Ada Apa Dengan Acara Rebo Wekasan? & Rebo Wekasan Di Persimpangan Aqidah Dan Amal 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Syubhat: Nabi Membonceng Asma 

2.Ghibah Dan Kaffaratnya (Tebusannya)

3.Metode Menghafal Al-Qur’an Al-Karim

4.Inilah Doa Agar Lunas Dari Hutang

5.Banser Pembakar Bendera Tauhid Hanya Divonis 10 Hari Bui dan Denda 2000 Rupiah, Dimana Keadilan?

6.Syaikh Hasyim Asya’ari Pendiri NU MelarangShalat Rebo Wekasan

7.Said Aqil Siradj Sebut Goblok Warga NUyang Tidak Hidupkan Syiar SYIAH

==

Istighosah Dalam Islam-Ust Mizan Qudsiyah 8mb 49mnit

https://mir.cr/0ENM643V

SEBESAR APAPUN DOSA ANDA..!! Allah Akan Ampuni Jika Melakukan Ini-Ust Dr.Firanda Andirja MA 10Mb 1jm

Kewajiban Ittiba’ (Mengikuti Jejak) Salafush Shalih-Ustadz Yazid Jawas 16Mb 1jm 29mnit

https://mir.cr/3XAUA1GJ

===

Agar_Musibah_Tidak_Datang_Lagi-Ust_Syafiq_Basalamah-4Mb 2Mnit

https://mir.cr/0KTIVNVC

Menggugah Nurani Pemirsa TV(Dampak Negatif Televisi)-Ust Zainal Abidin Syamsudin

https://mir.cr/ZNGSJNRH

Dauroh 2Hari Ust Abdullah Taslim

Mengapa Memilih Manhaj Salaf

Sesi 1 dan sesi2

Menolong Agama Allah

Kesyirikan sebab datangnya Musibah

Ses1 dan sesi2

Aqidah Salaf wa Ashabul Hadits

Bersabar Membina Rumah Tangga

Jalan Menuju Surga

Tanya – Jawab Solusi Problematika Masa Muda =

Safari Dakwah Sehari Ustadz Ahmad Zainuddin

Sajen Dalam Pandangan Islam

Sesi1 dan sesi2

Kupas Tuntas Kewajiban dan Hak Istri

Fikih Bersedekah –

Cahaya di Balik Gelapnya Subuh

Misteri di Balik Kesyirikan –

=

Hanya Kepadamu (Iyyaka Na’budu wa Iyaaka Nasta’in) Oleh Ustadz Fadlan Fahamsyah Lc,M.H.I


Ebook

Penjelasan Tentang Pembatal Keislaman-Sulaiman bin Nashir bin Abdullah al-Ulwan

Bukan Sekedar Ritual

Antara Zaman Dan Kesialan-Ustadz Abu Zahroh al-Anwar

Fiqih Mengingkari Kemungkaran

==

  • Ada Apa Dengan Acara Rebo Wekasan ?

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hinggahari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Rebo Wekasan, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

➡ *REBO WEKASAN DI PERSIMPANGAN AQIDAH DAN AMAL…*

*BULAN SAFAR SIAL…. AQIDAH JAHILIAH YG NABI BATALKAN….*

ﻻ ﻋﺪﻭﻯ ﻭﻻ ﻃﻴﺮﺓ ﻭﻻ ﻫﺎﻣَﺔ ﻭﻻ ﺻَﻔَﺮ ﻭﻓﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺠﺬﻭﻡ ﻛﻤﺎ ﺗﻔﺮ ﻣﻦ ﺍﻷﺳﺪ

_“Tidak ada penyakit menular (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulan Shafar. Larilah dari penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa”._(HR. Bukhari, 5387 dan Muslim, 2220).

➡ *REBO WEKASAN KEYAKINAN YG BATIL DAN AMALAN YG DI ADA ADAKAN…*

➡ *KEYAKINAN…*

Di yakini bahwa Allah menurunkan sebanyak 2300 bakal bencana di rabu terakhir di bulan Shafar adalah keyakinan

*BATIL* yang sama sekali *TIDAK PERNAH DI KABARKAN APALAGI DI YAKINI OLEH ROSULULLAH, PARA SAHABAT, PARATABIIN DST…*

➡ *AMALAN DAN RITUAL*

  1. shalat Tolak bala 4 rakaat antara magrib dan isya (rakaat pertama membaca Alkautsar 17 kali, Kedua membaca al ikhlas 15 kali, ketiga& ke empat suarat falaq dan annas)
  2. Menghususkan shadaqoh di rabu terakhir utk tolak bala
  3. Doa khusus tolak bala

Itu semua sama sekali tidak pernah di ajarkan dan di contohkan oleh Rosulullah dan para sahabatnya…. Bahkan tidak pernah di temukan dalam kitab2 fikih para ulama terdahulu.

*IBADAH ITU HARUS ADA DALILNYA*

ﻣَﻦْ ﻋَﻤِﻞَ ﻋَﻤَﻼً ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﻣْﺮُﻧَﺎ ﻓَﻬُﻮَ ﺭَﺩٌّ

_“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak”_ (HR. Muslim no. 1718)

➡ *JANGAN PERNAH MENCELA WAKTU*

ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻳُﺆْﺫِﻳﻨِﻰ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻳَﺴُﺐُّ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮَ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮُ ﺃُﻗَﻠِّﺐُ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞَﻭَﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭَ

_”Allah ’Azza wa Jalla berfirman,’Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela waktu, padahal Aku adalah (pengatur) waktu, Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.”_(HR.Muslim no. 6000)

Semoga Allah menyelamatkan kita dan saudara2 kita dari keyakinan2 jahiliah dan amalan2 yg tidak di contohkan Nabi shallallahu Alaihi wasallam.

Semoga Manfaat. Abu ismail.

==

  • Ada Apa Dengan Acara Rebo Wekasan ?

Abu Ubaidah As Sidawi

Rebo wekasan diambil dari bahasa jawa. Rebo artinya hari rabu dan wekasan artinya terakhir.

Adapun yang dimaksud di sini adalah acara ritual yang biasa dilakukan sebagian.masyarakat pada hari rabu akhir bulan shofar karena menurut persepsi mereka saat itu adalah saat petaka.

Acaranya adalah sholat empat rakaat, setiap rakaat membaca surat al-Fatihah satu kali,surat al-Kautsar tujuh belas kali,surat al-Ikhlas lima belas kali,surat al-Falaq dan an-Nas dua kali

kemudian membaca doa bikinan mereka yang berisi kesyirikan dan kesesatan.

Demikian juga mereka berkumpul-kumpul di masjid menunggu rajah-rajah bikinan kyai mereka lalu menaruhnya di gelas dan meminumnya. Tidak hanya di situ, mereka juga mengadakan perayaan makan- makan lalu berjalan di rumput-rumput dengan keyakinan agar sembuh dari segala penyakit.

Tidak ragu lagi bahwa semua itu termasuk ritual jahiliyyah yang meruyak disebabkan kejahilan terhadap agama, lemahnya tauhid, suburnya ahli bid’ah dan penyesat umat serta minimnya para penyeru tauhid. (Lihat Tahdzirul Muslimin ‘anil Ibtida’ fi Din, IbnuHajar Alu Abu Thomi, hlm. 281, Ishlahul Masajid al-Qosimi hlm.116, al-Bida’ al-Hauliyyah at-Tuwaijiri hlm. 126-132)

Bila kita cermati khurofat di atas, niscaya akan kita dapati keduanya kembali pada masalah Tathoyyur yaitu merasa sial dengan burung atau lainnya yang hal ini termasuk kategori perkara jahiliyyah yang dibatalkan Islam.

Perlu diketahui bahwa khurafat ini sampai sekarang masih bercokol di sebagian masyarakat. Sebagai contoh, sebagian masyarakat masih meyakini bila ada burung gagak melintas di atas maka itu pertanda akan ada orang mati, bila burung hantu berbunyi pertanda ada pencuri, bila mau beergian lalu di jalan dia menemui ular menyebrang maka pertanda kesialan sehingga perjalanan harus diurungkan.

Demikian pula ada yang merasa sial dengan bulan Dzulqo’dah (selo; jawa) dan bulan Muharram (suro: jawa), hari jum’at keliwon, ada juga yang merasa sial dengan angka seperti angka 13 dan sebagainya. (Lihat secara lebih luas masalah ini dalam risalahAth-Tathoyyur oleh Syaikh Ibrahim al-Hamd).

Sebaliknya, hendaknya kita bertawakkal yakni menyerahkan segala urusan sepenuhnya kepada Allah, karena salah satu hikmah di balik peniadaan Nabi terhadap khurafat-khurafat jahiliyyah dalam hadits ini adalah agar seorang muslim benar- benar bertawakkal bulat kepada Allah tanpa melirik kepada selainNya.

Kalau sekirannya dia bimbang dalammmelangkah, maka hendaknya dia melakukan shalat istikharah, berdoa kepada Allah dan bermusyawarah kepada orang-orang yang berpengalaman. Dengan demikian insyallah dia akan melangkah dengan penuh optimis diri.

==

  • RITUAL REBO WEKASAN TOLAK BALA

Oleh : Abu Fadhel Majalengka

Ritual REBO WEKASAN diyakini sebagai amalan yang bisa menolak bala. Diantara amalannya adalah mandi besar, shalat 4 rakaat dengan satu salam, bersedekah dan yang lainnya.

Amalan-amalan yang diamalkan di REBO WEKASAN tersebut tidak ada tuntunannya dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, diamalkan para sahabat dan imam yang empat.

Kalau menginginkan agar musibah dan bencana tertolak dan tidak menimpa, maka hendaklah bertaubat dan memperbanyak istighfar, niscaya musibah dan bencana di dunia ini berupa banjir, tsunami, longsor, gunung meletus, gempa dan lain sebagainya tidak akan mengenainya.

Untuk itu bertaubatlah dan beristighfarlah banyak-banyak agar terhindar dari azabnya Allah Ta’ala di dunia maupun di akhirat.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ}

Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun. (QA. Al-Anfal: 33)

✅ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أنزل الله علي أمانين لأمتي {وما كان الله ليعذبهم وأنت فيهم وما كان الله معذبهم وهم يستغفرون} فإذا مضيت تركت فيهم الاستغفار إلى يوم القيامة

Allah menurunkan dua keamanan bagi umatku, yaitu disebutkan dalam firmanNya: ‘Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedangkan kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedangkan mereka meminta ampun.’ (QS. AlAnfal:33).

Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila aku telah tiada, maka aku tinggalkan istighfar (permohonan ampun kepada Allah) di kalangan mereka sampai hari kiamat.” (HR. At-Tirmidzi. Berkata Syeikh Al Albani : Hadits Dhaif).

✅ Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

العَبْدُ آمِنٌ مِنْ عَذَابِ اللهِ مَا اسْتَغْفَرَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ

Seorang hamba dalam keadaan aman dari azab Allah selagi ia masih memohon ampun kepada Allah azza wa jalla.” (HR. Ahmad. Hadits Hasan).

✅ Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu berkata:

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa, dan tidaklah bisa musibah tersebut terangkat kecuali dengan taubat.” (Al-Jawabul Kaafi, h. 87)

Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah :

‏أخبر الله سبحانه أنه لا يعذب مستغفراً، لأن الاستغفار يمحو الذنب الذي هو سبب العذاب، فيندفع العذاب)) اهـ.

Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan bahwasanya Dia tidak akan menyiksa orang yang beristighfar, karena Istighfar dapat menghapuskan dosa yang mana dosa adalah penyebab siksaan, maka tercegahlah siksaan (dengan sebab Istighfar).” [Majmu’ al-Fatawa (8/163)]

Ritual REBO WEKASAN adalah perkara yang baru dalam agama ini. Amalan yang tidak berdasar pada Al-Qur’an dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak pula sebagai amalan para shahabat radhiyallahu ‘anhum. Dan amalan ibadah yang tidak diperintahkan dan tidak dicontohkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam serta tidak diamalkan para sahabat adalah tertolak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim)

✅ Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan berasal dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim).

✅ Al Lajnah Daimah ditanya :

إن بعض العلماء في بلادنا يزعمون أن في دين الإسلام نافلة يصليها يوم الأربعاء آخر من شهر صفر وقت صلاة الضحى أربع ركعات بتسليمة واحدة تقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب وسورة الكوثر سبع عشرة مرة، وسورة الإخلاص خمسين مرة، والمعوذتين مرة مرة تفعل ذلك في كل ركعة وتسلم، وحين تسلم تشرع في قراءة: وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لا يَعْلَمُونَ ثلاثمائة وستين مرة، وجوهرة الكمال ثلاث مرات، واختتم بسبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين، وتصدق بشيء من الخبز إلى الفقراء،…..

Sesungguhnya sebahagian ulama di negeri kami mereka berkata bahwa di dalam agama islam ada sholat nafilah yang di lakukan pada hari rabu di akhir bulan shofar yaitu mengerjakan sholat dhuha 4 rakaat dengan satu kali salam dalam setiap rakaat membaca surat al fatihah dan surat al kaustar 17 kali, surat al ikhlas 50 kali dan Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) masing-masing satu kali. Ketika salam membaca surat Yusuf ayat 21 yang berbunyi:

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ.

“Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.”

Ayat ini dibaca sebanyak 360 kali.

Kemudian ditambah dengan Jauharatul Kamal tiga kali dan ditutup dengan bacaan (surat Ash-Shaffat ayat 180-182) berikut:

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan memberikan sedekah makanan kepada fakir miskin …dst.

Mereka menjawab

هذه النافلة المذكورة في السؤال لا نعلم لها أصلا من الكتاب ولا من السنة، ولم يثبت لدينا أن أحدا من سلف هذه الأمة وصالحي خلفها عمل بهذه النافلة، بل هي بدعة منكرة، وقد ثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد. ومن نسب هذه الصلاة وما ذكر معها إلى النبي صلى الله عليه وسلم أو إلى أحد من الصحابة رضي الله عنهم فقد أعظم الفرية، وعليه من الله ما يستحق من عقوبة الكذابين‏.‏ وبالله التوفيق‏.‏ وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم‏.‏

Amalan seperti yang disebutkan dalam pertanyaan, tidak kami jumpai dalilnya dalam Al-Quran dan sunah. Tidak juga kami ketahui bahwa ada salah satu ulama masa silam dan generasi setelahnya yang mengamalkan ritual ini. Jelas ini adalah perbuatan bid’ah. Dan terdapat hadis shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda :

Siapa yang membuat hal yang baru dalam agama ini, yang bukan bagian dari agama maka dia tertolak.”

Siapa yang beranggapan ritual semacam ini pernah dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau pernah dilakukan sahabat radhiyallahu ‘anhu, maka dia telah melakukan kedustaan atas nama beliau. Wa billahi at-Taufiiq. Wa shallallahu ‘ala muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihii wa sallam. Sumber : http://www.almoslim.net/elmy/290418

Sekali lagi penulis tekankan, bahwa tolak bala cukup dengan bertaubat dan memperbanyak istighfar, karena inilah yang diperintahkan, bukan ritual rebo wekasan atau tolak bala lainnya yang tidak ada dasarnya dalam syariat agama kita.

==

  • ➡ “Rebo Wekasan” Bukan Dari Islam

Oleh Umar Abdullah

Sebenarnya saya tidak ingin membahas tentang Rebo Wekasan ini. Karena kami ingin masyarakat melupakan tradisi ini. Namun, karena ada salah satu tabloid di Bogor yang menyebarluaskannya, maka menjadi kewajiban kami untuk menjelaskan kekeliruannya.

  • Tradisi

Rebo Wekasan adalah sebuah tradisi di masyarakat Muslim terutama di Jawa, Sunda, Kalimantan Selatan, dan Bangka Belitung. Nama Rebo Wekasan sendiri diambil dari nama hari Rabu terakhir di bulan Safar. Untuk tahun ini nampaknya jatuh 7November 2018(kalender Gregorian)

Orang-orang yang ikut tradisi Rebu Wekasan mempercayai bahwa Rabu terakhir bulan Safar adalah hari sial. Sehingga mereka harus melakukan ritual-ritual tertentu untuk menolak bala’ yang jatuh padanhari itu.

  • Dasar Tradisi

Saya berusaha menelusuri dasar orang melakukanbtradisi tersebut dari teman-teman yang lingkungannyanmasih melakukan tradisi Rebo Wekasan, juga dari orang-orang yang melakukannya. Hasilnya, tidak ada satu pun yang berasal dari wahyu Allah yaitu al-Qur`an dan As-Sunnah. Kebanyakan hanya mengikuti apa yang sudah ditradisikan tanpa tahu dasar diadakannya tradisi tersebut.

Dari berbagai situs di internet saya mendapatkan dasar tradisi ini. Itupun bukan dari al-Qur`an dan As- Sunnah, tapi dari Abdul Hamiid Quds yang mendasarkan pada penandaan banyak Awliya Allah. Walaupun diklaim sebagai ulama, tetap saja dia bukan nabi yang membawa risalah Allah. Begitupun Awliya Allah yang dipakai dasar penandaan mereka. Siapa Awliya Allah itu? Tidak diketahui dengan jelas. Bahkan penyebutan Awliya Allah (wali-wali Allah) menunjukkan bahwa mereka bukanlah pada Nabi dan Rasul Allah pembawa risalah Allah.

(Lanjut Ke Halaman 2)

Iklan