Syaithan Musuh Besar Manusia 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Kerasnya Hati

2.Mencuci hati…

3.Dahsyatnya fitnah akhir zaman…

4.MAKSIAT DAN KESYIRIKAN PENYEBAB SEMUA BENCANA

5.Beberapa Kesalahan Seputar Thaharah (Bag. 1)

6.Mengenal Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam

7.Bolehkah Mandi dengan Air Zam-zam?

8.Pembagian Tauhid Menjadi Tiga, Ide Siapa? (Bag. 4)

9.Sesungguhnya Ketaatan Itu Dalam Kebaikan

10.Hukumnya Menyebarkan Rahasia Rumah Tangga & Rambu-rambunya

11.Tips Untuk Suami Yang Istrinya TidakShalihah

12.Apa itu Definisi Hukum Makruh

13.Bagaimana Hukumnya MembantuMenjualkan Rokok

14.Hukum Menikah Karena Terpaksa

15.Hukum Pengobatan Dengan Minyak Ular

Ustdz Mizan Qudsiyah – Allah Tidak Butuh Sekutu 19Mb 1Jm30Mnit

https://mir.cr/1LGJ5EZM

Bumi Memang Bulat _ Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat 4Mb 20Mnit

Riba- Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat 2Mb

Kajian Umum – Agar Hidup Lebih Bermakna – Ustadz Dr. Firanda Andirja 17Mb 1jm38mnit

https://mir.cr/0SV1NMTE

Kajian Ilmiah Ust Abdurrahman Thayyib

Ciri-Ciri Manhaj Haroki

Kupas Tuntas Syubhat Pemikiran Teroris

Karakteristik Ahlussunnah

Menyikapi Krisis Manhaj dan Aqidah

Aqidah Ahlussunnah Terhadap Pemimpin Kaum Muslimin :

BEDAH BUKU KODE ETIK PENGUSAHA MUSLIMUst Ammi Nur Baits

Cara Setan Menyesatkan Manusia-Ust MizanQudsyiah

Ramuan Syetan-Syafiq Basalamah

Siapakah Wali Setan-UstMizan Qudsiyah

Tipu Muslihat Setan-Ust Abu Haidar

Langkah Setan Menyesatkan Manusia-Ust M. Abduh Tuasikal

Bermusuhan Dengan Syetan-Ust Ahmad Zainuddin


Ebook

Mengenal Tipu Daya Syaitan

Permusuhan Setan Terhadap Manusia

Rayuan Setan Dalam Pacaran

Kesombongan Setan

Jalan Islam Vs Jalan Setan

Dajjal Dan Symbol Setan

Jihad Melawan Setan

Kiat Menjaga Diri Dari Setan

Setan Musuh Besar Manusia

Pengkaburan Setan

==

  • Setan Musuh Besar Manusia

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang.Aqidah, semoga Allahmenjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin . 

  • PROFESI SETAN

Oleh : Abu Ghozie As Sundawie

Diantara pekerjaan tetap Setan adalah menghalang-halangi manusia dari kebenaran.

Dia telah berIkrar dihadapan Allah Ta’ala adalah menggelincirkan dan menyesatkan bani Adam dengan berbagai cara. Allah Ta’ala berfirman :

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, aku benar-benar akan menduduki (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at)”. (QS Al-A’raf : 16-17)

Al Qurthubi rahimahullah berkata :

قَوْلُهُ تَعَالَى: لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِراطَكَ الْمُسْتَقِيمَ أَيْ بِالصَّدِّ عَنْهُ، وَتَزْيِينِ الْبَاطِلِ حَتَّى يَهْلِكُوا كَمَا هَلَكَ، أَوْ يَضِلُّوا كَمَا ضَلَّ، أَوْ يَخِيبُوا كَمَا خُيِّبَ، وَالصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيمُ هُوَ الطَّرِيقُ الْمُوَصِّلُ إِلَى الْجَنَّةِ.

Firman Allah “aku benar-benar akan menduduki mereka dari jalan Engkau yang lurus maksudnya menghalang halangi darinya, dan menghiasinya dengan kebathilan, sehingga mereka binasa sebagaimana ia binasa, atau sampai mereka tersesat sebagaimana ia tersesat, atau mereka merugi sebagaimana ia merugi, dan yang dimaksud jalan yang lurus adalah jalan yang menghantarkan ke surga” (Tafsir Al Qurthubi 7/175)

✅ Dari Sabrah bin Abi Fakih ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda ;

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَعَدَ لِابْنِ آدَمَ بِأَطْرُقِهِ فَقَعَدَ لَهُ بِطَرِيقِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ: تُسْلِمُ وَتَذَرُ دِينَكَ وَدِينَ آبَائِكَ وَآبَاءِ أَبِيكَ، فَعَصَاهُ فَأَسْلَمَ، ثُمَّ قَعَدَ لَهُ بِطَرِيقِ الْهِجْرَةِ، فَقَالَ: تُهَاجِرُ وَتَذَرُ أَرْضَكَ وَسَمَاءَكَ، وَإِنَّمَا مَثَلُ الْمُهَاجِرِ كَمَثَلِ الْفَرَسِ فِي الطِّوَلِ فَعَصَاهُ فَهَاجَرَ، ثُمَّ قَعَدَ لَهُ بِطَرِيقِ الْجِهَادِ فَقَالَ: تُجَاهِدُ فَهُوَ جَهْدُ النَّفْسِ وَالْمَالِ فَتُقَاتِلُ فَتُقْتَلُ فَتُنْكَحُ الْمَرْأَةُ وَيُقْسَمُ الْمَالُ فَعَصَاهُ فَجَاهَدَ ” فَقَالَ رَسُولُ اللهِ a: ” فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ قُتِلَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، قَالَ: وَإِنْ غَرِقَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ وَقَصَتْهُ دَابَّةٌ كَانَ حَقًّا عَلَى اللهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ

Sesungguhnya setan menghalang-halangi (menjerumuskan) manusia pada semua jalan hidupnya. Setan menghalang-halanginya dalam jalan keislamannya, dia berkata, “Apakah kamu masuk islam dan meninggalkan agamamu dan agama bapak mu serta agama nenek moyang mu, tetapi dia tidak memperdulikannya, dia tetap teguh dengan keislamannya. Lalu Setan menghalang-halangi jalan hijrahnya, dia berkata, “apakah kamu hendak berhijrah dan meninggalkan tanah air dan tempat tumpah darahmu, berhijrah sama saja dengan kuda yang terikat, tetapi dia tidak memperdulikannya, dia tetap melakukan hijrah. Kemudian setan menghalang-halanginya dari jalan jihad, dia berkata, “apakah kamu mau berjihad padahal jihad membuat jiwa dan hartamu lenyap. Kamu berperang hingga kamu terbunuh lalu istrimu di nikahi orang, dan hartamu juga akan di bagi-bagikan. Akan tetapi dia tidak memperdulikannya, dia tetap berjihad. Barangsiapa melakukan hal ini, maka Allah akan memasukannya ke dalam surga, siapa yang terbunuh (di medan perang) maka Allah akan memasukannya kedalam surga. Dan barang siapa yang terlempar dari kendaraannya lalu meninggal maka Allah akan memasukannya ke dalam surga”. (HR Nassai : 3134, dan Ahmad : 15958, dishahihkan oleh Al Albani rahimahullah di As Shahihah : 2979, Shahihul Jami’ : 1652).

Syaithan akan mendatangi manusia dalam semua kondisinya. Dari Jabir bin ‘Abdillah ia berkata Aku mendengar Rasulullah shalallahu alihi wasallam bersabda :

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيْءٍ مِنْ شَأْنِهِ، حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ، فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمُ اللُّقْمَةُ، فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى، ثُمَّ لِيَأْكُلْهَا، وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ، فَإِذَا فَرَغَ فَلْيَلْعَقْ أَصَابِعَهُ، فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي فِي أَيِّ طَعَامِهِ تَكُونُ الْبَرَكَةُ

Sesungguhnya Syaithan akan mendatangi salah seorang diantara kalian pada setiap urusannya sampai ia akan mendatangi kalian pada saat makannya, maka apabila salah seorang kalian ada suapan yang jatuh , hendaklah memungutnya buanglah yang kotor lalu makanlah jangan di biarkan untuk Syaithan, dan kalau selesai makan maka jilatlah jari jemarinya, karena sesungguhnya ia tidak tahu makanan yang mana yang ada barokahnya” (HR Muslim : 5423). Demikian Wallahu waliyyut Taufiq

=

  • ➡ PURA PURA MEMBERI NASEHAT

Oleh : Abu Ghozie As Sundawie

Sesungguhnya Syaithan tidak datang kepada manusia dengan mengatakan kepadanya lakukan maksiat ini atau maksiat itu supaya kamu mendapatkan siksa yang pedih, supaya kamu celaka, atau supaya kamu masuk neraka.

Akan tetapi Syaithan akan mendatanginya dengan menjelma sebagai seorang pemberi nasihat yang jujur lagi baik.

Dengan tipudaya seperti inilah ia telah berhasil memperdaya ibu bapak kita Adam dan Hawwa sehingga terjerumus dan membuat mereka keluar dari Surga.

Allah Ta’ala berfirman ;

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلاَ مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَـذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَاتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَـذِهِ الشَّجَرَةِ إِلاَّ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ فَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَاتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَآنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“(Dan Allah berfirman): “Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim” “Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: “Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)”. “Dan dia (syaitan) bersumpah kepada keduanya. “Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua”, “Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”(QS Al-A’raf : 19-22). Semoga bermanfa’at, wallahu a’lam

=

  • KERJASAMA YANG BAIK ANTARA DUA JENIS SETAN

Oleh : Abu Ghozie As Sundawie

Ketika Syaithan dari kalangan JIN merasa sulit untuk mengelincirkan bani Adam yang kuat imannya, yang teguh keistiqamahannya, yang kokoh diatas hidayah, mulailah mereka meminta pertolongan atau bantuan kepada para syaithan dari kalangan MANUSIA, untuk menjerumuskan ke lemabh dosa dan maksiat, seperti minta bantuan dan kerjasama dengan para dukun, tukang ramal dan paranormal. Merekalah temen teman yang buruk saling membisikannya serta saling mempengaruhinya.

✅ Allah Ta’ala berfirman tentang Syaithan jenis Jin dan Manusia :

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia” (QS An Naas : 1-5).

✅ Allah Ta’ala juga berfirman :

وَإِنَّ الشَّيَاطِينَ لَيُوحُونَ إِلَى أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجَادِلُوكُمْ

Sesungguhnya syaitan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu (QS Al A’am : 121)

Oleh karena itu penting bagi seorang Muslim yang berusaha untuk istiqamah diatas Sunnah untuk memperhatikan teman teman bergaulnya, dengan siapa mereka berteman akrab karena pertemanan yang tidak dibangun diatas ketakwaan maka hanya akan menjadi musuh pada hari kiamat.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa”. QS Az Zukhruf : 67.

Para Syaithan pun mempunyai wali atau para penolongnya dari kalangan para Dukun dan tukang tukang sihir.

✅ Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda

 :

فَيَسْمَعُ الكَلِمَةَ فَيُلْقِيهَا إِلَى مَنْ تَحْتَهُ، ثُمَّ يُلْقِيهَا الآخَرُ إِلَى مَنْ تَحْتَهُ، حَتَّى يُلْقِيَهَا عَلَى لِسَانِ السَّاحِرِ أَوِ الكَاهِنِ، فَرُبَّمَا أَدْرَكَ الشِّهَابُ قَبْلَ أَنْ يُلْقِيَهَا، وَرُبَّمَا أَلْقَاهَا قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُ، فَيَكْذِبُ مَعَهَا مِائَةَ كَذْبَةٍ، فَيُقَالُ: أَلَيْسَ قَدْ قَالَ لَنَا يَوْمَ كَذَا وَكَذَا: كَذَا وَكَذَا، فَيُصَدَّقُ بِتِلْكَ الكَلِمَةِ الَّتِي سَمِعَ مِنَ السَّمَاءِ

ketika mereka (Syaithan penyadap berita) mendengar berita itu, disampaikanlah kepada yang ada dibawahnya, dan seterusnya, sampai ke tukang sihir dan tukang ramal, tapi kadang-kadang syetan pencuri berita itu terkena api (pelempar Syaithan) sebelum sempat menyampaikan berita itu, dan kadang-kadang sudah sempat menyampaikan berita sebelum terkena api, kemudian dengan satu kalimat yang didengarnya itulah tukang sihir dan tukang ramal itu melakukan seratus macam kebohongan, mereka mendatangi tukang sihir dan tukang ramal seraya berkata : bukankah ia telah memberi tahu kita bahwa pada hari anu akan terjadi anu (dan itu terjadi benar), sehingga ia dipercayai dengan sebab kalimat yang didengarnya dari langit”. (HR Bukhari : 4800). Wallahu waliyyut Taufiq.

=

  • KETA’ATAN DILABELI DENGAN NAMA NAMA YANG SEREM

Oleh : Abu Ghozie As Sundawie

Sesungguhnya keta’atan, iman dan amal shalih memiliki cahaya yang bersinar terang benderang.

Seandainya kebenaran itu dalam bentuk yang aslinya, sebelum dicemari dan dinodai niscaya jiwa manusia akan cenderung dan tertarik untuk menerimanya. Karena kebenaran itu sesuai dengan fitrah manusia.

Oleh karena itu Syaithan berusaha untuk memperburuk citra kebenaran dengan menamakannya denagn nama nama yang tidak disukai yang membuat jiwa lari.

Maka tidak heran kalau dahulu para Nabi dan rasul dicemarkan namanya dengan sebutan sebutan yang membuat orang lari, dari mulai tukang sihir, pendusta, orang gila, dan pembawa aliran sesat.

Allah Ta’ala berfirman tentang kaum ‘Ad yang mencemarkan nama baik Nabi Hud alaihi salam dengan gelaran gelaran yang buruk :

قَالَ الْمَلأُ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوْمِهِ إِنَّا لَنَرَاكَ فِي سَفَاهَةٍ وِإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ الْكَاذِبِينَ

Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal (dungu) dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta”. (QS Al A’raf : 66)

Demikian pula yang dilakukan oleh Kaum Madyan terhadap Nabi Syu’aib alaihi salam , Allah Ta’ala berfirman :

وَقَالَ الْمَلأُ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوْمِهِ لَئِنِ اتَّبَعْتُمْ شُعَيْباً إِنَّكُمْ إِذاً لَّخَاسِرُونَ

Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): “Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi“. (QS Al A’raf : 90).

Allah Ta’ala berfirman tentang Fir’aun yang mencela Nabi Musa dan Harun dengan sebutan tukang Sihir :

قَالُوا إِنْ هَذَانِ لَسَاحِرَانِ يُرِيدَانِ أَن يُخْرِجَاكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ الْمُثْلَى

“Mereka berkata: “Sesungguhnya dua orang ini (Musa dan Harun) adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama” (QS Thaha : 63).

{{{Lanjut ke Halaman 2)))

Iklan