Hal Penting Bagi Setiap Muslim 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Solusi bagi Mahasiswa yang Ingin Menikah

2.Cara Meraih Cinta Allâh : Membaca Al-Qur`an Dengan Khusyu’ Dan Berusaha Memahami Maknanya

3.Doa Terpilih Sebagai Pemimpin

4.Website Rujukan kaum muslimin dalam memahami Agama Islam secara benar dan terstruktur.

5.Hukum Kikir Dalam Syariat

6.Berhubungan Dengan Program Sihir dan Perdukunan Untuk Mencari Ruqyah

7.Hukumnya Mengatakan: “Tidak Ada Rasa Malu Dalam Agama”

8.Delapan Kaidah Penting untuk Muslim dan Muslimah

9.12 Hal Tentang Shalat Yang Membuatmu Tak Lagi Menganggapnya Sepele

3 Hal Penting Bagi Setiap Muslim Setiap Hari-Ahmad Zainuddin

Penting nya Ilmu Syar’i 1-Ust Yazid Jawas /

Bag1Bag2

Pentingnya Ilmu Agama-Ust M. Abduh Tuasikal

Penting nya Aqidah Bagi Pribadi Muslim-Yazid Jawas

Dikala Dosa Menuai Nestapa Oleh Ustadz AbuFairuz Ahmad Ridwan Lc,MA

Aqidah dan Watak Yahudi Oleh Ustadz FirandaAndirja MA

Nestapa Akhir Zaman Oleh Ustadz Furhan Abu Furaihan

Hana Mangat (Ga’ Enakan) Oleh Ustadz FarhanAbu Furaihan

Semua Beristighfar Untukmu Oleh Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc


Jangan Gampang Memvonis Ahli Bid’ah Ust Mizan Qudsiyah10mb 55Mnit

https://mir.cr/0NDXDA7O

Tercelanya PendapatTanpa Dalil Ust Mizan Qudsiyah9mb 52mnit

https://mir.cr/0GGRVUKQ

MengenalPencela Sunnah Ust Mizan Qudsiyah 6mb 30mnit

https://mir.cr/ALI1IKTD

Ketika Keluargamu Meninggal Dunia Ust Mizan Qudsiyah 9mb 53 mnit

https://mir.cr/ALI1IKTD

NgerinyaNeraka Jahannam Ust Mizan Qudsiyah 51mnit 9Mb

https://mir.cr/JMDA7MKX

Sebaik-Baik Petunjuk-Ust Mizan Qudsiyah 8mb 44 Mnit

https://mir.cr/PBUCLHLQ

Al I’thisam Bil Kitab Wa Sunnah 05-Ust Abdul Hakim Amir Abdat 17mb 1jm30mnit

https://mir.cr/1EN9R8B8

 

Ebook 

Petunjuk Anda Menuju Ketaatan 

Bimbingan Islam Untuk Pribadi Dan Masyarakat 7 Hal Penting Bagi Setiap Muslim

Beberapa Pelajaran Penting untuk Seluruh Ummat-Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz

Hal-Hal Yang Wajib Diketahui oleh Setiap Muslim

==

  • ➡ 7 Hal Penting Bagi Setiap Muslim

Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa 

  • MUQODDIMAH

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Tazkiyatun Nufus, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarga, dan sahabatnya. Amma Ba’du:

Ketahuilah, ada tujuh perkara yang wajib dilakukan oleh seorang muslim ketika menerima perintah-perintah Allah, yaitu:1

Pertama  : Belajar dan mengilmuinya

Kedua      : Mencintainya

Ketiga      : Tekad kuat untuk melaksanakannya

Keempat  : Segera beramal

Kelima     : Melaksanakan dengan ikhlas

Keenam  : Waspada dari perkara yang membatalkannya

Ketujuh    : Tetap tegar dan istiqamah dalam menjalankannya

  • Ampun.. saya cuma ngikut…!!

Ketika ada orang yang suka menghina agama, misalnya “takbir” diplesetkan jadi “tuak bir”, ternyata yang nge-like banyak, yang.ikut ngakak banyak, yang mengapresiasi juga banyak. Kelak di akhirat orang-orang para pengikut seperti ini akan menyesal, mereka akan beralasan “kami cuma ikut-ikutan”.

{ ﻭَﺇِﺫْ ﻳَﺘَﺤَﺎﺟُّﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻓَﻴَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﻀُّﻌَﻔَﺎﺀُ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺳْﺘَﻜْﺒَﺮُﻭﺍ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﺗَﺒَﻌًﺎ ﻓَﻬَﻞْﺃَﻧﺘُﻢ ﻣُّﻐْﻨُﻮﻥَ ﻋَﻨَّﺎ ﻧَﺼِﻴﺒًﺎ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ }

Dan (ingatlah), ketika mereka berbantah-bantah dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri: “Sesungguhnya kami hanyalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?”

{ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺍﺳْﺘَﻜْﺒَﺮُﻭﺍ ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻞٌّ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻗَﺪْ ﺣَﻜَﻢَ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩِ }

Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: “Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba- hamba-(Nya)”. (QS. Ghafir: 47 – 48).

Ternyata para pengikut pun tidak selamat….!

‘iyyadzan billah

@Yulian Purnama

Sekarang marilah kita resapi bersama poin-poin penting di atas.

Pertama:2

  • BELAJAR DAN MENGILMUINYA

Inilah yang pertama yang wajib kita lakukan terhadap perintah Allah عزّوجلّ. Ketika Allah عزّوجلّ memerintahkan sesuatu, hendaknya seorang muslim mempelajari dan mengilmuinya terlebih dahulu. Oleh karenanya, Allah عزّوجلّ berfirman:

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ

Maka ketahuilah (ilmuilah), bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu.” (QS Muhammad [47]: 19)

Allah عزّوجلّ memulai dengan ilmu sebelum amal. Jika seorang muslim tidak mempelajari apa yang Allah عزّوجلّ perintahkan dan yang Allah عزّوجلّ larang, bagaimana mungkin dia bisa mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkannya? Dahulu dikatakan, “Bagaimana akan bertaqwa orang yang tidak tahu bagaimana cara bertaqwa?!”3

✅ Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Barang siapa menempuh perjalanan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga.”4

Perhatikan pula do’a yang selalu dibaca oleh Nabi صلى الله عليه وسلم setiap selesai shalat Shubuh;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا ، وَرِزْقًا طَيِّبًا ، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan.

“Ya Allah, aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima.”5

Perhatikan hadits ini, dalam hadits ini Rasulullah صلى الله عليه وسلم memulai permohonan ilmu yang bermanfaat sebelum meminta rezeki dan amalan yang diterima, karena ilmu yang bermanfaat itulah pegangan seorang muslim dalam membedakan rezeki yang baik dan buruk, membedakan mana amalan yang baik dan tidak baik. Jika tidak punya ilmu, bagaimana bisa seorang muslim membedakan antara yang haq dan yang batil?? ✅ Allah عزّوجلّ berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

Katakanlah, ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’” (QS az-Zumar [39]: 9)

Contoh konkretnya, jika Allah عزّوجلّ memerintahkan kepada kita tauhid maka kita pelajari tauhid. Kebanyakan manusia mengetahui tauhid bagus, syirik jelek; akan tetapi, mereka tidak mendalami dan mempelajarinya!! Akibatnya, terkadang mereka melakukan amalan pembatal tauhid dan terjatuh ke dalam perbuatan syirik!!

Contoh lainnya, jika Allah عزّوجلّ melarang kita berbuat riba maka kita pelajari apa itu riba. Kita belajar dan bertanya kepada ahlinya. Jangan takut bertanya karena khawatir jawabannya tidak sesuai dengan selera kita!! Walhasil, ilmu yang bermanfaat adalah asas untuk segala aktivitas seorang muslim. Belajar dan terus belajar.

Kedua:

  • MENCINTAINYA

Apa maksudnya? Maksudnya adalah mencintai apa yang telah Allah عزّوجلّ turunkan berupa perintah, dan tidak membencinya. Kita menanamkan dalam hati kecintaan kepada Allah عزّوجلّ dan perintah-Nya, juga kecintaan kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dan perintahnya; bukan membencinya. Allah صلى الله عليه وسلم berfirman:

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS Muhammad [47]: 9)

Maka kita upayakan diri untuk mencintai shalat, puasa, berbuat baik, sedekah, dan lainnya. Begitu pula hendaknya kita membenci keharaman serta perbuatan keji dan kotor. Inilah hakikat dari keimanan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ ، فَقَدِ اسْتَكْمَلَ الْإِيمَانَ

Barang siapa mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, tidak memberi karena Allah maka sungguh dia telah sempurna imannya.”6

Inilah sikap seorang muslim yang benar ketika berhadapan dengan perintah Allah عزّوجلّ.

Ada sebagian orang yang hatinya tidak senang ketika diajak untuk perkara kebaikan. Dia tidak bahagia dengan amalan ketaatan, dadanya terasa sempit dengannya. Akan tetapi, jika diajak ke jalan kebatilan, perkara yang haram, yang menyenangkan jiwa, maka hatinya akan bahagia dan penuh semangat, jiwanya akan senantiasa mengikuti. Waspadailah, itu tandanya hati telah menyimpang!! Camkan firman Allah عزّوجلّ berikut ini:

رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa, wa hab lanaa mil-ladunka rohmah, innaka antal wahhaab.

“(Mereka berdo’a), ‘Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).'” (QS Ali Imran [3]: 8)

Adakalanya seorang hamba butuh usaha untuk memaksa dirinya agar hatinya penuh dengan kecintaan kepada Allah عزّوجلّ, agama-Nya, syari’at-Nya, dan segala perintah-Nya. Sebab, bila hal itu terwujud maka manusia akan selalu dalam kebaikan. Rasulullah صلى الله عليه وسلم berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ

Allaahumma innii as-aluka hubbaka, wa hubba man yuhibbuka, wa hubba ‘amalin yuqorribu ilaa hubbika.

Ya Allah, aku meminta kepada-Mu kecintaan-Mu, kecintaan orang-orang yang mencintai-Mu, dan kecintaan terhadap amalan yang bisa mendekatkan kepada kecintaan-Mu.”7

Ketiga:

  • TEKAD KUAT UNTUK MELAKSANAKANNYA

Sebagian manusia ada yang sudah punya ilmu terhadap perintah Allah عزّوجلّ, dia pun senang (dengan ilmu tersebut), tetapi lemah dalam melaksanakan perintah tersebut. Padahal, seharusnya dia tanamkan dalam dirinya keinginan kuat untuk melaksanakan perintah tersebut dan istiqamah di atasnya. Di antara do’a yang dipanjatkan Nabi صلى الله عليه وسلم adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الأَمْرِ ، وَالعَزِيـمَةَ عَلَى الرُّشْدِ

Allohummaa inni asalukats tsabaat fil amri wa aziimata ‘alar rusydi

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ketetapan dalam suatu perkara dan keinginan kuat untuk meraih petunjuk.”8

✅ Al-Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata, “Dua kalimat dari untaian do’a ini keduanya adalah pokok dari kebahagiaan, tidaklah seorang hamba luput dari kebahagiaan kecuali karena melalaikan kedua kalimat ini atau sebagiannya.”9

Sebagai contohnya, perintah shalat. Sebagian orang telah mengetahui kewajiban shalat. Dia pun mengetahui balasan yang baik bagi orang yang shalat dan ancaman bagi yang meninggalkannya. Akan tetapi, pengetahuannya tentang shalat tidak mendorong dirinya untuk bersemangat dalam pelaksanaan shalat. Hatinya lemah dan tidak punya tekad yang kuat dalam melaksanakan shalat. Demikian juga contoh yang lainnya, sebagian orang senang mendengarkan nasihat, ceramah keagamaan, tetapi sangat berat melaksanakan kandungan ceramah yang disampaikan!! Allah عزّوجلّ berfirman:

وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُوا مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتًا

Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentu-lah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka).” (QS an-Nisa’ [4]: 66)

Orang yang semacam itu biasanya malas dalam mengamalkan perintah Allah عزّوجلّ karena faktor dunia. Dia takut ditinggalkan pengikutnya, kedudukannya di mata masyarakat menurun, sehingga amalan sunnah yang sudah jelas asalnya dari Nabi صلى الله عليه وسلم ditinggalkannya karena takut dikucilkan manusia atau pengikutnya meninggalkannya!! Allahul Musta’an.

Keempat:

  • SEGERA BERAMAL, TIDAK MENUNDA-NUNDA

Apabila Anda telah mengetahui suatu perintah Allah عزّوجلّ, Anda pun senang dan bersemangat dengannya, maka segeralah kerjakan perintah tersebut, jangan menunda-nundanya. Segeralah beramal dan lakukan secara kontinu. Allah صلى الله عليه وسلم berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (QS Ali Imran [3]: 133)

Seorang muslim akan bersegera dalam mengamalkan perintah, tidak menunda-nundanya. Jika telah tiba waktu untuk melaksanakannya maka segera mengerjakannya. Contohnya shalat, jika telah masuk waktunya, segeralah shalat, jangan menunda-nunda hanya karena urusan dunia!!

Rasulullah صلى الله عليه وسلم ditanya, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Beliau menjawab:

الصَّلَاةُ على وَقْتِهَا

Shalat pada waktunya.”10

Oleh karena itu, hendaknya setiap muslim mewaspadai segala penghalang atau kesibukan yang bisa menghalangi dari mengerjakan amalan shalih. Waspadalah dari segala perkara yang bisa menghalangi ketaatan kepada Allah عزّوجلّ, karena tujuan asal dari penciptaan manusia adalah beribadah dan taat kepada-Nya! Allah عزّوجلّ berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS adz-Dzariyat [51]: 56)

Segeralah beramal ketika kebenaran dan perintah Allah عزّوجلّ telah jelas. Janganlah Anda menjadi orang yang rugi hanya karena mempertahankan prestise diri di mata masyarakat.

Renungkanlah kisah Hiraql (Heraklius), penguasa negeri Rum (Romawi), tatkala mengetahui kebenaran kenabian Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم dan dia membenarkannya, namun dia tidak masuk Islam karena para pengikutnya tidak setuju dan tidak menaatinya; akhirnya, karena takut kehilangan pengikut dia lebih memilih kekafiran daripada masuk Islam.11

✅ Al-Imam Ibnul Qayyim رحمه الله mengatakan, “Sesungguhnya Hiraql sudah mengenal kebenaran dan sudah ada keinginan untuk masuk Islam akan tetapi kaumnya tidak mengikutinya, Hiraql takut kepada mereka, maka dia memilih kekafiran daripada Islam setelah jelas baginya petunjuk.”12

(LaNjut ke halaman2)