Doa dan Dzikir Harian (Bag.1) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Menyogok Masuk PNS (Kerja) dan Hukum Gajinya

2.Manhajus Salikin: Qadha’ Shalat yang Luput #02

Memberi Makan Tamu, Dapat Pahala Haji dan Umrah?

4.Laknat Para Malaikat Bagi Seorang Istri Yang Menolak Ajakan Suaminya Untuk Berjima’

5.Baca Tasbih, Tahmid, Takbir Sebelum Tidur

6.Doa Menjelang Tidur: Bismika Allohumma Ahyaa wa Amuut

7.Bercanda Tetapi Berbohong

8.Membaca Surat al-Jin Untuk Memanggil Jin

9.Do‘a Para Malaikat Atas Orang Yang Pelit/Bakhil Dengan Dihancurkan Hartanya

10.Sederhana dalam Ibadah Tetap Lebih Baik

==

Doa Hisnul Muslim-Ust Sa’ad Al Ghomidi

Doa dan Dzikir Pilihan Nabi-Ust Mizan Qudsiyah

Adab Sehari seorang Muslim-Ust Firanda Andirja

Fiqih Doa dan Dzikir-Ust Fakhruddin Nu’man

Fiqih Doa dan Dzikir-Ust Ahmad Zainuddin

Buku Panduan Amal Sehari-hari-Ust Abu Ihsan Al Atsary

Jangan Lengah Orang Yahudi dan Nasrani Selalu Berusaha Agar Orang Islam Mengikuti Mereka-Ust Mizan Qudsiyah 8Mb 47mnit

https://mir.cr/0OXX768N

Kewajiban Rakyat Terhadap Pemimpin-Ust Anas Burhanuddin Lc MA 6Mb 33mnit

https://mir.cr/1ZM8HIMF

Kewajiban Taat Kepada Pemimpin Muslim-Ust Ahmad Zainuddin 3Mb

18mnit

Shalat Jangan Ngebut Perpanjang I’tidal Seperti Yang Nabi Ajarkan-Mizan Qudsiyah 4.4M24mnt

Malas Shalat Berjamaah.Dimasjid.Berikut Motivasinya Agar Semangat Mengerjakannya Mizan Qudsiyah2mb 10mnit

Banyaknya Kelompok Dalam Islam Berikut ini Yang.Menyimpang Kebenaran.!. Mizan Qudsiyah4mb 22mnt.

Hukum Mandi Untuk Sholat Jum’at-Ust Mizan Qudsiyah 10mb 1jm

https://mir.cr/03WJZWSB

Standar Penetapan Ahli Bid’ah-Ust Mizan Qudsiyah 10mb 1jm

https://mir.cr/1F0BAX1G

Kumpulan Ebook

 

Fikih Doa & Dzikir 1 Set 2 Jilid-Penulis : Syaikh Abdur Razzaq bin AbdulMuhsin al-Badr

Fikih Doa & Dzikir Jilid 1(720hlm)

Fikih Doa & Dzikir Jilid 2(662 hlm)

Aplikasi Android Apa Doanya (400 Doa,Dzikir Dari Al-Qur’an dan Hadits Shahih)

Kumpulan Doa dan Dzikir Nabawi Karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 297 Halaman

Kumpulan Doa dan Dzikir Dalam Al-Quran dan Sunnah karya Prof. DR. Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr 287 Halaman

Hisnul Muslim Doa dan Dzikir Shahih dari Al-Quran dan Sunnah Karya Syaikh Sa’id bin Ali al-Qohton

Kumpulan Do’a dan Dzikir Nabawi-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

Doa & Zdikir-Abdul Aziz Ibn Baz

==

Dzikr Harian (1)

بسم الله الرحمن الرحيم

Doa dan Dzikr Harian (Bag. 1)

Berikut ini merupakan dzikr harian yang kami sebutkan dalam lembaran yang ringkas agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita tergolong ke dalam laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikr kepada Allah, yang Allah janjikan dengan ampunan dan pahala yang besar (lihat surah Al Ahzaab: 35).

  • ➡ 1. Doa Sebelum Tidur

1- بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Bismika-llaahumma amuutu wa ahyaa.

“Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan hidup.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

➡ 2. Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu meniupnya dan membacakan surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas. Kemudian dengan dua telapak tangan itu dia mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan (tiga kali). (HR. Bukhari dan Muslim)

➡ 3. Membaca Ayat kursi (surah Al Baqarah: 255). (HR. Bukhari).

4- سُبْحَانَ اللهِ (33×) وَالْحَمْدُ لِلَّهِ (33×) وَاللهُ أَكْبَرُ (34x)

Subhaanallaah (33x). Alhamdulillaah (33x). Allaahu akbar (34x).

Maha Suci Allah (33 x), Segala puji bagi Allah (33 x), Allah Maha Besar (33 x).” (HR. Bukhari dan Muslim)

5- اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيَ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

Allaahumma aslamtu nafsii ilaika, wa wajjahtu wajhii ilaika, wa fawwadhtu amrii ilaika, wa alja’tu zhohrii ilaika, roghbatan wa rohbatan ilaika, laa malja-a wa laa manjaa minka illaa ilaika, aamantu bikitaabika-lladzii anzalta, wa binabiyyika-lladzi arsalta”

“Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, karena senang (mendapatkan rahmat-Mu) dan takut kepada (siksaan-Mu, jika melakukan kesalahan). Tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman pada kitab yang telah Engkau turunkan, dan (kebenaran) Nabi-Mu yang telah Engkau utus.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Al Barra’ bin ‘Azib)

Al Barra’ berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersaba, “Jika engkau mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, lalu berbaringlah ke sisi kananmu, dan ucapkanlah…(lihat doa di atas). Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Jadikanlah doa itu sebagai akhir yang engkau baca.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Doa Apabila Membalikkan Badan Ketika Tidur Malam

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيْزُ الْغَفَّارُ

Laa ilaaha illallaahul waahidul qohhaar, robbus-samaawaati wal ardhi wa maa bainahumal ‘aziizul ghoffaar.

“Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa, Tuhan yang menguasai langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Mulia lagi Maha Pengampun.” (HR. Hakim, ia menshahihkannya, dan disepakati oleh Adz Dzahabi 1/540, Nasa’i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, dan Ibnus Sunni, lihat Shahihul Jaami’ 4/213)

  • Doa Apabila Merasa Takut dan Kesepian Ketika Tidur

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ، وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنِ

A’uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min ghodhobihi wa ‘iqoobihi, wa syarri ‘ibaadihi, wa min hamazaatisy-syayaathiini wa an yahdhuruun.

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka dan siksaan-Nya, serta kejahatan hamba-hamba-Nya, dan dari godaan setan (bisikannya) serta agar jangan sampai mereka hadir (kepadaku).” (HR. Abu Dawud 4/12, lihat pula Shahih At Tirmidzi 3/171)

  • Doa Bangun Tidur

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur.

“Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Doa Memakai Pakaian

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَسَانِيْ هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

Alhamdulillaahil-ladzii kasaanii haadzats-tsauba wa rozaqoniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwah.

“Segala puji bagi Allah yang memberi pakaian ini kepadaku sebagai rezeki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku. (HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai, lihat Irwa’ul Ghalil 7/47)

  • Doa Memakai Pakaian Baru

اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Allaahumma lakal hamdu anta kasautaniihi, as-aluka min khoirihi wa khoiri maa shuni’a lahu, wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa shuni’a lah.

“Ya Allah, hanya milik-Mu segala puji, Engkaulah yang memberi pakaian ini kepadaku. Aku memohon kepada-Mu untuk memperoleh kebaikannya dan kebaikan yang ia diciptakan karenanya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan yang ia diciptakan karenanya”  (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baghawi dan lihat Mukhtashar Syamaailit Tirmidzi, oleh Al-Albani, halaman 47)

  • Doa Untuk Orang Yang Memakai Pakaian Baru

اِلْبِسْ جَدِيْدًا، وَعِشْ حَمِيْدًا، وَمُتْ شَهِيْدًا

Ilbas jadiidan, wa ‘isy hamiidan, wa mut syahiidan.

“Pakailah yang baru, hiduplah dengan terpuji dan matilah dalam keadaan syahid.”   (HR. Ibnu Majah 2/1178, Al Baghawi 12/41, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/275)

  • ➡ Doa Ketika Melepas Pakaian

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

سِتْرُ مَا بَيْنَ أعْيُنِ الجِْنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا وَضَعَ أَحَدُهُمْ ثَوْبَهُ أَنْ يَقُوْلَ: “بِسْمِ اللهِ”

“Tirai yang menghalangi mata jin dan aurat Bani Adam ketika salah seorang di antara mereka melepas pakaiannya adalah mengucapkan, “Bismillah.” (HR. Tirmidzi dan lainnya, lihat Irwaa’ul Ghalil no. 49 dan Shahihul Jaami’ 3/203).

  • Doa Masuk WC

بِسْمِ اللهِ اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Bismillaah) Allaahumma innii a’uudzu bika minal khubutsi wal khobaa-its.

 

Dengan nama Allah. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan setan laki-laki dan perempuan”.  (HR. Bukhari dan Muslim. Sedangkan tambahan bismillaah pada permulaan hadits, menurut riwayat Said bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244)

  • Doa Keluar WC

غُفْرَانَكَ

Ghufroonak

 

Aku meminta ampunan kepada-Mu.”   (HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali Nasa’i yang meriwayatkan dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, lihat Takhrij Zaadul Ma’aad 2/387)

  • Doa Keluar Rumah

بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Bismillaah, tawakkaltu ‘alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

“Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepada-Nya, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.”  (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/151)

➡ Doa Masuk Rumah

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا،

Allahumma inni as-aluka khoirol mawlaji wa khoirol makhroji, bismillahi walajnaa wa bismillahi khorojnaa wa alallahi robbinaa tawakkalnaa.’

Dengan nama Allah, kami masuk (ke rumah), dengan nama Allah, kami keluar (darinya) dan kepada Tuhan kami, kami bertawakkal.  (HR. Abu Dawud, menurut Ahli Hadits, hadits ini adalah dha’if. Tetapi maknanya diperkuat oleh hadits shahih dalam riwayat Muslim, “Apabila seseorang masuk rumahnya, lalu berdzikir kepada Allah ketika masuk rumah dan ketika makan, maka setan berkata (kepada teman-temannya), ‘Tidak ada tempat tinggal dan makanan bagi kamu (malam ini).” Muslim, no. 2018)

➡ Doa Pergi ke Masjid

« اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِى قَلْبِى نُورًا وَفِى لِسَانِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى سَمْعِى نُورًا وَاجْعَلْ فِى بَصَرِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ خَلْفِى نُورًا وَمِنْ أَمَامِى نُورًا وَاجْعَلْ مِنْ فَوْقِى نُورًا وَمِنْ تَحْتِى نُورًا . اللَّهُمَّ أَعْطِنِى نُورًا »  

Allaahummaj’al fii qolbii nuuron, wa fii lisaanii nuuron, waj’al fii sam’ii nuuron, waj’al fii bashorii nuuron, waj’al min kholfii nuuron, wa min amaamii nuuron, waj’al min fauqii nuuron, wa min tahtii nuuron, allaahumma a’thinii nuuron.

Ya Allah jadikanlah cahaya di hatiku, cahaya di lidahku, cahaya di pendengaranku, cahaya di penglihatanku, cahaya dari belakangku, cahaya dari depanku, cahaya di atasku dan cahaya di bawahku. Ya Allah, berilah cahaya kepadaku.”  (HR. Muslim)

  • Doa Masuk Masjid

أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ، وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ، وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ، مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، [بِسْمِ اللهِ، وَالصَّلاَةُ][وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ] اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

A’uudzu billaahil ‘azhiim, wa biwajhihil kariim, wa sulthoonihil qodiim, minasy-syaithoonir-rojiim, (bismillaah, wash-sholaaatu) (was-salaamu ‘alaa rosuulillaah) allaahummaftah lii abwaaba rohmatik.

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, dengan wajah-Nya Yang Mulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari setan yang terkutuk.[1] Dengan nama Allah dan semoga shalawat [2] dan salam tercurahkan kepada Rasulullah [3] Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmatMu untukku.” [4]

[1] HR. Abu Dawud, lihat Shahihul Jami’ no. 4591. [2] HR. Ibnus Sunni no.88, dihasankan Syaikh Al Albani. [3] HR. Abu Dawud 1/126, lihat Shahihul Jami’ 1/528. [4] HR. Muslim 1/494. Dalam Sunan Ibnu Majah, dari hadits Fathimah radhiyallahu ‘anha disebutkan, “Allahummagh fir li dzunubi waftahli abwaba rahmatik”, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani karena beberapa shahid. Lihat Shahih Ibnu Majah 1/128-129.

  • Doa Keluar Masjid

بِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ، اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  

Bismillaahi wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa rosuulillaah, allaahumma innii as-aluka min fadhlika, allaahumma’shimnii minasy-syaithoonir-rojiim.

 

Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk”.   (Lihat takhrij hadits pada doa sebelum masuk masjid, adapun tambahan, “Allaahumma’shimni minasy syai-thaanir rajim,” adalah riwayat Ibnu Majah. Lihat Shahih Ibnu Majah 129).

  • ➡ Doa Setelah Mendengar Azan

اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ، 

Allaahumma robba haadzihid-da’watit-taammah, wash-sholaatil qoo-imah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’ats-hu maqooman mahmuudanil-ladzii wa ‘adtah.

 

Ya Allah, Tuhan Pemilik panggilan yang sempurna (azan) ini dan shalat (wajib) yang didirikan. Berilah Al-Wasilah (derajat di Surga, yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan keutamaan kepada Muhammad. Bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.”   (HR. Muslim)

  • Doa Melihat Bulan Tanggal Satu

اللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ، وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَمِ، وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّ رَبَّنَا وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللهُ

Allaahu akbar, allaahumma ahillahu ‘alainaa bil amni wal iimaan, was-salaamati wal islaam, wat-taufiiqi limaa tuhibbu wa tardhoo, robbunaa wa robbukallaah.

 

Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkan bulan tanggal satu itu kepada kami dengan membawa keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam serta mendapat taufik untuk menjalankan apa yang Engkau senang dan ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu (wahai bulan sabit) adalah Allah.”   (HR. At-Tirmidzi, Ad-Darimi dengan lafazh hadits yang sama,  dan lihat Shahihut Tirmidzi 3/157.)

  • Doa Sebelum Makan

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam  bersabda, “Apabila seseorang di antara kamu memakan makanan, hendaklah membaca, “Bismillah,” (Artinya: Dengan nama Allah) apabila lupa pada permulaannya, hendaklah membaca, “Bismillah fii awwalihi wa aakhirih.” (Artinya: Dengan nama Allah di awal dan akhirnya.) (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lihat Shahih At Tirmidzi 2/167)

  • Doa Setelah Makan

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هَذَا وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلاَ قُوَّةٍ

Alhamdulillaahil-ladzii ath’amanii haadzaa wa rozaqoniihi, min ghoiri haulin minnii wa laa quwwah.

 

“Segala puji bagi Allah yang memberi makan ini kepadaku dan yang memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatanku.” (HR. Penyusun kitab Sunan, kecuali Nasai, lihat Shahih At Tirmidzi 3/159)

  • Doa Tamu Kepada Pemilik Makanan

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيْمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

Allaahumma baarik lahum fiimaa rozaqtahum, waghfir lahum, warhamhum.

“Ya Allah, berilah berkah pada apa yang Engkau rezekikan kepada mereka, ampunilah dan sayangilah mereka.” (HR. Muslim 3/1615)

  • Doa Berbuka Puasa

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabazh-zhoma-u, wabtallatil ‘uruuqu, watsabatal ajru, in syaa-allaah.

“Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.” (HR. Abu Dawud. Lihat Shahihul Jami’ 4/209)

  • Doa Ketika Berbuka di Rumah Orang Lain

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

Afthoro ‘indakumush-shoo-imuun, wa akala tho’aamakumul abroor, wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah.

“Orang-orang yang berpuasa berbuka di dekatmu, orang-orang yang baik memakan makananmu, dan semoga para malaikat mendoakan rahmat bagimu.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasa’i dalam Amalul Yaumi wal Lailah, dan dishahihkan oleh Al Albani)

  • Doa Ketika Bersin

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ : الْحَمْدُ لِلَّهِ . وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ أَوْ صَاحِبُهُ : يَرْحَمُكَ اللَّهُ . فَإِذَا قَالَ لَهُ : يَرْحَمُكَ اللَّهُ . فَلْيَقُلْ : يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ »

Apabila salah seorang di antara kamu bersin, hendaknya mengucapkan, “Al Hamdulillah.” (artinya: segala puji bagi Allah), dan hendaknya saudara atau kawannya mengucapkan kepadanya, “Yarhamukallah (artinya: semoga Allah merahmatimu). Jika telah dikatakan yarhamukallah kepadanya, maka hendaknya ia (yang bersin) mengucapkan, “Yahdiikumullah wa yush-lih baalakum.” (artinya: semoga Allah menunjukimu dan memperbaiki keadaanmu).” (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)

  • ➡ Ucapan Untuk Orang Kafir Yang Bersin Dan Mengucapkan Al Hamdulillah

عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ كَانَ الْيَهُودُ يَتَعَاطَسُونَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْجُونَ أَنْ يَقُولَ لَهُمْ يَرْحَمُكُمْ اللَّهُ فَيَقُولُ يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

Dari Abu Musa ia berkata: Orang-orang Yahudi pura-pura bersin di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan harapan agar Beliau mengucapkan yarhamukallah kepada mereka, tetapi Beliau mengucapkan, “Yahdiikumullah wa yushlih baalakum.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Abu Dawud. Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.”)

==(Lanjut Ke Halaman 2)