jika hati penuh dengan comberan, maka aksi comberan pula yang akan tampil. Jika hati terbakar kebencian terhadap Kalimat Tauhid, jangan heran jika tangan-tangan nista bakal tega membakar Kalimat Tauhid.

Mereka tak kuasa menyembunyikan kebusukan isi hati mereka. Akhirnya Allah singkap juga. Mulut mereka telah menyanyikan senandung kebencian. Itu belum seberapa, yang mereka simpan di dalam dada, lebih dahsyat lagi kebusukannya:

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ

_”…Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat lagi...”_ [al-Imran: 118]

***

Kalimat Tauhid adalah pemersatu. Kenapa kalian bakar…?? Tidakkah kalian takut Allah bakal membakar kalian…?? Dulu, kepada Ahlul Kitab saja, Nabi ﷺ mengajak mereka bersatu dengan kalimat Tauhid. Lantas kenapa di hadapan 200an juta umat muslim Nusantara–dan dunia–kalian justru membakar kalimat pemersatu tersebut...?? Yang kalian lakukan justru bakal mengoyak-ngoyak Nusantara. Inikah representasi “Islam Nusantara” yang kalian bangga-banggakan itu…??

Kalian selalu membangga-banggakan “Islam Nusantara” yang menurut kalian santun-berbudaya serta jauh dari radikalisme itu. Lantas, apakah membakar Kalimat yang paling sakral di hati umat Islam adalah aksi yang santun berbudaya menurut kalian..?? Bahkan akal sepandir-pandir orang, tak akan menganggapnya santun-berbudaya. Jika aksi tersebut bukan radikalisme menurut kalian, maka sungguh kita sudah tak mampu lagi mendefinisikan apa itu radikalisme. Sebab, tak ada aksi yang lebih radikal dan ekstrim dari aksi kalian membakar Kalimat Tauhid.

***

Wajar orang-orang mukmin marah. Kemarahan itu justru tanda simpul iman yang kuat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

أوثق عرى الإيمان: الحب في الله والبغض في الله

_”Simpul ikatan iman yang paling kuat adalah; cinta karena Allah, dan marah karena Allah”_ [HR. Ahmad dan al-Hakim]

Ya, marah karena syiar Allah yang teragung dihinakan dengan dibakar. Jika marah karena Kalimat Tauhid dibakar adalah simpul iman yang kuat, lantas bersuka cita membakar Kalimat Tauhid itu apa namanya..?

Pengagungan terhadap syi’ar-syi’ar ajaran Allah adalah tanda ketakwaan hati:.

ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

_Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati._ [Al-Hajj: 32]

Syiar Allah yang terbesar adalah Kalimat Tauhid. Jika mengagungkan Kalimat Tauhid adalah tanda ketakwaan, lantas menghinakan Kalimat tersebut kita sebut apa….?? Apa namanya kalau bukan kedurhakaan pada Allah Penguasa Semesta Alam…??

Orang-orang kafir di negeri ini tak ada yang berani bicara miring perihal Kalimat Tauhid. Kalian justru suka cita membakarnya dan mengekspos dengan video.

***

Dulu, orang-orang munafik sembunyi dalam kekafiran mereka. Hari ini, al-munaafiquun terang-terangan mengkampanyekan ingkar pada syariat Allah dan Rasul-Nya. Kemunculan mereka ini, dikarenakan kaum muslimin sudah mulai sadar dan mau kembali kepada syari’at Allah. Mereka tak ridho. Segala upaya mereka kerahkan untuk menjauhkan manusia dari Islam yang hakiki. Dicetuskanlah model “Islam Nusantara” sebagai alternatif “Islam” yang pada hakikatnya ini adalah Liberalisme dan Pluralisme yang berganti baju. Ini adalah model Liberalisme dan Pluralisme radikal bin ekstrim, karena sudah bukan wacana lagi, tapi sudah berani melancarkan aksi “radikal” dan “intoleran” terhadap penganut agama mayoritas di Nusantara ini.

Bagi yang masih merasa beriman, janganlah diam melihat kemungkaran ini. Sampaikan nasehat. Berikan peringatan. Perkuat dakwah Tauhid dan Sunnah. Ajak keluarga dan kerabat untuk kembali kepada Allah. Kembali meramaikan masjid untuk mempelajari agama Allah yang agung ini. Tak perlu membalas aksi radikal mereka dengan aksi kekerasan dan main hakim sendiri. Biar pihak berwenang yang turun menangani mereka. Jika manusia berbondong-bondong kembali pada Islam yang agung ini, justru inilah yang bakal membuat mati kutu para pembenci syariat itu. Api amarah uang membara di dalam dada mereka, akan membakar diri mereka sendiri.

قُلْ مُوتُوا بِغَيْظِكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ

_”Katakan!, “Matilah kamu karena kemarahanmu itu!” Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”_ [al-Imran: 119]

Semoga Allah mengembalikan para pembakar Kalimat Tauhid itu kepada hidayah. Dan semoga dengan tulisan ini, kita punya alasan di hadapan Allah kelak, ketika ditanya; “apa sikapmu ketika melihat kalimat syahadat-mu dihinakan dan dibakar…??” Sebab jika kita diam, kita pula yang bakal kena getahnya. Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

_”Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, “Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras?” Mereka menjawab, “Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) di hadapan Tuhanmu, dan agar mereka (kembali) bertakwa.”_

فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ أَنْجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُوا بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

_”Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, *Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat* dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zhalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.”_ [Al-A’raf: 164-165]

****

Johan Saputra Halim


=

  • PEMBAKARAN BENDERA

Dalam hukum syariat, seorang muslim wajib menghormati dan mengagungkan serta memuliakan syi’ar agama, diantaranya adalah kalimat syahadat, ia sebagai kalimat suci bahkan termasuk kunci surga , dan memuliakan syi’ar Allah termasuk bukti ketaqwaan hati dan keimanan , sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

Dan barangsiapa yang mengagungkan syi’ar syi’ar Allah maka sesungguhnya ia bukti dari ketaqwaan hati” (QS Al Hajj : 32)

Syaikh As Sa’di -rahimahullah- berkata :

تعظيم شعائر الله صادر من تقوى القلوب، فالمعظم لها يبرهن على تقواه وصحة إيمانه، لأن تعظيمها، تابع لتعظيم الله وإجلاله.

Mengagungkan syi’ar syi’ar Allah muncul dari ketaqwaan hati, maka mengagungkannya merupakan bukti atas ketaqwaannya, dan kebenaran imannya, karena pengagungannya kpada syi’ar Allah tersebut demi mengikuti pengagungan kepada Allah”

Dalam hal ini terkait pembakaran bendera oleh saudara kita kelompok BANSER , dimana bendera tersebut yang bertuliskan kalimat tauhid atau kalimat syahadat adalah salah satu syi’ar diantara syi’ar Agama, yang patut di muliakan dan tidak boleh direndahkan, dalam hal ini bukan masalah benderanya yang syi’ar agama tersebut namun kalimat tauhidnya

Sebagaimana lafadz lafadz firman Allah Ta’ala yang ditulis dalam kertas, maka tetap ia firman Allah , ditulis di tembok atau di papan, atau di kain, maka tetaplah ia firman Allah, sama halnya kalimat tauhid ini, dalam benda apapun ia tertulis maka tetaplah ia kalimat tauhid.

Oleh karena itu sudah diketahui secara pasti bahwa para ulama melarang membawa sesuatu yang bertulisan lafadz Allah atau syi’ar syi’ar agama ke tempat kotor, seperti kedalam toilet, atau diletakan ditempat sampah, karena hal ini demi memulikan dan tidak merendahkan kalimat agung tersebut.

Adapun mensikapi saudara saudara kita dari BANSER yang memang sering dalam banyak hal melakukan kekonyolan kekonyolan , seperti membubarkan pengajian, menjaga gereja, dan lain lain termasuk pembakaran bendera atau kain yang bertuliskan kalimat tauhid, maka hal ini perlu disikapi dengan bijak :

✅ 1-Terkait hukum membakar bendera atau kain yang bertuliskan kalimat tauhid, perlu dilihat motifnya apa? kalau tujuannya merendahkan kalimat tauhid tersebut, yang dia adalah syi’ar agama maka hukum perbuatan ini jelas kekufuran. Karena diantara pembatal leislaman adalah saat seseorang benci kepada syariat termasuk didalamnya benci kepada syiar syiar agama.

✅ Allah Ta’ala berfirman

«وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ * ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ»

Dan orang-orang kafir, kecelakaan bagi mereka dan Dia menghapus amal mereka. Demikian itu karena mereka membenci apa yang Allâh turunkan sehingga Dia menghapus amal kebaikannya.” (QS. Muhammad : 8-9)

Dalam pembahasan pembatal keislman disebutkan :

مَنْ أَبْغَضَ شَيْئًا مِمَّا جَاءَ بِهِ الرَّسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَم – وَلَوْ عَمِلَ بِهِ -، كَفَرَ، وَالدَلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ﴾

siapa membenci apa pun dari apa yang dibawa Rasulullâh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam meskipun mengerjakannya, maka ia kafir. Dalilnya adalah firman-Nya: “Demikian itu karena mereka membenci apa yang Allâh turunkan sehingga Dia menghapus amal kebaikannya.” (QS. Muhammad : 9)

✅ 2-Membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid tujuannya karena benci kepada pihak tertentu (ada faktor lain), yakni bukan benci kepada syi’ar islam nya tersebut, maka tetap hukumnya haram karena walau bagaimanapun tetaplah ia sebagai syiar agama, namun tidak sampai pada derajat kekufuran.

Mungkin berdalih hal itu dilakukan dalam rangka MENGAMANKAN sesuatu yang TERCECER, maka alasan ini tidak bisa dibenarkan, karena mengamankan itu tidak harus dengan dibakar, namun bisa diletakkan ditempat yang layak.

Kalaupun harus di bakar maka hal tersebut tetap salah jika dilakukan DIKERAMAIAN apalagi di viralkan dengan cara di apload di media sosial.

Maka jelaslah dengan ALASAN DAN NIAT BAIK APAPUN , perbuatan pembakaran simbol agama di keramaian tidaklah bisa dibenarkan.

✅ 3-Kalau masalah sangsi dalam hukum positif maka hal ini dikembalikan kepada penguasa sesuai dengan aturan

✅ 4-Kepada segenap kaum muslimin yg tentunya geram karena kecemburuannya terhadap agama, dihimbau untuk tetap bersikap tenang, tidak mudah terbawa emosi, serta tidak melakukan aksi kekerasan apapun sebagai bentuk pelampiasan terhadap kesalahan saudara kita, seperti turun ke jalan misalnya, , karena di khawatirkan hal ini hanyalah ulah segelintir oknum provokator untuk memecah belah kaum muslimin dan membuat kerusuhan.

✅ 5-Insya Allah pihak yang berwenang akan mengatasinya dengan bijak, akan diatur sesuai dengan prosedur yang berlaku.

✅ 6-Hendaklah kita selalu ingat, walau bagaimanapun BANSER itu masih saudara kita sesama muslim yang tetap kita di peritahkan untuk saling memaafkan, saling menasehati dalam kebaikan, tolong menolong dalam ketakwaan, dan yang paling penting saling mendoakan agar kita dan saudara kita mendapat hidayah dan taufiq, wallahu a’lam.

Klw alasnya trcecr mka tdk hrs DIBAKAR, klpn hrs dibkr mka tdkhrs di KERAMAIAN, klw alsnya bnci HTI mka tdk hrs dg cra dzalim dg merusak simbol dan syi’ar agama, Allah Ta’ala berfirman 

:


ﻭَﻻ ﻳَﺠْﺮِﻣَﻨَّﻜُﻢْ ﺷَﻨَﺂﻥُ ﻗَﻮْﻡٍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻻ ﺗَﻌْﺪِﻟُﻮﺍ ﺍﻋْﺪِﻟُﻮﺍ ﻫُﻮَ ﺃَﻗْﺮَﺏُ ﻟِﻠﺘَّﻘْﻮَﻯ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺇِﻥَّﺍﻟﻠَّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ 

“Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” 

Abu Ghozie As Sundawie

=

  • Membakar dan Menghinakan Bendera “Laa ilaaha illallaah”,

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Mendengar Kisra merobek-robek surat Nabi maka beliau hanya mengatakan :

“مزق الله ملكه .”

Semoga Allah merobek-robek kerajaannya.”

Kenapa nabi sampai mendoakan demikian, tidak lain dan tidak bukan karena tidak adanya penghormatan kisra terhadap Allah dan Rasul-Nya, serta tidak ada penghormatan terhadap lafadz-lafadz agung yg ada Pd surat tersebut yaitu diantaranya lafadz “laa ilaaha ilallah”.

Maka Hari ini saya katakan juga kepada orang-orang yang membakar dan menghinakan bendera “Laa ilaaha illallaah”, mudah-mudahan Allah merobek-robek ormas mereka jika mereka tidak mau bertaubat kepada Allah…

Abu Ya’la Hizbul Majid

=

  • Mencintai Kalimat Tauhid

 

Saya bukan anggota HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), namun sebagai seorang muslim saya mencintai kalimat ini.

Dari Mu’adz bin Jabal ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻪ , ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang akhir ucapannya ‘laa ilaaha illallaah’ (tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah), niscaya ia masuk Surga.” (Shahiih, HR. Ahmad, V/233, Abu Dawud, II/270, no. 3116, dan al-Hakim, I/351, Irwaa-ul Ghaliil, III/149 – 150, no. 687, Shahiih al-Jaami’, I/929, no. 9281)

Semoga Allah ﻋﺰ ﻭﺟﻞ menghinakan sehina-hinanya siapa saja yang menghinakan agama-Nya.

  • Agungnya kalimat tauhid.

Dari Abu Sa’id al-Khudriy ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ ﻋﻨﻪ , ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Nabi Musa ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ memohon, “Wahai Rabbku, ajarkanlah aku sesuatu untuk berdzikir dan berdo’a kepada-Mu.’ Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman : ‘Hai Musa, ucapkanlah Laa ilaaha illallaah.’ Nabi Musa ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ kembali memohon, ‘Wahai Rabbku, seluruh hamba-Mu mengucapkan ini.’ Allah ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭ ﺗﻌﺎﻟﻰٰ berfirman : ‘Hai Musa, seandainya tujuh langit dan penghuninya, selain Aku, serta tujuh bumi diletakkan pada satu daun timbangan, lalu Laa ilaaha illallaah diletakkan pada daun timbangan lainnya, niscaya kalimat Laa ilaaha illallaah lebih berat timbangannya.’“(Shahiih, HR. Ibnu Hibbaan, no. 2324, al-Mawaarid, no. 6185, at- Ta’liiqaatul Hisaan, dan al-Hakim, I/528)

Semoga Allah ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰٰ memberikan hidayah dan taufiq.

Moch Aziz Arief Sujatmiko

=

  • Inilah 3 Sikap PP Muhammadiyah terkait Kasus Pembakaran Bendera Tauhid

1. Seharusnya pembakaran itu tidak perlu dan tidak seharusnya terjadi. Aksi itu sudah kebablasan, apalagi dilakukan pada saat peringatan hari santri. Bagaimanapun juga yang dibakar itu adalah kalimat syahadat yang sangat suci dan mulia.

Kalau yang mereka melakukan itu sebagai bentuk nasionalisme, ekspresi dan aktualisasinya keliru. Nasionalisme seharusnya dilakukan dengan cara-cara yang santun dan tetap dalam bingkai akhlak yang luhur. Jika yang mereka maksudkan adalah membakar bendera HTI maka ekspresinya bisa dilakukan dengan cara yang lain. Kalaupun dengan membakar bendera cukup dengan simbol atau tulisan HTI, bukan dengan membakar bendera bertuliskan kalimat maka cukup ditulis Tauhid/Thayyibah.

2. Sangat wajar apabila sebagian umat Islam marah terhadap aksi pembakaran kalimat Tauhid. Walapun demikian, masyarakat, khususnya umat Islam, tidak perlu menanggapi persoalan pembakaran bendera secara berlebihan. Aksi massa tandingan dan kemarahan yang berlebihan berpotensi menciptakan perpecahan dan kekisruhan yang berdampak pada rusaknya persatuan umat dan bangsa.

3. Pihak Banser Garut harus meminta maaf kepada umat Islam atas tindakan tidak bertanggung jawab anggota mereka dan melakukan pembinaan agar masalah serupa tidak terjadi lagi pada masa yang akan datang.

Bagi masyarakat yang berkeberatan dan melihat persoalan pembakaran sebagai tindak pidana penghinaan, sebaiknya menyelesaikan melalui jalur hukum, dan menghindari penggunaan kekuatan massa dan kekerasan.

Kepada aparatur keamanan dan penegak hukum hendaknya menindaklanjuti dan menjalankan hukum sebagaimana mestinya.

Abdul Mu’ti

Sekretaris umum Pimpinan pusat Muhammadiyah

=

  • Satu Naungan Kalimat Tauhid

Saudaraku, dahulu kaum Muslimin (para sahabat) diantara mereka ada orang Quraisy, ada Salman Al Farisi (Persia), ada Bilal Al Habasyi (Ethiopia), ada Shuhaib Ar Rumi (Romawi), mereka semua berada dalam satu naungan kalimat: laa ilaaha illallah, Muhammad rasulullah.

– Syaikh Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah

=

  • Panggil mereka : Sekte Banser !

—–

Di Surabaya anggota sekte Banser berteriak Islam ***. Tidak ada tindakan tegas dari mereka mengenai hal ini.

Di Garut mereka membakar bendera tauhid

Dibanyak tempat mereka menjaga gereja

Dibanyak tempat mereka membubarkan secara anarkis pengajian yang sudah mendapat izin kepolisian Mereka pun sering pamer ilmu kebal, walau ada yang gagal…

Alhamdulillah

Hiburan mereka pun dangdutan dan joget bersama biduan seronok

Tidak ada kontribusi mereka sedikitpun untuk Islam, yang nampak ialah menjadi duri dalam tubuh Islam. Kontribusi untuk negara ? Sama sekali nihil ! Saat ini mereka memang terdepan dalam hal bacot dengan slogan “NKRI harga mati”. Namun nol besar dalam aksi dan realisasi. Kita semua masih menunggu aksi mereka melawan OPM Papua, RMS Maluku dan separatis lainnya yang sangat jelas mengancam kedaulatan NKRI. Walau ini semua bagaikan menunggu dinosaurus hadir di Kebun Binatang Ragunan.

Maka mulai saat ini, saya akan menyematkan kalimat “sekte” sebelum menyebut atau menuliskan nama mereka : sekte Banser, ya karena mereka adalah sekte yang sangat berbahaya bagi Islamndan kaum muslimin.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua.

Andai saat ini terjadi konfrontasi fisik antara seluruh ummat muslim vs seluruh non-muslim, maka pembakar bendera tauhid tersebut tentu akan pro non-muslim. Lihatlah kelakuan menjijikkan mereka selama ini

Abu Hanifah Jandriadi Yasin

=


Mengunggah…
Analogi membakar mushaf yg sdh usang, dg Banser bakar
bendera tauhid, ini jelas ga nyambung..
Bainas sama’ wa sumur wa jurang wa palung, wa wa wa
Mau dipaksa-sain jg tetep ga ketemu.
Lg ada angin segar jgn kasih kendor..

  • Anjing Penjaga Kaum Kufar

Besarnya sebuah organisasi tanpa pembinaan aqidah yang benar, hanya menghasilkan anjing penjaga kaum kuffar dan pembenci kalimat tauhid.

Kalau mereka dikirim untuk melawan OPM, pasti mereka orang yang bakal busiat, kapacirit dan ngisingan maneh, tentu saja kiih di calana, sebab mereka hanya berani kepada umat Islam yang punya stok kesabaran yang sangat banyak.

ﺃﻫﻠﻜﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ …

Saya berharap ada aturan yang melarang ormas mempunyai seragam yang bentuk dan coraknya mirip TNI, walaupun bedawarna. Sebab, saya sering melihat mereka jadi suka petantang petenteng ga jelas, bahkan merasa lebih gagah
dari TNI yang jelas merupakan alat negara. Sedangkan mereka yang KW 99,75 itu. hanya pasukan jadi-jadian yang bukannya ikut menjaga keamanan, malah membuat kekacauan. Bahkan kadang jadi preman terselubung.
Allâhul Musta`ân

Dany Nursalim Harun

=

  • Haram Membakar Bendera Tauhid

Diharamkan membakar bendera yang bertuliskan

ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﺤﻤﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ

karena perbuatan itu dianggap menghina dan merendahkan sesuatu yang dianggap terhormat di sisi Allah. Pelakunya wajib bertaubat agar tidak mati dalam keadaan suul khatimah.

Ahmad Zainuddin Al Banjary

=

  • Spesies Banyak Tingkah

Kadang, saya melihat ‘hewan’ sedang memakai atribut lengkap laksana tentara di media sosial. Tentara sesungguhnya di kehidupan nyata saya lihat sehari-hari. Kediaman kami dekat Mabes TNI. Bahkan di sini aparat dan masyarakat berbaur. Kita bersama, toleran dan di lapangan tanpa sekat. Lebih indahnya lagi, tidak sedikit di majelis kami dari kalangan tentara sesungguhnya. Seperti jargonnya, kuat bersama rakyat. Tapi belakangan ini spesies hewan tertentu banyak bertingkah. Spesies ini berbeda, tingkahnya binal dan so animal.

hasan al jaizy

=

  • Motif Pembakaran

 

Mush-haf apabila sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi, maka ada dua cara yang dianjurkan ulama demi Mashlahat.

1. Ditimbun ke bumi

2. Dibakar

3. Diperbaiki

Tidak semua pembakaran berarti Kekafiran dan menghinakan. Bendera bertuliskan kalimat tauhid dibakar, maka harus dilihat motif membakarnya terlebih dahulu barulah kemudian bisa disimpulkan hukum atas pelakunya. Terlebih jika pelakunya seorang berstatus muslim. Jika motif membakarnya karena tidak suka dengan kalimat tauhid, dan membakarnya sebagai pelampiasan kebencian dan sebagai bentuk penghinaan terhadapnya, maka hukumnya jelas..

Musamulyadi Luqman

==KALIMAT “SYAHADATAIN” (لا إله إلا الله محمد رسول الله) LANDASAN UTAMA AGAMA ISLAM YANG WAJIB DIAGUNGKAN/DIMULIAKAN DAN DIAMALKAN.

_______________________________

Anda sebagai muslim, wajib memahamai dan meyakini bahwa kalimat Syahadatain adalah landasan utama agama anda, tidak sah islam anda bila tidak dibagun diatas kedua kalimat Syahadat tersebut, kalimat (لا إله إلا الله) yang kandungan dan hakikatnya adalah; Penghambaan diri lahir batin kepada Allah dengan mengikhlaskan seluruh keta’atan dan amal ibadah kepadaNya, berupa amalan hati, perkataan dan perbuatan, hal ini merupakan inti ajaran dan dakwah seluruh para nabi dan rasul alaihimusssalam. 


Adapun kalimat syahadat (محمد رسول الله) kandungan dan hakikatnya adalah: menta’ati Rasullah shalallahu’alaihi wasallam dengan melaksanakan perintah dan meninggalkan larangannya, mebenarkan/menerima berita/hadisnya dan menjadikan beliau sebagai uswah dan qudwah dalam beribadah kepada Allah.

Sungguh sangat mulia kedua kalimat Syahadatain dan sungguh sangat agung isi kandungan dan hakikatnya. ia merupakan syi’ar agama islam yang paling agung yang wajib atas setiap individu muslim untuk memuliakan dan mengagungkannya serta melaksanakan isi kandungan dan konsekuensinya. Karena yang demikian itu merupakan bukti ketaqwaan diri dan kemulian jiwa serta kesucian hati seorang hamba.


Allah Ta’alah berfirman: 


﴿ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ٣٢﴾ [الحج: 32]


“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati”.


Dan diantara syarat sah dan benarnya persaksian sesorang dengan kalimat Syahadatain (لا إله إلا الله محمد رسول الله) adalah mencintai dan mengagungkan kedua kalimat tersebut serta mencintai isi kandungannya yaitu keiklasan dan ittibaa’ (mengikuti Rasul) dan mencintai orang-orang yang berpegang teguh dengannya dan menyeruh kepadanya, dan inilah hakikat dakwah Tauhid yang sesungguhnya.

Sungguh sangat keji prilaku sebagian kaum muslimin yang tidak mengetahui keagungan dan kemulian kalimat Syahadatain dan tidak memahami isi kandugannya, dengan segala kejahilan dan sikap fanatik sebagian kelompok, mereka rela membakar bendera yang bertuliskan padanya kalimat: 


(لا إله إلا الله محمد رسول الله)


Tentu hal itu adalah sprilaku yang tidak bertanggun jawab dan salah satu bentuk dari penghinaan dan pelecehan terhadat sobol agama yaitu kalimat syahadatain, kalimat yang paling agung dipermukaan bumi ini, yang tidak bisa ditolerir secara agama, akal sehat dan fitroh yang masih suci perbuatan yang demikian itu.


Kita tidak tahu, apa yang mereka inginkan dari sikap dan prilaku yang keji itu, apakah ingin menegakkan syi’ar islam sebagai agama rahmatan lil’alamin, sedang mereka telah menghina dan melecekan landasan utama yang diatasnya tegak dan dibaguan agama islam yang mulia ini? Atau mereka ingin menjaga keutuhan NKRI(!) yang mayoritas pendudukannya adalah muslim yang besaksi setiap waktu, pagi petang, siang malam dengan kedua syahadat tersebut. Dan dengan kobaran Takbir yang berlandaskan kepada kedua syahadatain negara ini dengan izin Allah bisa dimerdekaan oleh para pahlawan yang telah mengorbankan harta, jiwa raga mereka? Atau dibalik itu semua ada makar dan propaganda yang sedang dilancarkan untuk mengadu domba diantara kaum muslimin, disadari atau tidak?.


Seruan saya kepada tangan-tangan jahil tersebut, dan kepada mereka yang mentolerir perbutan tersebut dengan alasan bahwa hal itu “upaya memuliakan lafal tauhid” atau “untuk jaga kalimat tauhid” , agar mereka bertaubat kepada Allah dari perbuatan keji tersebut dengan menyesali dan berjanji tidak mengulanginya.


Dan hendaklah mereka ketahui bahwa untuk memuliakan lafal tauhid atau menjaga kalimat tauhid, bukan dengan membakar bendera yang bertuliskan padanya kalimat syahadatain, akan tetapi dengan membelajarinya, mengajarkannya, mengetahui keutamaan-keutamaanya, menyeruh kepadanya, mengamalkan isi kandungan dan tuntutannya, yaitu mengikhlaskan ibadah kepada Allah dan mengikuti Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, memberantas kesyirikan dan situs-situsnya serta membasmi bid’ah dan seluruh perkaranya yang bertentangan dengan sunnah nabi yang mulia. Itulah hakikat memuliakan lafal tauhid dan menjaganya, bukan membakarnya.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada para pelaku dan yang mentolerir pebutan keji tersebut serta membimbing mereka untuk bertaubat dan menyesali perbuatan keji tersebut dan menjauhkan mereka dari sifat kesombongan dan keangkuhan.


Dan semoga Allah Ta’ala senatiasa meninggikan kalimat tauhid dan memenangkannya diatas seluruh ajaran, serta menjadikan kita sebagai orang yang membela agama Allah, mengagungkan syri’ar-syi’arNya dan penyeru kepada tauhid dan sunnah. Aimiin.

__________________________

Jember 

23/10/2018

Muhammad nur ihsan



==
(lanjut Ke Halaman 2)