Kumpulan Fatwa Ringkas Ulama Salaf 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1. Benarkah anda Ahlussunah …?

2. Allah memerintahkan semua hambanya untukberdoa kepadanya.

3.Allah yang telah menurunkan Islam dan Allah pula yang akan menjaganya.

3.Jangan biarkan setan mengganggumu …!

4.Akhlak mulia yang menuntun ke surga

5.Ahlussunah adalah jalan satu-satunya yangselamat diantara firqoh yang ada.

6.IBNU ‘ARABI DAN KESESATANNYA

7.Walaupun terlewat …

8.QALBUN SALIM

9.Golongan yang menyimpang…

10.Maka-makar musuh Allah…

11.Tujuan Dakwah Salaf Ahlus Sunnah…12.Gempa lagi, gempa lagi…, Jangan putus asa

13.Luar biasanya memberi maaf …

14.TIDAK HASAD AMALAN YANG MENGHANTARKAN KE SURGA

=

Orang Orang Yang Dinilai Mati Syahid-Ust Firanda Andirja 15Mb 1jm45mnit

https://mir.cr/ZUD7XE0M

Orang Orang Yang Celaka Pada Hari Kiamat-Ust Zainal Abidin Syamsudin 12Mb 1jm10mnit

https://mir.cr/1REQJJCX

(Balada Kehidupan Akhir.Zaman, Ustadz Imam Abu Abdillah),

Laa Ilaaha Illallaah Oleh Ustadz Subhan Bawazier

Keutamaan KalimatTauhid Oleh Ustadz dr.Raehanul Bahraen Sp.PK

Konsekuensi Kalimat Tauhid Oleh Ustadz Lutfi Abdul Jabbar

Metode Al-Qur’an Dalam Mendakwahkan Tauhid Uluhiyah-Ustadz Abu Haidar As Sundawy


Ebook

Fatwa Ulama Ahlussunnah Seri 1

Fatwa Ulama Ahlussunnah Seri 2

Fatwa Ulama Ahlussunnah Seri 3

==

➡ Kumpulan Fatwa Ringkas Ulama Salaf

KUMPULAN FATWA RINGKAS ULAMA SALAF 001

APAKAH POLISI TERMASUK WAKIL PEMERINTAH?

✅ Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al ‘Abbad hafizhahullah

Pertanyaan:

.Apakah polisi termasuk wakil pemerintah?

Jawaban:

Yang nampak, mereka termasuk wakilnya.

Syarh Sunan Abi Dawud 495

BOLEHKAH BERTAKBIR DAN BERTASBIH SAAT NAIK TURUN TINGKAT RUMAH?

✅ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan 788:

Apakah disyariatkan bertakbir ketika menaiki tingkat rumah teratas atau tangga dan bertasbih saat menuruni tingkat rumah yang bawah, menyamakan dengan perbuatan para sahabat nabi radhiyallahu ‘anhum?

Jawaban:

Yang demikian ini tidak disyariatkan, akan tetapi itu khusus saat safar (bepergian).

Al Kanzu ats Tsamin Fii Sualat Ibn Sanid

APAKAH UMAT TERDAHULU JUGA MENGALAMI PERTANYAAN KUBUR?

✅ Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al ‘Abbad hafizhahullah

Pertanyaan:

Apakah pertanyaan kubur hanya untuk umat ini atau meliputi seluruh umat?

Jawaban:

Yang nampak, pertanyaan kubur untuk seluruhnya, tidak hanya untuk umat ini.

Syarh al Arba’in an Nawawiyah 5

BOLEHKAH MENGATAKAN BAHWA HAWA’ BINTU ADAM?

✅ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan 768:

Benarkah perkataan ulama: Hawa’ bintu Adam (Hawa’ putrinya Adam)?

Jawaban:

Ya. Tidak mengapa. Karena Hawa’ diciptakan dari (tulang rusuk) Nabi Adam ‘Alaihis Salam, meskipun Hawa’ itu istrinya. Hal ini semisal anak-anak Nabi Adam ‘Alaihis Salam yang salah satunya menikah dengan saudarinya.

Al Kanzu ats Tsamin Fii Sualat Ibn Sanid

BOLEHKAH MELETAKKAN TANGAN PADA PAHA ORANG LAIN?

✅ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan 771:

Apa hukum meletakkan tangan di atas paha orang lain?

Jawaban:

Menurutku tidak mengapa, kecuali bila timbul fitnah.

Al Kanzu ats Tsamin Fii Sualat Ibn Sanid

MATI MENDADAK BUKAN TERMASUK AKHIR HIDUP YANG JELEK

✅ Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al ‘Abbad hafizhahullah

Pertanyaan:

Apakah mati mendadak termasuk akhir hidup yang jelek?

Jawaban:

Tidak, tidak dikatakan: sesungguhnya itu termasuk akhir hidup yang jelek (su’ul khatimah). Karena bisa jadi seseorang masih dalam keadaan baik lalu ia mati mendadak dan bisa jadi pula seseorang dalam keadaan jelek lalu ia mati mendadak. Sehingga tidak dikatakan: sesungguhnya mati mendadak itu termasuk su’ul khatimah.

Sebab seseorang yang istiqamah mentaati Allah dan terus bertakwa kepada Allah Ta’ala, bisa jadi mati mendadak.”

Syarh al ‘Arbain an Nawawiyah 11

DARI MANAKAH MUSLIM YANG BERMAKSIAT MENGAMBIL CATATAN AMALNYA?

✅ Syaikh Shalih bin Fauzan al Fawzan hafizhahullah

Pertanyaan:

Apakah seorang muslim yang bermaksiat menerima catatan amalnya dari sebelah kiri atau sebelah kanan?

Jawaban:

Seorang muslim yang bermaksiat akan menerima catatan amalnya dari sebelah kanannya. Meski ia menerima catatan amalnya dari sebelah kanannya, namun terkadang ia disiksa karena keburukannya. Hanya saja ia tidak kekal di neraka sebagaimana orang kafir kekal.”

https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/8786

http://t.me/ukhwh

HUKUM MEMBERI OBAT PENUMBUH JENGGOT

✅ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan 705:

Apa hukum memberi obat penumbuh atau memperbanyak jenggot?

Jawaban:

Tidak mengapa.

Al Kanzu ats Tsamin Fii Sualat Ibnu Sanid Libni ‘Utsaimin

HUKUM MENGUNYAH PERMEN KARET DI HADAPAN ORANG LAIN

✅ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan 799

Apa pendapat Anda tentang mengunyah permen karet di hadapan manusia?

Jawaban:

Menurut kebiasan kami, itu bertentangan dengan muruah (kewibawan)

Al Kanzu ats Tsamin Fii Sualat Ibn Saniid

MANA YANG LEBIH AFDHAL ANTARA SHALAT SUNNAH DAN MEMBACA AL QUR’AN SAAT DATANG AWAL UNTUK SHALAT JUMAT

✅ Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan:

Terkait shalat sunnah, mana yang lebih utama membaca al Qur’an atau shalat sunnah beberapa rakaat, ketika seorang muslim datang shalat Jum’at lebih awal?

Jawaban:

Yang pertama ia shalat Tahiyyatul Masjid, lalu jika ia ingin menambah—Maa syaa Allah—shalat sunnah, maka ini hal yang baik. Namun jika ia menggabungkan antara shalat pada kali pertama dan membaca al Qur’an pada kali kedua, maka ini lebih baik.

Sumber: http://www.alfawzan.af.org.sa/sites/default/files/13_12.mp3 

HUKUM MEMOTONG RAMBUT ANAK PEREMPUAN SEPERTI MODEL RAMBUT ANAK LAKI-LAKI?

✅ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah :

Pertanyaan:

Bolehkah memotong rambut anak perempuan seperti model rambut anak laki-laki karena rambutnya susah tumbuh, jadi harus dipotong?

Jawaban:

Tidak boleh memotong rambut wanita seperti rambut pria baik masih kecil atau sudah besar. Karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat para wanita yang menyerupai kaum lelaki. Adapun bila kondisi rambutnya sulit tumbuh, maka dengan memotongnya akan menambah sulit tumbuh.

Sedangkan mencukur dikatakan akan menambah pertumbuhan, kekuatan, daya tahannya. Namun boleh jadi diperoleh disini sehingga jika bisa mencukupkan dengan mencukur.

Liqa’ al Bab al Maftuh 84

WAKTU YANG SUNNAH BAGI MAKMUM UNTUK SALAM

✅ Al ‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

Yang sunnah, makmum salam ketika imamnya telah salam. Jika makmum beralasan: saya ingin berdoa sehingga saya terlambat salam!

Kami katakan: yang sunnah engkau bersegera salam bersama imammu, karena engkau tidak shalat sendirian. Demikian pula alasan yang dikatakan saat sujud.”

Syarh al Bukhari 3/552

MASIH ADAKAH KETURUNAN ORANG-ORANG YANG DIRUBAH MENJADI KERA DAN BABI?

✅ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

Allah ﷻberfirman:

وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيْرَ

Di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi.” (QS. Al Maidah:60)

Apakah yang dimaksud dengan kera dan babi dalam ayat ini masih ada?

Jawabanya: tidak ada

Berdasarkan riwayat shahih dalam Shahih Muslim dari Nabi ﷺ bahwasannya Beliau bersabda:

إن كل أمة مسخت لا يبقى لها نسل

Sesungguhnya setiap umat yang dirubah bentuk rupanya tidak memiliki keturunan.”

Berdasarkan hadits ini, tidak ada lagi kera dan babi yang merupakan sisa orang-orang yang dirubah bentuk rupa mereka

Al Qaulul Mufid 1/475

MEMAKAI SARUNG TANGAN MERUPAKAN KEBIASAAN SHAHABIYAH

✅ Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

Wajib atas kaum wanita saat keluar rumah menutup kedua telapak tangannya, kedua telapak kakinya, wajahnya dengan penutup apapun. Namun yang utama memakai sarung tangan seperti kebiasan para shahabiyah (sahabat wanita Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) radhiyallahu ‘anhunna saat keluar.

Dalilnya sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tentang seorang  ketika berihram:

لا تلبس القفازين

” Janganlah ia memakai sarung tangan.” (HR. Al Bukhari 1838)

Hadits ini menunjukkan bahwa di antara kebiasan shahabiyah adalah memakai sarung tangan saat keluar.”

Fatawa Ulama’ al Balad al Haram 741

PENDAPAT YANG RAJIH TENTANG HUKUM SHALAT GAIB

✅ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin ditanya:

Apa pendapat yang rajih (kuat) tentang shalat gaib?

Beliau menjawab dengan ucapannya: shalat gaib tidak disyariatkan melainkan atas orang yang belum dishalatkan. Inilah pendapat yang rajih.

Majmu’ Fatawa Wa Rasail al ‘Utsaimin 17/149

PERBANDINGAN DOSA ANTARA MENINGGALKAN PERKARA YANG WAJIB DAN MELAKUKAN PERKARA YANG HARAM

✅ Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al ‘Abbad hafizhahullah berkata:

Adapun perkataan tentang meninggalkan kewajiban lebih besar dosanya daripada melakukan perkara yang haram, maka kami katakan: masing-masingnya jelek. Namun meninggalkan hal yang wajib lebih besar dosanya daripada melakukan yang haram. Sebab hanyalah Iblis yang terlaknat diusir dan dijauhkan dikarenakan ia meninggalkan hal wajib yang diperintahkan Allah Ta’ala kepadanya yaitu bersujud kepada Nabi Adam ‘alaihis salam.”

Syarh al Arbain an Nawawiyah 33

KETIKA SEBUAH MASJID MEMILIKI DUA JALAN, MANA YANG DIPILIH?

✅ Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

Jika sebuah masjid memiliki dua jalan. Jalan yang pertama dekat dan jalan yang kedua jauh. Mana yang utama untuknya, pergi melalui jalan yang jauh atau dekat?

Jawabannya: ia pertimbangkan mashlahatnya. Karena bisa jadi ada yang mengatakan: kepergiannya melalui jalan yang dekat itu lebih baik sehingga ia segera sampai ke masjid lalu ia tinggal di tempat shalatnya dalam keadaan para malaikat bershalawat atasnya, dengan mengatakan: Ya Allah berilah shalawat kepadanya, Ya Allah ampunilah ia, Ya Allah sayangilah ia.”

At Ta’liq ‘Ala Shahih Muslim 2/68

==

KUMPULAN FATWA RINGKAS SALAF 002

HUKUM MENIRUKAN SUARA AZAN ORANG LAIN

Adapun membebani diri saat mengumandangkan azan dengan meniru suara azan orang lain tidak dikenal dalam petunjuk salafus shalih  (orang-orang saleh terdahulu).”

Al Lajnah ad Daimah Fatwa no.20579

WALI ALLAH DAN KAITANNYA DENGAN BENCI MATI

✅ Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al ‘Abbad hafizhahullah

Pertanyaan:

Bagaimana seseorang menjadi wali Allah sedangkan ia tidak suka kematian dan bertemu dengan Allah?

Jawaban:

Allah menciptakan manusia di atas kondisi tidak suka dengan kematian. Akan tetapi kondisi ini tidak bertentangan dengan seseorang sebagai wali Allahﷻ. Selanjutnya bisa jadi panjangnya umur disertai keistiqamahan itu lebih baik bagi seseorang. Keberadaan seseorang suka tetap hidup sedangkan ia di atas kebaikan terus beribadah, maka padanya ada tambahan kesempurnaan, tambahan amal, dan tambahan pendekatan  yang dengannya akan mendekatkan dirinya kepada Allahﷻ.

Sebaliknya, panjangnya umur disertai kemaksiatan inilah yang akan menjadi bahaya dan akan berdampak kerugian kepada orangnya.”

Syarh al Arba’in an Nawawiyah 33

AGAR PERKARA YANG SEPELE BERNILAI IBADAH

✅ Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

“Sepantasnya seseorang itu meminta pertolongan kepada Allah ﷻ pada segala hal sampaipun pada perkara yang sepele seperti pergi, datang, makan, minum, dan berpakaian. Sehingga dengan itu tercapai keperluannya dalam keadaan ia beribadah kepada Allah ﷻ.

Karena meminta pertolongan itu termasuk jenis ibadah. Jika seorang meminta tolong kepada Allah, niscaya akan diringankan untuknya urusan dan dimudahkan baginya.

Ahkam Min al Qur’an al Karim 1/37

BAGAIMANA CARA MEMPEROLEH ILMU SYAR’I?

✅ Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

Firman Allah Ta’ala:

 وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ

Dan orang-orang yang diberi ilmu.(Al Mujadilah:11)

Ayat ini mengandung isyarat bahwa ilmu syar’i tidak diperoleh seseorang dengan usaha dirinya semata. Bahkan seseorang sangat butuh kepada Allah ﷻ untuk mendapatkannya karena ilmu itu bukan berasal dari usahamu semata. Sebab betapa banyak orang menuntut ilmu selama bertahun-tahun, namun ia tidak mendapatkannya. Sebaliknya berapa banyak orang mendapat banyak ilmu dalam waktu yang singkat. Semuanya ini tergantung kepada bersandarnya seseorang kepada Allah ﷻ dan permohonannya kepada Allah ﷻ untuk menambahinya ilmu.”

At Ta’liq ‘Ala Muqaddimah al Majmu’ 37

SEBAB UNTUK MENGINGAT SESUATU LAGI KETIKA LUPA

✅ Allah Ta’ala berfirman:

وَاذْكُرْ رَبَّكَ إِذَا نَسِيتَ

Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa.” (Al Kahfi:24)

✅ Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

Bahwa melalui ayat ini Allah memberikan petunjuk kepada seseorang yang lupa akan sesuatu dalam pembicaraannya, agar ia mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. karena sesungguh­nya lupa itu bersumber dari setan. Dengan mengingat Allah Ta’ala akan mengusir setan. Ketika setan telah hilang, akan hilang pula lupa. Maka, mengingat Allah Ta’ala merupakan sebab untuk mengingat sesuatu lagi.”

Tafsir al Qur’an al ‘Azhim 3/87

HUKUM BERBICARA DALAM KAMAR MANDI SEBELUM MULAI BUANG HAJAT

✅ Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:

Syaikh, apa hukum berbicara dalam kamar mandi sebelum mulai buang hajat?

Jawaban:

Tidak mengapa, terkhusus ketika perlu berbicara, karena tidak adanya larangan yang jelas tentangnya. Kecuali jika dua orang telah buang hajat dan masing-masing telah duduk sambil berbicara, maka yang seperti ini ada larangannya. Adapun sekedar berbicara dalam tempat buang hajat, maka tidak ada larangannya.

Liqa’ al Bab al Maftuh 171

UCAPAN UNTUK MEMUDAHKAN URUSAN

✅ Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

Bahwasannya kalimat

لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله 

Tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah

adalah salah satu perbendaharaan jannah (surga). Engkau mengucapkannya wahai manusia di saat suatu hal meletihkanmu, memberatkanmu, dan engkau tidak bisa melakukannya;  katakanlah:

لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله

niscaya Allah Ta’ala memudahkan bagimu urusan tersebut.”

Syarh Riyadh ash Shalihin hal.522

URGENSI DOA TERHADAP MUSIBAH

“Doa akan 

*meringankan musibah, 

*menolaknya 

*atau bahkan dapat menolak hal yang lebih besar daripada musibah itu sendiri. 

✅ Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda, 

لا يرد القدر إلا الدعاء

Tidak ada yang menolak taqdir kecuali doa.” [Hasan: Sunan Ibnu Majah no. 87; Al-Mustadrak 1/493. Shahih Sunan Ibnu Majah no. 73; Shahih At-Targhib wa At-Tarhib 2/129]

Fatwa Lajnah Daimah no. 17885

ARTI MUSIBAH YANG MENIMPA SESEORANG

✅ Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah

Suatu musibah terkadang untuk mengangkat derajat dan melipagandakan pahala sebagaimana ujian yang pernah ditimpakan Allah kepada para nabi dan orang-orang saleh dan  terkadang ujian itu untuk menghapus amal-amal buruk sebagaimana firman Allah Ta’ala, 

 مَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا يُّجْزَ بِهٖۙ

Barang siapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu. (An Nisa’:123)

✅ dan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, 

Tidak ada kegelisahan, kegundahan, keletihan, sakit, kesedihan atau gangguan yang dirasakan seorang Muslim, bahkan duri yang melukainya, kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya karena hal-hal tersebut.”

✅ serta sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, 

Barangsiapa diinginkan Allah mendapat kebaikan, maka Dia akan mengujinya.” 

Ujian juga terkadang sebagai azab yang disegerakan oleh Allah karena maksiat dan pelakunya tidak mau segera bertobat sebagaimana hadits dari Nabi Shallallahu `Alaihi wa Sallam bahwasanya ia bersada, 

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba-Nya, maka Dia menyegerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menginginkan keburukan pada hamba-Nya, maka Dia tidak langsung menghukumnya karena dosanya hingga kelak Dia menghukumnya pada hari kiamat.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi yang menyatakannya sebagai hadis hasan.

https://bit.ly/2QlyMTG

BARANGSIAPA TERBUNUH SAAT MEMBERANTAS NARKOBA MAKA DIA MATI SYAHID

✅ Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata:

Tidak diragukan lagi bahwa memberantas miras dan narkoba termasuk salah satu jihad di jalan Allah yang paling agung. Di antara kewajiban yang paling utama adalah tolong-menolong antar sesama anggota masyarakat dalam memberantas miras dan narkoba karena memberantas miras dan narkoba akan mendatangkan kebaikan bagi seluruh anggota masyarakat. Selain itu, maraknya miras dan narkoba akan mendatangkan bahaya bagi semua pihak. Oleh karena itu, barangsiapa meninggal dunia saat melaksanakan tugas memberantas kejahatan yang satu ini, maka dia termasuk syahid selama dia melaksanakannya dengan niat yang baik. Begitu pula, barangsiapa membantu dan memberi info kepada pihak berwajib dalam membongkar gudang penyimpanan narkoba, dia akan mendapat pahala. Dia termasuk orang yang berjihad di jalan yang benar, berjihad demi kebaikan kaum muslimin, dan berjihad dalam melindungi masyarakat dari hal-hal yang membahayakan mereka.”

https://bit.ly/2OluXvV

MENJUAL BARANG SEBELUM MEMILIKI DAN MENERIMANYA TIDAK DIPERBOLEHKAN

Pertanyaan: 

Seorang pedagang yang memajang sampel sejumlah barang , seperti lemari es dan mesin cuci dan lainnya. Jika ada seseorang ingin membeli salah satu barang yang sampelnya dia pajang tersebut, maka dia akan membuat kesepakatan harga dengannya. Kemudian dia menghubungi penyuplai barang tersebut dan dia membeli sejumlah yang diinginkan pembeli kemudian dia mengantarkannya dengan mobilnya ke tempat pembeli tersebut dan dia menerima uang pembayarannya. Apa hukum jual beli seperti ini? 

Jawaban: 

Jual beli seperti ini tidak diperbolehkan karena penjual menjual barang sebelum memiliki dan menerimanya . Karena telah ada sebuah hadits sahih dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bahwasanya Beliau bersabda, “Tidak boleh meminjam dan berjual beli dalam satu transaksi dan tidak boleh juga menjual barang yang tidak kamu miliki.“Ada pula hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwasanya ia bersabda kepada Hakim bin Hizam, “Janganlah kamu menjual barang yang tidak ada padamu.“Telah shahih pula sebuah riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang menjual kembalibarang di tempat transaksi hingga barang tersebut dipindahkan oleh para pedagang ke tempat mereka masing-masing.”

Allahlah pemberi taufik.

https://bit.ly/2P6pWfW

PERBEDAAN ANTARA KHALAFA AL WA’AD DAN AL GHADAR PADA HADITS  TENTANG PERANGAI ORANG MUNAFIK

✅ Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al ‘Abbad hafizhahullah

Pertanyaan:

Apa perbedaan antara idza wa’ada akhlafa (apabila berjanji menyelisihi) dan wa idza ‘aahada ghadara (apabila berjanji menyalahi)?

Jawaban:

Al wa’ad tidak sama dengan al ‘ahd. Al ‘ahd adalah memberikan janji Allah dan perjanjian-Nya. Seperti perkara yang terjadi dalam jihad dan perjanjian antara kaum muslimin dan kaum kafir.

Adapun wa’ad  adalah seseorang mengatakan: saya akan melakukan begini dan begitu namun ia berniat untuk tidak melakukannya.

Syarh al Arbain an Nawawiyah 36

HUKUM MEMELIHARA AYAM JAGO DENGAN TUJUAN MENDENGAR KOKOK SUARANYA

✅ Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah

Pertanyaan:

Syaikh! Bolehkah memelihara ayam jago dengan tujuan mendengar suaranya berdasarkan penyebutan hadits tentangnya? Barakallahu fiikum

Jawaban:

Saya tidak tahu tentang hal ini. Yang disyariatkan bagi seseorang saat mendengar kokok ayam jago adalah memohon kepada Allah Ta’ala karunia-Nya.

Selanjutnya penanya mengatakan: bolehkah saya memiliki ayam jago supaya ia berkokok lalu

saya pun bisa memohon kepada Allah Ta’ala karunia-Nya? Hanya saja saya khawatir ayam jagomu bisu (jika engkau memilikinya). Tidak, ini tidak pernah diriwayatkan dari salaf. Alhamdulillah engkau mohonlah kepada Allah Ta’ala karunia-Nya saat engkau mendengar kokok ayam jagomu ataupun tidak mendengar. Mohonlah selalu kepada Allah karunia-Nya.

Liqa’ al Bab al Maftuh 200

BESAR PAHALA UNTUK ORANG YANG MENGHIDUPKAN AJARAN NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM

✅ Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin rahimahullah berkata:

“Dan telah diketahui bahwa dengan menghidupkan sunnah (ajaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam) seseorang akan diberi pahala sebanyak dua kali:

yang kali pertama: atas amalan sunnahnya

-yang kali kedua: atas menghidupkan sunnah.”

Syarh Riyadhish Shalihin 3/582

HIKMAH MEMBACA DOA SETELAH KELUAR DARI TEMPAT MEMBUANG HAJAT

✅ ▪️Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata:

Saat keluar dari tempat membuang hajat, seseorang disyariatkan untuk membaca: “Ghufraanak” [Aku memohon pengampunan-Mu.(HR. at-Tirmidzi no. 8, Abu Dawudno. 28, Ibnu Majah no. 296, dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Irwa’ul Ghalil no. 52)]. Demikian pula saat selesai membuang hajat jika dia di padang pasir dan selesai buang air kecil atau besar, dia disunahkan untuk membaca: “Ghufraanak.”

Hikmah dari itu semua–wallaahu a’lam– bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah memberinya nikmat makanan dan minuman kemudian memberinya nikmat keluarnya kotoran (penyakit) dari dalam tubuh. Hamba itu selalu kurang menyukuri nikmat Allah. Oleh karena itu, setelah keluar penyakit dari dalam tubuhnya dan setelah mendapatkan nikmat makanan dan minuman, dia disyariatkan untuk meminta ampun kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyukai hamba-Nya yang menyukuri nikmat-Nya dan memohon ampunan atas kesalahan-kesalahannya sebagaimana Allah berfirman: Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) -Ku.”

https://bit.ly/2EXAfOF

(Lanjut Ke Halaman 2)

Iklan