Antara Khalid Basalamah, Tabayyun, HRS, Majelis Ahlu Bid’ah, Foto, Tahdzir, dan Berbaik Sangka Kepada Manusia

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Jangan Meremehkan Orang Lain

2.Termasuk Dosa Besar, Suka Mencela

3.Kebaikan Adalah Akhlak Yang Mulia

4.Kumpulan Hadits Shahih Pilihan 003

5.Hadits Orang Yang Buta Yang Menjadi Hujjah Bagi Orang Yang Bertawassul Dengan Orang-orang Yang Sudah Meninggal Dunia

6.Jangan Salah, Inilah HukumMembaca Al Quran di AplikasiHP

7.Nikmat dan Musibah Telah Allah Tetapkan

8.Nasihat Penting Bagi Wanita Muslimah

9.Biografi Atha bin Abi Rabah

10.Hukum Mengatakan “Ini Pertanda Baik / Buruk”

==

Orang Orang Yang Dinilai Mati Syahid-Ust Firanda Andirja 15Mb 1jm45mnit

https://mir.cr/ZUD7XE0M

Orang Orang Yang Celaka Pada Hari Kiamat-Ust Zainal Abidin Syamsudin 12Mb 1jm10mnit

https://mir.cr/1REQJJCX

Saudaraku Inilah Pondasi Agamamu-Ustadz DR Khalid Basalamah MA

Hiduplah Mulia Dengan Islam-Ustadz DR Khalid Basalamah MA

Amalan – Amalan Yang MendatangkanRahmat Allah-Ustadz DR Khalid Basalamah MA

Khalid Basalamah · Kenalilah Tuhanmu Engkau Akan Bahagia

Kenalilah Al-Qur’an Engkau Akan Bahagia-Ust Khalid BasalamahBasalamah

Membentuk Keluarga Ahli Surga-„,Khalid Basalamah

Mendekatkan Keluarga Kepada Sunnah-Ust Khalid Basalamah

Bekal Dunia dan Akhirat-Ust Khalid Basalamah

Mutiara Musibah dan Cobaan-Ust Khalid Basalamah

10 Pilar dalam Mempertahankan RumahTangga-Ust Khalid Basalamah

Bergegas Dalam Beramal Sholeh-Ust Khalid Basalamah


Ebook

Panutan Yang Baik

Etika Menggunakan Telpon Genggam

Adab Berbicara

Memelihara Lisan

Kaidah Menerima Dan Menyampaikn Berita

Berbaik Sangka Kepada Manusia – Ustadz Khalid Basalamah

Berbaik Sangka Kepada OrangLain; Eps. 01 – Ustadz Aris Munandar

Pentingnya berprasangka baik sesamamuslim, Ustadz DR Khalid Basalamah, MA

==

Antara Khalid Basalamah, Tabayyun, HRS, Majelis Ahlu Bid’ah, Foto, Tahdzir, dan Berbaik Sangka Kepada Manusia

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Tahdzir, semoga Allahmenjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

  • Pentingnya Tabayyun :


Terkait beredarnya foto dan informasi al-Ustadz Dr. Khalid Basalamah, MA حفظه الله تعالىٰ berkata :

Ana ketemu membahas masalah penghalangan TA (Tabligh Akbar) Salaf agar selesai dan kami Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan semua itu hanya hitungan menit saja lalu ana balik.”

Inilah mengapa Allah memerintahkan kita untuk tabayyun agar tidak keliru dalam menilai atau pun menghukumi.

✅ Allah ﷻ berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan menyesal atas perbuatanmu itu.”

(QS. Al-Hujuurat [49] : 6)

Al-Hafizh Ibnu Katsir رحمه الله تعالىٰ berkata ketika menafsirkan ayat di atas,

Allah memerintahkan untuk memeriksa dengan teliti dan berhati-hati terhadap berita yang bersumber dari seorang yang fasiq. Tujuannya agar tidak terjebak menghukumi sesuatu berdasarkan ucapan orang fasiq tersebut, sehingga justru kita menjadi orang yang berdusta atau keliru. Pada hakikatnya, orang yang menghukumi sesuatu berdasarkan ucapan orang fasiq berarti dia telah mengikutinya, padahal Allah melarang mengikuti jalan para pembuat kerusakan.”

(Tafsiir Ibni Katsiir, VII/3265)

Bagi mereka yang telah menuduh serta merendahkan al-Ustadz Dr. Khalid Basalamah, MA حفظه الله تعالىٰ maka bertaubat dan meminta maaflah kepada beliau sebelum terlambat karena di akhirat yang ada hanyalah amal baik atau buruk.

✅ Rasulullah ﷺ bersabda,

Barangsiapa pernah melakukan suatu kezhaliman terhadap saudaranya berkenaan dengan kehormatan atau selainnya, maka hendaklah dia meminta kehalalan (keridhaan atau kerelaan atas perbuatannya itu) darinya di hari ini, sebelum datang hari yang tidak lagi bermanfaat dinar maupun dirham (uang dan harta) pada hari Kiamat, jika ia memiliki amal shalih akan diambil seukuran kezhalimannya dan diberikan kepada orang yang dizhalimi tersebut, dan jika ia (orang yang menzhalimi) tidak mempunyai kebaikan, maka akan diambilkan keburukan saudaranya itu (yang dizhalimi) lalu dipikulkan kepada orang yang menzhaliminya.”

(Shahiih, HR. Al-Bukhari, II/856, no. 2317, dan V/2394, no. 6169, 6534)

✅ Catatan :

[1]. Ustadz Khalid Basalamah حفظه الله تعالىٰ tidak bermajelis dengan Habib Rizieq Syihab. Dan itu terbukti dari keterangan yang beliau sampaikan di atas. Justru beliau menyampaikan keberatan kepada Habib Rizieq Syihab mengapa tabligh akbar Salafiyyun sering dibubarkan, padahal kami adalah Ahlus Sunnah.

[2]. Ustadz Khalid Basalamah حفظه الله تعالىٰ juga mengingatkan Habib Rizieq Syihab untuk tidak lagi menjelek-jelekkan Arab Saudi (Wahhabi), dimana negara tersebut menjadi tempat berlindung Habib Rizieq Syihab.

[3]. Dari penjelasan di atas, kunjungan dan nasihat beliau hanya hitungan menit selepas itu langsung kembali pulang.

Jika kita ingin jujur, dimana letak kesalahan dan penyimpangannya?

Kalaupun ada, tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan kebaikan dan seruan beliau untuk tidak mencela, mencacimaki Arab Saudi dan Salafiyyun, Ahlus Sunnah wal Jama’ah jadi bukan bagian dari tolong-menolong dalam da’wah namun dalam rangka menasihati dalam kebajikan dan ketakwaan dan ini diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, Muhammad ﷺ.

✅ Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :

Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

(QS. Al-‘Ashr [103] : 1 – 3)

Bukankah Habib Rizieq Syihab seorang muslim?

Jika ya, salahkah jika seorang da’i menasihatinya untuk kembali kepada al-haq untuk tidak menjelek-jelekkan da’wah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan Arab Saudi?

✅ Bukankah Rasulullah ﷺ bersabda,

Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat.”

Para Shahabat bertanya,

Untuk siapa, wahai Rasulullah?”

✅ Beliau ﷺ menjawab,

Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan imam kaum muslimin (para penguasa kaum muslimin), dan bagi kaum muslimin pada umumnya.”

(Shahiih, HR. Muslim, I/74, no. 55 [95], Ahmad, IV/102 – 103, Abu Dawud, no. 4944, an-Nasaa-i, VII/156 – 157, al-Humaidi, no. 837, Ibnu Hibbaan, no. 4555, al-Baihaqi, VIII/163, ath-Thabrani, no. 1260 – 1268, dan al-Baghawi, XIII/93, no. 3514)

  • Pengumuman :


Mengingat banyaknya pertanyaan tentang keanggotaan Ustadz.Kholid Basalamah M.A di Dewan Fatwa, maka perlu kami beritahukan bahwa beliau ustadz Kholid Basalamah M.A sejak tanggal 24 Agustus 2018 telah mengundurkan diri dari keanggotaan Dewan Fatwa.

4 November 2018

Ketua Dewan Fatwa Perhimpunan Al Irsyad

Firanda Andirja

Dalam melihat foto tersebut, kaum muslimin terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :

  • ✅ [1]. Kelompok ekstrim keras.

Mereka yang mengolok-olok seorang Ahlus Sunnah hanya dari sebatas foto bersama seseorang yang dianggap ahlul bid’ah. Padahal ia sendiri tidak mengetahui apa-apa dari foto tersebut, sebab bisa jadi foto tersebut di ambil pasca kunjungan dari seorang Ahlus Sunnah untuk menasihati seseorang untuk kembali kepada Ahlus Sunnah yang tertuduh ahlul bid’ah.

Sampai-sampai mereka memberikan ‘pujian’ kepada Ahlus Sunnah tersebut dengan ungkapan :

Tidaklah burung berkumpul (terbang) kecuali bersama sekumpulan burung lainnya.”

Mungkin mereka lupa bahwa para ‘ulamaa tidak bersikap sebagaimana cara mereka bersikap yang ekstrim di dalam menyikapi apa-apa yang tidak diketahui.

  • ✅ [2]. Kelompok yang bermudah-mudahan.

Mereka seperti yang ada pada status, sangat bermudah-mudahan. Jika ada seorang Ahlus Sunnah yang berfoto bersama ahlul bida’ maka dikatakan mereka bersatu. Padahal tidak ada kelaziman seperti itu sebagaimana telah saya paparkan di atas.

  • ✅ [3]. Mereka yang berada di pertengahan, tidak berlebih-lebihan dan juga tidak bermudah-mudahan.

Inilah sikap Ahlus Sunnah yang adil dalam melihat, tidaklah mereka menimbang kecuali di atas timbangan ‘ilmu dengan ‘aqidah dan manhaj Salaf, Ahlus Sunnah wal Jama’ah bukan sekedar dari satu atau dua buah foto lalu menyimpulkan ini dan itu.

Keterangan :

Foto saya dapatkan dari Akhuna Marwan Oge

Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.

  • Berbaik Sangka Kepada Muslim


Dari klarifikasi ini koq ada orang yang punya anggapan bahwasanya ini (datangnya Ustadz Khalid Basalamah حفظه الله تعالىٰ menemui HRS) bukan bagian dari nasihat untuk tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa?

Apalagi sampai menuduh meminta bantuan kepada Habib Rizieq Syihab هداه الله تعالىٰ

✅ Tanggapan :

Buka mata dan hati kita.

Dari klarifikasi tersebut jelas beliau حفظه الله تعالىٰ tidak bermajelis kepada HRS, namun menjelaskan bahwasanya beliau adalah Ahlus Sunnah maka tidak perlu adanya penghalangan tabligh akbar.

Kalimat ini jelas dan gamblang, koq bisa diartikan meminta tolong kepada HRS?

Kemudian nasihat Ustadz Khalid Basalamah حفظه الله تعالىٰ kepada HRS adalah untuk berhenti menghina dan menjelek-jelekkan Arab Saudi utamanya da’wah Salafiyyah, Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang begitu sering dijuluki negara Wahhabi yang ternyata itu adalah tempat dia berlindung saat ini.

Baca kemudian pahami, apakah itu bukan nasihat untuk tidak menghina dan menjelek-jelekkan Arab Saudi?

Seperti kita berkata kepada anak :

Nak, jika kamu diperlakukan tidak baik maka jangan kamu menecela dan menghina teman kamu ya.”

Itu nasihat bukan?

Ternyata iri, dengki juga hasad telah menutupi hati sebagian dari kita sehingga sulit untuk mendapatkan kebenaran sehingga selalu mencari celah untuk menjatuhkan saudara-saudara kita.

Bukankah Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :

Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

(QS. Al-‘Ashr [103] : 1 – 3)

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin ‘Aus ad-Daari رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat, agama itu adalah nasihat.”

Para Shahabat bertanya,

“Untuk siapa, wahai Rasulullah?”

Beliau ﷺ menjawab,

“Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan imam kaum muslimin (para penguasa kaum muslimin), dan bagi kaum muslimin pada umumnya.”

(Shahiih, HR. Muslim, I/74, no. 55 [95], Ahmad, IV/102 – 103, Abu Dawud, no. 4944, an-Nasaa-i, VII/156 – 157, al-Humaidi, no. 837, Ibnu Hibbaan, no. 4555, al-Baihaqi, VIII/163, ath-Thabrani, no. 1260 – 1268, dan al-Baghawi, XIII/93, no. 3514)

Ya akhi, apakah yang dinamakan nasihat itu apabila kita menyampaikan atau menda’wahkan sesuatu langsung diterima itu baru nasihat? Jika tidak diterima maka itu bukan nasihat?

Ketahuilah, bahwasanya hidayah dan taufiq mutlak milik Allah, Dia memberikan kepada siapa yang Dia kehendaki dan menghalangi kepada siapa yang Dia kehendaki, karena tugas kita hanyalah menyampaikan bukan memaksa.

✅ Allah ﷻ berfirman :

“Sungguh, engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

(QS. Al-Qashash [28] : 56)

Melihat kenyataannya demikian maka tidak ada yang keliru dari datangnya Ustadz Khalid Basalamah حفظه الله تعالىٰ menemui Habib Rizieq Syihab, karena beliau hanya menyampaikan da’wah berupa nasihat bukan untuk bermajelis kepada HRS. Dan kita pun berdo’a kepada Allah semoga Allah tetapkan hidayah Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih, Ahlus Sunnah wal Jama’ah kepada HRS, bukan justru menjatuhkan Ustadz Khalid Basalamah dengan cara mencari-cari kesalahan yang ternyata hakikatnya itu bukanlah sebuah kesalahan.

✅ Dari Abu Darda’ رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,Rasulullah ﷺ bersabda,

Barangsiapa yang mendo’akan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya (secara diam-diam), melainkan malaikat akan berkata,

‘Aamiin dan bagimu juga kebaikan yang sama.'”

(Shahiih, HR. Muslim, no. 2732, 4912, dan Abu Dawud, no. 1534)

Dalam lafazh lain disebutkan :

Rasulullah ﷺ bersabda,

Do’a seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) tanpa diketahui olehnya adalah do’a mustajabah. Di atas kepalanya (orang yang berdo’a) ada malaikat yang diutus. Sehingga setiap kali dia mendo’akan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan,

‘Aamiin dan engkau pun akan mendapatkan apa yang ia dapatkan.'”

(Shahiih, HR. Muslim, IV/2094, no. 2733 [88], dan Ibnu Majah, no. 2895)

Nasihat Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas حفظه الله تعالىٰ di Masjid Mujahidin, Perak – Surabaya.

  • Sibukkan dengan ‘ilmu.

Dalam sesi tanya – jawab :

✅ Pertanyaan :

Bagaimana sikap thalabul ilmi (penuntut ‘ilmu) apakah boleh mentahdzir ustadz yang baru-baru ini dinilai membuat kesalahan?”

✅ Jawaban :

Jangan ikut-ikut, itu urusan ustadz. Antum belajar belajar belajar, jangan jadi seperti JT, Jamaah Tahdzir… kerjaannya tahdzir terus makanya bodoh bodoh mereka.”

Kajian beliau حفظه الله تعالىٰ disiarkan langsung dari Surabaya via Radio Rodja 756 Am dan Rodja TV.

✅ Hal ini seperti yang dinasihatkan oleh Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i رحمه الله تعالىٰ

Beliau رحمه الله تعالىٰ berkata,

Yang saya serukan kepada saudara-saudaraku di jalan Allah, orang-orang yang menghendaki keselamatan pada masa ini, dimana sangat banyak terjadi di dalamnya berbagai fitnah dan menjadi gelap gulita, untuk berkonsentrasi pada ‘ilmu yang bermanfaat, antusias dengan ‘ilmu yang bermanfaat, dan berpegangteguh pada agama Allah, sebab sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kita akan hal ini, demikian juga Nabi kita Muhammad ﷺ memerintahkan kita akan hal yang sama.”

(Al-Fawaakihul Janniyyah, hal. 236)

Maka berdo’a dan mintalah kepada Allah agar diberikan ‘ilmu yang bermanfaat yaitu ‘ilmu yang berbuah dengan amal berupa akhlak yang baik.

✅ Rasulullah ﷺ berdo’a,

Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu ‘ilmu yang bermanfaat, dan berlindung dari ‘ilmu yang tidak bermanfaat kepada-Mu.”

(Hasan, HR. Ibnu Majah, no. 3843, an-Nasaa’i dalam Sunan al-Kubra, no. 7818, Ibnu Hibbaan, no. 82, dan Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf, no. 27127, 29610)

✅ Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin رحمه الله تعالىٰ berkata,

Amal pada hakikatnya adalah buah dari ‘ilmu. Barangsiapa beramal tanpa ‘ilmu, ia telah menyerupai orang Nasrani. Dan barangsiapa mengetahui ‘ilmu namun tidak mengamalkannya, ia telah menyerupai orang Yahudi.”

(Syarah Tsalaatsatil Ushuul, hal. 22)

Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.

  • Senang Melihat Saudara Terjatuh Dalam Kekeliruan

 

Entah mengapa saya merasa heran dan sedih apabila ada seseorang yang menisbatkan kepada Ahlus Sunnah merasa senang (baca : bergembira) apabila melihat saudara Ahlus Sunnah lainnya terjatuh pada kekeliruan.

Apalagi hal itu sampai harus dibuatkan status kemudian dijadikan candaan yang seakan-akan itu adalah ungkapan atas kegembiraannya dari ‘kekeliruan’ Ahlus Sunnah tersebut. Parahnya lagi, dia menyalahkan Ahlus Sunnah tersebut hanya karena dari sebuah foto yang dia sendiri tidak mengetahui maksud dari foto tersebut. Padahal jika kita ingin jujur, sikap seperti itu yang dengan mudahnya (menyalahkan seorang Ahlus Sunnah) hanya karena satu atau dua buah foto tidak lain adalah karena sifat iri, dengki juga hasad yang tentunya didahului oleh prasangka buruk kepadanya -dan saya berharap ini salah-.

Padahal Allah سبحانه و تعالىٰ di dalam al-Qur-an dan Rasulullah ﷺ di dalam hadits menjelaskan bahwa prasangka buruk adalah perkataan yang paling dusta bahkan termasuk perbuatan dosa.

✅ Allah ﷻ berfirman :

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati, pastilah kalian membencinya. Maka bertakwalah kalian kepada Allah, sungguh Allah Maha Menerima Taubat dan Maha Pengasih.”

(QS. Al-Hujuraat [49] : 12)

✅ Dari Abu Hurairah رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Hati-hatilah kalian terhadap prasangka (buruk) karena prasangka (buruk) adalah perkataan yang paling dusta.”

(Shahiih, HR. Al-Bukhari, no. 5143, 6064, 6066, 6724, Muslim, no. 2563 [28], Malik, II/692, no. 15, Ahmad, II/245, 287, 465, 517, Abu Dawud, no. 4917, dan At-Tirmidzi, no. 1988)

Karena jikalau kita ingin sedikit saja menunggu penjelasan atau klarifikasi tentu hasilnya akan berbeda. Dan itu terbukti setelah adanya klarifikasi yang cukup jelas, karena wallaahi tidak ada yang mengetahui penjelasan dalam sebuah foto kecuali orang yang ada di foto tersebut, adapun kita hanya menduga-duga atau berprasangka entah ada yang berprasangka baik begitu pun sebaliknya yaitu berprasangka buruk.

Inilah bahaya dari sikap prasangka buruk terhadap saudaranya, apalagi yang diperlakukan seperti itu adalah seorang da’i, ustadz yang berusaha lurus di atas ‘aqidah dan manhaj Salaf, Ahlus Sunnah wal Jama’ah meskipun dalam perjalannya di dapati adanya kekeliruan, namun bukan berarti kita boleh menghina apalagi sampai merendahkannya karena memang setiap kita tentunya tidak pernah lepas dari kekeliruan baik itu sengaja atau pun tidak.

✅ Dari Anas bin Malik رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,

Rasulullah ﷺ bersabda,

Setiap anak Adam (manusia) berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat.”

(Shahiih, HR. Ahmad, III/198, at-Tirmidzi, no. 2499, Ibnu Majah, no. 4251, dan al-Hakim, IV/244, Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir wa Ziyaadatuhu, no. 4391)

Berlemah-lembutlah wahai Ahlus Sunnah.

Al-Hasan al-Bashri رحمه الله تعالىٰ berkata,

Wahai Ahlus Sunnah, berlaku baik (berlemah-lembutlah)! Semoga Allah memberikan rahmat kepada kalian. Karena sesungguhnya kalian adalah golongan yang paling sedikit dari kalangan manusia.”

(Diriwayatkan oleh Imam Al-Lalika’i dalam Syarh Ushuuli I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah, I/57, no. 19)

✅ Sufyan ats-Tsauriy رحمه الله تعالىٰ berkata,

Hendaklah kalian saling memberi nasihat kepada Ahlus Sunnah dengan kebaikan, karena sungguh mereka itu kaum ghuraba’! Alangkah sedikitnya Ahlus Sunnah wal Jama’ah.”

(Diriwayatkan oleh al-Lalika’i dalam Syarh Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah, I/71, no. 49 – 50)

✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله تعالىٰ berkata,

Ahlus Sunnah ialah orang-orang yang paling tahu akan kebenaran lagi paling sayang terhadap makhluk.”

(Minhajus Sunnah, V/158)

Sungguh disayangkan apabila ada sebagian dari kita ikut-ikutan ‘menggoreng’ keluarnya al-Ustadz Dr. Khalid Basalamah, MA حفظه الله تعالىٰ dari Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad.

Sementara disisi yang lain sering kali kita berpendapat dengan mengikuti pendapat ustadz-ustadz senior bahwa masuk ke dalam sebuah yayasan atau ormas bisa menyebabkan sikap hizbiyyah di dalam beragama. Lantas mengapa tatkala beliau mengundurkan diri dari keanggotaan Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad sebagian kita justru berprasangka buruk kepada beliau?

Mengapa kita tidak berprasangka baik oh mungkin beliau mengikuti pendapat ustadz senior, oh mungkin karena kesibukan beliau dst… atau mungkin kita mempunyai standar ganda di dalam menilai dan menghukumi?

Menganggap sebuah ormas sebagai hizbi sementara tatkala da’i keluar dari ormas tersebut dianggap da’i bermasalah?

Hanya kepada Allah kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.

Semoga Allah تبارك و‏تعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.

@Abu ‘Aisyah Aziz Arief_

==(Lanjut Ke Halaman 2)

Iklan