Apakah Kita Mengangkat Tangan Saat Berdoa Setelah Adzan

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Hukum Mengangkat Tangan Ketika Berdoa |

2.Fatwa Ulama: Berdoa Secara Berjamaah Setelah Shalat

3.Hukum Mengangkat Kedua Tangan Ketika Berdoa Setelah Pemakaman

4.Mengangkat Tangan Setelah Shalat Fardhu |

5.Mengupas Hukum Berdoa Sesudah Shalat

6.Ringkasan Tata Cara Berdoa

7.Mengangkat Tangan Saat Do’a Khutbah Jum’at

8.Derajat Hadits Mengusap Wajah Setelah Berdoa

9.Tata Cara Berdoa Sesuai Tuntunan

10.Mengangkat Tangan Ketika Berdoa

••

Pelajaran Dari Mengangkat Tangan Ketika Berdoa-Ust Abdullah Zaen

Kapan Mengangkat Tangan Ketika Berdoa-Ust Abdullah Zaen

Cara Mengangkat Tangan Ketika Berdoa-Ust Abdullah Zaen

Adab Dalam Berdo’a-Ust Armen Halim Naro

Adab Dalam Berdo’a-Ust Abu Ihsan al Atsary

Fiqh Berdo’a-Ust Ahmad Zainuddin

••

Ebook

Hukum Seputar Doa Setelah Shalat Fardhu

Adab Berdo:a

Petunjuk Rasullullah

Do’a Senjata Orang Beriman

=

  • Apakah Kita Mengangkat Tangan Saat Berdoa Setelah Adzan

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Doa dan Dzikir, semoga Allahmenjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

••

  • ➡ APAKAH KITA MENGANGKAT TANGAN SAAT BERDOA SETELAH ADZAN?

Bismillah, walhamdulillah, was shalatu wassalamu ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa shahbihi wamaw walah. Berdoa setelah adzan ini bisa mencakup dua jenis…

➡ 1. Doa setelah adzan langsung, yaitu doa agar shalawat terlimpahkan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam, dan doa agar beliau mendapatkan Al-Wasilah yang berarti tempat istimewa di Surga, sebagaimana sabdanya:

ﺇِﺫَﺍ ﺳَﻤِﻌْﺘُﻢُ ﺍﻟْﻤُﺆَﺫِّﻥَ، ﻓَﻘُﻮﻟُﻮﺍ ﻣِﺜْﻞَ ﻣَﺎ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺛُﻢَّ ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻋَﻠَﻲَّ، ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻣَﻦْﺻَﻠَّﻰ ﻋَﻠَﻲَّ ﺻَﻠَﺎﺓً ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺑِﻬَﺎ ﻋَﺸْﺮًﺍ، ﺛُﻢَّ ﺳَﻠُﻮﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟِﻲَﺍﻟْﻮَﺳِﻴﻠَﺔَ، ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣَﻨْﺰِﻟَﺔٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻟَﺎ ﺗَﻨْﺒَﻐِﻲ ﺇِﻟَّﺎ ﻟِﻌَﺒْﺪٍ ﻣِﻦْ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟﻠﻪِ،ﻭَﺃَﺭْﺟُﻮ ﺃَﻥْ ﺃَﻛُﻮﻥَ ﺃَﻧَﺎ ﻫُﻮَ، ﻓَﻤَﻦْ ﺳَﺄَﻝَ ﻟِﻲ ﺍﻟْﻮَﺳِﻴﻠَﺔَ ﺣَﻠَّﺖْ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺸَّﻔَﺎﻋَﺔُ

Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti ucapannya. Kemudian, bershalawatlah kepadaku, karena barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, makan Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali. Kemudian, mintalah kepada Allah Al-Wasilah untukku, karena itu adalah tempat di Surga yang tidak pantas diberikan kecuali kepada satu orang hamba Allah, dan aku berharap akulah orangnya, maka barangsiapa memintakan Al-Wasilah untukku, maka dia akan mendapatkan syafaatku”. [HR. Muslim384].

➡ 1. Doa antara adzan dan iqamah, dan ini merupakan doa yang mustajab, sebagaimana sabda beliau:

ﻟَﺎ ﻳُﺮَﺩُّ ﺍﻟﺪُّﻋَﺎﺀُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﺄَﺫَﺍﻥِ ﻭَﺍﻟْﺈِﻗَﺎﻣَﺔِ

Doa tidak ditolak, (bila dipanjatkan) antara adzan dan iqamat” [HR. Abu Dawud: 521, shahih].

Tentang masalah mengangkat tangan saat berdoa, ada kaidah yang sangat bagus, yang disebutkan oleh beberapa ulama, diantaranya Syeikh Al-Utsaimin – rahimahullah-. Beliau membagi doa menjadi empat keadaan:

Pertama : bila ada keterangan bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- “mengangkat tangan” saat berdoa, maka dianjurkan bagi kita untuk mengangkat tangan saat itu.

✅ Contohnya: saat berdoa meminta hujan, berdoa di bukit Shafa dan Marwa ketika sa’i, berdoa saat wukuf di Arafah, berdoa setelah melempar jumrah kubra di hari 10, berdoa setelah melempar jumrah shughra dan wustha di hari 11, 12, dan 13, saat mendoakan mayit ketika berziarah, dll.

Kedua : bila ada keterangan bahwa beliau “tidak mengangkat tangan” saat berdoa, maka sunnahnya tidak mengangkat tangan.

 

✅ Contohnya: berdoa saat khutbah jum’at.

Ketiga : bila yang tampak (zhahir) dari dalil, beliau “tidak mengangkat tangan” saat berdoa, maka kita juga tidak mengangkat tangan.

✅ Contohnya: saat membaca doa istiftah dalam shalat, berdoa saat sujud, berdoa saat duduk diantara dua sujud, berdoa saat tasyahud akhir, ketika istighfar (memohon ampun) setelah salam, berdoa ketika akan masuk toilet, berdoa setelah keluar dari toilet, dll.

Keempat : Selain tiga keadaan di atas, yaitu: bila tidak ada keterangan, baik tentang “mengangkat tangan” atau tentang “tidak mengangkat tangan”, maka sunnahnya mengangkat tangan, karena ini adalahhukum asal dalam berdoa. Ini juga termasuk dalamadab berdoa, dan termasuk sebab mustajabnya sebuah doa.

✅ Contohnya: berdoa ketika selesai wudhu, berdoa ketika hujan turun, berdoa ketika sedang puasa, berdoa ketika sedang safar, dll. [Lihat: Majmu’ Fatawa Al-Ustaimin 13/263-264]

  • Lalu bagaimana dengan doa setelah adzan?

Jika kita melihat dalil-dalil yang menjelaskan tentang dianjurkannya berdoa setelah adzan, maka kita akan dapati tidak adanya keterangan tentang “mengangkat tangan atau tidak”, sehingga itu termasuk dalam keadaan doa yang keempat, dan dianjurkan untuk mengangkat tangan.

Sayangnya, banyak orang saat berdoa setelah adzan tidak mengangkat tangan, bahkan bisa jadi mereka mengingkari orang yang mengangkat kedua tangannya saat berdoa setelah adzan, padahal secara kaidah itu masuk dalam jenis doa yang keempat.[Lihat: Majmu’ Fatawa Al-Ustaimin 13/266]

Keterangan yang senada dengan ini juga disampaikan oleh Syeikh Binbaz dalam Majmu’ Fatawanya [6/158], Syeikh Sulaiman Arruhaili [https://www.youtube.com/watch?v=4E4w3eOjfyI ], dan yang lainnya.

Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat dan Allah berkahi, Aamiin.

MUSYAFFA AD-DARINY

=

  • Agar Doa Anda Mustajab…

✅ Ada seseorang bertanya kepada Ibrohim bin Adham:

Allah ta’ala berfirman (yg artinya): “Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ijabahi doa kalian” [QS. Ghofir: 60]. Lalu mengapa kita biasa berdoa, tapi doa kita tidak diijabahi?

Ibrohim pun mengatakan: Karena lima hal.

Dia bertanya lagi: Apakah lima hal itu?

Ibrohim menjawab:

1. Kalian telah mengenal Allah, tapi kalian tidak tunaikan hak-Nya.

2. Kalian telah membaca Alqur’an, tapi kalian tidak amalkan isinya.

3. Kalian mengaku cinta Rasul -shollallohu alaihi wasallam-, tapi kalian tinggalkan tuntunannya.

4. Kalian katakan: ‘kami melaknat Iblis’, tapi kalian mengikutinya.

5. Kalian tinggalkan aib kalian, tapi kalian permasalahkan aib orang lain.

[Kitab: Jami’ bayanil Ilmi wa Fadhlih 1/689].

———-

Subhanallah… Ini beliau katakan di zamannya, dan beliau meninggal tahun 161 H / 778 M… Bagaimana bila beliau hidup di zaman ini.

Semoga pesan beliau ini bisa menjadi pelecut bagi kita untuk terus memperbaiki diri.

Terutama pesan beliau dalam hal menunaikan hak Allah, yaitu men-TAUHID-kannya, dan tidak menyekutukan-Nya dg sesuatu apapun.

=

  • Kaidah bagus...

Sebelum salam = banyak berdoa.

setelah salam = banyak berdzikir.

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- pernah ditanya:

Manakah yg lebih afdhol untuk do’a “Allohumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik”, dibaca sebelum salam atau sesudah salam, ataukah yg lebih afdhol dibaca di dua waktu itu?

✅ Beliau menjawab:

Yang lebih afdhol doa itu dibaca sebelum salam, karena seperti itulah dia datang dalam sebagian riwayat, dan karena doa itu tempatnya sebelum salam, sebagaimana dalam hadits Ibnu Mas’ud, setelah Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menyebutkan tasyahud, beliau menyabdakan: “kemudian hendaklah dia memilih sebagian doa-doa yang dia kehendaki”.

Berdasarkan keterangan ini, maka seorang yg shalat membaca doa “Allohumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik” sebelum salam.

  • Adapun setelah salam, apa yang Allah firmankan?

Dia berfirman (yang artinya): “Apabila kalian telah selesai shalat, maka BERDZIKIRLAH kalian kepada Allah”. [An-Nisa’: 103]. Di ayat ini, Allah tidak mengatakan: “maka berdoalah kalian kepadanya”.

[Sumber: Liqo’ul babil maftuh 22/255].

✅ Dalam kesempatan lain beliau juga mengatakan:

Sesungguhnya Rasul -shollallohu alaihi wasallam- telah mengarahkan kita tentang waktu berdoa di dalam shalat, beliau -alaihis sholatu wassalam- mengatakan saat mengajari Abdullah bin Mas’ud tentang tasyahud “kemudian setelah itu, hendaklah dia memilih sebagian doa-doa yang dia kehendaki”. Ini menunjukkan bahwa tempat doa adalah sebelum salam, bukan setelahnya.

Kemudian penalaran yg lurus juga menunjukkan hal ini, yakni bahwa doa itu waktunya sebelum salam, karena selagi engkau dalam shalatmu, maka engkau sedang bermunajat kepada Allah azza wajall. Kemudian setelah engkau bersalam, maka terputuslah munajat dan hubungan antara engkau dengan Allah.

Maka, manakah yg lebih baik, berdoa ketika engkau dalam keadaan bermunajat kepada kepada Allah… ataukah berdoa setelah selesai shalat dan setelah hubungan itu putus?! Tentunya keadaan pertama yg lebih baik.

Oleh karena itu, bagi yang ingin berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala, maka berdoalah sebelum salam”.

wallohu a’lam.

=(lanjut ke Halaman 2)