Pondasi Keislaman Seorang Muslim (Bag.5) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Iman Bisa Bertambah dan Berkurang

2. Iman Bisa Bertambah Dan Berkurang Mnurut Ahlusunnah

3. Apakah Iman Bertambah dan Berkurang?

4. Amal Termasuk Bagian dari Iman

5.Amal Bagian dari Iman

6.Amalan Anggota Badan Adalah Rukun Dan Bagian DariKeimanan yang Mana Iman Tidak Sah Tanpanya

7.Hakikat Murjiah Menurut Ahlus Sunnah, Hizbiyyun Dan Harakiyyun

8.Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman

9. Rukun dan Cabang Iman

Sabar Tanda Orang Beriman-Ust Mizan Qudsiyah 2Mb 8mnit

https://mir.cr/D5HH0SWK

Cara Tolak Bala Longsor Gempa Banjir Tsunami-Ust Mizan Qudsiyah 11mb 1jm7mnit

https://mir.cr/0OCREOEO

Iman Kepada Allah-Ust Mizan Qudsiyah

lRukun Iman(Syarah Ushul Iman)-Ust Mizan Qudsiyah

Pengaruh Maksiat Terhadap Keimanan Mizan Qudsiyah

Pengaruh lman Terhadap Seorang Mukmin Ust Mzan Qudsiyah

Bengkel Iman Ust Mizan Qudsiyah

Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman-Ust Abdurrahman Thayyib

Pokok dan Cabang Iman-Ust Ali Musri

Manisnya Iman-Ust Ali musri

Ust Armen Halim Naro-Apa Itu Islam, Iman dan Ihsan

Kiat Meningkatkan Keimanan-Ust Firanda Andirja

Agar Merasakan Manisnya Iman-Ust Anas Burhanuddin

Shalat Jangan Ngebut Perpanjang I’tidal Seperti Yang Nabi Ajarkan-Mizan Qudsiyah 4.4M24mnt

Malas Shalat Berjamaah.Dimasjid.Berikut Motivasinya Agar Semangat Mengerjakannya Mizan Qudsiyah2mb 10mnit

Banyaknya Kelompok Dalam Islam Berikut ini Yang.Menyimpang Kebenaran.!. Mizan Qudsiyah4mb 22mnt

Hukum Mandi Untuk Sholat Jum’at-Ust Mizan Qudsiyah 10mb 1jm

https://mir.cr/03WJZWSB

Ebook

Rukun Iman 

Fenomena Lemahnya Iman 

Iman Menurut Ahlussunnah

Landasan Iman di Bawah Cahaya Al Quran dan Sunnah

Sebab Sebab Bertambah dan Berkurangnya Iman(Bahasa Arab)

SYARH PRINSIP-PRINSIP DASAR KEIMANAN-Muhammad bin Shalih AlUtsaimin

Jauhi Sumber Kesalahan

Perbuatan Dalam Waktu Singkat Namun Berdampak Besar(Bahaya Maksiat)

Hubungan Dosa, Maksiat, dan Akhlak Dengan Aqidah

Dosa Merupakan Penyebab Siksa dan Hilangnya Berkah

Dampak Negatif Kemaksiatan dan Dosa 

Dampak Negatif Kemaksiatan 

Bahaya Kemaksiatan

Bahaya Syubhat dan Syahwat

*Pondasi Keislaman Seorang Muslim (Bag.5)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Pondasi Iman, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

  • 21. *PENJELASAN BAHWA AMAL BAGIAN DARI IMAN*

Soal:Tolong jelaskan bahwa amal itu bagian dari iman beserta dalil-dalilnya.!

Jawab:

Yang menjadi Aqidah Ahlussunnah dari kalangan Salaf (terdahulu) dan khalaf (kebelakangan) bahwa amal adalah bagian (rukun) dari iman berdasarkan dalil-dalil dari Al-Qur’an, Sunnah, dan Ijma. Adapun dari Al-Qur’an maka sangatlah banyak, diantaranya:

✅ Allah berfirman:

ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴُﻀِﻴﻊَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧَﻜُﻢْ ۚ

Dan tidaklah Allah menyia-nyiakan iman (shalat) kalian.(QS.Al-Baqarah:143)

Iman yang dimaksud dalam ayat ini adalah shalat, dan shalat adalah amalan.

✅ Berkata Al-Mufassir Al-Wahidi rahimahullah:

ﻭﺍﻟﻤﻔﺴﺮﻭﻥ ﻳﺠﻌﻠﻮﻥ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻫﻬﻨﺎ ﺑﻤﻌﻨﻰ ﺍﻟﺼﻼﺓ

Para Ahli Tafsir memaknai iman di dalam ayat ini bermakna shalat.(At-Tafsir Al-Wasith:1/227)

✅ dan Allah berfirman:

ﻭَﻣَﺎ ﺃُﻣِﺮُﻭﺍ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣُﺨْﻠِﺼِﻴﻦَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳﻦَ ﺣُﻨَﻔَﺎﺀَ ﻭَﻳُﻘِﻴﻤُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓَ ﻭَﻳُﺆْﺗُﻮﺍﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓَ ۚ ﻭَﺫَٰﻟِﻚَ ﺩِﻳﻦُ ﺍﻟْﻘَﻴِّﻤَﺔِ

Padahal mereka tidaklah diperintah kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dan.berpaling dari (kesyirikan), dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yanglurus.(QS.Al-Bayyinah:5)

Dalam ayat ini Allah menjadikan ibadah kepadaNya, ikhlas, menegakkan shalat dan menunaikan zakat, semuanya bagian dari agama yang lurus.

✅ Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajr rahimahullah:

ﻭﻗﺪ ﺍﺳﺘﺪﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻭﻏﻴﺮﻫﻤﺎ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻷﻋﻤﺎﻝ ﺗﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﻬﺬﻩﺍﻵﻳﺔ

Asy-Syafi’i dan Ahmad dan selain mereka berdua berdalil dengan ayat ini bahwa amalan termasuk dalam (makna) iman.(Fathul-Bãri:1/48)

==

  • ➡ (22)PENJELASAN BAHWA IMAN ITU BERTAMBAH DENGAN KETAATAN DAN BERKURANG DENGAN MAKSIAT

Soal: Apakah Iman itu bertambah dan berkurang?

Jawab:

Yang menjadi aqidah (keyakinan) Ahlussunnah wal-Jama’ah bahwa iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Hal ini berdasarkan dalil-dalil dari Al- Qur’an, Sunnah, dan Ijma Salaf.

Dalil-dalil dari Al-Qur’an diantaranya:

✅ Allah berfirman:

ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺇِﺫَﺍ ﺫُﻛِﺮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺟِﻠَﺖْ ﻗُﻠُﻮﺑُﻬُﻢْ ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺗُﻠِﻴَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺁﻳَﺎﺗُﻪُ ﺯَﺍﺩَﺗْﻬُﻢْﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻭَﻋَﻠَﻰٰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ﻳَﺘَﻮَﻛَّﻠُﻮﻥَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka bertambah imannya dan hanya kepada Rabb mereka-lah mereka bertawakkal(QS.Al-Anfãl:2)

✅ Dan Allah berfirman:

ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻗَﺎﻝَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻗَﺪْ ﺟَﻤَﻌُﻮﺍ ﻟَﻜُﻢْ ﻓَﺎﺧْﺸَﻮْﻫُﻢْ ﻓَﺰَﺍﺩَﻫُﻢْ ﺇِﻳﻤَﺎﻧًﺎ ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍﺣَﺴْﺒُﻨَﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﻧِﻌْﻢَ ﺍﻟْﻮﻛِﻴﻞُ

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang mengatakan kepada mereka: “Orang-orang (Kafir Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (QS.Ali Imran:173)

Dalil-dalil dari sunnah diantaranya:

✅ Rasulullah ﷺ bersabda:

ﻣَﻦْ ﺭَﺃَﻯ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣُﻨْﻜَﺮًﺍ ﻓَﻠْﻴُﻐَﻴِّﺮْﻩُ ﺑِﻴَﺪِﻩِ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْ ﻓَﺒِﻠِﺴَﺎﻧِﻪِ ﻓَﺈِﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻄِﻊْﻓَﺒِﻘَﻠْﺒِﻪِ ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﺃَﺿْﻌَﻒُ ﺍﻟْﺈِﻳﻤَﺎﻥِ

Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya, itulah selemah-lemah iman.“(HR.Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu)

  • ➡ (23)*MAKNA IMAN MENURUT KELOMPOK-KELOMPOK AHLI BID’AH*

Soal: Apa makna iman menurut kelompok-kelompok ahli bid’ah?

Jawab:

Berikut ini adalah makna iman menurut beberapa kelompok besar dari Ahli bid’ah,

Khawarij dan Mu’tazilah; Iman yaitu ucapan, keyakinan, dan amalan. Akan tetapi, menurut mereka iman itu satu kesatuan tidak terbagi-bagi, jika hilang sebagian maka hilang semuanya. Maka barangsiapa yang hilang sebagian imannya otomotis hilang semua imannya; menurut khawarij orang tersebut di dunia adalah kafir, sedangkan menurut mu’tazilah dia berada di manzilah bainal- manzilatain (tidak beriman dan tidak kafir), dan kedua kelompok tersebut sepakat bahwa orang tersebut di akhirat kekal di neraka.

Murji’ah; yaitu kelompok yang mengakhirkan (mengeluarkan) amalan dari makna iman.

Kelompok ini ada beberapa sekte besar yaitu:

Jahmiyyah, menurut mereka iman itu adalah cukup dengan pengetahuan di hati. Kelompok ini telah dikafirkan oleh para Ulama.

Karramiyyah, menurut mereka iman itu cukup dengan pengikraran dengan lisan. Kelompok ini juga telah dikafirkan oleh sebagian ulama.

Asya’ariyyah dan Maturidiyyah, menurut mereka iman itu cukup pembenaran dengan hati. Ini yang masyhur dalam madzhab mereka.

Murjiah Fuqaha’, menurut mereka iman itu adalah pembenaran dengan hati dan pengikraran dengan lisan. Kelompok ini adalah kelompok ahli bid’ah yang para Salaf dahulu sangat keras terhadap mereka.(Lihat: Fathu Rabbil-Ibãd:279-280, Ushul Masail Aqidah Indas-Salaf:1/55, Muqaddimah Syarh Al-Wasithiyyah tahqiq Yasin:41-42, Syarh Ath-Thahawiyyah Libni Abil-Izz:332)

  • 24. *RUKUN IMAN*

Soal: Apa yang dimaksud dengan rukun Iman dan apa saja rukun Iman tersebut?

Jawab:

Yang dimaksud rukun Iman adalah pokok dan landasan iman yang mana tidak tegak keimanan seorang hamba kecuali dengannya.

Rukun Iman ada enam, yaitu Iman kepada Allah, Iman kepada Malaikat-MalaikatNya, Iman kepada Kitab-kitabNya, Iman kepada Rasul-RasulNya, Iman kepada Hari Akhir, dan Iman kepada Qadar.

Hal ini berdasarkan dalil dari Al-Qur’an, As-Sunnah dan Ijma Ahlussunnah.

✅ Allah Ta’ala berfirman:

ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟْﺒِﺮَّ ﺃَﻥْ ﺗُﻮَﻟُّﻮﺍ ﻭُﺟُﻮﻫَﻜُﻢْ ﻗِﺒَﻞَ ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ ﺍﻟْﺒِﺮَّ ﻣَﻦْ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻭَﺍﻟﻨَّﺒِﻴِّﻴﻦَ .

Kebaikan itu bukanlah engkau menghadapkan wajahmu ke arahntimur dan ke barat, tetapi kebaikan itu ialah orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, para Malaikat, kitab-kitab, dan para Nabi.(QS.Al-Baqarah:177)

✅ Dan Allah berfirman:

ﺁﻣَﻦَ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ۚ ﻛُﻞٌّ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘِﻪِ ﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِ .

Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkanbkepadanya (yaitu Al-Qur’an) dari Rabbnya, demikian pula orang- orang yang beriman. Mereka semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.(QS.Al-Baqarah:285)

✅ Dan Allah berfirman tentang Al-Qadar:

ﺇِﻧَّﺎ ﻛُﻞَّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎﻩُ ﺑِﻘَﺪَﺭٍ

Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu sesuai dengan Al-Qadar.(QS.Al-Qamar:49)

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits Jibril alaihissalam:

ﺃَﻥْ ﺗُﺆْﻣِﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﻠَﺎﺋِﻜَﺘِﻪِ ﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِ ﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِ ﻭَﺍﻟْﻴَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺂﺧِﺮِ ﻭَﺗُﺆْﻣِﻦَ ﺑِﺎﻟْﻘَﺪَﺭِ ﺧَﻴْﺮِﻩِ ﻭَﺷَﺮِّﻩِ

(Iman) yaitu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan Qadar (taqdir) baik dan buruknya.”(HR.Muslim dari Umar radhiyallahu anhu

  • ➡ (25)**PENJELASAN MAKNA IMAN KEPADA ALLAH*

Soal:Apa yang dimaksud dengan iman kepada Allah?

Jawab:

Iman kepada Allah yaitu pembenaran yang pasti dari lubuk hati tentang adanya Allah, serta mentauhidkanNya pada UluhiyahNya,RububiyahNya, dan Asma wa ShifatNya.(A’lamus-Sunnah Al-Mantsurah:23, secara ringkas)

Dari pengertian di atas menunjukkan bahwa iman kepada Allah terkandung empat perkara:

1-beriman kepada wujud Allah (Allah itu ada),

2-beriman kepada UluhiyahNya,

3-beriman kepada RububiyahNya,

4-beriman kepada Asma wa ShifatNya.

Tidak mungkin iman itu terealisasikan kecuali dengan empatperkara tersebut.

(Lihat Syarh Al-Wasithiyyah Lil-Utsaimin:34-37)

Empat perkara tersebut terkandung dalam firman Allah Subhanahu:

( ﺫَٰﻟِﻜُﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ۖ ﻟَﺎ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ۖ ﺧَﺎﻟِﻖُ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻓَﺎﻋْﺒُﺪُﻭﻩُ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰٰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍﻭَﻛِﻴﻞٌ * ﻟَﺎ ﺗُﺪْﺭِﻛُﻪُ ﺍﻟْﺄَﺑْﺼَﺎﺭُ ﻭَﻫُﻮَ ﻳُﺪْﺭِﻙُ ﺍﻟْﺄَﺑْﺼَﺎﺭَ ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻄِﻴﻒُ ﺍﻟْﺨَﺒِﻴﺮُ )

Itulah Allah Rabb kalian, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia. Dialah pemelihara segala sesuatu. Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Maha halus, Maha Mengetahui. (QS.Al-An’am:102-103)

Adapun beriman tentang adanya Allah maka sungguh telah diketahui oleh semua makhluk, yang mana tidak mungkin sesuatu itu ada dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya.

✅ Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

ﺃَﻡْ ﺧُﻠِﻘُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺷَﻲْﺀٍ ﺃَﻡْ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﺨَﺎﻟِﻘُﻮﻥَ

Apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?(QS.At-Thur:35)

Maksudnya: mereka tidak tercipta dengan sendiri tanpa ada yang menciptakan, dan tidak juga mereka yang mencipatkan diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bahwa yang.menciptakan mereka adalah Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Jubair ibn Muth’im radhiyallahu anhu yang ketika itu masih.musyrik saat mendengar ayat tersebut beliau berkata: Hampir-hampir hatiku melayang. Sejak itulah pertama kali iman itu tertancap di hatiku. (HR.Al-Bukhari)(Lihat Syarh Ushul Ats-Tsalatsah Lil-Utsaimin:81)

Dan dikisahkan bahwa seorang A’rabi (Arab pedalaman) ditanya bagaimana engkau mengetahui Rabbmu?

Maka dia menjawab: Subhanallah!, sesungguhnya kotoran unta menunjukkan adanya Unta, jejak kaki menunjukkan adanya orang yang berjalan, maka Langit yang memiliki bintang-bintang, Buminyang memiliki gunung-gunung, dan laut yang memiliki ombak,nbukankah ini menunjukkan adanya Sang Pencipta yang MahaHalus lagi Maha Mengetahui?(Lihat Ma’arijul-Qabul:1/111)

Tidak ada yang mengingkari tentang keberadaan Allah kecuali orang-orang yang menyombongkan diri.!

Beriman kepada UluhiyahNya yaitu mengimani bahwa hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi. Beriman kepada RububiyahNya yaitu mengimani bahwa Allah satu-satunya Pencipta, Penguasa, dan Pegatur semua urusan di alam ini. Beriman kepada Asma wa ShifatNya yaitu mengimani Nama- Nama Allah dan Shifat-ShifatNya serta menetapkannya sesuai yang layak bagiNya berdasarkan apa yang Allah tetapkan bagi diriNya di dalam Al-Qur’an atau Sunnah RasulNya shallallahu alaihi wasallam.

Muhammad Abu Muhammad Pattawe,

==

JANGAN TAKUT KEPADA “KEBESARAN” … UNTUK MENGATAKAN KEBENARAN

✅ [1]- Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

ﺃَﻻَ ﻻَ ﻳَﻤْﻨَﻌَﻦَّ ﺭَﺟُﻼً ﻫَﻴْﺒَﺔُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﻥْ ﻳَﻘُﻮﻝَ ﺑِﺤَﻖٍّ ﺇِﺫَﺍ ﻋَﻠِﻤَﻪُ

Ingatlah! Janganlah sikap segan terhadap manusia; menghalangi seseorang untuk mengatakan dengan kebenaran jika dia mengetahuinya.” [SHAHIH: HR. At-Tirmidzi (no. 2191), Ibnu Majah (no. 4007), dan.lainnya. Lihat takhriij-nya dalam Silsilah Al-Ahaadiits Ash- Shahiihah (no. 168) karya Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani-rahimahullaah-]

✅ [2]- Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani -rahimahullaah- berkata:

Di dalam hadits ini terdapat larangan kuat dari menyembunyikan kebenaran; karena takut kepada manusia dan tamak terhadap penghidupan (ma’isyah). Maka setiap orang yang menyembunyikan kebenaran karena takut diganggu manusia -dengan suatu jenis gangguan- seperti: pukulan, celaan,terputusnya saluran dana, takut tidak dihormati oleh mereka, dan yang semisalnya; maka orang tersebut masuk dalam larangan dan dia telah menyelisihi Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-.”

✅ 3]- Bandingkan … dengan keadaan belakangan …dimana seseorang diberikan ketakutan … untuk mengatakan kebenaran … yang diselisihi oleh perorangan … dikarenakan yang dibicarakan … -yaitu: si fulan & si fulan- … memiliki nama & jabatan … atau title & ketenaran … Allaahul Musta’aan … Wa ‘Alaihit Tuklaan …

==(lanjut Ke Halman 2)