Nasehat Emas Untuk Panitia Kajian dan Diakui Ustadz Tapi Bukan Ustadz

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Do’a Agar Anak Selamat Dari Gangguan Setan Dan Marabahaya

2.Keutamaan Rukuk Dan Sujud Dalam Shalat

3.Hukum Menghadiri Pengajian YangMuatannya Tidak Jelas

4.Apa Bedanya Haraki Dengan Khawarij?
5.Memastikan Azab Kubur Karena MaksiatDi Dunia

6.Hukumnya Seorang Yang Menghalalkan Nikah Mut’ah,Apakah Bisa Menyebabkannya Keluar Dari Islam ?

7.Dzikir Tidur Yang Benar

8.Rambu-rambu Ikhlas di Dalam Amal

9.Dalil-dalil Anjuran (melaksanakan) Dua Adzan Untuk Shalat Fajar

10. Mengalahkan Nafsu, Dengan Akal DanWahyu

••

Nasehat Emas Untuk Panitia Kajian-Ust Ahmad Zainuddin

Diakui Ustadz Namun Bukan Ustadz-Ust Abdul Hakim Amir Abdat.

Nasehat Emas Untuk Panitia Kajian-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

Adzab Kubur Pasti Ada-Ust Mizan Qudsiyah 18Mnit3Mb

Hukum Demo mengatasnamakan Bela Al-Qur’an – Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin 2Mb

Ustadz Zainal Abidin, Lc-Daftar Penyimpangan Kelompok Yang Mengaku AhlusSunnah 3Mb

Teman Sejati Yang Sesungguhnya! – Ustadz Dahrul Falihin, Lc 5Mb26Mnit

Perusak Nama dan Sifat Allah _ Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc 4Mb28Mnit

Hakikat Tauhid – Ustadz Mizan Qudsyiah, Lc., M.A 6Mb43Mnit

REUNI 212 MENURUT ISLAM, APAKAH NABI MEGADAKAN REUNI PERANG BADR-AL USTADZ Farhan Abu Furaihan 2Mb10Mnit
=

Islam Agama Tauhid-Ust Yazid Jawas

Tujuan Hidup Seorang Muslim Adalah Surga-Ust Yazid Jawas

Cara Beragama Islam Yang Benar-Ust Yazid Jawas

Mengingat Kematian-Ust Ahmad Zainuddin

=

Ust Ali Ahmad · Wasiat Rasulullah Kepada Anda

(Di Tengah Terik Padang Mahsyar, Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA)

Kenapa Umat Islam Kalah? Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, MA),

(Awas Dukun Berkedok Ahli Ruqyah,Ustadz Sofyan Chalid bin Ruray

10 Penghalang Dalam Menuntut Ilmu,Ustadz Ismail Margan, Lc),

KAIDAH-KAIDAH DALAM BERJIHAD | Ustadz Abu Ghozie As-Sundawie

RAMBU-RAMBU DALAM BERAMAR MA’RUF NAHI MUNKAR | Ustadz Abu Ghozie As-Sundawie

SIKAP AHLUSSUNNAH TERHADAP AHLUL BID’AH #2-Ust Abdurrahman Thayyib

** 
••

Diakui Ustadz Namun Bukan Ustadz-Ust Abdul Hakim Amir Abdat.

https://app.box.com/s/7ljxek6dwa9vw6emdp5zwjapyvpmdshk

Nasehat Emas Untuk Panitia Kajian-Ust Abdul Hakim Amir Abdat

https://app.box.com/s/k24lg76i1xqd074nb7ipwtqemvt0yrjs

**

   

=

  • Nasehat Untuk Panitia Kajian dan Diakui Ustadz Tapi Bukan Ustadz

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

••

  • JANGAN MENG-USTADZ-KAN YANG BUKAN USTADZ!!!

➡ [1]- Imam Ibnul Qayyim -rahumahullaah- berkata:

Beliau (Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-) tidak menyukai penggunaan lafazh mulia pada orang (atau sesuatu) yang tidak berhak menyandangnya…

(Seperti):

– beliau melarang memberikan panggilan “Sayyid” (tuan) untuk orang munafik…

– beliau melarang menamakan pohon anggur dengan “Karom” (dermawan),

– beliau melarang menamai Abu Jahl dengan Abul Hakam,

– beliau juga mengganti nama Abul Hakam dari kalangan Shahabat dengan Abu Syuraih; dan bersabda: “Allah lah Al-Hakam, dan kepada-Nya hukum (dikembalikan).”

– demikian juga beliau melarang budak untuk mengatakan kepada majikannya yang laki-laki atau perempuan: Rabbii dan Rabbatii (Rabb (penguasa) ku), dan juga majikan tidak boleh memanggil budaknya dengan: ‘Abdii (hambaku)…”

[“Zaadul Ma’aad (II/305- cet. Daarul Fikr)]

➡ [2]- Syaikh Al-‘Utsaimin -rahimahullaah- berkata:

Hendaknya diperhatikan agar (orang) tidak bermudah-mudahan untuk menggunakan kata imam (untuk ulama); kecuali (ulama) yang menjadi teladan dan punya pengikut -seperti Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, dan selain mereka yang punya pengaruh dalam Islam-.

KARENA MENYIFATI SESEORANG DENGAN SESUATU YANG DIA TIDAK BERHAK; INI ADALAH BENTUK KEZHALIMAN TERHADAP UMAT.

Hal itu disebabkan: jika seseorang menganggap: ini imam, itu imam (padahal bukan); maka imam yang hakiki akan terlihat rendah di matanya.”

[“Al-Qaulul Mufiid” (II/252)]

➡ [3]- Demikian juga istilah: #USTADZ (dalam artian: ahli ilmu atau penuntut ilmu)…

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix-

=

  • SAMPAI KAPAN PARA DA’I ITU AKAN TERUS MENGIKUTI KEINGINAN JAMA’AH DAN PANITIA KAJIAN????!!!

➡ [1]- Allah -Ta’aalaa- berfirman:

…وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ * وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ…

“…dan kebanyakan mereka membenci (tidak suka) kebenaran. Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan (hawa nafsu) mereka; pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya…” (QS. Al-Mu’minuun: 70-71)

➡ [2]- “…kebanyakan mereka membenci (tidak suka) kebenaran.”

“Dan KEBENARAN TERBESAR yang dibawa oleh beliau (Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-) adalah: MENGIKHLASKAN IBADAH HANYA KEPADA ALLAH SAJA DAN MENINGGALKAN SEGALA SESUATU YANG DIIBADAHI SELAN ALLAH….

➡ [3]- Kalau ada pertanyaan: Mengapa kebenaran tidak menyesuaikan keinginan manusia saja; agar mereka beriman dan bersegera untuk tunduk??

✅ Maka Allah -Ta’aalaa- menjawab dengan firman-Nya:

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالأرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ….

Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan (hawa nafsu) mereka; pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya…” (QS. Al-Mu’minuun: 71).”

[“Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hlm. 555- cet. Muassasah ar-Risaalah)]

➡ [4]- Dan -pada hakikat dan kenyataannya-: kalau kebenaran dipaksakan untuk mengikuti keinginan manusia; maka hanya akan mengantarkan mereka kepada kerugian dan kesusahan. Allah -Ta’aalaa- berfirman:

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الأمْرِ لَعَنِتُّمْ…

Dan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal; pasti kamu akan mendapat kesusahan…” (QS. Al-Hujurat: 7)

“Yakni: Kalau beliau mengikuti kamu dalam segala pilihanmu; maka hal itu akan mengantarkan kepada kesusahan dan keberatan bagimu.

[“Tafsiir Ibni Katsiir” (VII/372- Daar Thayyibah)]

➡ [5]- Sehingga:

tidak ada alasan untuk mengganti kajian Tauhid dengan yang lainnya; dengan alasan: takut kalau masyarakat tidak suka,

– tidak ada alasan untuk menampilkan artis dan para pejabat untuk menyampaikan materi dalam kajian; dengan alasan: permintaan dari panitia kajian

  • DAKWAH DISERTAI ARTIS/MANTAN ARTIS

✅ – Pertanyaan kepada Syaikh Shalih As-Suhaimi -hafizhahullaah-:

Apa hukumnya menghadirkan artis dan seniman -walaupun menurut mereka sudah taubat- di muhadharah (kajian) yang disampaikan seorang Da’i; dengan tujuan untuk menarik manusia dan orang-orang agar mendatangi muhadharah si Da’i?

✅ – Jawab:

INI MERUPAKAN KEBIASAAN YANG BURUK.

Dan mungkin bisa dirinci:

– kalau artis itu benar-benar BERTAUBAT DENGAN SEMPURNA, DIA TELAH BELAJAR ILMU SYAR’I DALAM FIQIH DAN ‘AQIDAH; maka boleh.

– adapun kalau tujuan dari menghadirkan artis itu hanya untuk menyia-nyiakan waktu dengan cerita/kisah, dan bahkan menyebutkan maksiatnya (yang dulu); maka ini tidak boleh.

Maka, artis itu seharusnya dinasehati dan didakwahi.

Adapun kalau dihadirkan seakan-akan mereka ulama atau penuntut ilmu; maka tidak (boleh).

Sebagian (artis) itu tidak istiqomah, dan bergabung dengan kelompok sesat.

Cara semacam ini biasanya ada pada Jama’ah Tabligh.

(Dan yang juga perlu diperhatikan): sebagian orang yang datang kajian; dia hanya ingin melihat artisnya. Kalau lah yang datang itu Syaikh Shalih Fauzan; dia mungkin tidak akan menghadiri kajian.

– tidak ada alasan untuk memberikan judul kajian serupa dengan judul lagu atau film; dengan alasan: untuk merangkul orang-orang awam

✅ Syaikh Sulaiman Ar-Ruhaili -hafizhahullaah-(pada Dauroh di Batu-Malang, Syawwal 1437 H/Juli 2016 M) berkata:

“Penanya berkata:

Ibnu Taimiyah telah memberi peringatan dalam kitab beliau Iqtidhaa’ (Ash-Shiraathil Mustaqiim) agar komitmen untuk terus memakai istilah-istilah syar’i.”

Para Da’i hendaknya terus menjaga kewibawaan dakwah.

Termasuk penjagaan terhadap kewibawaan dakwah adalah: dengan memilih metode/gaya dalam berdakwah, serta dengan materi dakwah yang berbobot.

Termasuk dari peningkatan bobot dakwah adalah: seorang Da’i melandasi setiap kajiannya dengan ayat-ayat dan hadits-hadits, juga dengan bahasa yang fasih dan baik, serta komitmen menggunakan istilah/lafazh syar’i.

Dia hendaknya menjauhi Penggunaan istilah/lafazh kekinian, terutama apa yang disampaikan saudara penanya pada sisa pertanyaannya; yaitu: bahwasanya sebagian Da’i menggunakan nama-nama lagu, judul film, dan juga sinetron: untuk menunjukkan kepada manusia bahwa dirinya berwawasan dan mengetahui hal-hal tersebut, kadang juga untuk membuat manusia tertawa.

Padahal pada hakekatnya hal seperti itu justru menjatuhkan wibawa/martabat dakwah. Ini hendaknya dijauhi, BAHKAN WAJIB UNTUK DIJAUHI.”

– dan lain-lain.

➡ [6]- Maka; kewajiban seorang muslim -dan seorang Da’i; secara khusus-; adalah mengikuti apa yang Allah syari’atkan; yaitu: apa yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah; sehingga dengan demikian: dia akan terbebas dari mengikuti hawa nafsu (keinginan) manusia yang tidak berilmu.

✅ Allah -Ta’aalaa- berfirman:

ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الأمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَ الَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syari’at (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syari’at) itu dan janganlah engkau ikuti hawa nafsu (keinginan) orang-orang yang tidak mengetahui.” (QS. Al-Jaatsiyah: 18)

“Maka Allah membagi perkara menjadi (dua):

(1)- Syari’at yang Dia jadikan beliau (Nabi-Nya) di atasnya, Dia wahyukan kepada beliau untuk mengamalkannya, dan memerintahkan umatnya dengan (Syari’at) tersebut, dan

(2)- Mengikuti hawa nafsu (keinginan) orang-orang yang tidak mengetahui.

Maka Allah memerintahkan kepada yang pertama dan melarang dari yang kedua.”

[“I’laamul Muwaqqi’iin” (hlm. 42- Daar Thayyibah)]

Wallaahu A’lam.

-AL-MAQAALAAT (III/85-86), karya: Ahmad Hendrix-

=

  • ➡ Untukmu Panitia Kajian, Kemana Kau Mau Arahkan Peserta kajian??]

Satu hal yg saya kagumi dari sosok Al Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas hafidzahulloh, beliau adalah sosok yang mengajarkan ilmu dari dasar dan tidak malu-malu untuk terus mengulang-ulangnya dalam setiap kajian-kajian dan daurah-daurah yang beliau isi.

Bukankah Allah Ta’ala memerintahkan agar para da’i menjadi orang-orang yg Rabbani sebagaimana firman-Nya:

وَلَٰكِن كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنتُمْ تَدْرُسُونَ ﴿٧٩﴾

Akan tetapi (dia berkata): Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbânî dengan apa yang engkau senantiasa ajarkan dari Al-Kitab, dan dengan apa yang kamu tetap mempelajarinya.” (QS. Ali Imran [3]: 79)

  • Siapa itu Rabbani?

Imam Al Bukhari rahimahulloh menjelaskan makna rabbaniyyun,

الرباني هو الذي يربي الناس بصغار العلم قبل كباره، هذا الرباني في العلم والتدريس

Orang yang Rabbani adalah orang yang mendidik manusia dengan ilmu-ilmu dasar sebelum ilmu-ilmu tingkat lanjut. Inilah orang yang Rabbani dalam menuntut ilmu dan dalam mengajarkan ilmu” (lihat dalam Shahih Al-Bukhari Bab “Al-Ilmu Qablal Qaul Wal ‘Amal” no. 10, dinukil dari Ath-Thariq ila Nubughil Ilmi, 21).

Sudahkah metode Rabbani ini dipraktekkan oleh para panitia kajian, atau minimal sudah mulai untuk digalakkan walaupun pelan-pelan?

Renungkanlah…..

  • Tuk panitia kajian ketahuilah…

Bahkan sampai dasar-dasar ilmu banyak di antara peserta kajian yg belum memahaminya. Kajian di beberapa tempat cenderung centang perenang, tidak runut dan tidak jelas kemana arahnya. Sehingga dasar aqidah dan bermanhaj mereka pun gak paham!!!

  • Untukmu Panitia kajian…

Perbaikilah-lah niatmu sebelum mengadakan kajian apakah tujuannya benar memahamkan anggota kajian tentang agama yg hak atau hanya sekedar meramaikan kajian, atau mungkin mengejar keuntungan duniawi yg lain!!!

  • Untukmu Panitia Kajian…

Sudah paham kah para jama’ah di tempat kalian ttg dasar-dasar Islam, dasar-dasar tauhid, pokok-pokok Sunnah dan segala ilmu yg dasar dlm kita bermanhaj??

Kenapa di beberapa tempat tidak digalakkan kajian semacam ini. Apa kau takut peserta kajian akan sedikit?!! Tidak ramai dan membludak!!!

  • Wahai panitia kajian….

Sebagian ustadz telah mencurahkan waktunya untuk persiapan guna menyampaikan materi kajian yg rutin tentang dasar-dasar aqidah, namun sayang hanya karena alasan yg hadir sedikit, kajian pun dihentikan, yg akhirnya ustadznya pun diganti-ganti tiap pekan mengikuti selera dg materi-materi yg tidak runut. Sekedar hanya untuk menyenangkan para jemaahnya saja. Atau hanya ngaji prasmanan!!!

  • ✅ Tahukah antum panitia kajian…

Banyak diantara jama’ah kajian yg belum paham adab-adab dalam thalabul’ilmi. Masih ada yg ngobrol, tidur, mainan hp, berdiri sebelum kajian ditutup, berpencar centang perenang posisi duduk mereka dlm majelis taklim, ada Thalib yg suka mendebat gurunya di majelis, ada yg bertanya tujuannya hanya untuk ngetes, serta yg lainnya yg menunjukkan akan Kekurang adaban dlm thalabul’ilmi. Pernah kah memfokuskan kajian ttg adab sebagai dasar dlm thalabul’ilmi. Dahulu para salaf kita sebelum mereka mendalami permasalahan2 syar’i mereka terlebih dahulu mempelajari tentang adab dan etika.

✅ Ibnul Mubarok rahimahulloh berkata,

تعلمنا الأدب ثلاثين عاماً، وتعلمنا العلم عشرين

Kami mempelajari masalah adab itu selama 30 tahun sedangkan kami mempelajari ilmu selama 20 tahun.”

  • Wahai panitia kajian….uhibbukum fillaah…

Sungguh kami apresiasi waktu dan usaha keras yg antum curahkan demi kajian Sunnah, namun bukan berarti tidak ada nasehat diantara kita untuk terus menuju kepada yg lebih baik.

[وفقكم الله لما يحب ويرضى….]

Abu Ya’la Hizbul Majid

==

  • Fenomena Mengustadzkan Orang Yang Tidak Layak Jadi Ustadz

Tamparan dari Ustadz Al Wâlid, Abdul Hakim bin Amir Abdat, tentang fenomena mengustadzkan orang yang tidak layak jadi ustadz, karena ilmunya tidak mumpuni. Dan ini bertebaran di mana-mana. Kalau anda-anda di friendlist saya ada yang tersinggung karena saya membongkar kebohongan para ustadz palsu yang bergaya mendakwahkan manhaj salaf, silakan unfriend saya, atau I’ll do it with my pleasure, No regret.

Sesungguhnya Kebenaran lebih berhak untuk diikuti daripada perasaan. Lebih mengutamakan perasaan daripada ilmu? Selamat, Anda selangkah menuju transgender.

Allâhul Musta`ân

Ceramah Singkat : Makan Dan Minum Di Majelis

Ilmu – Ustadz Najmi Umar Bakkar

Ini contoh sembarangan mengustadzkan orang yang tidak jelas asal-usulnya, tidak jelas belajar di mana, lalu disandarkan ke manhaj salaf.

Akhirnya berfatwa, bahkan sampai bersumpah dengan nama Allâh, atas satu perkara, tanpa ilmu, tanpa dalil, tanpa malu… Allâhul Musta`ân

@Dany Nursalim Harun

••

  • Sungguh Lucu

Setelah terungkapnya sang pengampu majelis Ushul fiqh kelas tinggi kitab Ar-Risalah yang ternyata bahasa Arab aja tidak bisa apalagi Ushul fiqih dasar, jadi selama ini kok kalian bisa seenaknya mentahdzir tanpa haq para pengajar yang kompeten kemudian kalian mendudukkan sang ruwaibidhah diatas mimbar sehingga ia bebas berfatwa seenaknya ?

Masih ingat kasus fatwa sang ruwaibidhah “haram marah kepada Yahudi yang berbuat zhalim hingga memperkosa muslimah karena kejahatan Yahudi telah disebutkan di Al-Qur’an” ? Jangan pura-pura lupa ! Kalian juga yang mendudukkan artis baru taubat duduk didepan hadirin, sekarang kalian juga yang mengangkat orang yang sama sekali tidak belajar ilmu alat hingga kalian viralkan di YouTube dengan ceramah adzab kuburnya ?

Kalian ini sungguh lugu tapi tidak lucu, namun saya turut prihatin. Selamat

@Abu Hanifah Jandriadi Yasin

=

  • Negeri Aman, Damai dan Sejahtera

Kepengen biar negeri yang ditinggalin aman, damai, sejahtera,gak rusuh, gak pecah, itu sebuah kepengen yang baik. Nabi Ibrahim aja pernah berdoa biar Mekkah aman.

( ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﺭَﺏِّ ﺍﺟْﻌَﻞْ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟْﺒَﻠَﺪَ ﺁﻣِﻨًﺎ ﻭَﺍﺟْﻨُﺒْﻨِﻲ ﻭَﺑَﻨِﻲَّ ﺃَﻥْ ﻧَﻌْﺒُﺪَ ﺍﻟْﺄَﺻْﻨَﺎﻡَ )

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. [Surat Ibrahim 35]

Tapi seperti doa yang dipanjatkan Ibrahim, orang beriman pengen negerinya aman biar bisa ibadah dgn baik, biar gak terjerumus kesyirikan. Percuma aman tentram di dunia tapi gak aman dan dapet siksa di akhirat gara-gara syirik.

Kita bersyukur kepada Allah masih memberikan keamanan pada negeri kita, mudah2an tetap terjaga. Semoga juga pemimpin kaum muslimin bisa memfasilitasi keamanan umat Islam di akhirat dengan memberantas kesyirikan, walaupun membawa embel-embel nusantara.

  • Manfaat Istighfar

Kalo ada orang nyuruh kita banyak2 istighfar, jangan tersinggung, justru kita mesti terima kasih. Manfaat istighfar itu besar, hidup jadi indah dengan istighfar.

( ﻭَﺃَﻥِ ﺍﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﺛُﻢَّ ﺗُﻮﺑُﻮﺍ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻳُﻤَﺘِّﻌْﻜُﻢْ ﻣَﺘَﺎﻋًﺎ ﺣَﺴَﻨًﺎ ﺇِﻟَﻰٰ ﺃَﺟَﻞٍ ﻣُﺴَﻤًّﻰ ﻭَﻳُﺆْﺕِﻛُﻞَّ ﺫِﻱ ﻓَﻀْﻞٍ ﻓَﻀْﻠَﻪٍُ )

Dan hendaklah kamu beristighfar memohon ampunan kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik.[Surat Hud 3]

Maka jangan lupa banyak2 istighfar, kapanpun di manapun, lagi di jalan, lagi ngantri, sambil rapat dan lain

  • Sembahlah Sang Pencipta semata Allah Azza Wa Jalla

Berbuat syirik dalam ibadah sangat tidak layak. Semua sesembahan orang musyrik yang mereka seru, selain Allah, hakikatnya makhluk juga seperti kita dan orang orang musyrik itu. Makhluk yang gak bisa menciptakan apa-apa walau cuma seekor lalat, walaupun mereka ngumpul untuk mencoba menciptakan lalat.

Jangankan menciptakan lalat, mengambil kembali makanan/ minuman yang sudah diambil lalat saja, tidak bakal bisa.

( ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺿُﺮِﺏَ ﻣَﺜَﻞٌ ﻓَﺎﺳْﺘَﻤِﻌُﻮﺍ ﻟَﻪُ ۚ ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻦْﻳَﺨْﻠُﻘُﻮﺍ ﺫُﺑَﺎﺑًﺎ ﻭَﻟَﻮِ ﺍﺟْﺘَﻤَﻌُﻮﺍ ﻟَﻪُ ۖ ﻭَﺇِﻥْ ﻳَﺴْﻠُﺒْﻬُﻢُ ﺍﻟﺬُّﺑَﺎﺏُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻨْﻘِﺬُﻭﻩُ ﻣِﻨْﻪُﺿَﻌُﻒَ ﺍﻟﻄَّﺎﻟِﺐُ ﻭَﺍﻟْﻤَﻄْﻠُﻮﺏُ )

Wahai manusia! Telah dibuat suatu perumpamaan, maka dengarkanlah!.Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya yang menyembah dan yang disembah.[Surat Al-Hajj 73]

Sesama makhluk yang lemah, dilarang saling menyembah. Sembahlah Sang Pencipta semata, Allah tabaaraka wa ta’ala.

  • Istidraj

Dosa, trus Allah ingetin, malah cuek.

Dosa lagi, Allah ingetin lagi, cuek lagi.

Begitu terus, sampai akhirnya peringatan Allah dilupakan..Hukuman untuk orang semodel ini, udah bukan dalam bentuk yang kerasa jelek lagi. Bukan dalam.bentuk musibah kesedihan, kehilangan, sakit, kelaparan atau yang semisal. Bahkan Allah biarkan dia senang2 dalam dosanya. Sampai ketika saatnya, Allah timpakan azab tiba-tiba yang membuat orang ini terdiam, tidak sempat bertaubat dan berakhirndalam keadaan suul khatimah. Naudzubillah.

Inilah yang dalam bahasa Islamnya dikenal dengan: istidraj.

( ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻧَﺴُﻮﺍ ﻣَﺎ ﺫُﻛِّﺮُﻭﺍ ﺑِﻪِ ﻓَﺘَﺤْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﺣَﺘَّﻰٰ ﺇِﺫَﺍ ﻓَﺮِﺣُﻮﺍ ﺑِﻤَﺎﺃُﻭﺗُﻮﺍ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎﻫُﻢْ ﺑَﻐْﺘَﺔً ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻫُﻢْ ﻣُﺒْﻠِﺴُﻮﻥَ )

Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba,maka ketika itu mereka terdiam putus asa.

[Surat Al-An’am 44]

Allah gak zalim, tapi manusia lah yang menzalimi dirinya sendiri.

Waspadalah…

@Amrullah Akadhinta

=(((Lanjut Ke Halaman 2)))