Mengunggah…
​Kritik Sanad Hadits Adalah Manhaj Salaf 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Ilmu Sanad Tradisi Istimewq Sejarah Islam

2. Sejarah Ilmu Sanad –

3.Ibadah Tak Sah Karena Ilmu Tanpa Sanad? |

4.ANTARA HABIB MUNZIR & ISLAM JAMA’AH

5.Sanad Antara yang Berlebihan dan Meremehkan –

6. Al-Albani dan Shahihain

7. Mengenal Kitab Sunan

8. Hadits Mahfuzh dan Hadits Syadz

Ilmu Musthalah Hadits-Ust Badrusalam

Masalah Sanad-Ust Badrusalam

Standar Penetapan Ahli Bid’ah-Ust Mizan Qudsiyah 10mb 1jm

https://mir.cr/1F0BAX1G

Shalat Jangan Ngebut Perpanjang I’tidal Seperti Yang Nabi Ajarkan-Mizan Qudsiyah 4.4M24mnt

Malas Shalat Berjamaah.Dimasjid.Berikut Motivasinya Agar Semangat Mengerjakannya Mizan Qudsiyah2mb 10mnit

Banyaknya Kelompok Dalam Islam Berikut ini Yang.Menyimpang Kebenaran.!. Mizan Qudsiyah4mb 22mnt

Hukum Mandi Untuk Sholat Jum’at-Ust Mizan Qudsiyah 10mb 1jm

https://mir.cr/03WJZWSB

Apa Itu Manhaj Salaf-Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Al Firqotun Najiyah ﺍﻟﻔﺮﻗﺔ ﺍﻟﻨﺎﺟﻴﺔ.(Golongan Yang Selamat)-Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Pengertian Hijrah Yang Sejati-Ustadz Abdullah Taslim, M.A.

Judul Kroni Setan – KH.ABDULLAH ZAEN, LC.,M.A

Kitab Al Kaba’ir – Bab Bodoh Terhadapperkara Agama –Ustadz Dr. Farid Fadhillah Hafizhahullah

Sesungguhnya bersama Kesulitan ada Kemudahan Oleh Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah MA

Senang mleihat Orang Lain Susah Oleh Ustadz Ahmad MZ

Mawas diri di Zaman Fitnah Oleh Ustadz Muhammad Romelan Lc

(Meniti JalanSalaf Meraih Ridha Allah, Ustadz Mubarok Bamualim, Lc., MHi),

(Meniti Shiroth, Ustadz Afifi Abdul Wadud, B.A),

Ebook

Dasar-Dasar Ilmu Hadits Praktis (Taisir Mushthalah al-Hadits) –Dr Mahmud Thahan

Muttafaqun ‘Alaih Shahih Bukhari Muslim (Himpunan Hadits ShahihYang Disepakati Imam Bukhari Dan Imam Muslim)

Matan & Terjemahan Nukhbatul Fikar, karya Al-Hafizh Ibnu.Hajar (Kitab Tentang Mushthalah Hadits)

UntaianMutiara Hadits (Beberapa Petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Dalam Meniti Hidup Di Dunia)

Buku Pintar Hadits-Penulis: Syamsul Rijal Hamid

=

  • KRITIK SANAD HADITS ADALAH MANHAJ SALAF

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Sanad, semoga Allahmenjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin . 

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

Sanad/Isnad adalah kekhususan umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang tidak dimiliki oleh satu umat pun di dunia ini kecuali mereka.

✅ Berkata Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah:

ﻣﺎ ﻧﻘﻠﻪ ﺍﻟﺜﻘﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﺜﻘﺔ ﻛﺬﻟﻚ ﺣﺘﻰ ﻳﺒﻠﻎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ….ﻫﺬﺍ ﻧﻘﻞ ﺧﺺ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﺩﻭﻥ ﺳﺎﺋﺮ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻤﻠﻞ ﻛﻠﻬﺎ

Penukilan rawi tsiqoh (kredibel) dari rawi tsiqoh sepertinya disertai bersambungnya sampai kepada Nabi shallallahu alaihi.wasallam… merupakan kekhususan yang Allah khususkan kepada kaum Muslimin atas semua umat.

(Al-Fashl Fil-Milal:2/68)

Dengan sanad inilah Allah menjaga agamaNya di muka bumi.

✅ Telah masyhur dari Imam Besar Ahlussunnah Abdullah Ibnul-.Mubarak rahimahullah beliau berkata:

ﺍﻹﺳﻨﺎﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ، ﻭﻟﻮﻻ ﺍﻹﺳﻨﺎﺩ ﻟﻘﺎﻝ ﻣﻦ ﺷﺎﺀ ﻣﺎ ﺷﺎ

Sanad itu bagian dari agama, kalau sekiranya tidak ada sanad maka setiap orang akan berkata sesuai apa yang dia inginkan.(Muqaddimah Shahih Muslim,)

✅ Beliau juga berkata:

ﺑﻴﻨﻨﺎ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻟﻘﻮﻡ ﺍﻟﻘﻮﺍﺋﻢ. ﻳﻌﻨﻲ ﺍﻹﺳﻨﺎﺩ

Antara kami dan kaum itu (ahli bid’ah) adalah kaki-kaki (hewan).

Maksudnya sanad.

(Muqaddimah Shahih Muslim)

✅ Al-Imam An-Nawawi mengomentari:

ﻭﻣﻌﻨﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﻼﻡ: ﺇﻥ ﺟﺎﺀ ﺑﺈﺳﻨﺎﺩ ﺻﺤﻴﺢ ﻗﺒﻠﻨﺎ ﺣﺪﻳﺜﻪ، ﻭﺇﻻ ﺗﺮﻛﻨﺎﻩ، ﻓﺠﻌﻞﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻛﺎﻟﺤﻴﻮﺍﻥ، ﻻ ﻳﻘﻮﻡ ﺑﻐﻴﺮ ﺇﺳﻨﺎﺩ، ﻛﻤﺎ ﻻ ﻳﻘﻮﻡ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺑﻐﻴﺮ ﻗﻮﺍﺋﻢ

Makna ucapan ini: jika datang sebuah sanad shahih maka kami terima haditsnya, jika tidak (shahih) maka kami tinggalkan.

(Ibnul-Mubarak) mengumpakan hadits seperti hewan, yang mana hadits tidak akan tegak tanpa sanad sebagaimana hewan tidak akan bisa berdiri tanpa kaki.(Syarh Shahih Muslim1/88)

Oleh karena itu, para Ulama Salaf ketika mulai muncul berbagai bid’ah (seperti bid’ah khawarij, Qadariyah, dan Murji’ah dan.Syiah) mereka mulai menanyakan sanad hadits.

✅ Berkata Al-Imam Muhammad ibn Sirin rahimahullah:

ﻟﻢ ﻳﻜﻮﻧﻮﺍ ﻳﺴﺄﻟﻮﻥ ﻋﻦ ﺍﻹﺳﻨﺎﺩ ، ﻓﻠﻤﺎ ﻭﻗﻌﺖ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ، ﻗﺎﻟﻮﺍ: ﺳﻤﻮﺍ ﻟﻨﺎ ﺭﺟﺎﻟﻜﻢ ،ﻓﻴﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﻴﺆﺧﺬ ﺣﺪﻳﺜﻬﻢ ، ﻭﻳﻨﻈﺮ ﺇﻟﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻓﻼ ﻳﺆﺧﺬﺣﺪﻳﺜﻬﻢ.

Sebelumnya mereka (Sahabat & Tabi’in) tidak menanyakan tentang sanad. Namun ketika terjadi fitnah (bid’ah), mereka berkata: sebutkan kepada kami nama-nama rawi kalian, lalu dilihat jika rawinya Ahlussunnah maka diterima haditsnya dan jika ahli bid’ah maka ditolak haditsnya.(Muqaddimah Shahih Muslim)

Lihat! Bagaimana pentingnya sanad dalam Islam, sehingga mempelajari ilmu hadits adalah sangat penting. Sesungguhnya Allah mampu menjaga agama ini tanpa sanad, namun Allah memiliki hikmah yang sempurna menjadikan adanya sanad sebagai sebab terjaga agamaNya.

Dari zaman ke zaman yang menghidupkan ilmu hadits adalah Ahlussunnah. Merekalah yang penjaga agama ini.

✅ Berkata Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah:

ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ ﺣﺮﺍﺱ ﺍﻟﺴﻤﺎﺀ ﻭﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺣﺮﺍﺱ ﺍﻷﺭﺽ

Para Malaikat adalah penjaga Langit dan Ahli Hadits adalah penjaga Bumi.“(Syaraf Ashabil-Hadits, sanadnya hasan)

Maka sudah sepantasnya Ahlussunnah di zaman ini memiliki perhatian dalam ilmu hadits. Hendaklah ada sebagian dari penuntut ilmu yang benar-benar bersungguh-sungguh mempelajarinya.

Mungkin ada yang berkata: Kita tidak perlu sibuk dengan ilmu hadits, kitab-kitab Syaikh Al-Albani dan Syaikh Muqbil dan selain mereka kan sudah banyak dan mencukupi.

Saya katakan: ini adalah pemikiran orang yang berakal pendek.

Ilmu hadits itu diperlukan disetiap zaman. Para ahli hadits dari zaman ke zaman mengkritik para ulama sebelumnya. Ini adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri. Dan masih banyak kitabkitab para ulama yang belum ditakhrij dan dihukumi sanad-sanadnya, terutama atsar-atsar para Salaf. Kita lihat di zaman ini banyak dari para da’i yang tidak memperhatikan keshahihan atsar salaf, bagi mereka yang penting maknanya bagus. Padahal ini bisa jadi dijadikan senjata oleh Ahli bid’ah untuk mencari-cari atsar salaf yang mencocoki bid’ah mereka sekalipun atsar itu tidak Shahih.!!

Dan juga ilmu hadits itu diperlukan untuk membantah Ahli bid’ah dan ahli hawa yang berdalil dengan hadits-hadits lemah bahkan palsu untuk menguatkan bid’ah mereka. Jika kita tidak mempelajari ilmu hadits maka bisa jadi mereka berdalil dengan sebagian ijtihad ulama yang menshahihkan hadits lemah, dan sebagaimana kita hanya taklid pada sebagian ulama tertentu seperti Al-Albani dan Al-Wadi’i di zaman ini maka mereka akan taklid juga dengan sebagian ulama bahkan yang lebih terdahulu, dan mereka akan berkata: Sebagaimana kalian taklid, kami pun juga taklid.!

Sebagian mereka tidak menerima apa yang telah dishahihkan atau didhaifkan oleh Al-Albani dan Al-Wadi’i. Sehingga kita butuh memahami manhaj dan kaedah-kaedah ahli hadits dalam menshahihkan dan mendhaifkan hadits untuk membantah mereka.

Memahami ilmu hadits membantu kita mentarjih ketika para ulama ahli hadits berbeda pendapat dalam menshahihkan atau mendhaifkan suatu hadits. Sehingga tidak kebingungan dalam mengambil sikap. Seorang yang belajar ilmu hadits bisa jadi akan tampak baginya bahwa apa yang dishahihkan Syaikh Al-Albani adalah dha’if dan yang didhaifkan adalah shahih, dan yang didhaifkan Syaikh Muqbil adalah Shahih dan yang dishahihkannya adalah dhaif.

Memahami ilmu hadits membuat kita kuat dan yakin dalam memegang suatu pendapat sekalipun kita ketahui bahwa masalah tersebut adalah masalah ijtihadiyah. Berbeda dengan orang yang tidak paham, maka dirinya terombang ambing dalam memegang suatu pendapat, bahkan sebagian mereka terlalu jauh bertoleransi dalam masalah-masalah perbedaan pendapat para ulama.

Memahami ilmu hadits membuat kita tidak taklid buta kepada salah seorang ulama. Lihatlah bagaimana sebagian dai-dai Ahlussunnah yang taklidnya kepada Syaikh Al-Albani atau Syaikh Al-Wadi’i, pokoknya kalau Syaikh Al-Albani sudah berkata demikian pada suatu hadits maka selesai perkara, begitu juga Syaikh Al-Wadi’i.

Ya subhanallah.! Bukankah kita juga telah menyelisihi sebagian ulama dalam masalah fiqih? Siapa anda dengan para ulama madzhab??? Ini jika kita berbicara menggunakan akal yang pendek ini. Bahkan kita bisa juga bertanya balik: siapa Syaikh Al-Albani dan Al-Wadi’i dibandingkan para Huffadz seperti Adz-Dzahabi, ibnu Hajar, Ibnu Rajab dan selainnya? Dan siapa mereka dibandingkan Ibn Main, Al-Bukhari, Abu Hatim, abu Zur’ah, Ad- Daruqutni…?? Bukankah Syaikh Al-Albani dan Al-Wadi’i kadang menyelisihi mereka??

Namun, bukanlah seperti ini sikap seorang penuntut ilmu. Seorang penuntut ilmu itu berjalan sesuai manhaj dan kaedah-kaedah yang telah dijabarkan oleh Ulama Ahli Hadits. Sehingganjika dia menemukan sebagian ulama yang menyelisihi manhaj dan kaedah-kaedah tersebut dalam menshahihkan atau mendhaifkan hadits maka dia kembalikan ke manhaj dan kaedah-kaedah tersebut untuk menelitinya, bukan malah berucap: pokoknya

Syaikh fulan sudah berkata.!

✅ Jika ada yang berkata:

Mengapa para ulama mencantumkan hadits-hadits lemah dan bahkan kadang palsu dalam kitab-kitab mereka? Jika sekiranya benar hadits-hadits itu lemah dan palsu maka pasti mereka tidak cantumkan di kitab-kitab mereka.

Jawabnya: inilah keutamaan ahli hadits, mereka tidak hanya menghafal dan menulis hadits-hadits yang Shahih, bahkan menghafal dan menulis juga hadits-hadits yang lemah bahkan palsu dengan tujuan untuk menjaga hadits-hadits shahih.

Abu Bakr Al–Atsram rahimahullah bercerita:

Ahmad Ibn Hanbal rahimahullah melihat Yahya ibn Ma’in rahimahullah di suatu sudut di kota Shan’a sedang menulis shahifah Ma’mar dari Abãn dari Anas. Jika ada seorang yang ingin melihatnya maka ibn Ma’in pun menyembunyikannya.

Maka Ahmad berkata kepadanya:

Engkau menulis shahifah Ma’mar dari Abãn dari Anas dan engkau ketahui bahwa itu Palsu, kalau sekiranya ada orang berkata kepadamu: engkau berbicara tentang Abãn (yaitu menjarahnya/mencelanya) lalu engkau menulis haditsnya seperti ini?

Ibnu Ma’in menjawab:

Semoga Allah merahmatimu wahai Abu Abdillah, saya menulis shahifah ini dari Abdurrazzaq dari Ma’mar (dari Abãn dari Anas) seperti ini, lalu saya menghafal semuanya, dan saya tau bahwansemua ini adalah palsu, agar tidak ada seorang pun yang datang setelahnya lalu dia mengganti Abãn menjadi Tsãbit, sehingga riwayatnya menjadi: “Ma’mar dari Tsabit dari Anas.” lalu saya pun berkata kepada orang itu: engkau telah berdusta, sungguh riwayat ini dari Abãn bukan dari Tsãbit.

[Dikeluarkan oleh Al-Hakim dalam Al-Madkhal Ilal-Iklîl: no.14,Al-Khathib dalam Al-Jãmi’ Li-Akhlâqir-Rãwi:2/282, dan Ibnu Asãkir dalam Tãrikh Dimasyq:65/25. Shahih]

Kisah di atas memunjukkan bagaimana Ahli hadits menjaga hadits-hadits shahih dengan menulis dan menghafal hadits-hadits lemah dan palsu. Tujuannya agar tidak ada para rawi pendusta dan pencuri hadits yang membuat-buat sanad sendiri. Dan juga tujuan mereka menyebutkan hadits-hadits lemah tersebut di dalam kitab-kitab mereka disertai dengan sanad-sanadnya agar supaya generasi yang datang setelah mereka bisa membedakan mana hadits yang shahih dan dhaif dengan melihat sanad-sanad tersebut.

✅ Seorang pernah berkata kepada Al-Hafidz Abu Hatim:

ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﺣﺎﺗﻢ، ﺭﺑﻤﺎ ﺭﻭﻭﺍ ﺣﺪﻳﺜﺎ ﻻ ﺃﺻﻞ ﻟﻪ ﻭﻻ ﻳﺼﺢ ، ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺣﺎﺗﻢ : ﻋﻠﻤﺎﺅﻫﻢﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﺍﻟﺼﺤﻴﺢ ﻭﺍﻟﺴﻘﻴﻢ l ﻓﺮﻭﺍﻳﺘﻬﻢ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺍﻟﻮﺍﻫﻲ ﻟﻠﻤﻌﺮﻓﺔ، ﻟﻴﺘﺒﻴﻦ ﻟﻤﻦﺑﻌﺪﻫﻢ ﺃﻧﻬﻢ ﻣﻴﺰﻭﺍ ﺍﻵﺛﺎﺭ ﻭﺣﻔﻈﻮﻫﺎ

Wahai Abu Hatim, kadang mereka (ahli hadits) meriwayatkan hadits yang tidak ada asalnya dan tidak shahih.!

Abu Hatim menjawab:

Ulama mereka (ahli hadits) mengetahui mana yang shahih danndha’if, mereka meriwatkan hadits-hadits lemah tersebut sebagai pengetahuan, agar generasi yang datang setelah mereka mengetahui bahwa Ahli hadits bisa membedakan hadits-hadits tersebut (dengan melihat sanadnya) dan menghafalnya.

(Tarikh Dimasyq:38/30-31)

Maka Hendaknya kita memiliki semangat dan kesungguhan dalam mempelajari ilmu hadits dan menjadi pasukan kavaleri di medan.jihad ini dan menjadi penjaga ilmu yang mulia ini,

✅ Berkata Al-Hafidz Yazid ibn Zurai’:

ﻟﻜﻞ ﺩﻳﻦ ﻓﺮﺳﺎﻥ، ﻭﻓﺮﺳﺎﻥ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻷﺳﺎﻧﻴﺪ

Setiap agama itu memiliki pasukan kavaleri dan pasukan kavaleri agama ini adalah Ahli Sanad (yaitu Ahli Hadits).(Dikeluarkan oleh Al-Hakim dalam Al-Madkhal Ilal-Iklil:no.10,sanadnya hasan)

✅ Berkata Al-Imam Al-Auza’i rahimahullah:

ﻣﺎ ﺫﻫﺎﺏ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺇﻻ ﺫﻫﺎﺏ ﺍﻹﺳﻨﺎﺩ

Tidaklah ilmu itu hilang kecuali (dengan) hilangnya sanad.”(Ibnu Abdil-Barr dalam At-Tamhid:1/57, sanadnya hasan)

Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk mempelajari ilmu yang mulia ini.

ﻭﺑﺎﻟﻠﻪ ﺍﻟﺘﻮﻓﻴﻖ .

Muhammad Abu Muhammad Pattawe,

==(lanjut Ke Halaman 2)