Beberapa Renungan Dan Nasehat Salaf (11) 

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Tips Murid Sekolah Negeri Agar Bisa Sholat Jamaah

2.Tentukan Nasibmu Kelak Di Telaga Rasūlullāh

3.Hadits-Hadits Anas Tentang Qunut Shalat Shubuh

Adakah Zakat Tupperware?

5.Syarhus Sunnah: Memahami Takdir #02

6.Kecerobohan Kaum Muslimin Terkait Kewajiban Zakat

7.Syarat Dan Kaidah Dalam Dakwah (Mengajak) Manusia Kepada Agama Islam Yang Benar

8.Makelar di-Makelarkan

9.Janji Cinta

10.Pemahaman Ahlus Sunnah Tentang Ru’yatullah(Melihat Allah)

11.Tabiat Kikir, Bisakah Tersingkir?

•••

Safari Dakwah Ustadz Dr.Syafiq Riza Basalamah

Nasehat Untukmu Wahai Ikhwah

Ke Surga Bersama Keluarga

Aqidah Imam Abu Hatim & Imam Abu Zur’ah Oleh Ustadz Dzulqarnain M.Sanusi

Bag1Bag2Bag3

Suamimu Bukan Malaikat Oleh Ustadz Sanusi Daris

Futur Musuh Utama Saat Hijrah – Ustadz Ahmad Zainuddin

Istidraj Antara Hukuman dan Nikmat – Ustadz Abu Ihsan Al – Maidany ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ

Kehendak Allah Terhadap Hidayah dan Kesesatan-Ust Muhammad Nur Ihsan

Hubungan Antara Ketaatan dengan Kebahagiaan-Ustadz Ahmad Zainuddin

Cintailah Allah Sepenuh Hati”Ustadz Hadid Saiful Islam

Sejak Memilih, Meminang, Hingga Menikah Sesuai Sunnah”

Pertemuan Ke-1 Bersama Ustadz Abdurahman Ahmad ”Memilih Pasangan Ideal menurut Syariat ISLAM ”

Pertemuan Ke-2 Bersama Ustadz Hadid Saiful Islam ”Pelaksanaan Pernikahan menurut Syariat ISLAM ”

Pokok- pokok Dakwah Sunnah” bersama Ustadz Ahmas Faiz Asiffudin, Lc

Nasehat Untuk Penuntut Ilmu” bersama Ustadz Ikmal Fahad, M.P.I

Keutamaan Islam – Kitab Fadhlul Islam Syaikh At-Tamimi” bersama Ustadz Irfan Fakhrurrozi, Lc.

Bag1Bag2Bag3

Istiqomah dizaman Fitnah-Ust Syafiq Basalamah

HUBUNGAN DENGAN SESAMA MANUSIA-Ust Syafiq Basalamah

Pokok-Pokok Ajaran Islam yang Wajib Diketahui” Ustadz DR. Sufyan Basweidan, Lc, MA.

Jeda Ceramah pendek pada radio/TV Islam,

=

Ebook

Berdamai Dengan Yahudi-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baz 89Hlm

Agama Yang Benar (Menguak Kebenaran Agama Islam Secara Konseptual dan Rasional)- Syaikh Abdur Rahman bin Hammad 155hlm

Kenapa Alergi Salafi-Ust Abdurrahman Thayyib

Yang Benar Mahdzab Syafi’i Bukan Wahhabi-Ust Rasul Bin Dahri 84Hlm

Shulh (Damai)

Yahudi Menggenggam Dunia 156hlm

Zionisme Gerakan Menaklukan Dunia-ZA Maulani 237 Hlm

Yesus dan Bible Dalam Sorotan — Rashad ‘Abdul Muhaimin 70Hlm

==

Beberapa Renungan Dan Nasehat Salaf (11)

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga

hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah

menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamin .

  • Apabila Terlanjur Durhaka Terhadap Ortu (Na’udzu billah) Dan Ortu Tetap Murka Hingga Wafatnya

Fatwa Al-Imam An-Nawawi Dalam Madzhab Syafi’i

————

Al-Imam An-Nawawi Rahmatullah ‘alaihi ditanya, “Apabila seseorang durhaka terhadap kedua orang tuanya dan keduanya wafat dalam keadaan keduanya murka terhadap anaknya tersebut, bagaimana yang harus ditempuh untuk meredam kemurkaan tersebut (di akhirat) dan menggugurkan tuntutannya di akhirat kelak ?”

Beliau menjawab, “Adapun tuntutan kedua orang tuanya di akhirat kelak, maka tidak ada jalan untuk menggugurkannya. Namun anak yang durhaka harus melakukan beberapa hal setelah ia menyesali kedurhakaannya tersebut :

1. Memperbanyak permohonan ampunan kepada Allah untuk kedua orang tuanya.

2. Memperbanyak doa kebaikan untuk kedua orang tuanya

3. Memperbanyak sedekah atas nama kedua orang tuanya jika ia memiliki kemampuan atas hal tersebut.

4. Memuliakan orang-orang yang dicintai oleh kedua orang tua (ketika keduanya masih hidup) baik teman keduanya atau semisalnya.

5. Menyambung silaturahmi dengan kerabat-rekan kedua orang tuanya

6. Membayar hutang kedua orang tua dan menyelesaikannya jika hal tersebut lapang baginya

Fatawa An-Nawawi hal. 118

@ Abu Hanifah Jandriadi Yasin

=

  • Sangat mengharukan.. Pesan orangtua kepada anaknya..

Anakku.. suatu hari nanti, kamu akan melihatku tua renta, dg polah yg aneh.

Jika hari itu datang, aku mohon berikan sebagian waktumu utk memperhatikanku.. berikan pula sebagian kesabaranmu utk memahamiku.

Saat tanganku mulai gemetaran, sehingga seringkali makananku jatuh ke dadaku.. saat aku tidak kuat lagi memakai bajuku sendiri.. maka hiasilah sikapmu dg kesabaran mengurusku.

Ingatlah dulu ketika aku bertahun-tahun lamanya mengajarimu hal-hal yg tidak bisa kulakukan di hari ini.

Jika aku tidak lagi rapi dan wangi; jangan salahkan aku… Tapi ingatlah di masa kecilmu, bagaimana aku selalu berusaha menjadikanmu rapi dan wangi.

Jangan menertawakanku, bila kamu melihat aku tidak tahu atau tdk paham tentang perkembangan zamanmu.. tapi jadilah kamu mata dan pikiranku, agar aku bisa menutupi ketertinggalanku

Aku dahulu yg mendidikmu.. aku dulu yg mengajarimu bagaimana menghadapi hidup ini… Akulah yg dulu mengajarimu apa yg hrs aku lakukan hari, dan apa harusnya tdk aku lakukan hari ini.

Janganlah kamu bosan dg lemahnya ingatanku, lambatnya kata-kata dan pikiranku saat berbicara denganmu.. karena yg membahagiakanku saat ngobrol denganmu sekarang ini; hanyalah kebersamaan denganmu saja.. Bantulah aku utk mendapatkan keinginanku, krn aku masih tahu apa yg kuinginkan.

Saat kedua kakiku tidak patuh lagi utk membawaku ke tempat yg kuinginkan; jadilah kamu seorang yg penyayang.. ingatlah bahwa aku dahulu menuntunmu berkali-kali agar engkau mampu berjalan.. maka janganlah malu menuntunku saat ini, krn nanti kamu juga akan mencari orang yg mau menuntunmu.

Ingatlah, di umurku ini aku tidaklah menginginkan kehidupan sepertimu.. tapi aku hanya menunggu kematian, itu intinya.. maka, temanilah aku.. jangan kau campakkan diriku.

Saat kamu ingat kesalahan-kesalahanku; ingatlah bahwa tidak ada yg kuinginkan darinya kecuali kebaikan untukmu.. maka, sesuatu yg paling baik kau lakukan untukku saat ini adalah memaaafku, menutupi aibku.. semoga Allah memaafkanmu dan menutupi aibmu.

Sungguh tawa dan senyumanmu masih terus membuatku bahagia seperti dulu.. oleh karena itu, jangan halangi aku utk menemanimu.

Aku dahulu bersamamu saat kamu dilahirkan.. maka, teruslah bersamaku saat aku mendekati kematian!!

———-

Ya Rabb, ampunilah aku dan kedua orang tuaku… Sayangilah mereka berdua, sebagaimana mereka telah mendidikku (dg kasih sayang) saat aku kecil.

Alih bahasa: Addariny.

=

  • BAGAIMANA CARA MELIHAT SEORANG USTADZ YANG MENYIMPANG MANHAJNYA ?

Dengan bermunculannya para du’at dan bertebarannya majlis kajian , dari satu sisi hal ini sebuah kemaslahatan, yang patut disyukuri dan bergembira serta memberikan apresiasi karenanya, sebab hal ini pertanda bahwa dakwah sunnah berkembang pesat, sehingga pengajian dan majlis ilmu ada dimana mana, tidaklah ada satu kota dan kecamatan kalau tidak mau dikatan desa , kecuali ada dakwah dan pengajian salaf disitu.

Namun disisi lain ada hal yang selayaknya di perhatikan , yaitu ketika kuantitas dikedepankan maka biasanya (tidak mutlak) kualitas akan menurun, diantara contoh dampaknya adalah ditengah semaraknya dakwah dan kajian sunnah, materi materi kajian aqidah dan manhaj berkurang.

Sehingga sering kita dengar pertanyaan dari ikhwah yang sudah ngaji bahkan tergolong lama ngaji, namun masih bertanya tentang bagaimana manhaj ustadz pulan , hanya karena penampilan sang ustadz tersebut secara dzahir menampakan sunnah seperti berjenggot, celana cingkrang, istrinya bercadar, atau dalam kajiannya selalu menyampaikan Quran dan juga sunnah terkadang membawakan pula perkataan perkataan para ulama dan imam salaf, bahkan terkadang kitab yang dipakainya sama dalam kajian kajiannya, seperti kitab tauhid, atau kitab aqidah salaf seperti kitab aqidah thohawiyyah, aqidah wasithiyyah, dll, padahal bagi yang Allah berikan pemahaman yang tajam jelas sekali sang ustadz tersebut penebar syubhat, punya prinsip yang menyimpang dari dasar dasar Sunnah, namun tersamarkan pemahaman dan penyimpangan ustadz tersebut pada sebagian para penuntut ilmu (Yang sering ikut ngaji) , hal ini menunjukan kurang mendalamnya pengkajian aqidah dan manhaj.

Hal ini diperburuk dengan tema tema materi yang banyak disampaikan dalam majlis majlis kajian adalah sekitar tematik yang terkadang materi itu pesanan dari para panitia kajian , sampai ada panitia yang ngelarang ustadznya bahas ini bahas itu, melarang bahas syirik, bahas bid’ah dengan alasan khawatir menyinggung jamaah nya karena masih awam, akhirnya awam terus tentang aqidah tentang syirik dan bid’ah.

Maka seolah jalan dakwah , materi dakwah dan sampai penetapan kitab apa yang dikaji pun di tentukan oleh panitia atau para penggiat dakwah yang terkadang (kalau tidak mau dikatakan kebanyakan) mereka awam (sebagaimana dikatakan oleh Ustadzuna Abdul Hakim-hafidzahullah-) , atau minimal belum lama ngaji dst.

Diperparah lagi dari pihak penuntut ilmunya juga ada diantara mereka yang hanya suka menghadiri kajian kajian tematik dan tabligh akbar saja, bahkan ada yang hanya mau menghadiri kajian ustadz yang terkenal saja, hanya ustadz ibu kota saja, sementara kajian harian dari ustadz kampungnya, ustadz daerahnya, padahal kajian yang disampaikan adalah kajian yang sifatnya ta’shiliyyah (materi dasar) khususnya tentang aqidah dan manhaj, mamun tidak mau menghadirinya, atau kurang semangat untuk hadir.

Demikianlah diantara penomena yang ada dan kita rasakan, walaupun mungkin ada yang tidak setuju. Oleh karena itu ada baiknya kita simak apa yang di nasehatkan oleh guru kita al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat -hafidzahullah- dalam masalah ini.

Semoga bermanfaat..

=

  • BILANGAN MEMBACA AL MU’AWIDZAT SETELAH SHALAT FARDHU

SOAL :

Berapa kali kita membaca Al Ikhlash, al Falaq dan an Naas setelah shalat fardhu karena saya lihat dibuku saku dzikir doa ada perbedaan ada yang sekali ada disebutkn tiga kali terutama pada sholat Shubuh dan magrib, dari Umu Shadri di Jakarta.

✅ JAWAB :

Barokallahu umu Shadri semoga dianugrahkan keistiqamahan diatas sunnah , terkait pertanyan diatas perlu perincian sebagai berikut :

✅ (1)-Surat al Ikhlash , al Falaq dan an Naas disebut dengan mu’awidzat (surat perlindungan dari mara bahaya).

✅ (2)-Membaca surat Mua’awidzat tersebut ada dua momen yaitu saat pagi dan petang sebagaimana riwayat :

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ خُبَيْبٍ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : (( اقْرَأْ : قُلْ هُوَ اللهُ أحَدٌ ، والمُعَوِّذَتَيْنِ حِيْنَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبحُ ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ )) .

Dari ‘Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberkata kepadaku, ‘Bacalah: Qul huwallahu ahad (surah Al-Ikhlash) dan Al Mu’awwidzatain (surah Al-Falaq dan An-Naas) saat petang dan pagi hari sebanyak tiga kali, maka itu mencukupkanmu dari segala sesuatunya.”

(HR. Abu Daud, no. 5082 dan Tirmidzi, no. 3575. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Dan juga saat setelah shalat Fardhu , sebagaimana riwayat :

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ: «أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ

Dari ‘Uqbah bin Amir ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkanku agar aku membaca AL MU’AWWIDZAT (Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.pent) setiap selesai shalat.

(HR. Abu Daud no.1523 dishahihkan oleh Al-Albani)

✅ (3)-Dalam kedua hadits diatas diketahui bahwa jumlah bilangan yang tiga kali itu berkaitan dengan Surat al Mu’awidzat yang dibaca dalam momen sebagai dzikir pagi dan petang.

Adapun dzikir membaca surat al Mu’awidzat berkaitan setelah shalat Fardhu dibaca hanya sekali sebagaimana dzahirnya hadits ‘Uqbah bin ‘Amer radhiyallahu anhu.

✅ (4)-Batasan waktu dzikir pagi dan petang ada khilaf dikalangan para ulama namun yang kuat diantara pendapat para ulama adalah :

  1. Dzikir pagi (Shabah) setelah shalat subuh sampai terbit matahari.
  2. Dzikir petang (Masa’)setelah shalat ashar sampai tenggelam matahari, ada juga yang mengatakan sampai bada magrib.

✅ (5)-Jika bersamaan momen dzikir bada shalat seperti Dzikir ba’da shalat Subuh dengan dzikir pagi (shabah) atau Dzikir ba’da shalat ashar atau Magrib dengan dzikir petang (masa’) maka boleh digabungkan niat dzikir setelah shalat sekaligus niat dzikir pagi petang, jadi tidak perlu mengulang baca surat al Mu’awidzatnya, namun pada saat shalat subuh dan ashar atau magrib dibaca tiga kali, karena sekaligus sebagai dzikir petang, adapun pada shalat selain subuh atau ashar dan magrib maka dibaca sekali saja al Mu’awidzatnya sebagaimana dzahirnya hadits ‘Uqbah bin ‘Amer -radhiyallahu anhu-

✅ Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid -hafidzahullah- mengatakan :

فمن أتى بذلك بعد صلاة الصبح وقعت عن أذكار الصلاة وعن أذكار الصباح ، لكن ينبغي أن يقرأ المعوذات ثلاثا ، كما تقدم في حديث عبد الله بن خُبيب . ومن أتى بذلك بعد صلاة العصر ، أو بعد صلاة المغرب – على القول بامتداد وقت أذكار المساء إليه – وقعت عن أذكار الصلاة وعن أذكار المساء .

Maka siapa yang telah berdzikr al Mua’awidzat setelah shalat subuh, maka dianggap telah berdzikir ba’da shalat dan sekaligus dzikir pagi, namun hendaknya membaca al Mu’awidzatnya tiga kali, sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Khubaib, dan barang siapa yang telah membaca al Mu’awidzat setelah shalat ashar atau setelah shalat magrib -menurut yg berpendapat waktu dzikir sore itu waktunya sampai bada maghrib- , maka telah dianggap dzikir setelah shalat dan dzikir sore. (Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 60420). Demikian semoga bermanfa’at.

—-Abu Ghozie As-Sundawie

=<<<Lanjut Ke Halaman 2>>>

Iklan