Menyoal Kisah Nyata Adzab Kubur Mantan Pegawai Bank

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1. Adzab Kubur dan Riba

2.Apakah Azab Kubur Bisa Meringankan Siksa

3.Siksa Kubur Dihentikan di Bulan Ramadhan?

4.Siksa Kubur bagi Orang yang Lalai dalam Shalat

5.Derita Sesudah Mati

6. Surat Al Mulk Menyelamatkan dari Siksa Kubur

7.Apakah Adzab Kubur Itu Menimpa Jasad atau Ruh? | 

8.Shahihkah Hadis Tentang Adzab Kubur ? |

9.Alam Kubur Dan Adzab Kubur Itu Benar Adanya (1)

10.Mayit Disiksa dengan Tangisan Keluarganya 

11. Aqidah Azab Kubur Mutawatir

12.Adzab Kubur , Apakah Berlangsung Terus-Menerus Sampai Hari Kiamat 

••

Adzab Kubur Pasti Ada-Ust Mizan Qudsiyah 18Mnit
3Mb

Fitnah Kuburan-Ust Mizan Qudsiyah

Siksa Kubur-Ust Za inal Abidin Syamsudin 

Adzab Kubur-Ust Abu Ubaidah As Sidawi

Siksa Kubur-Ust Abu Ubaidah As Sidawi

Adzab dan Nikmat Kubur-Ust Abdurrahman Thayyib

Bag1Bag2

Perjalanan Ruh Semenjak Sakratul Maut hingga Alam Barzakh”-Ustadz Abu Zubair Hawary Lc

Sebab – Sebab Yang Menyelamatkan Dari Adzab Kubur” Oleh Ustadz Dzulqarnain M.Sanusi

Nikmat dan Adzab Kubur” Oleh Ustadz Muhammad Qasim Muhajir Lc

Ust. Abdurrahman –Siksa Bagi Penghuni Kubur Bagi Ahli Maksiat

••

Ebook

Siksa dan Nikmat Kubur

Alam Barzah

Hari Akhir

Siksa Neraka

Misteri Alam Kubur

Hukum Menghadiahkan Pahala Al-Quran kepada Si Mati-Syeikh Muhaddith Abdullah Siddiq Al-Ghummari..98Hlm

Ada Apa Setelah Kematian[Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin] 143Hlm

Permasalahan Adzab Kubur Syaikh Muhammad bin Shalih AlUtsaimin

 

==

➡ Menyoal Kisah Nyata Adzab Kubur Mantan Pegawai Bank

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Aqidah, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

 

Menyoal Kisah Diadzabnya Pegawai Bank

  • Terkadang Allah Nampakkan Siksa Kubur

▪ قال الحافظ ابن رجب في كتابه (أهوال القبور) بعد أن ذكر أحاديث عذاب القبر ونعيمه:

وقد أطلع الله تعالى من شاء من خلقه وعباده على كثير مما ورد في هذه الأحاديث حتى سمعوه وشاهدوه عيانًا. وممن ذكر ذلك ابن أبي الدنيا في كتاب (القبور)، والإمام ابن القيم في كتاب (الروح)، والشيخ محمد السفاريني في (البحور الزاخرة).

Al Hafidz Ibnu Rojab mengatakan dalam kitabnya Ahwalul Qubur setelah memaparkan hadits2 tentang siksa dan nikmat kubur:

Sungguh Allah tampakkan kepada hamba yg dikehendakiNya tentang kandungan hadits2 ini (nikmat dan siksa kubur) sehingga mereka mendengarnya dan melihatnya secara nyata, sebagaimana diceritakan oleh Ibnu Abi Dunya dalam Al Qubur, imam Ibnul Qoyyim dalam kitab Ar Ruuh, dan Syeikh As Saffarini dalam Al Bukhur Az Zaakhirah”.

Jadi, bukan hal yang mustahil jika siksa kubur ditampakkan kpd sebagian manusia sebagai teguran kpd manusia pendosa, tapi yang harus diperhatikan dalam hal ini:

✅ 1. Kita harus lebih selektif dan ekstra hati-hati dalam menerima dan menyampaikan berita tentang hal ini karena kejujuran pada zaman sekarang ini adalah barang yg sangat langka sekali. Cukuplah seoarang dikatakan pendusta jika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengar”.

✅ 2. Ketika menyampaikan kisah sensitif seperti ini, hendaknya identitas pelaku disembunyikan, karena itu bisa membongkar aibnya dan keluarganya, karena tujuan intinya adalah peringatan kepada dosa bukan menghakimi dan menvonis pelakunya, karena itu bukan wilayah kita.

Ingat ini masalah ghoib dan urusan siksa dan nikmat di alam barzakh adalah hak mutlak Allah, bisa jadi Allah menyiksa dan bisa jadi Allah mengampuni dosa hambaNya.

Wallahu A’lam.

___Abu Ubaidah As Sidawi

=

  • Tidak Boleh Memastikan Seseorang Diadzab Kubur

Kita tak boleh menjazmkan atau memastikan bahwa seseorang diadzab di kuburannya karena maksiat yang ia lakukan, apalagijika ia masih seorang muslim…kecuali orang yang jelas2 kafiratau yang dinyatakan secara jelas oleh dalil atas tertimpanya adzab baginya seperti fir’aun.

Fadlan Fahamsyah

=

  • Efek Negatif Kisah Diadzabnya Pegawai Bank

Menceritakan kepada jama’ah kisah diadzabnya seorang pegawai bank itu bukanlah manhajnya Ahlu Sunnah Wal Jama’ah… Karena sebagai mana diketahui bahwa setiap dosa selain kesyirikan itu berada dibawah kehendak Allah, sedangkan kita tidak boleh menentukan personal dari orang Islam sebagai yang mendapat adzab didalam kuburnya, karena ini adalah masalah yang ghaib

Terdapat sisi negatif dalam menceritakan hal itu dikhalayak umum:

✅ 1. Kita akan menyangka bahwa orang tersebut terkena adzab lantaran maksiat yang dia lakukan, hal ini masuk dalam perkara mengira2 dalam perkara ghaib, ini jelas bertentangan dengan Aqidah Ahlu Sunnah

✅ 2. Menceritakan hal itu bisa masuk perkara menta’yin individu seorang muslim terkena adzab ini juga bertentangan dengan aqidah Ahlu Sunnah

✅ 3. Menceritakan hal itu juga bisa menyakitkan hari keluarga si mayyit meskipun itu tidak disebutkan nama secara langsung tapi ketika itu sampai ke telinga keluarga mayyit bisa menjadikan mereka bersedih

✅ 4. Hal ini juga bisa berdampak keyakinan seorang kalau pelaku maksiat pasti mendapat adzab dari Allah. Ini juga bertentangan dengan Aqidah Ahlu Sunnah, karena dosa selain kesyirikan dibawah kehendak Allah

✅ 5. Hal ini juga bisa menjadikan keluarga si mayyit berputus asa dari Rahmat Allah ini juga tidak dibenarkan

Wallahu’alam

__Agus Susanto

Baarakallahu fiikum

==

  • Tidak Boleh Memastikan Adzab Kubur Bagi Pelaku Ini Itu

Besok tema dakwah kajian salafi bergeser seperti sinetron hidayah sepertinya, memastikan adzab kubur bagi pelaku ini itu.

Saya meyakini adanya adzab kubur – yakin dengan seyakin yakinnya, karena hal ini adalah aqidah mutawatir dikalangan ahlussunnah kaum muslimin, dan pun dosa yang menyebabkan adanya adzab kubur bukan hanya satu macam.

Hal ini juga seharusnya menjadikan diri khawatir mendapatkan adzab kubur – meminta perlindungan kepada Allah dari dahsyatnya adzab kubur dan meninggalkan dosa dosa yang bisa mengundang datangnya adzab kubur.

Akan tetapi memastikan suatu dosa sebagai penyebab seseorang mendapatkan adzab kubur maka hal ini adalah perkara ghaib, yang seseorang tidak boleh berbicara didalamnya kecuali dengan ilmu…

—Andre Abu Asma

==

  • ➡ [Standar Yang Perlu Dibenahi]

✅ Saya bukan siapa-siapa. Tapi alkisah, kita menuntut orang-orang agar selektif memilih guru. Pantau manhajnya, lihat latar belakangnya, lihat teman majelisnya, sebelum kita menimba ilmu darinya. Saya ingin tahu beberapa dai belakangan ini, belajar di mana dulunya atau siapa gurunya atau afiliasi lebih jelasnya kemana. Lalu saya tanya ke beberapa panitia, sekadar ingin tahu. Eh, mereka kebingungan. Tidak tahu. Katanya standarnya ketat. Kok tidak tahu?! Ketat ke orang lain tapi tidak kepada diri sendiri?

Ada standar yang perlu dibenahi. Beberapa dai yang manhajnya tak bermasalah, background pendidikannya jelas, pergaulannya sehat, justru dicurigai. Tapi yang tidak diketahui melainkan sekadar namanya ada di masjid fulan atau populer, malah diundang. Standar sebagian panitia kajian dan DKM sekarang perlu dibenahi prakteknya.

Saya bukan siapa-siapa. Tapi alkisah, saya menyimak seorang dai Ahlus Sunnah -hafizhahullah- mengkaji perihal manhaj menuntut ilmu. Di situ disebutkan, kita harus selektif memilih guru, juga teman. Sampai ada riwayat salaf yang dituturkan bahwa sebagian mereka sampai meneliti akhlak, pergaulan dan manhaj seorang guru sebelum belajar darinya. Masya Allah.

Tapi di kemudian hari, sang dai -hafizhahullah- malah koleb (bahasa YouTuber yang maksudnya: kolaborasi) dengan dai lain yang lumayan populer, tapi para panitia sendiri tidak tahu latar belakang sebenarnya bagaimana. Mengajarkan manhaj pula. Memang, ketidaktahuan kita akan sesuatu tidak mesti menjadikan sesuatu itu tidak ada.

Tapi, katanya selektif dan teliti sekian lama. Seberapa lama sudah meneliti sebelum ‘koleb’? Standar yang masih perlu dibenahi prakteknya.

Saya bukan siapa-siapa. Tapi alkisah, beberapa dari kalangan Muslimin menyambung-nyambungkan bencana tertentu dengan suatu perkara (walau ada berbau politik). Lalu kita serta merta menyerukan mereka agar jangan kaitkan bencana dengan ini atau itu. Semua ini perkara ghaib. Kitu ceunah. Ada sebagian bilangfulan kuburannya rusak, atau terindikasikan kena adzab kubur, karena dahulunya begini begitu. Konon, kita serta merta menasehati mereka agar jangan sok tahu soal itu. Belum tentu karena sebab yang kita sangkakan.

Mungkin sebab lain. Kitu ceunah. Nowadays, booming pegiat riba walau zahirnya saleh semasa hidupnya tapi pas dibongkar kuburnya, (teruskan cerita), tetibanya di FB, WA, Instagram dst pada aur-auran mengatakan: adzab kubur untuk pelaku riba. Atau: adzab kubur akibat riba semasa hidup. Saya bukan mengingkari dosanya riba dan ngerinya adzab. Tapi:

Kita pakai standar model apa sebenarnya?

Untuk golongan lain, kita asah runcingan tombak, dan untuk kita- kita, semua menjadi tumpul? Lalu kita setir-setir alasan sampai titik udzur paling nadir dan hampir mustahil?

Ada juga di beberapa konten dakwah kita di medsos. Untuk membantah suatu perkara keburukan, video yang diunggah malah ada intro musiknya. Mengetahui itu haram, maka admin menulis: abaikan musiknya. Ini sama dengan: ambil baiknya buang musiknya? Standar siapa lagikah ini?

Boleh jadi hal-hal ini silap insani. Wajar secara kemanusiaan. Saya pun tak sebaik yang dinyana. Kita tiap tiapnya punya alpa. Tapi semoga apa yang saya ujar di sini, bisa difahami dan menjadi garapan perbaikan agar ladangnya kian membaik dan kian bertambah berkahnya.

Semoga bermanfaat.

—Hasan Al Jaizy

==

  • Hukum Ucapan:“Jenazah Sulit dikubur karena Pemakan Riba”

✅ Terkadang kita mendengar ungkapan atau bahkan menjadi judul utama majalah atau film:

  1. “Jenazah Sulit dikubur karena dosa Riba”
  2. “Jenazah sulit dikubur karena menolak keras poligami”
  3. “Muncul ular di kubur karena semasa hidup lintah darat pemakan riba”

✅ Bahkan sempat menjadi trend dan untuk “lucu-lucuan” diplesetkan seperti:

  1. Mempersulit mahasiswa, dosen susah dikebumikan”
  2. “Sering ngeyel debat paslon, jenazah sulit dikebumikan”
  3. “Sering mengolok yang minum kopi pakai gula, jenazah sulit dikebumikan”
  4. “Sering mengedit cover majalah H******, jenazah sulit dikebumikan”

Pernyataan di atas tidak dibenarkan dengan alasan:

✅ 1) MEMASTIKAN sebab “sulit dikuburkan” adalah karena dosa ini dan dosa itu. Hal Ini termasuk menebak-nebak hal ghaib yang dilarang agama. Bisa jadi memang orang tersebut banyak melakukan dosa riba dan terkenal lintah darat paling besar saat hidup, akan tetapi memastikan sebab adzab tersebut karena dosa ini dan dosa itu adalah termasuk menebak hal ghaib

✅ 2) Meskipun ia pelaku dosa besar (misalnya riba) semasa hidupnya, bisa jadi adzab yang disegerakan tersebut karena dosa lain yang lebih besar dan kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, misalnya dosa syirik, dosa durhaka kepada orang tua, dosa sihir.

✅ 3) Terkadang diplesetkan dengan maksud main-main dan bercanda, maka ini termasuk mengolok-olok dan bercanda dengan materi agama yang tidak diperbolehkan bahkan termasuk pembatal keIslaman

Catatan:

✅ 1) Menebak-nebak hal ghaib tidak diperbolehkan karena hanya Allah yang tahu hal ghaib, kecuali dari beberapa hamba-Nya yang telah diberitahu oleh Allah.

Allah berfirman,

ﻋَﺎﻟِﻢُ ﺍﻟْﻐَﻴْﺐِ ﻓَﻠَﺎ ﻳُﻈْﻬِﺮُ ﻋَﻠَﻰٰ ﻏَﻴْﺒِﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ﴿٢٦﴾ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﻦِﺍﺭْﺗَﻀَﻰٰ ﻣِﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝٍ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﺴْﻠُﻚُ ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﻦِ ﻳَﺪَﻳْﻪِ ﻭَﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻔِﻪِﺭَﺻَﺪًﺍ

“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga- penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya” (al-Jin/ : 26-27)

✅ 2) Memang TERKADANG Allah memperlihatkan hal-hal ghaib kepada hamba-hambanya, semisal adzab kubur yang terlihat oleh manusia berupa mayat yang rusak dan keadaan kubur yang tidak seperti biasanya.

Ibnu Abil ‘Izzi menjelaskan,

ﻭﻗﺪ ﺃﺭﺍﻧﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﺍﺭ ﻣﻦ ﻋﺠﺎﺋﺐ ﻗﺪﺭﺗﻪﻣﺎ ﻫﻮ ﺃﺑﻠﻎ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺑﻜﺜﻴﺮ، ﻭﺇﺫﺍ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻄﻠﻊ ﻋﻠﻰﺫﻟﻚ ﺑﻌﺾ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺃﻃﻠﻌﻪ ﻭﻏﻴﺒﻪ ﻋﻦ ﻏﻴﺮﻩ

Terkadang Allah perlihatkan di dunia ini(adzab kubur) berupa hal-hal ajaib dengan kemampuan-Nya dan hal ini lebih memberikan penaruh lebih banyak. Allah mampu menampakkan hal ini pada sebagian hamba-Nya dan tidak menampakkan pada lainnya.” (Syarh Aqidah At-Thahawiyah)

✅ 3) Mengolok-olok agama dan menjadikan sebagai bahan candaan sangat terlarang.

Allah berfirman,

ﻭَﻟَﺌِﻦ ﺳَﺄَﻟْﺘَﻬُﻢْ ﻟَﻴَﻘُﻮﻟُﻦَّ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻧَﺨُﻮﺽُ ﻭَﻧَﻠْﻌَﺐُ ۚ ﻗُﻞْ ﺃَﺑِﺎﻟﻠَّﻪِﻭَﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﺴْﺘَﻬْﺰِﺋُﻮﻥَ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﺘَﺬِﺭُﻭﺍ ﻗَﺪْ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢﺑَﻌْﺪَ ﺇِﻳﻤَﺎﻧِﻜُﻢْ

Dan jika kamu tanyakan kepada mereka(tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya BERSENDA GURAU dan BERMAIN-MAIN saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat- ayatNya dan RasulNya kamu selalu BEROLOK- OLOK?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… (At Taubah : 65-66)

@Raehanul Bahraen

==

  • Amalan Penyelamat Dari Siksa Kubur

Sosial media sedang ‘dihangatkan’ dengan perbincangan adzab kubur. Namun disini saya sedang tidak mengomentari kejadian tersebut (pemakan harta riba) yang dikatakan menjadi sebab adzab kubur, akan tetapi lebih kepada amalan penyelamat dari adzab kubur, di antaranya :

  • ➡ [1]. Mati syahid.

Dari Miqdam bin Ma’di Kariba رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

Orang yang mati syahid di sisi Allah mendapat enam keutamaan, yaitu :

1. Diampunkan dosanya sejak tetesan darah yang pertama.

2. Dapat melihat tempatnya di Surga.

3. Akan dilindungi dari adzab kubur.

4. Diberikan rasa aman dari ketakutan yang dahsyat pada hari Kiamat.

5. Diberikan pakaian iman, dinikahkan dengan bidadari.

6. Dan dapat memberikan syafa’at kepada tujuh puluh orang keluarganya.”

(Shahiih, HR. Ahmad, IV/131, at-Tirmidzi, IV/187, no. 1663, dan Ibnu Majah, no. 2799, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib, no. 1375, dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, no. 3213)

  • ➡ [2]. Ribath yaitu berjaga-jaga dijalan Allah.

Dari Salman al-Farisiy رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,Rasulullah ﷺ bersabda,

Orang yang berjaga-jaga dijalan Allah dari serangan musuh sehari semalam lebih baik dari puasa dan shalat malam selama sebulan. Dan jika ia mati, maka mengalirlah (pahala) amal yang biasa ia kerjakan, diberikan rizkinya, dan dia dilindungi dari adzab (siksa) kubur dan fitnahnya.”

(Shahiih, HR. Muslim, no. 1913 [163]

  • ➡ [3]. Membaca surat al-Mulk setiap malam.

✅ Dari Anas bin Malik رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

Ada satu surat dalam Al-Qur-an yang hanya terdiri dari tiga puluh ayat, namun ia akan membela orang yang membacanya sampai ia memasukkannya ke dalam Surga.

Para Shahabat bertanya,

Surat apa itu wahai Rasulullah?”

Beliau ﷺ menjawab,

Surat al-Mulk.”

(Shahiih, HR. Ath-Thabrani dalam al-Ausath IV/391, Shahiihul Jaami’, no. 3644)

Dari Abu Hurairah رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,Rasulullah ﷺ bersabda,

Ada satu surat dalam Al-Qur-an yang terdiri dari tiga puluh ayat, yang akan memberikan syafa’at kepada seseorang sampai orang tersebut diampuni dosanya.

Para Shahabat bertanya,

Surat apa itu wahai Rasulullah?”

Beliau ﷺ menjawab,

Surat al-Mulk.”

(Shahiih, HR. Ahmad, II/321, At-Tirmidzi, V/151, no. 2891, Abu Dawud, II/119, no. 1400, Ibnu Majah, II/1244, no. 3789, dan an-Nasaa-i, VI/496, Shahiihul Jaami’, no. 2091)

✅ ‘Abdullah bin Mas’ud رضي الله تعالىٰ عنه berkata,

Barangsiapa yang membaca ‘Tabarakalladzi bi yadihil mulk’ (surat al-Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur. Kami di masa Rasulullah ﷺ menamakan surat tersebut al-Mani’ah (penghalang dari siksa kubur). Dia adalah salah satu surat di dalam Kitabullaah (al-Qur-an). Barangsiapa yang membacanya setiap malam, maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan.”

(Hasan, Diriwayatkan oleh An-Nasaa’i dalam al-Kabiir, VI/179, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib, no. 1589)

  • ➡ [4]. Senantiasa berdo’a kepada Allah di akhir shalat (sebelum sajam) dari adzab kubur.

✅ Allah سبحانه و تعالىٰ berfirman :

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

(QS. Al-Baqarah [2] : 186)

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Do’a adalah ibadah, Rabb kalian berfirman : ‘Berdo’alah kepada-Ku, niscaya Aku akan memperkenankan untuk kalian.'” (QS. Al-Mu’min [40] : 60)

[Shahiih, HR. Ibnul Mubarak dalam kitab az-Zuhd, no. 1298, Ahmad, IV/267, 271, 276, al-Bukhari, dalam al-Adabul Mufraad, no. 714, ath-Thayalisi, no. 1252, Abu Dawud, no. 1379, 1479, at-Tirmidzi, no. 3247, 3372, an-Nasaa-i dalam As-Sunanul Kubraa, IX/30, Ibnu Majah, no. 3828, Ath-Thabrani dalam kitab ad-Du’aa, no. 1 – 7, dan Ibnu Abi Syaibah, X/100, Shahiih Ibni Majah, II/324]

\\\Lanjut Ke Halaman 2///