Orang Orang Yang Tidak Tersentuh Neraka

Alhamdulillah

Washshalātu wassalāmu ‘alā rasūlillāh, wa ‘alā ālihi wa ash hābihi ajma’in

••

1.Umat Islam Tidak Akan Diazab di Neraka , Benarkah?

2.Amalan-Amalan Perisai Api Neraka

3.Tauhid Wahai Para Da’i

4.HADITS MENGELUARKAN MANUSIA DARI NERAKA TIDAK MELAKUKAN KEBAIKAN SAMA SEKALI TIDAK BERARTI ITU.ORANG-ORANG KAFIR

5.Masuk Surga dan Neraka Hanya Karena Seekor Lalat

6.Neraka Haram bagi yang Mengucapkan Laa Ilaha illallah

7.Makna Hadits “Tidak Masuk Surga…”

8.Inilah Jaminan Bagi Ahli Tauhid

9.Benarkah Hanya Mengucapkan Syahadat Masuk Surga

10. Memurnikan Tauhid Menyebabkan Masuk Surga Tanpa Hisab

11.Nasehat Bagi Sepasang Suami Istri Yang BersitegangKarena Masalah Keuangan Rumah

12.Kebebasan Yang Diberikan Kedua Orang Tua Kepada Anak Perempuannya

••••

 

Selamatkan Aku dari Neraka (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Tauhid Dapat Memasukan Ke Surga Tanpa Hisab dan Azab-Ust Mizan Qudsiyah

Bag 1, Bag2

Mengamalkan Tauhid Bisa MenyebabkanMasuk Surga Tanpa Hisab Ceramah / Syaikh Prof DR Abdur Rozzaq Al Badr /

Masuk Surga Tanpa Hisab & Azab / Ust Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja

Masuk Surga Tanpa Hisab & Azab-Ust Lalu Ahmad Yani

Cara Selamat Dari Siksa Neraka-Ust Lalu Ahmad Yani

••

Hisab Pada Hari Pembalasan 

Tauhid dn Makna Syahadatain

Makna Kalimat Tauhid

Golongan Yang Akan Ke Neraka Jahannam

Tauhid Urgency & Manfaatnya – Syekh DRUmar bin su’ud al ‘ied

Tafsir Kalimat Tauhid

Meniti Jalan Menuju Tauhid

==

  • ORANG-ORANG YANG TIDAK TERSENTUH NERAKA

Segala puji bagi Allah Rabbul ‘alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada.Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut pembahasan tentangTauhid, semoga Allah menjadikan penyusunan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat,

➡ [1]- Beberapa Hadits Yang Menyebutkan Adanya Orang-Orang Yang Tidak Tersentuh Neraka Dan Mereka Pasti Masuk Surga

Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- mengabarkan tentang adanya orang-orang yang diharamkan atas Neraka oleh Allah -Subhaanahu Wa Ta’aalaa-. Diantaranya adalah:

✅ 1- Sabda Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-:

فَإِنَّ اللهَ قَدْ حَرَّمَ عَلَى النَّارِ مَنْ قَالَ: لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ؛ يَبْتَغِيْ بِذٰلِكَ وَجْهَ اللهِ

Sungguh, Allah mengharamkan atas Neraka: orang yang mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah”; dengan mengharapkan wajah Allah.”

[HR. Al-Bukhari (no. 425) dan Muslim (no. 33), dari ‘Itban -radhiyallaahu ‘anhu-]

✅ 2- Juga sabda beliau -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-:

مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُـحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ؛ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ، إِلاَّ حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ

Tidak ada seorang pun yang bersyahadat “Laa Ilaaha Illallaah” dan bahwa Muhammad Rasulullah -dengan jujur dari hatinya-; melainkan Allah mengharamkannya atas Neraka.”

[HR. Al-Bukhari (no. 128) -ini lafazhnya- dan Muslim (no. 32), dari Mu’adz bin Jabal -radhiyallaahu ‘anhu-]

Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- juga mengabarkan tentang orang-orang yang dipastikan masuk Surga.

✅ 3- Beliau bersabda:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ، وَأَنِّـيْ رَسُوْلُ اللهِ، لاَ يَلْقَى اللهَ بِـهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فِيْهِمَا، إِلاَّ دَخَلَ الْـجَنَّةَ

Aku bersyahadat: Laa Ilaaha Illallaah dan bahwa aku adalah Rasulullah; tidaklah seorang hamba bertemu Allah dengan dua )kalimat syahadat) tersebut -dengan tidak meragukan keduanya-; melainkan dia pasti masuk Surga.”

[HR. Muslim (no. 27), dari Abu Hurairah -radhiyallaahu ‘anhu-]

✅ 4- Beliau -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- bersabda kepada Abu Hurairah:

اذْهَبْ بِنَعْلَيَّ هَاتَيْـنِ، فَمَنْ لَـقِـيْتَ مِنْ وَرَاءِ هٰذَا الْـحَائِطَ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ مُسْتَيْـقِـنًا بِـهَا قَلْبُهُ؛ فَبَشِّرْهُ بِالْـجَنَّةِ

Pergilah dengan membawa dua sandalku ini, maka barangsiapa yang engkau temui di belakang kebun ini dengan bersyahadat “Laa Ilaaha Illallaah” -dengan yakin dari hatinya-; maka berikanlah berita gembira dengan Surga.”

[HR. Muslim (no. 30)]

➡ [2]- Lahiriah Hadits-Hadits Di Atas

Lahiriah dari kabar tersebut…menuntut bahwa semua yang bersyahadat dengan dua kalimat syahadat: maka tidak akan masuk Neraka, karena lafazhnya umum dan juga ada penguat (dalam kalimatnya).

Akan tetapi menurut Ahlus Sunnah: ada dalil-dalil pasti yang menunjukkan bahwa sekelompok ahli maksiat dari kaum mukminin akan diadzab, kemudian mereka akan keluar dari Neraka dengan Syafa’at.”

[Fat-hul Baarii (I/273- Daarul Hadiits)]

➡ [3]- Jawaban Para Ulama

Maka para ulama memiliki beberapa jawaban tentang masalah ini:

– Di antaranya: bahwa diharamkannya Neraka atas orang yang bersyahadat dengan dua kalimat syahadat; adalah diikat dengan orang yang beramal shalih; karena sabda beliau: “dengan mengharapkan wajah Allah”; yakni: bahwa orang yang mencari wajah Allah; pasti akan beramal semaksimal mungkin agar bisa meraih apa yang dicari. Karena setiap orang yang mencari; pasti dia akan berusaha mendapatkan apa yang dicari.

[Lihat: Al-Qaulul Mufiid (I/77) karya Syaikh Al-‘Utsaimin -rahimahullaah-]

Di antaranya: bahwa Hadits-Hadits di atas adalah: disabdakan oleh Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam- sebelum diwajibkan amalan-amalan, sehingga setelah diwajibkan amalan-amalan; maka seseorang harus menyertai Syahadat-nya dengan amalan.

[Lihat: Shahih Muslim (I/456)]

➡ [4]- Jawaban Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -Dan Para Ulama Yang Sependapat-

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -dan para ulama lainnya- berpendapat bahwa diharamkannya Neraka atas orang yang bersyahadat dengan dua kalimat syahadat adalah:

✅ – Bagi orang yang mengucapkannya dengan Ikhlas dari hatinya, dengan jujur dan yakin, serta tanpa keraguan, dan itulah ikatan-ikatan yang disebutkan dalam Hadits-Hadits di atas.

✅ – Dan Ikhlas adalah: tertariknya hati ini menuju kepada Allah secara total; dengan bertaubat dari semua dosa dengan taubat yang sebenar-benarnya. Karena orang yang mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah” dengan keikhlasan dan keyakinan yang sempurna; maka dia tidak akan terus-menerus dalam dosa -sama sekali-. Karena kesempurnaan keikhlasan dan keyakinannya menuntut agar Allah menjadi yang paling dicintainya melebihi segala sesuatu, sehingga tidak tersisa dalam hatinya sedikitpun keinginan terhadap apa yang Allah haramkan, dan juga tida ada kebencian terhadap apa yang Allah perintahkan. Dan inilah orang yang diharamkan atas Neraka -walaupun sebelumnya dia banyak dosa-.

– Maka, kalau dia mati dalam keadaan ini; dia akan mendapatkan keutamaan tersebut; yakni: termasuk golongan orang-orang yang diharamkan atas Neraka oleh Allah. Dan hal ini ditunjukkan oleh sabda Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ؛ دَخَلَ الْـجَـنَّـةَ

Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah “Laa Ilaaha Illallaah”; maka dia pasti masuk Surga.” [HR. Abu Dawud (no. 3116)]

Karena orang yang mendekati kematian: hampir-hampir tidak mengucapkannya melainkan dengan Ikhlas, dengan Taubat dan dengan dipenuhi penyesalan atas dosa-dosanya yang telah lalu, dan dia bertekad untuk tidak mengulanginya.

[Lihat: Fat-hul Majiid (hlm. 76-78- tahqiiq Syaikh Walid Al-Furayyan) dan Jaami’ul ‘Uluum Wal Hikam (I/558 – cet. Daar Ibnil Jauzi)]

➡ [5]- Orang-Orang Yang Tidak Mendapatkan Keutamaan Menjadi Golongan Yang Tidak Tersentuh Neraka

Para ulama juga menjelaskan tentang orang yang tidak mendapatkan keutamaan tersebut; yakni: orang yang tetap tersentuh Neraka; walaupun dia mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah”:

[ ➡ 6]- Orang Yang Tidak Ikhlas Dalam Mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah

✅ – “Kebanyakan (kaum muslimin) yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah tidak mengucapkannya dengan ikhlas, kebanyakan mereka mengucapkannya hanya karena taklid atau sebagai adat kebiasaan, sehingga keimanan belum masuk kedalam lubuk hati mereka. Umumnya orang yang terkenah fitnah ketika matinya dan ketika dikuburnya adalah orang-orang semisal mereka. Seperti disebutkan dalam Hadits: “Aku (cuma) mendengar orang-orang mengatakan sesuatu; maka akupun ikut mengatakannya.” [HR. Al-Bukhari (no. 86)] Umumnya amalan mereka hanyalah taklid dan mengikuti orang-orang yang semisal dengan mereka (juga). Merekalah orang-orang yang paling mirip (dengan orang-orang yang) Allah firmankan (tentang perkataan mereka):

… إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَى أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَى آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ

“…Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka.” (QS. Az-Zukhruf: 23)”

[Fat-hul Majiid (hlm. 77 -tahqiiq Syaikh Walid Al-Furayyan)]

➡ [7]- Orang Yang Ikhlas; Akan Tetapi Tidak Istiqamah

✅ – Kemudian: jika seorang mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah” dengan Ikhlas; akan tetapi dia tidak mati dalam keadaan tersebut, bahkan setelah Ikhlas mengucapkan; dia masih sempat berbuat kejekkan dan kemaksiatan yang lebih dominan atas kebaikkan Tauhidnya; sehingga melemahkan Tauhid dan keikhlasannya, sehingga tidak lagi mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah” dengan Ikhlas dan yakin, dia hanya mengucapkannya layaknya orang yang mengigau dalam tidurnya, atau layaknya orang yang memperbagus suaranya dalam membaca Al-Qur’an tanpa merasakan kebagusan dan kemanisannya. Maka, mereka tidak mengucapkannya dengan kejujuran dan keyakinan yang sempurna.

✅ – Jika dosa-dosa menumpuk; maka akan berat untuk mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah”, dan hati menjadi keras dari mengucapkannya, tidak lagi menyukai amal shalih, berat terasa mendengarkan Al-Qur’an dan lebih menyukai yang lainnya, serta hati merasa tenang dengan kebatilan sehingga membenci pergaulan dengan ahli kebenaran. Maka orang semacam ini: kalau dia mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah”; dia hanya mengucapkan dengan lisan apa yang tidak terdapat dalam hatinya, dia hanya ucapkan dengan mulutnya; akan tetapi tidak terwujud dalam amalannya.

[Lihat: Fat-hul Majiid (hlm. 78 -tahqiiq Syaikh Walid Al-Furayyan)]

➡ [8]- Kesimpulan Dari Orang-Orang Yang Tidak Mendapatkan Keutamaan Ini

Jadi, orang-orang yang masuk Neraka -padahal mereka mengucapkan “Laa Ilaaha Illallaah” adalah:

✅ – Bisa jadi karena mereka tidak mengucapkannya dengan kejujuran dan keihklasan yang sempurna yang bisa menafikan kejelekkan.

✅ – Atau mereka mengucapkannya dengan jujur dan yakin; akan tetapi kemudian mereka berbuat kejelekkan-kejelekkan yang lebih mendominasi atas kebaikan-kebaikan mereka. Sehingga kejujuran dan keyakinan mereka menjadi lemah, kemudian akhirnya mereka tidak lagi mengucapkannya dengan kejujuran dan keyakinan yang sempurna. Karena perbuatan dosa telah melemahkan kejujuran dan keyakinan dari hati mereka. Maka perkataan “Laa Ilaaha Illallaah” dari orang-orang semacam itu: tidak kuat untuk bisa menghapuskan kejelekkan-kejelekkan; sehingga akhiranya kejelekkan-kejelekkan mereka lebih kuat dari pada kebaikan-kebaikannya.

[Lihat: Fat-hul Majiid (hlm. 79 -tahqiiq Syaikh Walid Al-Furayyan)]

➡ [9]- Yang Dikhawatirkan Menimpa Orang-Orang Yang Ikhlas Adalah: Tidak Istiqamah

Maka, dari penjelasan di atas; maka kita pun mengambil pelajaran: untuk berusaha Ikhlas. Dan ini bukanlah hal yang mudah, akan tetapi kita senantiasa berdo’a kepada Allah agar diberikan keikhlasan dalam Tauhid kita, kemudian kita juga mempunyai usaha untuk mempelajari Tauhid dengan sedalam-dalamnya; dengan pembelajaran yang didasarkan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan penjelasan dari para Ulama Salaf.

Setelah seseorang itu Ikhlas; maka dia tetap tidak boleh merasa aman, “karena yang ditakutkan menimpa orang yang Ikhlas adalah: dimana dia berbuat kejelekkan yang besar; sehingga iman-nya menjadi lemah, maka dia tidak bisa menggucapkan “Laa Ilaaha Illallaah” dengan Ikhlas dan Yakin; yang bisa menghalangi segala kejelekkan. Dikhawatirkan dia terkena Syirik Besar dan Kecil. Kalaupun dia selamat dari Syirik Besar; maka akan tersisa Syirik Kecil. Ditambah dengan kejelekkan yang digabungkan dengan Syirik Kecil yang dia lakukan tersebut; sehingga kejelekkan-kejelekkannya akan lebih berat dibandingkan kebaikan-kebaikannya.”

[Fat-hul Majiid (hlm. 78- tahqiiq Syaikh Al-Furayyan)]

Nas-alullaahas Salaamah Wal ‘Aafiyah.

-ditulis oleh Ahmad Hendrix-

[Asal Pembahasan diambil dari Al-Majmuu’ah Al-Hadiitsiyyah jilid II, no. 211 s/d 21, karya Ahmad Hendrix-]

== ®®® Lanjut Ke Halaman 2 ®®®