Maulid Sang Nabi 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

1.MEMAKAN MAKANAN YANG DIBAGI DARI ACARA MAULID

2.MENETAPKAN SUATU HARI UNTUK BERBICARA TENTANG NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM DI MASJID DAN MEREKA NAMAKAN MAULID

3.INILAH HUJJAH (DALIL) KAMI AKAN BID’AHNYA MAULID

4.WANITA KRISTEN BERTANYA TENTANG KEDUDUKAN MAULID NABI BAGI KAUM MUSLIMIN

5.MEMBACA ALQURAN BERJAMAAH DAN MENGHADIAHKAN AMAL IBADAH UNTUK ORANG YANG SUDAH WAFAT SERTA MAULID NABI

6.PUASA PADA HARI KELAHIRAN DAN HARI KELAHIRAN NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

7.Merayakan Maulid Merupakan Ibadah Syar’i Bagi Orang Yang Menganggapnya Sunah

8.HUKUM MERAYAKAN MAULID NABI TANPA NYANYIAN DAN PERKARA HARAM

9.JAWABAN BAGI ORANG YANG MENGANGGAP BID’AH.SEBAGAI PERBUATAN BAIK SEPERTI MERAYAKAN MAULID NABI

==

SYARAH AQIDAH SALAF 11 _ UST. ABDUL HAKIM BIN AMIR ABDAT 22Mb 2Jm06Mnit

AQIDAH ke 34 | Kita beriman dan meyakini bahwa menganggap sialterhadap sesuatu seperti kepada mahluk atau sesuatu benda,waktu dan tempat adalah syirik -yakni syirkul ashghar-.

AQIDAH kE 35 | Kita beriman dan meyakini bahwa segala bentukjimat dan mantra-mantra -kecuali mantra atau ruqyah yang di syari’atkan -dan pelet-pelet adalah syirik -yakni syirkul ashghar-.

AQIDAH ke 36 | Kita beriman dan meyakini bahwa nidaa-ul amwat (menyeru dan meminta-minta kepada orang-orang yang telah mati) secara langsung seperti beristi’aanah atau beristi’aadzah atau beristighaatsah atau meminta kepada Allah dengan perantara mereka yang telah mati adalah syirik besar. Demikian juga menyembelih untuk selain Allah.

https://mir.cr/K1HSLFWY

Hukum Membawa Anak Ke Masjid – Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc 1Mb

Ustadz Zainal Abidin, LC., MM – Musibah dan Takdir 8Mb 50Mnit

Bukti Cinta Kepada Rasulullah – Ustadz Anas Burhanuddin, MA 1Mb

Taati Pemimpin Muslim Meskipun Dzalim – Ustadz Anas Burhanuddin 1Mb

Untukmu Saudari Muslimah! Begini Seharusnya Engkau Berhias – Ustadz Dahrul Falihin 11Mb1Jam

Berkeluh Kesah Hanya Kepada Allah _ Ustadz Zainal Abidin, Lc 2Mb 10Mnit

Jauhi Ustadz-Ustadz Subhat Yang Hanya Pandai Beretorika – Ustadz Dahrul Palihin 1Mb

Wajibnya Mengetahui Tauhid Yang Benar dan Syirik Besar – Ustadz Anas Burhanuddin 3Mb15Mnit

Ustadz Anas Burhanuddin, LC , MA – Amalan amalan Masuk Surga 9Mb50mnit

Keburukan Memperingati Maulid RasulullahShallallahu ‘Alaihi Wasallam – AhmadZainuddin

Kupas Tuntas Maulid-Ust Zainal Abidin Syamsudin

Peringatan Maulud Nabi dalam Tinjauan Sejarah-KonsultasiSyariah.com

(Sejarah Perayaan Maulid Nabi, Ustadz Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawy),

Fakta Tentang Maulid Nabi Sangat Mengejutkan-Ust Palihin 10Mb 1Jam

Peringatan Maulid Nabi-Ust Zainal Abidin Syamsudin 21Mb 2Jam

Maulid Menyerupai Natal-Ust Zainal Abidin Syamsudin 2Mb 10Mnit

==

  • Maulid Sang Nabi

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Maulid, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin . 

  • Bagaimana Bersikap Dengan Keluarga Yang Merayakan Maulid Nabi Dan Meledek Mereka Yang Tidak Ikut Merayakannya?

 

Pertanyaan

Saya tidak ikut merayakan maulid Nabi, berbeda dengan seluruh keluarga yang merayakannya. Mereka berkata bahwa Islam saya adalah Islam yang baru dan bahwa saya tidak mencintai Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Apakah ada nasehat untuk masalah ini?

Jawaban

Alhamdulillah.

Pertama:

Sikap anda telah benar wahai penanya budiman dengan meninggalkan perayaan bid’ah yang sudah menjadi adat luas di tengah masyarakat.  Jangan terpengaruh dengan orang yang menuduh anda karena anda mengikuti petunjuk Nabi shallallahu alaihi  wa sallam serta meledek anda yang ingin teguh di jalan Islam. Tidak ada seorang rasul pun yang di utus ke tengah kaumnya kecuali mereka menghinanya, menuduh akalnya dan agamanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala, 

كَذَلِكَ مَا أَتَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا قَالُوا سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ (سورة الذاريات: 52)

Demikianlah tidak seorang Rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila.” SQ. Ad-Dzariyat: 52. 

Bagi anda, cukuplah para nabi sebagai teladan, bersabarlah atas penderitaan yang anda hadapi dan berharaplah pahala dari Allah Ta’ala karena itu. 

Kedua:

Nasehat buat anda: Hindari berdebat dengan mereka, kecuali jika anda dapati ada di antara mereka yang dewasa dan bersedia mendengarkan serta mengambil faidah. Anda dapat seleksi di antara mereka untuk anda sampaikan tentang hakikat maulid, hukumnya serta dalil kekeliruannya. Lalu anda dapat jelaskan kepada mereka keutamaan ittiba (mengikuti sunah) serta buruknya bid’ah. Jika anda dapati ada orang seperti itu, maka berikut beberapa tip dan nasehat agar dialog anda dengan mereka bermanfaat; 

➡ 1.   Mulai dari akhir pernyataan mereka, yaitu perkataan mereka bahwa Islam anda adalah Islam baru. Maka dapat kita katakana, ‘Mana yang lebih dahulu dalam agama dan Islam? Mereka yang merayakan maulid atau mereka yang tidak merayakannya? Jawabnya tidak diragukan lagi bagi orang yang cerdas dan obyektif, bahwa mereka yang tidak merayakan maulid adalah yang lebih dahulu baik dari sisi Islam atau agama.

Para shahabat radhiallahu anhum, para tabiin, tabiittabiin dan generasi sesudah mereka hingga masa dinasti Ubaidiyah di Mesir, tidak merayakan maulid Nabi. Tapi yang melakukannya adalah orang-orang sesudah mereka? Jadi, siapakah yang Islamnya baru? 

 ➡ 2.   Kita perhatikan, siapakah yang lebih besar mencintai Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Apakah para shahabat radhiallahu anhum atau orang-orang sesudahnya di abad-abad belakangan? Jawabnya tidak diragukan lagi bagi orang yang cerdas dan obyektif adalah bahwa para shahabat lebih besar cintanya. Apakah mereka merayakan maulid atau meninggalkannya? Bagaimana orang-orang yang merayakan maulid Nabi shallallahu alaihi wa sallam dapat menyamai kedudukan dalam mencintai Nabinya?! 

➡ 3.   Kita bertanya, apa makna mencintai Nabi shallallahu alaihi wa sallam? Bagi orang yang cerdas dan obyektif maknanya adalah mengikuti petunjuknya dan prilaku kehidupan Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Seandainya mereka yang merayakan maulid Nabi mereka komitmen untuk mengikuti petunjuk nabi mereka dan mengikuti jalan ittiba, maka mereka akan menjalankan seperti apa yang dilakukan para shahabat yang mencintainya dan mengikuti ajaran Nabi mereka shallallahu alaihi wa sallam. Niscaya mereka akan ketahui bahwa kebaikan terletak pada meneladani perilaku salaf (orang saleh terdahulu) dan keburukan pada perilaku bid’ah khalaf (orang-orang yang datang kemudian). 

Al-Qadhi Iyadh rahimahullah berkata, “Pasal tentang tanda-tanda mencintai Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ‘Ketahuilah, bahwa siapa yang mencintai sesuatu, dia akan mengutamakannya, mengutamakan untuk sesuai dengannya. Jika tidak, maka dia tidak jujur dengan cintanya, Cuma mengaku-ngaku saja. Orang yang jujur dalam mencintai Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah orang yang tampak padanya tanda-tandanya. Yang pertama adalah meneladaninya, menggunakan sunahnya, mengikuti perkataannya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya, beradab dengan adabnya, dalam kondisi sulit maupun senang, sedang semangat atau malas. Dalil hal ini adalah firman Allah Ta’ala, 

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحبكم الله (سورة آل عمران: 31)

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku.” SQ. Ali Imron: 31 

Lalu dia memprioritaskan syariatnya dan mendahulukannya atas hawa nafsunya. Allah Ta’ala berfirman, 

والذين تبوؤا الدار والإيمان من قبلهم يحبون من هاجر إليهم ولا يجدون في صدورهم حاجة مما أوتوا ويؤثرون على أنفسهم ولو كان بهم خصاصة (سورة الحشر: 9)

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang muhajirin), atas diri mereka sendiri, Sekalipun mereka dalam kesusahan.” SQ. Al-Hasyr: 9 

Dia siap menanggung kebencian makhluk demi mendapat ridha Allah Ta’ala.

Siapa yang memiliki sifat seperti ini, maka kecintaannya terhadap Allah dan RasulNya dianggap sempurna. Siapa yang menyelisihi dalam sebagian perkara, maka kecintaannya berkurang, namun tidak sampai hilang sama sekali.” (Asy-Syifa Bi Ta’rif Huquq Al-Mushthafa, 2/24-25) 

➡ 4.   Mari kita perhatikan tanggal kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, apakah ada riwayat yang shahih dalam masalah ini? Kemudian di sisi lain, apakah tanggal wafatnya shahih? Orang yang cerdas dan obyektif akan menjawab bahwa tanggal kelahirannya tidak terdapat riwayat yang shahih dan disepakati, sementara tanggal wafatnya terdapat riwayat shahih yang kuat. 

Jika kita perhatikan dalam bukur-buku sirah (sejarah) Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, akan kita dapatkan bahwa tanggal kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam diperselisihkan hingga beberapa pendapat berikut; 

1.   Hari Senen, malam kedua bulan Rabiul Awal.

2.   Tanggal 8 Rabiul Awal.

3.   Tanggal 10 Rabiul Awal.

4.   Tanggal 12 Rabiul Awal.

5.    Zubair bin Bakar berkata, “Beliau (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) dilahirkan di bulan Ramadan.

Seandainya kelahiran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memiliki dampak sesuatu niscaya para shahabat telah menanyakannya kepada beliau atau beliaunya yang mengabarkan kepada mereka. Namun semua itu tidak terjadi. 

Adapun wafatnya, tidak diperselisihkan bahwa beliau wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun sebelas hijriah. Kemudian setelah itu kita lihat, kapan para pelaku bid’ah itu mengadakan perayaan tersebut. Mereka merayakannya pada hari wafatnya, bukan hari kelahirannya! 

Bid’ah ini telah digulirkan oleh kelompok Al-Ubaidiyyah, yang memalsukan nasab mereka dan menamakan diri mereka menjadi ‘Fatimiyah’, sebagai nisbat kepada Fatimah radhiallahu anha. Mereka menyambutnyan dengan penuh semangat, mereka adalah kaum zindiq dan atheis. Mereka ingin bergembira dengan wafatnya Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu mereka mengarang acara seperti ini dan mereka adakan perayaannya. Yang mereka inginkan adalah bergembira dengan wafatnya beliau, namun mereka mengelabui orang-orang bodoh dari kalangan kaum muslimin dengan dalih bahwa yang mereka lakukan adalah wujud cinta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Demikianlah mereka sukses dengan tipu dayanya dan merubah makna ‘cinta’  hanya sekedar berbentuk membaca syair-syair, lalu membagikan aneka ragam makanan, kemudian diadakan tari-tarian, campur baur lak-laki wanita, diiringi oleh alat-alat music, berhias, kedurhakaan, plus praktek tawassaul dan kesyirikan yang kerap muncul pada acara-acara seperti itu.

Lihat kitab Syekh Shaleh Al-Fauzan dalam membantah bid’ah ini di link:

 https://islamqa.info/ar/books/90609

حكم الاحتفال بالمولد النبوي

Ketiga:

Bersabarlah wahai saudaraku dalam mengikuti jejak Nabimu, Nabi Muhammad shallalalhu alaihi wa sallam. Jangan tertipu oleh banyaknya orang yang menyelisihinya. Kami nasehatkan anda untuk menuntut ilmu dan berusaha mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Jangan jadikan perbuatan keluarga anda ini sebagai sebab perpecahan anda dengan mereka. Mereka hanya bertaklid kepada selain mereka yang berfatwa bolehnya acara semacam ini, bahkan menganggapnya sunah. Hendaknya anda berlemah lembut kepada mereka dalam mengingkarinya, usahakan mengeluarkan ucapan yang paling baik, juga dengan perbuatan dan akhlak. Perlihatkan kepada mereka bekas-bekas orang yang mengikuti jejak Nabinya dalam prilaku dan ibadah anda.

Kami memohonkan kepada Allah semoga anda selalu mendapatkan taufiq.

Wallahu a’lam.

Islamqa.info

=

  • MAULID SANG NABI

(Kajian kitab Raudhatul Anwar Fi Sirati Nabiyyil Mukhtar)

✅ Syaikh Shafiyurrahman AL Mubarakfury -rahimahullah- berkata :

ولد رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بشعب بني هاشم في مكة، صبيحة يوم الاثنين، التاسع وقال: الثاني عشر من شهر ربيع الأول عام الفيل، والتاريخ الأول أصح والثاني أشهر – وهو يوافق اليوم الثاني والعشرون من شهر أبريل سنة 571 م .

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dilahirkan di pemukiman Bani Hasyim di kota makkah, diwaktu pagi pada hari senin, tanggal 9 atau ada yang mengatakan tanggal 12 bulan Rabi’ul Awwl tahun gajah. Jadi tanggal lahir yang pertama (tanggal 9) adalah yang paling benar, sedangkan tanggal lahir yang kedua (tanggal 12) adalah yang paling masyhur, yakni bertepatan dengan tanggal 22 April tahun 571 Masehi.

  • ➡ PELAJARAN :

➡ [1] Memgetahui waktu dan tempat kelahiran Nabi shalallahu alaihi wasallam. Beliau lahir di pemukiman Bani Hasyim, pada hari senin tanggal 9 atau 12 Rabi’ul Awwal tahun Gajah atau bertepatan dengan tanggal 22 April 571 M.

➡ [2] Hari senin merupakan hari yang istimewa dalam kehidupan Nabi shalallahu alaihi wasallam. Pada hari itu beliau dilahirkan, diangkat menjadi Nabi dan pada hari itupulalah beliau wafat.

Dari Abu Qotadah radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi -shalallahu alaihi wasallam- pernah ditanya tentang beliau suka puasa pada hari senin, maka beliau -shalallahu alaihi wasallam- menjawab :

ذَلكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

Senin itu adalah hari ketika aku dilahirkan padanya, dan hari aku diutus atau diturunkannya wahyu kepadaku padanya” (HR Muslim : 1162)

➡ [3] Tentang hari kelahiran Nabi -shalallahu alaihi wasallam- tidak ada perbedaan pendapat dikalangan para Ulama bahwa beliau lahir pada hari SENIN, hanya saja yang ada perselisihan diantara mereka adalah BULAN kelahirannya dimana ada yang mengatakan bulan Rabi’ul Awwal dan ada yang mengatakan bulan Ramadhan, akan tetapi pendapat yang benar adalah bulan Rabi’ul Awwal.

Lalu setelah itu para ulama berselisih lagi dalam masalah TANGGAL-nya di bulan Rabi’ul Awwal, ada yang mengatakan tanggal (2), ada yang mengatakan tanggal (8), ada yang mengatakan tanggal (9), ada yang mengatakan tanggal (10), ada yang mengatakan tanggal (12), ada yang mengatakan tanggal (17), dan ada yang mengatakan tanggal (22), semuanya pada bulan Robi’ul Awwal.

Dan yang rojih adalah tanggal (9) walaupun yang masyhur tanggal (12) rabi’ul Awwal. (lihat Ar Rahiqul Makhtum hal. 62)

➡ [4] Peristiwa kelahiran nabi shalallahu alaihi wasallam tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan ibadah tertentu baik itu perayaan ataupun ibadah lainnya, karena seandainya ibadah seperti perayaan maulid nabi shalallahu alihi wasallam itu di perintahkan niscaya waktunya akan ditetapkan secara jelas

➡ [5] Tahun kelahiran nabi shalallahu alaihi wasallam dinamakan tahun gajah karena pada tahun tersebut bertepatan dengan terjadi peristiwa serangan tentara gajah , datanglah Abrahah Al Asyram dari Yaman membawa 60.000 tentara dari berbagai macam kabilah. Ikut bersamanya juga sejumlah pasukan bergajah untuk menghancurkan Ka’bah. Ketika sampai di Wadi (lembah) Al Muhassir antara Muzdalifah dan Mina, dan bersiap untuk menyerang Makkah, Allah kirimkan kepada mereka burung yang berbondong bondong yang melempari mereka dengan batu yang berasal dari tanah yang panas. Jadilah mereka seperti daun daun yang dimakan ulat. Peristiwa ini terjadi di bulan Muharram Tepatnya 50 atau 55 hari sebelum kelahiran Nabi shalallahu alaihi wasallam bertepatan dengan akhir bulan Pebruari atau awal maret tahun 571 M. (Ar Rahiqul Makhtum, hal. 67)

➡ [6] Sebelum penanggalan hijriyah ditetapkan, masyarakat Arab dahulu menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai acuan tahun. Tahun renovasi Ka’bah misalnya, karena pada tahun tersebut, Ka’bah direnovasi ulang akibat banjir. Tahun fijar, karena saat itu terjadi perang fijar. Tahun fiil (gajah), karena saat itu terjadi penyerbuan Ka’bah oleh pasukan bergajah.

Oleh karena itu kita mengenal tahun kelahiran Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dengan istilah tahun fiil/tahun gajah.

Terkadang mereka juga menggunakan tahun kematian seorang tokoh sebagai patokan, misal 7 tahun sepeninggal Ka’ab bin Luai.” Untuk acuan bulan, mereka menggunakan sistem bulan qomariyah (penetapan awal bulan berdasarkan fase-fase bulan).

Sistem penanggalan seperti ini berlanjut sampai ke masa Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dan khalifah Abu Bakr Ash-Sidiq radhiyallahu’anhu.

Barulah di masa khalifah Umar bin Khatab radhiyallahu’anhu, ditetapkan kalender hijriyah yang menjadi pedoman penanggalan bagi kaum muslimin.

Abu Ghozie As Sundawie

=[[[Lanjut Ke Halaman 2]]]

Iklan