Jangan Pernah Merasa Aman Dari Adzab Allah

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Merasa Aman dari Murka Allah |

2.Apakah Penduduk Negeri Itu Merasa Aman?

 – 3.Diantara Tipu Daya Setan: Merasa Diri Suci

4.Takutlah Kepada Allah

5.Ilmu adalah Takut kepada Allah –

6.Dosa Besar Yang Dianggap Biasa

7.Pengaruh Dosa Pada Umat Manusia

8.Jauhilah Tujuh Dosa yang Membinasakan

9.Tujuh Dosa yang Membinasakan

•••

Dosa Besar Membinasakan” Oleh Ustadz MuhajirJamaluddin

Merasa Aman dari Siksa Allah-Ust Mizan Qudsiyah

Bag1:Bag2

Merasa Aman dari Siksa Allah-Ust Syafiq Basalamah

Merasa Aman dari Siksa Allah dan Sabar atas Takdir Allah – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘AbdurRazzaq Al-Badr)

Merasa Aman dari Makar Allah merupakan Dosa Besar – Ensiklopedi Larangan dalam Islam (Ustadz Mahfudz Umri, Lc.)

JANGAN MERAYAKAN TAHUN BARU_ HARAM HUKUMNYA-Ust Darul Falihin 2Mb

Kontroversi Nabi Isa Alaihissalam – Ustadz Firanda Andirja 15Mb

Merry Christmas and Happy New Year- Ust Syafiq Basalamah

Ustadz Abuz Zubair Hawary-MERAIH Kebahagian Hakiki 4Mb

Ustadz Zainal Abidin – Urgensi Tauhid dan Bahaya Syirik. 5Mb

Dosa Dosa Yang Dianggap Biasa

Bimbingan Pribadi Untuk Pribadi dan Masyarakat

Cara Terbaik Dalam Memohon Ampunan

Dosa Dosa Yang Dianggap Remeh

Mewaspadai Kelalaian dalam Mengingat Allahsubhanahu wa ta’ala

Membersihkan Hati Dengan Taubat

Hati Hati Su’ul Khatimah

==

➡ JANGAN PERNAH MERASA AMAN DARI ADZAB ALLAH

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentang Akhlak, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

Diantara dosa besar yang banyak diatara manusia menyepelekannya adalah merasa aman dari Makar Allah, meresa bebas dari Adzab Allah, merekalah kaum yang merugi.

✅ Allah Ta’ala berfirman :

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? (QS Al A’raf : 97),

Yakni adzab yang datang pada waktu malam saat mereka sedang tidur.

✅ Allah Ta’ala juga juga berfirman :

أَوَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu dhuha ketika mereka sedang bermain? (QS Al A’raf : 98),

Yakni Adzab datang waktu siang saat mereka sedang bermain

✅ Allah Ta’ala berfirman :

﴿أَفَأَمِنُوا مَكْرَ اللَّهِ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْخَاسِرُونَ﴾

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS Al A’raf : 99)

✅ Syaikh Abdurahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata tentang ayat diatas ;

هذه الآية الكريمة فيها من التخويف البليغ على أن العبد لا ينبغي له أن يكون آمنًا على ما معه مِن الإيمان، بل لا يزال خائفًا وَجلًا أنْ يُبتلى ببليَّة تسلب ما معه من الإيمان، وأن لا يزال داعيًا بقوله: يا مقلِّب القلوب ثبِّت قلبي على دينك، وأن يعمل ويسعى في كل سبب يخلِّصه من الشرِّ عند وقوع الفتن، فإن العبد ولو بلغَت به الحال ما بلغَت فليس على يقين مِن السلامة

Ayat yang mulia ini didalamnya menunjukan Ancaman yang menakutkan atas setiap hamba hendaknya tidak merasa aman (dari adzab Allah) walaupun memiliki iman, akan tetapi hendaknya senantiasa takut akan bencana yang akan menghilangkan imannya, dan senantiasa berdoa dengan mengatakan, ‘Wahai Dzat yang membolak balikan hati teguhkanlah hatiku diatas agamamu’ hendaklah dia beramal dan berusaha untuk mencari sebab keluar dari keburukan saat terjadi fitnah, karena sesungguhnya seorang hamba setinggi apapun kedudukannya tidak ada yang merasa yakin akan selamat dari ujian” (Tafsir As Sa’di , hal. 276)

✅ Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baaz rahimahullah berkata :

والأمن من مكر الله من الكبائر، ومعنى (الأمن من مكر الله): كونه ما يبالي، ما يخاف الله ولا يبالي بالمعاصي، ولا يختفي منها ولا يهمه عصى أو أطاع، قلبه آمن ما يبالي، هذا الأمن من مكر الله، والعياذ بالله. يعني: ما يخاف الله ولا يحذر نقمته، بل هو بارد القلب غير خائف ولا حذر، أما المؤمن لا، يرجو الله ويخافه، يرجو رحمة الله ويرجو فضله ويخاف عقابه، فهو بين الخوف والرجاء، أما الكافر وضعيف الإيمان فقد يأمن مكر الله، وينغمس في المعاصي ولا يخاف الله ولا يبالي، ما عنده مبالاة بخوف الله، فهذا من الدلائل على موت قلبه أو مرضه المرض الذي قارب الموت، نسأل الله العافية

Dan merasa aman dari makar Allah itu dosa besar, dan merasa aman dari makar Allah maknanya adalah tidak perduli , tidak takut (akibat) dosa, tidak menutupi dosa (terang terangan berbuat dosa), tidak perhatian mau berbuat dosa atau berbuat keta’atan tidak perduli, inilah yang disebut merasa aman dari makar Allah, Naudzubiullah. Yakni tidak takut, tidak berhati hati dari hukuman Allah, bahkan hatinya beku tidak takut, berbeda dengan orang yang punya iman, ia akan takut, akan mengharap rahmat Allah, mengharap keutaman Nya, takut akan siksa Nya, ia berada diantara takut dan harap. Adapun orang kafir dan orang yang lemah imannya akan merasa aman dari adzab Allah, tenggelam dalam dosa dan tidak takut kepada Allah, tidaka ada pikiran takut kepada siksa Allah, maka hal ini tanda tanda matinya hati atau sakitnya hati yang mendekati kematiannya, kita memohon keselamatan kepada Allah” https://binbaz.org.sa/fatwas/16044

Semoga dengan beruntunnya musibah yang tiada henti menimpa negeri ini tidak menyebabkan kita menjadi kaum yang merugi dengan merasa aman dari makar Allah. Wallahu waliyyut Taufiq.

  • TIGA SEJOLI DOSA

Diantara pengundang adzab gempa adalah tiga sejoli dosa yaitu ZINA, MUSIK dan KHOMER. Hampir dipastikan ketiga dosa ini selalu bersama disuatu tempat, walaupun biasanya ditambah dengan satu teman setia lagi yaitu ROKOK

✅ Imam Ibnu Qoyyim –rahimahullah- menukil atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunya –rahimahullah- dari sahabat Anas bin Malik :

وذكر ابن أبي الدنيا عن أنس بن مالك أنه دخل على عائشة هو ورجل آخر، فقال لها الرجل: يا أمّ المؤمنين حدّثينا عن الزلزلة، فقالت: إذا استباحوا الزنا ، وشربوا الخمر ، وضربوا بالمعازف، غار الله عَزَّ وَجَلَّ في سمائه، فقال للأرض: “تزلزلي بهم”. فإن تابوا ونزَعوا، وإلا هَدَمها عليهم. قال: يا أم المؤمنين، أعذابًا لهم؟ قالت: بل موعظةً ورحمةً للمؤمنين، ونكالًا وعذابًا وسخطًا على الكافرين.

Dan Ibnu Abid Dunya menceritakan dari Anas bin Malik, bahwa beliau bersama seorang lelaki lainnya pernah menemui Aisyah. Lelaki ini bertanya, “Wahai Ummul Mukminin, jelaskan kepada kami tentang fenomena gempa bumi!” Aisyah menjawab,: “Jika mereka sudah membiarkan zina, minum khamar, bermain musik, maka Allah yang ada di atas akan cemburu. Kemudian Allah perintahkan kepada bumi: ‘Berguncanglah, jika mereka bertaubat dan meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak, hancurkan mereka’.”Orang ini bertanya lagi, “Wahai Ummul Mukminin, apakah itu siksa untuk mereka?”Beliau menjawab, “Itu adalah peringatan dan rahmat bagi kaum mukminin, serta hukuman, adzab, dan murka untuk orang kafir.” (Al-Jawab Al-Kafi, hal. 87–88). Wallahu waliyyut Taufiq

Abu Ghozie As Sundawie

=

➡ *GEMPA… TSUNAMI… ADA APA DENGAN NEGERI INI….* *_WAHAI ANAK BANGSA…RAKYAT DAN PENGUASA…..SIMAKLAH INI…_*

( ﻓَﻜُﻠًّﺎ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎ ﺑِﺬَﻧْﺒِﻪِ ۖ ﻓَﻤِﻨْﻬُﻢْ ﻣَﻦْ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺣَﺎﺻِﺒًﺎ ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣَﻦْ ﺃَﺧَﺬَﺗْﻪُ ﺍﻟﺼَّﻴْﺤَﺔُﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣَﻦْ ﺧَﺴَﻔْﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽَ ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻣَﻦْ ﺃَﻏْﺮَﻗْﻨَﺎ ۚ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴَﻈْﻠِﻤَﻬُﻢْ ﻭَﻟَٰﻜِﻦْﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻬُﻢْ ﻳَﻈْﻠِﻤُﻮﻥَ )

_”Maka masing-masing (mereka itu) *Kami azab karena dosa- dosanya*, di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya *hujan batu kerikil, ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan ada pula yang Kami tenggelamkan*. Allah sama sekali tidak hendak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri.“_[Surat Al-Ankabut 40]

  • ➡ *APAKAH INI ADA DI NEGERI KITA…*

ﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﺍﻟﺴَّﺒْﻊَ ﺍﻟْﻤُﻮﺑِﻘَﺎﺕِ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻫُﻦَّ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙُ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺴِّﺤْﺮُﻭَﻗَﺘْﻞُ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺣَﺮَّﻡَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺃَﻛْﻞُ ﺍﻟﺮِّﺑَﺎ ﻭَﺃَﻛْﻞُ ﻣَﺎﻝِ ﺍﻟْﻴَﺘِﻴﻢِ ﻭَﺍﻟﺘَّﻮَﻟِّﻲﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﺰَّﺣْﻒِ ﻭَﻗَﺬْ p ﻑُ ﺍﻟْﻤُﺤْﺼَﻨَﺎﺕِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨَﺎﺕِ ﺍﻟْﻐَﺎﻓِﻼَﺕِ

_“Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan”, Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah apakah tujuh perkara yang membinasakanitu?”_

Beliau menjawab:

*(1)Menyekutukan Allah*

*(2)sihir*

*(3)membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar*

*(4)memakan harta anak yatim*

*(5)memakan riba’*

*(6)lari dari medan jihad*

*(7)menuduh berzina terhadap wanita baik-baik lagi beriman padahal ia tidak melakukannya.”*

[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

  • ➡ *APAKAH INI ADA DI NEGERI KITA…*

ﻟَﻴﻜﻮﻧَﻦَّ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻷُﻣَّﺔِ ﺧَﺴْﻒٌ ﻭﻗﺬْﻑٌ ﻭﻣَﺴْﺦٌ ، ﻭ ﺫﻟِﻚَ ﺇﺫﺍ ﺷَﺮِﺑُﻮﺍ ﺍﻟﺨُﻤُﻮﺭَ ،ﻭﺍﺗّﺨَﺬُﻭﺍ ﺍﻟﻘِﻴﻨﺎﺕِ ، ﻭﺿَﺮَﺑُﻮﺍ ﺑﺎﻟﻤﻌﺎﺯِﻑِ .

*_Akan terjadi ditengah umatku yang di tenggelamkan ke bumi (tanah longsor, gempa), terlempar (puting beliung, tsunami) dan di rubah wajahnya menjadi KERA.._*

Hal itu ketika :_

*1. Khomer (narkoba) sudah di minum*

*2. Biduan sudah di sewa*

*3. Alat musik sudah di tepuk*

( di shaihkan Syekh Albani dlm shahihul jami)

  • ➡ *POKOK- POKOK DOSA JUGA ADA DI NEGERI INI…*

*SYIRIK* ( Menyekutukan Allah, Sihir, perdukunan, membangun kuburan& nyambat2 penghuni kuburan, menyembelih utk selain Allah, Jimat, Wafak dll)

*Meremehkan* Hukum Allah & Bangga dgn selain hukum Allah

*BIDAH* (ibadah tidak mengikuti tuntunan Rosulullah)

*MAKSIAT* (Zina, khomer, musik, Riba, korupsi, dll)

ﻻ ﺣﻮﻝ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻠﻪ ….

  • ➡ *ISTIGHFAR DAN TAUBATLAH WAHAI ANAK BANGSA…*

( ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻣُﻌَﺬِّﺑَﻬُﻢْ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﻥَ )

_Dan tidaklah (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan._[Surat Al-Anfal 33]

Semoga Manfaat… Abu Ismail Riyadhusshalihiin pandeglang.Jadilah anda sebagai pembuka pintu kebaikan dan sebarkanlah, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya

.

Barakallah fikum.

Ditulis oleh Ustadz Abu Ismail Fahruddin Nu’man al-Bantani,Lc ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ .

=

  • HADITS PALSU AIR LAUT MEMINTA IZIN 3X KEPADA ALLAH UNTUK MENENGGELAMKAN ANAK ADAM

.

Di dalam salah satu video, ada seorang Syaikh mengatakan bahwa terdapat HADITS QUDSI secara marfu yang redaksinya bahwa Air Laut meminta izin 3X untuk menenggelamkan anak Adam namun Allah mencegahnya.

.

Ketahuilah ! HADITS TERSEBUT MAUDHU (PALSU) karena terputus Sanad rawinya (Munqathi) sebanyak dua rawi sehingga tidak bersambung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan selain Maudhu (Palsu), hadits tersebut BUKAN HADITS QUDSI karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengatakan dan tidak menyandarkan, “Allah berfirman” dan sehingga itu bukanlah Hadits Qudsi ! Sepertinya si Syaikh tersebut harus benar-benar belajar imu hadits !

.

➡ BERIKUT KETERANGANNYA

.

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah memberitakan kepada kami Al ‘Awwam Telah menceritakan kepadaku SYAIKH YANG RIBATH (MENJAGA PERBATASAN DI DAERAH PANTAI), dia berkata : aku telah bertemu dengan ABU SHALIH mantan hamba sahaya Umar Bin Al Khaththab, dia berkata : telah menceritakan kepada kami Umar Bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau telah bersabda,

.

“Tiada satu malam kecuali laut pasang ke daratan sampai tiga kali, memohon kepada Allah untuk menampakkan kekuatannya kepada mereka (manusia), akan tetapi mencegahnya.”

.

– HR. Ahmad no. 286, Dailami, Kitab Al Firdaus no. 5165 dan Ibnul Jauzi, Kitab Al Ilal al Mutanahiyah no. 37. Dengan perbedaan redaksi namun dari jalur sanad yang sama dan dari Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu. Lafazh dan sanad di atas milik Ahmad

.

STATUS HADITS : MAUDHU’ (PALSU)

.

Di dalamnya terdapat dua perawi yang Majhul (tidak dikenal) :

.

Pertama, SYAIKH YANG RIBATH (MENJAGA PERBATASAN DI DAERAH PANTAI), siapa nama syaikh ini ? TAK ADA YANG MENGETAHUINYA DAN TIDAK TERDAPAT BIOGRAFINYA ! Jadi dia MUBHAM (GELAP IDENTITASNYA ) dan MAJHUL (TIDAK DIKETAHUI). Tentu saja periwayat yang MUBHAM, TIDAK BOLEH DITERIMA PERIWAYATANNYA !!

.

Kedua, ABU SHALIH, Para Ulama Ahlu Hadits memasukan Abu Shalih sebagai perawi yang MAJHUL (TIDAK DIKETAHUI)

.

Al Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata : “DALAM SANADNYA TERDAPAT RAWI YANG MUBHAM (GELAP -TAK DIKETAHUI IDENTITASNYA-). Lihat Al Bidayah wa an Nihayah, I/20. Imam Suyuthi rahimahulloh berkata : “LEMAH !“ Lihat Al Jami’ Ash Shaghir no. 7657. Syaikh Nashiruddin Al Albani rahimahullah berkata : “LEMAH !“. Lihat Dha’if Al Jami no. 1932. Ahmad Syakir rahimahullah berkata dalam tahqiqnya Musnad Ahmad : “LEMAH !”. Lihat Musnad Ahmad, I/164. Syaikh Syu’aib Al Arnauth rahimahullah berkata : “LEMAH”. Lihat Takhrij Al Musnad no. 286

.

Hadits ini juga dibawakan oleh Al Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam Kitab Madarijus Salikin, I/432-433 dan Uddatush Ash-Shabirin, hlm. 447. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni kesalahan, ketidaktahuan dan ketergelinciran beliau -rahimahullah-

.

Adapun si Syaikh yang membawakan hadits ini hendaknya segera bertaubat dan mengumumkan kesalahannya secara luas karena telah tersebar secara luas.

.

Atau menyiapkan tempat duduknya di neraka bagi barangsiapa yang berdusta atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

.

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim : telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Ubaid : dari ‘Ali bin Rabi’ah : dari Al Mughirah radhiyallahu ‘anhu berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

.

Sesungguhnya berdusta kepadaku tidak sama dengan orang yang berdusta kepada orang lain. Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia bersiap-siap (mendapat) tempat duduknya di neraka.”

.

– HR. Bukhari no. 1209 | Fathul Bari no. 1291 dan Muslim no. 5 | Syarh Shahih Muslim no. 4. Lafazh dan sanad di atas milik Bukhari

.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ubaid al-Ghubari telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Abu Hashin dari Abu Shalih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

.

Barangsiapa berdusta atas namaku maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka.”

.

– HR. Muslim no. 4 | Syarh Shahih Muslim no. 3, Bukhari no. 107 | Fathul Bari no. 110, Ibnu Majah no. 34 | no. 34, Darimi no. 592 | no. 613, 614, Ahmad no. 8982, 10109, 10310. Lafazh dan sanad di atas milik Muslim

.

Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Al Ja’d berkata : telah mengabarkan kepada kami Syu’bah berkata : telah mengabarkan kepadaku Manshur berkata : aku mendengar Rib’i bin Jirasy berkata : aku mendengar Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

.

Janganlah kalian berdusta terhadapku (atas namaku), karena barangsiapa berdusta terhadapku dia akan masuk neraka.”

.

– HR. Bukhari no. 103 | Fathul Bari no. 106, Muslim no. 2 | Syarh Shahih Muslim no. 1, Ibnu Majah no. 31 | no. 31, Tirmidzi no. 2584, 3648 | no. 2660, 3715, dan Ahmad no. 551, 595, 596, 953, 1225

.

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Walid berkata : telah menceritakan kepada kami Syu’bah : dari Jami’ bin Syaddad : dari ‘Amir bin ‘Abdullah bin Az Zubair : dari Bapaknya berkata : Aku berkata kepada Az Zubair “Aku belum pernah mendengar kamu membicarakan sesuatu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana orang-orang lain membicarakannya ?” Az Zubair bin Al Awwam bin Khuwailid radhiyallahu ‘anhu menjawab : Aku tidak pernah berpisah dengan beliau, aku mendengar beliau mengatakan,

.

Barangsiapa berdusta terhadapku maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.”

.

– HR. Bukhari no. 104 | Fathul Bari no. 107, Abu Dawud no. 3166 | no. 3651, Ibnu Majah no. 36 | no. 36 dan Ahmad no. 1339. 1353. Lafazh dan sanad di atas milik Bukhari

.

Telah menceritakan kepada kami Abu Ma’mar berkata : telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Warits dari ‘Abdul ‘Aziz berkata : Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : Beliau melarangku untuk banyak menceritakan hadits kepada kalian karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

.

Barangsiapa sengaja berdusta terhadapku (atas namaku), maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka.”

.

– HR. Bukhari no. 105 | Fathul Bari no. 108, Muslim no. 3 | Syarh Shahih Muslim no. 2, Ibnu Majah no. 32 | no. 32, Darimi no. 237, 238, 240 | no. 241, 242, 244 dan Ahmad no. 11504, 11667, 11711, 12241, 12303, 12627, 12712, 13459, 13469. Lafazh dan sanad di atas milik Bukhari

.

Telah menceritakan kepada kami Abu Hisyam ar Rifa’i : telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin ‘Ayyasy : telah menceritakan kepada kami Hasyim dari Zirr dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

.

Barangsiapa yang berbohong kepadaku dengan sengaja maka hendaklah mempersiapkan tempat duduknya di neraka.”

.

– HR. Tirmidzi no. 2583 | no. 2659, Ibnu Majah no. 30 | no. 30 dan Ahmad no. 3623, 3654, 4110. Lafazh dan sanad di atas milik Tirmidzi.

.

Atau menanggung DOSA-DOSA ORANG YANG DISESATKANNYA DENGAN HADITS MAUDHU (PALSU) yang dibawakannya.

.

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah bin Sa’id dan Ibnu Hujr, mereka berkata : telah menceritakan kepada kami Isma’il yaitu Ibnu Ja’far : dari Al ‘Ala : dari bapaknya : dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda,

.

Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, BARANG SIAPA MENGAJAK KEPADA KESESATAN, MAKA IA AKAN MENDAPAT DOSA SEBANYAK YANG DIPEROLEH ORANG-ORANG YANG MENGIKUTINYA TANPA MENGURANGI DOSA MEREKA SEDIKITPUN.”

.

– HR. Muslim no. 4831 | Syarah Shahih Muslim no. 2674, Abu Dawud no. 3993 | no. 4609, Tirmidzi no. 2598 | no. 2674, Ibnu Majah no. 202 | 206, Darimi no. 512 | no. 530 dan Ahmad no. 8795. Lafazh dan sanad di atas milik Muslim

.

Atha bin Yussuf

Al Ikhwanul As Sunnah

= ••• Lanjut Ke Halamaan 2 •••